← Kembali ke Daftar
◈
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Survei Sosial Ekonomi Nasional KOR Dan KP
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Dasar
Identitas Rekomendasi
-
⌂
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat
Alamat Lengkap
Jl. Dr. Sutomo 6-8 Jakarta 10710 Indonesia
Telepon
Telp (62-21) 3841195, 3842508, 3810291
Faksimile
Faks (62-21) 3857046
Email
ditkesra@bps.go.id
⚑
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
Deputi Bidang Statistik Sosial
Eselon 2
Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat
Nama PJ Teknis
Amiek Chamami Sst,m.stat
Jabatan
Koodinator Fungsi Statistik Rumah Tangga
Alamat
Dr Sutomo No 6-8 Jakarta Pusat
Telepon
-
Faksimile
-
Email
Bpshq@bps.go.id
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Badan Pusat Statistik (bps) Bertanggung Jawab Atas Tersedianya Data Yang Diperlukan Untuk Perencanaan Pembangunan Sektoral Maupun Lintas Sektoral. Salah Satu Sumber Data Yang Diperlukan Khususnya Untuk Perencanaan Di Bidang Sosial Ekonomi Penduduk Adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional (susenas) Yang Diselenggarakan Oleh Bps Setiap Tahun.
Tujuan Kegiatan
Tujuan Kegiatan: Secara Umum Tujuan Pengumpulan Data Melalui Susenas Semesteran Adalah Tersedianya Data Tentang Kesejahteraan Rumah Tangga Mencakup Antara Lain Pendidikan, Kesehatan Dan Kemampuan Daya Beli. Sedangkan Secara Khusus Tujuannya Adalah: 1. Tersedianya Data Pokok Tentang Kesejahteraan Masyarakat Yang Sangat Dibutuhkan Untuk Perencanaan, Monitoring Dan Evaluasi Keberhasilan Pembangunan; 2. Tersedianya Data Rinci Tentang Kesejahteraan Anggota Rumah Tangga Seperti Pendidikan, Kesehatan, Fertilitas/kb, Dan Data Kependudukan Menurut Golongan Umur, Jenis Kelamin, Dan Status Perkawinan. Riwayat Kegiatan: Susenas Pertama Kali Dilaksanakan Pada Tahun 1963. Dalam Dua Dekade Terakhir, Sampai Dengan Tahun 2010, Susenas Dilaksanakan Setiap Tahun. Susenas Di Desain Memiliki 3 Modul (modul Konsumsi/pengeluaran Rumah Tangga, Modul Sosial, Budaya Dan Pendidikan, Serta Modul Perumahan Dan Kesehatan) Dan Setiap Modul Dilaksanakan Setiap 3 Tahun Sekali. Pada Tahun 2011-2014 Akan Dilaksanakan Susenas Modul Konsumsi/pengeluaran Rumah Tangga. Pelaksanaannya Secara Triwulanan, Yaitu Setiap Tahun Akan Dilakukan Pengumpulan Data Pada Bulan Maret, Juni, September, Dan Desember. Pada Tahun 2015-2022 Akan Dilaksanakan Susenas Modul Konsumsi/pengeluaran Rumah Tangga. Pelaksanaannya Secara Semesteran, Yaitu Setiap Tahun Akan Dilakukan Pengumpulan Data Pada Bulan Maret, Dan September. Data Hasil Pencacahan Setiap Semesteran Hanya Di Bulan September Dapat Disajikan Baik Untuk Tingkat Nasional Maupun Provinsi, Sedangkan Untuk Bulan Maret Datanya Dapat Disajikan Sampai Dengan Tingkat Kabupaten/kota.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
5 September 2022 - 20 Februari 2023
Desain
28 November 2022 - 27 Februari 2023
Pengumpulan Data
1 Maret 2023 - 28 April 2023
Pengolahan Data
27 Maret 2023 - 28 April 2023
Analisis
3 Juli 2023 - 1 Agustus 2023
Diseminasi
11 September 2023 - 29 September 2023
Evaluasi
6 November 2023 - 30 November 2023
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 20 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
umur Umur dihitung dalam tahun dengan pembulatan ke bawah atau umur pada waktu ulang tahun yang terakhir.Umur dihitung dalam tahun dengan pembulatan ke bawah atau umur pada waktu ulang tahun yang terakhir.Saat pencacahan
⬡
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Semesteran
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Seluruh Wilayah Indonesia
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Individu
- Rumah Tangga
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Multi Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Probabilitas
Metode yang Digunakan
Simple Random Sampling
Kerangka Sampel Tahap Terakhir
List Frame
Fraksi Sampel Keseluruhan
Fraksi Sampel Pada Pemilihan Sampel Wilcah: N H M Hi/m Ho Dengan: N H : Jumlah Sampel Wilayah Cacah Dalam Strata H M Hi : Jumlah Rumahtangga Dalam Strata H Fraksi Sampel Pada Pengalokasian Sampel Wilcah Secara Acak Dan Berukuran Sama Ke Setiap Triwulan Dalam Tahun Survei (t: 1,2,3,4): (n H^t)/n H Dengan: N H : Jumlah Sampel Wilayah Cacah Dalam Strata H N H^t : Jumlah Sampel Wilayah Cacah Dalam Strata H Triwulan T Fraksi Sampel Pada Pemilihan Blok Sensus: 2 M Hij/m Hi Dengan: M Hij : Jumlah Sampel Wilayah Cacah Dalam Strata H M Hi : Jumlah Sampel Wilayah Cacah Dalam Strata H Blok Sensus I Fraksi Sampel Pada Pengalokasian Sampel Blok Sensus Secara Acak Dan Berukuran Sama Untuk Susenas Dan Sakernas (s:1,2): 1/2 Fraksi Sampel Pemilihan Rumahtangga: M ¯/(m Hij^t ) Dengan: M ¯ : Jumlah Kecukupan Sampel Rumah Tangga (10 Rumah Tangga) M Hij^t : Jumlah Sampel Wilayah Cacah Dalam Strata H Blok Sensus I Kegiatan Survei J (j: Sbh, Susenas) Triwulan T
Nilai Perkiraan Sampling Error
Di bawah 5 persen
Unit Sampel
Rumah Tangga
Unit Observasi
Rumah Tangga dan Anggota Rumah Tangga
◎
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMA/SMK Sederajat
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 8842 orang
Pengumpul data/enumerator : 17386 orang
Pelatihan Petugas
Ya
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Tidak
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
- Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Nasional
- Provinsi
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Tidak -
Digital (Softcopy) Ya -
Data Mikro Ya -
≡
Variabel Kegiatan
20 variabel yang diolah/dikumpulkan
Kesulitan/gangguan penglihatan
Numeric • -
"Terganggunya fungsi mata atau tidak memiliki bola mata baik disebabkan oleh bawaan lahir, penyakit, kecelakaan, atau lanjut usia. Gangguan penglihatan ini ada yang tidak dapat dia
["Kesulitan/gangguan Penglihatan"]Lihat →
Kesulitan Mengurus Diri Sendiri
Numeric • -
Mengurus diri sendiri adalah kemampuan seseorang untuk merawat kesehatan diri dimulai mandi, makan, berpakaian, buang air besar (BAB), buang air kecil (BAK) tanpa bantuan orang lai
["Kesulitan Mengurus Diri Sendiri"]Lihat →
Kesulitan/gangguan Komunikasi
Numeric • -
Situasi dimana seseorang mengalami gangguan atau kesulitan dalam memahami perkataan orang lain dan juga sebaliknya perkataannya sulit dipahami. Termasuk gangguan komunikasi adalah
["Kesulitan/gangguan Komunikasi"]Lihat →
Kesulitan/gangguan Perilaku dan/atau Emosional
Numeric • -
Kesulitan atau ketidakmampuan seseorang dalam mengontrol perilaku dan/atau emosi yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
["Kesulitan/gangguan Perilaku dan/atau Emosional"]Lihat →
Kesulitan/gangguan Mengingat/Konsentrasi
Numeric • -
Gangguan mengingat adalah situasi dimana seseorang mengalami masalah dalam mengingat kembali hal-hal yang telah terjadi baik masa lalu maupun baru saja terjadi. Gangguan konsentras
["Kesulitan/gangguan mengingat/konsentrasi"]Lihat →
Kesulitan/gangguan Menggunakan/ Menggerakkan Tangan/Jari
Numeric • -
Seseorang dikatakan mengalami gangguan menggunakan/menggerakkan tangan/jari jika mengalami banyak kesulitan atau sama sekali tidak dapat menggunakan tangan/jari untuk mengambil/men
["Kesulitan/gangguan Menggunakan/ Menggerakkan Tangan/Jari"]Lihat →
Kesulitan/gangguan mobilitas
Numeric • -
Apakah ART mengalami kesulitan/gangguan dalam berjalan/naik tangga dengan/tanpa memakai alat bantu ataupun dengan/tanpa bantuan orang lain. Gangguan mobilitas bisa disebabkan oleh
["Kesulitan/gangguan mobilitas"]Lihat →
Kesulitan/gangguan Pendengaran
Numeric • -
Terganggunya fungsi organ pendengaran baik disebabkan oleh bawaan lahir, penyakit, kecelakaan, atau lanjut usia. Gangguan pendengaran ini ada yang tidak dapat diatasi, ada pula yan
["Kesulitan/gangguan Pendengaran"]Lihat →
Kesulitan/gangguan Penglihatan
Numeric • -
Terganggunya fungsi mata atau tidak memiliki bola mata baik disebabkan oleh bawaan lahir, penyakit, kecelakaan, atau lanjut usia. Gangguan penglihatan ini ada yang tidak dapat diat
["Kesulitan/gangguan Penglihatan"]Lihat →
Tingkat/Kelas Tertinggi yang Diduduki pada Tahun Ajaran Sebelumnya
Numeric • -
Tingkatan/kelas yang dilalui seseorang pada tahun ajaran sebelumnya (2021/2022) pada suatu jenjang pendidikan, baik formal maupun nonformal (Paket A/B/C) di sekolah negeri maupun s
["Tingkat/Kelas Tertinggi yang Diduduki pada Tahun Ajaran Sebelumnya"]Lihat →
Jenjang Pendidikan yang Diikuti pada Tahun Ajaran Sebelumnya
Numeric • -
Jenjang pendidikan yang diikuti oleh seseorang pada tahun ajaran sebelumnya (2021/2022), baik jenjang pendidikan formal maupun nonformal kesetaraan (Paket A/B/C).
["Jenjang Pendidikan yang Diikuti pada Tahun Ajaran Sebelumnya"]Lihat →
Bersekolah pada Tahun Ajaran Sebelumnya
Numeric • -
Informasi tentang status keberlanjutan sekolah responden dari 1 tahun ajaran yang lalu, apakah responden baru memulai sekolah tahun ini, masih melanjutkan sekolah, tidak melanjutka
["Bersekolah Pada Tahun Ajaran Sebelumnya "]Lihat →
Ijazah/STTB Tertinggi yang Dimiliki
Numeric • -
Lembaran atau tanda bukti kelulusan yang diberikan kepada seseorang yang sudah menyelesaikan semua persyaratan akademik pada suatu jenjang pendidikan tertentu
["Ijazah/STTB Tertinggi yang Dimiliki"]Lihat →
Jenjang pendidikan tertinggi yang sedang/pernah diikuti
Numeric • -
Jenjang pendidikan tertinggi yang sedang diduduki oleh seseorang yang masih bersekolah atau yang pernah diduduki oleh seseorang yang sudah tidak bersekolah lagi, baik jenjang pendi
["Jenjang pendidikan tertinggi yang sedang/pernah diikuti"]Lihat →
Status Sekolah
Numeric • -
Status sekolah negeri/swasta jenjang pendidikan yang sedang diikuti
["Sekolah negeri", "Sekolah swasta"]Lihat →
Memiliki Jaminan Kesehatan
String • -
Memiliki jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepad
["Jaminan Kesehatan"]Lihat →
Status Partisipasi Sekolah
Numeric • -
Partisipasi penduduk berusia 5 tahun ke atas dalam bersekolah.
["Partisipasi Sekolah"]Lihat →
Kemampuan Membaca dan Menulis
Numeric • -
Jika seseorang dapat membaca dan menulis kalimat sederhana dalam huruf latin, huruf arab, atau huruf lainnya.
["Dapat membaca dan menulis kalimat sederhana"]Lihat →
Jenis Pendidikan Prasekolah
Numeric • -
Jenis atau bentuk pendidikan prasekolah yang pernah/sedang diikuti
["Pendidikan prasekolah", "Taman Kanak-kanak", "Bustanul Athfal (BA)", "Raudatul Athfal (RA)", "Satuan PAUD Sejenis"]Lihat →
Partisipasi Pendidikan Prasekolah
Numeric • -
Partisipasi penduduk berumur 0-10 tahun dalam mengikuti pendidikan prasekolah
["Pendidikan prasekolah", "Mengikuti pendidikan prasekolah"]Lihat →
▤
Indikator Kegiatan
56 indikator yang dihasilkan
Angka Partisipasi Kasar (APK) Tingkat Perguruan Tinggi (PT)
persen • Provinsi
Angka yang menggambarkan tingkat partisipasi penduduk yang sedang duduk di bangku kuliah secara umum, baik penduduk yang berusia kuliah maupun tidak. Indikator ini juga menunjukkan
["Angka Partisipasi Kasar (APK)", "Perguruan Tinggi"]Lihat →
Tingkat Penyelesaian Pendidikan Jenjang SMA/Sederajat
persen • Provinsi
Angka yang menggambarkan bagian dari penduduk pada rentang kelompok umur referensi pada jenjang pendidikan SMA/sederajat, yang berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan SMA/sederaj
["Tamat Sekolah", "Sekolah Menengah Atas (SMA)", "Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)", "Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB)", "Madrasah Aliyah (MA)", "Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)"]Lihat →
Tingkat Penyelesaian Pendidikan Jenjang SMP/Sederajat
persen • Provinsi
Angka yang menggambarkan bagian dari penduduk pada rentang kelompok umur referensi pada jenjang pendidikan SMP/sederajat, yang berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan SMP/sederaj
["Tamat Sekolah", "Sekolah Menengah Pertama (SMP)", "Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB)", "Madrasah Tsanawiyah (MTs)"]Lihat →
Tingkat Penyelesaian Pendidikan Jenjang SD/Sederajat
persen • Provinsi
Angka yang menggambarkan bagian dari penduduk pada rentang kelompok umur referensi pada jenjang pendidikan SD/sederajat, yang berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan SD/sederajat
["Tamat Sekolah", "Sekolah Dasar (SD)", "Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB)", "Madrasah Ibtidaiyah (MI)"]Lihat →
Angka Anak Tidak Sekolah
persen • Provinsi
Bagian dari anak-anak dan/atau remaja usia sekolah pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), SD/sederajat, SMP/sederajat, atau SMA/sederajat yang tidak terdaftar dalam satuan
["Anak Tidak Sekolah"]Lihat →
Persentase Penduduk Buta Huruf
Persen • Provinsi
Perbandingan jumlah penduduk berumur 15 tahun ke atas yang tidak dapat membaca dan menulis huruf latin dan/atau huruf lainnya terhadap jumlah penduduk berumur 15 tahun ke atas
["Angka buta huruf"]Lihat →
Angka Melek Huruf (AMH) Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan jumlah penduduk berumur 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis kalimat sederhana dengan huruf latin dan atau huruf lainnya, terhadap jumlah penduduk umur 15 t
["Angka Melek Huruf Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Akses terhadap Hunian yang Layak
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi rumah tangga, yang tinggal pada rumah yang layak, yaitu rumah memenuhi kriteria ketahanan bangunan, kecukupan luas tempat tinggal, memiliki akses air minum, da
["Rumah Tangga", "Rumah Layak Huni"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Bahan Bakar Utama untuk Memasak berupa Arang/Briket
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menggunakan bahan bakar utama untuk memasak berupa arang/briket dengan jumlah seluruh rumah tangga.
["Bahan Bakar Utama untuk Memasak"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Bahan Bakar Utama untuk Memasak berupa Minyak Tanah
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menggunakan bahan bakar utama untuk memasak berupa minyak tanah dengan jumlah seluruh rumah tangga.
["Bahan Bakar Utama untuk Memasak"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Bahan Bakar Utama untuk Memasak berupa Gas/Elpiji
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menggunakan bahan bakar utama untuk memasak berupa gas/elpiji (gas elpiji kemasan tabung 3 kg, 5,5 kg, 12 kg, maupun gas kota/biogas) d
["Bahan Bakar Utama untuk Memasak"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Bahan Bakar Utama untuk Memasak berupa Kayu Bakar
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menggunakan bahan bakar utama untuk memasak berupa kayu bakar dengan jumlah seluruh rumah tangga.
["Bahan Bakar Utama untuk Memasak"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Bahan Bakar Utama untuk Memasak berupa Lainnya
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menggunakan bahan bakar utama untuk memasak selain listrik, gas/elpiji, minyak tanah, arang/briket, kayu bakar, termasuk rumah tangga y
["Bahan Bakar Utama untuk Memasak"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Bahan Bakar Utama untuk Memasak berupa Listrik
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menggunakan bahan bakar utama untuk memasak berupa listrik dengan jumlah seluruh rumah tangga.
["Bahan Bakar Utama untuk Memasak"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Penerangan berupa Listrik Non-PLN
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga dengan sumber penerangan utama berupa listrik non-PLN dengan jumlah seluruh rumah tangga.
["Listrik Non-PLN"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Penerangan berupa Bukan Listrik
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga dengan sumber penerangan utama berupa bukan listrik dibagi dengan jumlah seluruh rumah tangga.
["Bukan Listrik (Sumber Penerangan Utama)"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Penerangan berupa Listrik PLN
persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga dengan sumber penerangan utama berupa listrik PLN dengan jumlah seluruh rumah tangga.
["Rumah Tangga", "Listrik PLN (Perusahaan Listrik Negara)"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Air Minum berupa Mata Air Terlindung
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga dengan sumber air minum berupa mata air terlindung dibagi dengan jumlah rumah tangga, dinyatakan dengan satuan persen.
["Mata Air Terlindung"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Air Minum berupa Mata Air Tak Terlindung
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga dengan sumber air minum berupa mata air tak terlindung dibagi dengan jumlah rumah tangga, dinyatakan dengan satuan persen.
["Mata Air Tak Terlindung"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Air Minum berupa Sumur Tak Terlindung
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga dengan sumber air minum berupa sumur tak terlindung dibagi dengan jumlah rumah tangga, dinyatakan dengan satuan persen.
["Sumur Tak Terlindung"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Air Minum berupa Mata Air Terlindung
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga dengan sumber air minum berupa mata air terlindung dibagi dengan jumlah rumah tangga, dinyatakan dengan satuan persen.
["Mata Air Terlindung"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Air Minum berupa Air dalam Kemasan
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga dengan sumber air minum berupa air dalam kemasan dibagi dengan jumlah rumah tangga, dinyatakan dengan satuan persen.
["Air Dalam Kemasan"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Air Minum berupa Lainnya
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga dengan sumber air minum berupa lainnya dibagi dengan jumlah rumah tangga, dinyatakan dengan satuan persen.
["Sumber Air Minum "]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Air Minum berupa Leding
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga dengan sumber air minum berupa leding dibagi dengan jumlah rumah tangga, dinyatakan dengan satuan persen.
["Air Leding"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Sumber Air Minum berupa Sumur Terlindung
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga dengan sumber air minum berupa sumur terlindung dibagi dengan jumlah rumah tangga, dinyatakan dengan satuan persen.
["Sumur Terlindung"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga yang Tidak Memiliki Fasilitas Tempat Buang Air Besar
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang tidak memiliki fasilitas tempat buang air besar dengan jumlah seluruh rumah tangga.
["Tidak Memiliki Fasilitas Tempat Buang Air Besar"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga yang Memiliki Fasilitas Tempat Buang Air Besar namun Tidak Menggunakan
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang memiliki fasilitas tempat buang air besar namun tidak menggunakan dengan jumlah seluruh rumah tangga.
["Fasilitas Tempat Buang Air Besar Ada namun Tidak Digunakan"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Fasilitas Tempat Buang Air Besar berupa MCK Umum
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menggunakan fasilitas tempat buang air besar berupa MCK Umum dengan jumlah jumlah rumah tangga.
["Fasilitas Tempat Buang Air Besar berupa MCK Umum"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Fasilitas Tempat Buang Air Besar Bersama/Komunal
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang memiliki fasilitas tempat buang air besar yang digunakan bersama/komunal dengan jumlah seluruh rumah tangga.
["Fasilitas Tempat Buang Air Besar Bersama/Komunal"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Fasilitas Tempat Buang Air Besar Sendiri
Persen • Kabupaten/Kota
Perbandingan jumlah rumah tangga yang memiliki fasilitas tempat buang air besar yang digunakan sendiri dengan jumlah seluruh rumah tangga.
["Fasilitas Tempat Buang Air Besar Sendiri"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga yang Menempati Rumah yang Memenuhi Syarat Ketahanan Bangunan
Persen • Kabupaten/kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menempati rumah yang memenuhi syarat ketahanan bangunan dengan jumlah rumah tangga, dinyatakan dengan satuan persen (%).
["Ketahanan Bangunan"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga yang Menempati Rumah dengan Lantai Memenuhi Syarat Ketahanan Bangunan
Persen • Kabupaten/kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menempati rumah dengan bahan bangunan utama lantai rumah terluas memenuhi syarat ketahanan bangunan dengan jumlah rumah tangga, dinyata
["Ketahanan Bangunan"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga yang Menempati Rumah dengan Dinding Memenuhi Syarat Ketahanan Bangunan
Persen • Kabupaten/kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menempati rumah dengan bahan bangunan utama dinding rumah terluas memenuhi syarat ketahanan bangunan dengan jumlah rumah tangga, dinyat
["Ketahanan Bangunan"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga yang Menempati Rumah dengan Atap Memenuhi Syarat Ketahanan Bangunan
Persen • Kabupaten/kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menempati rumah dengan bahan bangunan utama atap rumah terluas memenuhi syarat ketahanan bangunan dengan jumlah rumah tangga, dinyataka
["Ketahanan Bangunan"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal Kontrak/Sewa
Persen • Kabupaten/kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menempati bangunan tempat tinggal kontrak/sewa dengan jumlah seluruh rumah tangga.
["Status Penguasaan Tempat Tinggal Sewa", "Status Penguasaan Tempat Tinggal Kontrak"]Lihat →
Persentase Rumah Tangga dengan Status Penguasaan Bangunan Tempat Tinggal Milik Sendiri
Persen • Kabupaten/kota
Perbandingan antara jumlah rumah tangga yang menempati bangunan tempat tinggal milik sendiri dengan jumlah seluruh rumah tangga.
["Status Penguasaan Tempat Tinggal Milik Sendiri"]Lihat →
Persentase Anak Berusia 0-5 Bulan yang Mendapatkan ASI Eksklusif
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi anak berusia 0-5 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif atau Perbandingan antara jumlah bayi usia 0-5 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif dengan jumlah usia bay
["Anak", "Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif"]Lihat →
Persentase Anak Berusia 12-23 Bulan yang Mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi anak berusia 12-23 bulan yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap atau perbandingan antara jumlah anak usia 12-23 bulan yang mendapatkan imunisasi dasar lengka
["Anak", "Imunisasi Dasar", "Imunisasi"]Lihat →
Persentase Penduduk Umur >=15 Tahun yang Merokok
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk umur >=15 tahun,yang merokok selama sebulan terakhir.
["Penduduk", "Merokok"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Tidak Rawat Jalan Karena Alasan Lainnya
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan selama periode waktu tertentu dan tidak rawat jalan, yang dikarenakan alasan lainnya.
["aPenduduk", "Keluhan kesehatan", "Alasan utama tidak rawat jalan lainnya"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Tidak Rawat Jalan Karena Khawatir Terpapar Covid-19
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan selama periode waktu tertentu dan tidak rawat jalan, yang dikarenakan khawatir terpapar COVID-19.
["aPenduduk", "Keluhan kesehatan", "Alasan utama tidak rawat jalan khawatir terpapar COVID-19"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Tidak Rawat Jalan Karena Merasa Tidak Perlu
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan selama periode waktu tertentu dan tidak rawat jalan, yang dikarenakan merasa tidak perlu.
["aPenduduk", "Keluhan kesehatan", "Alasan utama tidak rawat jalan merasa tidak perlu"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Tidak Rawat Jalan Karena Tidak Ada yang Mendampingi
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan selama periode waktu tertentu dan tidak rawat jalan, yang dikarenakan tidak ada yang mendampingi.
["aPenduduk", "Keluhan kesehatan", "Alasan utama tidak rawat jalan tidak ada yang mendampingi"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Tidak Rawat Jalan Karena Mengobati Sendiri
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan selama periode waktu tertentu dan tidak rawat jalan, yang dikarenakan mengobati sendiri.
["aPenduduk", "Keluhan kesehatan", "Alasan utama tidak rawat jalan mengobati sendiri"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Tidak Rawat Jalan Karena Waktu Tunggu Pelayanan Lama
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan selama periode waktu tertentu dan tidak rawat jalan, yang dikarenakan waktu tunggu pelayanan lama.
["aPenduduk", "Keluhan kesehatan", "Alasan utama tidak rawat jalan waktu tunggu pelayanan lama"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Tidak Rawat Jalan Karena Tidak Ada Sarana Transportasi
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan selama periode waktu tertentu dan tidak rawat jalan, yang dikarenakan tidak ada sarana transportasi.
["Penduduk", "Keluhan kesehatan", "Alasan utama tidak rawat jalan tidak ada sarana transportasi"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Tidak Rawat Jalan Karena Tidak Punya Biaya Transpor
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan selama periode waktu tertentu dan tidak rawat jalan, yang dikarenakan tidak punya biaya transpor.
["aPenduduk", "Keluhan kesehatan", "Alasan utama tidak rawat jalan tidak punya biaya transpor"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Tidak Rawat Jalan Karena Tidak Punya Biaya Berobat
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan selama periode waktu tertentu dan tidak rawat jalan, yang dikarenakan tidak punya biaya berobat.
["Penduduk", "Keluhan kesehatan", "Alasan utama tidak rawat jalan tidak punya biaya berobat"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan dan Rawat Jalan
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan selama periode waktu tertentu, yang pernah rawat jalan.
["Penduduk", "Keluhan kesehatan", "aRawat Jalan"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Mempunyai Keluhan Kesehatan
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk, yang mempunyai keluhan kesehatan dalam periode waktu tertentu.
["Penduduk", "Keluhan kesehatan"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Memiliki Jaminan Kesehatan Perusahaan/Kantor
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk, yang memiliki jaminan kesehatan perusahaan/kantor.
["Jaminan Kesehatan Perusahaan/Kantor"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Memiliki Jaminan Kesehatan Perusahaan/Kantor
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk, yang memiliki jaminan kesehatan perusahaan/kantor.
["Jaminan Kesehatan Perusahaan/Kantor"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Memiliki Asuransi Swasta
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk yang memiliki asuransi swasta.
["Penduduk", "Asuransi Swasta"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Memiliki Jamkesda
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk, yang memiliki Jamkesda.
["Jamkesda"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Memiliki BPJS Kesehatan Non-Penerima Bantuan Iuran (Non-PBI)
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk, yang memiliki BPJS Kesehatan Non-Penerima Bantuan Iuran (Non-PBI).
["BPJS Kesehatan Non-Penerima Bantuan Iuran (Non-PBI)"]Lihat →
Persentase Penduduk yang Memiliki BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI)
persen • Kabupaten/Kota
Bagian dari populasi penduduk, yang memiliki BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
["BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI)"]Lihat →