Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Indeks Pengetahuan Terhadap Isu Kependudukan Kota Samarinda 2025
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Indeks Pengetahuan Terhadap Isu Kependudukan Kota Samarinda
Tahun Kegiatan
2025
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Demografi dan Kependudukan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-25.6472.002
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Samarinda
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jalan Milono Nomor 1 Kelurahan Bugis Kecamatan Samarinda Kota, Provinsi Kalimantan Timur 73122
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | dppkb.samarinda2020@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Sekretaris Daerah Kota Samarinda |
| Eselon 2: | Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Samarinda |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Drs. Isfihani, MM |
| Jabatan: | Plt Kepala Dinas |
| Alamat: | Jl. Milono No.1, Bugis, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75121 |
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | dppkb.samarinda2020@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPembangunan nasional pada dasarnya bertujuan untuk mencapai kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, kesejahteraan tersebut tidak dapat dicapai secara instan tanpa melalui proses yang tepat. Pembangunan akan berhasil membawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih sejahtera apabila disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Salah satu syarat utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia adalah menjaga keseimbangan pertumbuhan penduduk, agar daya dukung dan daya tampung lingkungan tetap terjaga secara berkelanjutan. Keseimbangan ini dapat dicapai melalui pengendalian jumlah penduduk, peningkatan mutu penduduk, serta pengelolaan pergerakan penduduk.Ketidakseimbangan sebaran penduduk antar wilayah di Indonesia menjadi alasan untuk mendorong penambahan jumlah penduduk. Namun, setelah mencapai usia produktif, banyak penduduk yang cenderung berpindah ke daerah perkotaan yang sudah padat. Masalah terkait penduduk perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari segi sikap dan perilaku, tetapi juga dari sisi pengetahuan. Perilaku pada dasarnya merupakan manifestasi dari sikap, sementara sikap sendiri adalah hasil dari pengetahuan yang dimiliki seseorang.Pemahaman tentang isu kependudukan merupakan dasar untuk menilai sikap dan perilaku masyarakat dalam menciptakan kesadaran terhadap masalah kependudukan. Peningkatan pengetahuan tentang isu ini menjadi salah satu tujuan program yang sangat krusial. Pendidikan kependudukan seharusnya tidak hanya fokus pada proses pendidikan, tetapi juga perlu dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari secara konkret. Dengan memiliki pemahaman yang benar tentang kependudukan, diharapkan masyarakat dapat memiliki sikap dan perilaku yang mendukung program pengendalian dan peningkatan kualitas penduduk di masa depan.Untuk memastikan efektivitas program pengendalian dan peningkatan kualitas penduduk, penting bagi Kota Samarinda melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana untuk melakukan kegiatan pengukuran indeks pengetahuan masyarakat terhadap isu kependudukan. Pengukuran ini bertujuan untuk menilai sejauh mana masyarakat memahami masalah kependudukan, serta untuk mengidentifikasi area-area yang membutuhkan perhatian lebih dalam hal edukasi dan penyuluhan.Dengan mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Samarinda dapat merancang strategi pendidikan yang lebih tepat sasaran dan menyusun program-program yang lebih efektif. Pengukuran ini juga dapat menjadi acuan untuk mengevaluasi keberhasilan program yang telah dilaksanakan, serta untuk melakukan penyesuaian apabila diperlukan, sehingga upaya pengendalian dan peningkatan kualitas penduduk dapat berjalan dengan lebih optimal.Selain itu, pengukuran indeks pengetahuan ini diharapkan dapat mendorong kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam program-program kependudukan, serta memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup penduduk melalui kebijakan yang berbasis pada data yang valid dan akurat.
Tujuan Kegiatan
Mengetahui nilai Indeks Pengetahuan Terhadap Isu Kependudukan Kota Samarinda Tahun 2025;Mengidentifikasi indikator apa saja yang masih perlu ditingkatkan untuk memastikan bahwa Indeks Pengetahuan Terhadap Isu Kependudukan Kota Samarinda Tahun 2025 terus menunjukkan peningkatan;Sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap isu kependudukan di Kota Samarinda.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2025-06-15 s.d. 2025-07-13
Desain
2025-07-01 s.d. 2025-07-14
Pengumpulan Data
2025-07-21 s.d. 2025-08-10
Pengolahan Data
2025-08-11 s.d. 2025-08-20
Analisis
2025-08-21 s.d. 2025-08-30
Diseminasi Hasil
2025-09-01 s.d. 2025-09-01
Evaluasi
2025-09-05 s.d. 2025-09-05
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| WUS punya anak =2 | Wanita Usia Subur (WUS) | Wanita usia subur (WUS) yang kawin dan pernah kawin yang memiliki 2 anak atau kurang mencerminkan kemampuan pasangan dalam merencanakan jumlah anak. Tingginya persentase WUS menunjukkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga dan pengendalian kelahiran, yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga. | 2024 |
| UKP 20+ pada PUS 20-29 tahun | Pasangan Usia Subur (PUS) | Pasangan Usia Subur (PUS) berusia 20-29 tahun yang usia kawinnya 20 tahun keatas mencerminkan tingkat kesadaran yang lebih tinggi mengenai pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, dan perencanaan keluarga. Tingginya persentase PUS yang menikah di usia 20 tahun ke atas dapat membantu mengurangi pernikahan anak, yang seringkali terkait dengan berbagai masalah sosial dan kesehatan. | 2024 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| KALIMANTAN TIMUR | KOTA SAMARINDA |
Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Individu
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelMULTI_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
QUOTA_SAMPLING
Unit Sampel
Individu
Unit Observasi
Wanita
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 2
Pengumpul data/enumerator: 5
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF_DAN_INFERENSIA
Unit Analisis
Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2025-09-12;
Digital (softcopy): 2025-09-10;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Wanita usia subur (WUS) yang kawin dan pernah kawin yang memiliki 2 anak atau kurang mencerminkan kemampuan pasangan dalam merencanakan jumlah anak.
-
Pasangan Usia Subur (PUS) berusia 20-29 tahun yang usia kawinnya 20 tahun keatas
Indikator Kegiatan
-
Persentase Pasangan Usia Subur (PUS) berusia 20-29 tahun yang usia kawinnya 20 tahun keatas menceminkan tingkat kesadaran yang lebih tinggi mengenai pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, dan perencanaan keluarga. Tingginya persentase PUS yang menikah di usia 20 tahun ke atas dapat membantu mengurangi....
-
Persentasi Wanita Usia Subur (WUS) yang kawin dan pernah kawin yang memiliki 2 anak atau kurang mencerminkan kemampuan pasangan dalam merencanakan jumlah anak. Tingginya persentase WUS menunjukkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga dan pengendalian kelahiran, yang dapat meningkatkan kualitas....