Detail Metadata Kegiatan Statistik
PENDATAAN KEMANTAPAN JALAN KABUPATEN NAGEKEO 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanPENDATAAN KEMANTAPAN JALAN KABUPATEN NAGEKEO
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Pencacahan Lengkap
Sektor Kegiatan
Perwilayahan dan Perkotaan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Kompleks Bendungan Sutami Mbay
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | lionel.djago@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | SYARIFUDIN IBRAHIM,ST |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | FRANSISKUS P.G.DADJO,MT |
| Jabatan: | KEPALA BIDANG BINA MARGA |
| Alamat: | KOMPLEK BENDUNGAN SUTAMI MBAY |
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | - |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPembangunan infrastruktur jalan raya merupakan fondasi utama dalam mendukung mobilitas, konektivitas wilayah, serta pemerataan pembangunan ekonomi dan sosial. Sebagai bagian dari pelaksanaan program tahunan Bidang Bina Marga, kegiatan pembinaan jalan harus didasarkan pada pendekatan yang menyeluruh, dimulai dari identifikasi kondisi eksisting hingga penentuan prioritas pembangunan. Berdasarkan hasil survei kondisi jalan dan jembatan, Kabupaten Nagekeo menghadapi tantangan yang serius, di mana lebih dari 50% jaringan jalan dalam kategori rusak berat, rusak ringan, dan tidak berfungsi. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan sistem pembinaan yang didukung oleh resume database yang memuat: 1. Data Inventarisasi Jalan: mencakup atribut fisik dan spasial, seperti jenis konstruksi, panjang, lebar, status kewenangan, dan kondisi permukaan. 2. Data Data Survei Kondisi Jalan: menilai kondisi aktual berdasarkan Road Condotion Index (RCI) yang dapat digunakan sebagai indikator teknis untuk penetuan skala prioritas. Pembinaan infrastruktur jalan Kabupaten Nagekeo bukan sekedar kegiatan teknis, melainkan sebuah komitmen strategis dalam mewujudkan pembangunan inklusif, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
Tujuan Kegiatan
Menyediakan database jalan dan jembatan melalui kegiatan survei sesuai dengan kaidah pengumpulan data untuk PKRMS dengan menggunakan form survei lapangan dan form survei PKRMS.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-08-01 s.d. 2024-08-31
Desain
2024-08-01 s.d. 2024-08-31
Pengumpulan Data
2024-10-01 s.d. 2024-10-31
Pengolahan Data
2024-10-01 s.d. 2024-10-31
Analisis
2024-10-01 s.d. 2024-10-31
Diseminasi Hasil
2024-12-01 s.d. 2025-01-10
Evaluasi
2024-12-01 s.d. 2025-01-10
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| rutting | rutting | Biasanya sungkur terjadi di kedua sisi lintasan roda dan berhubungan dengan deformasi dan penurunan permukaan tanah. | saat pendataan |
| Lubang | Lubang | Lubang adalah cekungan berbentuk mangkuk kecil pada permukaan perkerasan/lapisan dasar. Biasanya memiliki tepi yang tajam dan sisi vertikal di dekat bagian atas lubang. Cacat dipercepat dengan pengumpulan air di dalam lubang. Lubang direproduksi ketika lalu lintas mengikis potongan kecil permukaan trotoar. Perkerasan kemudian terus rusak karena kualitas permukaan yang buruk, titik lemah di dasar tanah dasar, atau karena retakan buaya yang parah. Sebagian besar lubang terjadi karena tekanan yang terkait secara struktural dan tidak boleh disamakan dengan raveling dan pelapukan. Ketika lubang terjadi oleh retakan buaya tingkat tinggi, mereka harus diidentifikasi sebagai lubang. | saat pendataan |
| Rata-rata lebar retakan | lebar retakan | Rata-rata lebar retakan yang terjadi setiap 100m jalan dalam milimeter | saat pendataan |
| retakan | retakan | Retak buaya adalah serangkaian retakan yang menciptakan pola yang saling berhubungan. Retakan dimulai dari bagian bawah permukaan aspal dan menyebar ke permukaan, awalnya sebagai satu atau lebih retakan paralel memanjang. Setelah pembebanan lalu lintas berulang kali, retakan tersebut saling berhubungan, membentuk poligonal, potongan bersudut tajam yang menyerupai kawat ayam atau kulit buaya. Retak buaya hanya terjadi di area yang mengalami beban lalu lintas berulang, seperti jalur roda. Di daerah tropis, retakan juga dapat dimulai di bagian atas perkerasan karena bitumen pada lapisan aspal teroksidasi dengan cepat. | saat pendataan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| NUSA TENGGARA TIMUR | NAGEKEO |
Pengamatan
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : WILAYAH
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 4
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : WILAYAH
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Lainnya : KECAMATAN
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2025-01-10;
Data Mikro: -