Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Penyusunan Peta Ketahanan Dan Kerentanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Penyusunan Peta Ketahanan Dan Kerentanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-25.5200.01
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jln. Majapahit No 29 Mataram
| Telepon: | (0370) 623935 |
| Faksimile: | (0370)636005 |
| Email: | diskapang@ntbprov.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | H. Lalu Muh. Faozal, S.Sos., M.Si. |
| Eselon 2: | Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd. |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | H. Tunggul Wiyatno, S.Hut.MP |
| Jabatan: | Kepala Bidang Ketersediaan Dan Ketahanan Pangan |
| Alamat: | Jln. Majapahit No. 29 Mataram |
| Telepon: | 0370636005 |
| Faksimile: | - |
| Email: | diskapang@ntbprov.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanUndang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, khususnya Pasal 75, mengamanatkan bahwa Pemerintah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban membangun, menyusun, dan mengembangkan Sistem Informasi Pangan dan Gizi. Amanat tersebut bertujuan untuk menyediakan informasi ketahanan pangan yang akurat, komprehensif, dan mudah diakses oleh para pemangku kepentingan. Dalam rangka mendukung amanat tersebut, disusun Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) sebagai instrumen penting dalam penyediaan data dan informasi spasial mengenai kondisi ketahanan pangan. Peta ini berfungsi untuk mengidentifikasi wilayah yang berisiko rawan pangan, sekaligus menjadi sarana pengambilan keputusan yang cepat dan tepat dalam perencanaan program pembangunan, intervensi kebijakan, serta mitigasi kerentanan pangan di daerah. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu daerah yang memiliki tantangan terkait ketahanan pangan, baik akibat faktor geografis, iklim, maupun kondisi sosial-ekonomi masyarakatnya. Oleh karena itu, penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan Provinsi NTB menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung pencapaian pembangunan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Tujuan Kegiatan
1. Menyediakan data dan informasi ketahanan pangan yang terintegrasi, akurat, dan mutakhir di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. 2. Mengidentifikasi wilayah yang memiliki tingkat kerentanan pangan tinggi sebagai dasar penentuan prioritas intervensi program. 3. Mendukung pengambilan keputusan pemerintah daerah dan pusat dalam merumuskan kebijakan ketahanan pangan dan gizi. 4. Mendorong pemanfaatan data statistik sektoral dalam pembangunan pangan dan gizi di Provinsi NTB. 5. Menyediakan peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisis indikator ketahanan dan kerentanan pangan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-02-01 s.d. 2025-02-28
Desain
2025-03-01 s.d. 2025-03-31
Pengumpulan Data
2025-08-04 s.d. 2025-08-29
Pengolahan Data
2025-09-01 s.d. 2025-09-12
Analisis
2025-09-15 s.d. 2025-10-30
Diseminasi Hasil
2025-11-03 s.d. 2025-11-07
Evaluasi
2025-11-10 s.d. 2025-12-05
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi bersih beras, jagung, ubi jalar, ubi kayu, dan sagu, serta stok beras pemerintah daerah dan bantuan pangan | Ketersediaan Pangan | Rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi bersih serealia dan umbiumbian (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan sagu), serta stok beras pemerintah daerah. | Tahunan |
| Presentase Penduduk yang Hidup di Bawah Garis Kemiskinan | Kemiskinan | Dikategorikan miskin apabila pengeluaran per kapita sebulan lebih rendah dari garis kemiskinan | Tahunan |
| Persentase rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk pangan lebih dari 65 persen terhadap total pengeluaran | Rumah Tangga | Rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk makanan lebih dari 65% dibandingkan dengan total pengeluaran (makanan dan non makanan) rumah tangga | Tahunan |
| Presentase Rumah Tangga tanpa akses listrik | Rumah Tangga | Rumah tangga yang tidak memiliki akses terhadap listrik dari PLN dan/atau non PLN, misalnya generator | Tahunan |
| Presentase Rumah Tangga tanpa akses air bersih | Rumah Tangga | Rumah tangga yang menggunakan sumber utama air untuk minum berasal dari sumber tak terlindung, mata air tak terlindung, air permukaan, air hujan, dan lainnya dengan jarak kurang dari 10 meter ke jamban | Tahunan |
| Rata rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun | Pendidikan | Rata-rata lama bersekolah (total tahun bersekolah sampai pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan kelas tertinggi yang pernah diduduki) oleh perempuan berumur 15 tahun ke atas | Tahunan |
| Rasio jumlah penduduk per tenaga kesehatan terhadap kepadatan penduduk | Kesehatan | Jumlah penduduk per jumlah tenaga kesehatan (dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik, dan tenaga keteknisian medis) dibandingkan dengan tingkat kepadatan penduduk | Tahunan |
| Persentase balita dengan tinggi badan di bawah standar (stunting) | Kesehatan | Anak di bawah lima tahun yang tinggi badannya kurang dari -2 Standar Deviasi (-2 SD) dengan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dari referensi khusus untuk tinggi badan terhadap usia dan jenis kelamin (Standar WHO, 2005) | Tahunan |
| Angka Harapan Hidup Pada Saat Lahir | Kesehatan | Perkiraan lama hidup rata-rata bayi baru lahir dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas sepanjang hidupnya | Tahunan |
| Jumlah penduduk per kecamatan | Penduduk | Banyaknya orang yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 1 tahun atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 1 tahun tetapi bertujuan untuk menetap, yang menempati suatu kecamatan | Tahunan |
| Luas wilayah per kecamatan | Administrasi Wilayah | Total luas suatu unit administrasi pemerintahan kecamatan termasuk semua penggunaan lahan seperti tanah pertanian dan pekarangan, tanpa memandang kepemilikan atau status perpajakan. | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| NUSA TENGGARA BARAT | LOMBOK BARAT |
| NUSA TENGGARA BARAT | LOMBOK TENGAH |
| NUSA TENGGARA BARAT | LOMBOK TIMUR |
| NUSA TENGGARA BARAT | SUMBAWA |
| NUSA TENGGARA BARAT | DOMPU |
| NUSA TENGGARA BARAT | BIMA |
| NUSA TENGGARA BARAT | SUMBAWA BARAT |
| NUSA TENGGARA BARAT | LOMBOK UTARA |
| NUSA TENGGARA BARAT | KOTA MATARAM |
| NUSA TENGGARA BARAT | KOTA BIMA |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
Unit Pengumpulan Data
Rumah Tangga
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 0
Pengumpul data/enumerator: 0
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF_DAN_INFERENSIA
Unit Analisis
Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Lainnya : Kecamatan
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-11-07;
Digital (softcopy): 2025-11-07;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Rata-rata lama bersekolah (total tahun bersekolah sampai pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan kelas tertinggi yang pernah diduduki) oleh perempuan berumur 15 tahun ke atas
-
Rumah tangga yang tidak memiliki akses terhadap listrik dari PLN dan/atau non PLN, misalnya generator
-
Rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk makanan lebih dari 65% dibandingkan dengan total pengeluaran (makanan dan non makanan) rumah tangga
-
Total luas suatu unit administrasi pemerintahan kecamatan termasuk semua penggunaan lahan seperti tanah pertanian dan pekarangan, tanpa memandang kepemilikan atau status perpajakan.
-
Dikategorikan miskin apabila pengeluaran per kapita sebulan lebih rendah dari garis kemiskinan
-
Rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi bersih serealia dan umbiumbian (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan sagu), serta stok beras pemerintah daerah.
-
Jumlah penduduk per jumlah tenaga kesehatan (dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik, dan tenaga keteknisian medis) dibandingkan dengan tingkat kepadatan penduduk
-
Banyaknya orang yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia selama 1 tahun atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 1 tahun tetapi bertujuan untuk menetap, yang menempati suatu kecamatan
-
Perkiraan lama hidup rata-rata bayi baru lahir dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas sepanjang hidupnya
-
Anak di bawah lima tahun yang tinggi badannya kurang dari -2 Standar Deviasi (-2 SD) dengan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dari referensi khusus untuk tinggi badan terhadap usia dan jenis kelamin (Standar WHO, 2005)
-
Rumah tangga yang menggunakan sumber utama air untuk minum berasal dari sumber tak terlindung, mata air tak terlindung, air permukaan, air hujan, dan lainnya dengan jarak kurang dari 10 meter ke jamban
Indikator Kegiatan
-
Rumah tangga yang menggunakan sumber utama air untuk minum berasal dari sumber tak terlindung, mata air tak terlindung, air permukaan, air hujan, dan lainnya dengan jarak kurang dari 10 meter ke jamban
-
Rumah tangga yang tidak memiliki akses terhadap listrik dari PLN dan/atau non PLN, misalnya generator
-
Anak di bawah lima tahun yang tinggi badannya kurang dari -2 Standar Deviasi (-2 SD) dengan indeks tinggi badan menurut umur (TB/U) dari referensi khusus untuk tinggi badan terhadap usia dan jenis kelamin (Standar WHO, 2005)
-
Perkiraan lama hidup rata-rata bayi baru lahir dengan asumsi tidak ada perubahan pola mortalitas sepanjang hidupnya
-
Dikategorikan miskin apabila pengeluaran per kapita sebulan lebih rendah dari garis kemiskinan
-
Rata-rata lama bersekolah (total tahun bersekolah sampai pendidikan tertinggi yang ditamatkan dan kelas tertinggi yang pernah diduduki) oleh perempuan berumur 15 tahun ke atas
-
Rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk makanan lebih dari 65% dibandingkan dengan total pengeluaran (makanan dan non makanan) rumah tangga
-
Rasio konsumsi normatif per kapita terhadap produksi bersih serealia dan umbiumbian (padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan sagu), serta stok beras pemerintah daerah.