Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Sport Development Indeks di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Tahun 2023 2023
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Sport Development Indeks di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Tahun 2023
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Demografi dan Kependudukan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraDinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Kelurahan Ondong, Siau Barat
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | disdik@sitarokab.go.id |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Drs. Denny D. Kondoj, MSi |
| Eselon 2: | Budiarto Utomo Mukau, SE |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Victor Davis Kiroh, S.Kom |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga |
| Alamat: | Kelurahan Tatahadeng, Kecamatan Siau Timur |
| Telepon: | +6281244489292 |
| Faksimile: | - |
| Email: | jacobsnetherland.ej@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanPada tahun 2045, Indonesia memiliki visi besar untuk menjadi negara maju, suatu kondisi di mana produktivitas SDM Indonesia mencapai 73% dan pendapatan per kapita setara dengan USD 30.300. Pada saat itu, penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 324,05 juta jiwa. Penduduk yang besar disertai bonus demografi akan menjadi berkah jika ditatakelola dengan baik sehingga menghasilkan SDM yang berkualitas, baik dari aspek kognitif-intelektual maupun kesehatan fisik-psikis. Sebaliknya, jumlah penduduk yang besar akan menjadi beban bagi negara seperti kemiskinan, pengangguran, kesenjangan sosial, dan risiko tinggi terkena penyakit apabila kualitasnya rendah. Olahraga dan aktivitas fisik memang tidak menyelesaikan langsung terhadap semua masalah tersebut, tetapi berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan mutu SDM Indonesia. Telah menjadi pengetahuan umum yang didasarkan sejumlah penelitian bahwa olahraga dapat membantu seseorang menjadi bugar, meningkatkan fungsi kognitif, mengurangi berat badan, dan menurunkan risiko berbagai penyakit non-menular seperti jantung, hipertensi, dan diabetes. Laporan ini menyebutkan bahwa kondisi kebugaran jasmani anak dan pemuda Indonesia sungguh mengkhawatirkan. Pada kelompok anak usia 10-15 tahun, kebugaran jasmani yang masuk kategori baik/lebih hanya sebesar 6,79%, sementara yang masuk kategori kurang dan kurang sekali sebesar 77,12%. Pada kelompok pemuda usia 16-30 tahun, kebugaran jasmani yang masuk kategori baik/lebih hanya sebesar 5,04%, sementara yang masuk kategori kurang dan kurang sekali sebesar 83,53%. Fakta tersebut merupakan alarm call, mengingat kebugaran jasmani merupakan intangible asset yang menjadi faktor krusial dalam peningkatan kualitas SDM, baik dari aspek kognitif-intelektual maupun kesehatan fisik-psikis menuju Indonesia Emas 2045. Laporan ini menyatakan bahwa Indeks Pembangunan Olahraga tahun 2023 sebesar 0,327 dari skala 0-1. Capaian tersebut menurun 0,008 poin dibandingkan dengan capaian tahun 2022 yang sebesar 0,335. Dimensi yang masuk dalam kategori rendah adalah SDM, Performa, Kebugaran Jasmani, Ruang Terbuka, Partisipasi, dan Kesehatan. Sedangkan dimensi yang masuk dalam kategori menengah adalah Ekonomi, Perkembangan Personal, dan Literasi Fisik. Capaian bidang pembudayaan olahraga yang indikator utamanya berupa tingkat Partisipasi dan Tingkat Kebugaran masyarakat mengalami penurunan. Indeks partisipasi pada tahun 2023 sebesar 0,254, menurun 0,03 poin dibandingkan dengan capaian tahun 2022 yang sebesar 0,284. Sementara itu, indeks kebugaran jasmani pada tahun 2023 sebesar 0,179, menurun 0,006 poin dibandingkan dengan capaian tahun 2022 yang sebesar 0,185. Penurunan tingkat partisipasi tidak hanya berdampak pada kebugaran jasmani, tetapi juga perputaran uang akibat aktivitas olahraga. Laporan ini menyatakan bahwa capaian ekonomi olahraga yang diukur dengan indeks ekonomi mengalami penurunan sebesar 0,045 poin, dari 0,577 pada tahun 2022 menjadi 0,532 pada tahun 2023. Belanja olahraga yang dikeluarkan oleh masyarakat juga mengalami penurunan sebesar 5,93 triliun, dari 43,21 triliun pada tahun 2022 menjadi 37,28 triliun pada tahun 2023. Penurunan indeks ekonomi dan belanja olahraga merupakan konsekuensi logis dari tingkat partisipasi berolahraga yang juga menurun. Page | 5 Dalam olahraga prestasi, peringkat Indonesia dalam ajang kompetisi di level ASEAN, Asia, dan dunia memang belum menggembirakan, kecuali capaian pada olahraga disabilitas yang sampai saat ini sudah on the right track. Laporan ini menyatakan bahwa capaian bidang olahraga prestasi yang diukur dengan indeks performa mengalami peningkatan sebesar 0,006 poin, dari 0,166 pada tahun 2022 menjadi 0,172 pada tahun 2023. Meskipun kesenjangan antar provinsi semakin berkurang, tetapi dominasi provinsi di Pulau Jawa dalam capaian olahraga prestasi masih tinggi dibandingkan dengan di luar Jawa. Kontribusi Provinsi di Pulau Jawa sebesar 64,44% dari total capaian prestasi dalam 14 cabang olahraga prioritas Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Menurunnya Indeks Pembangunan Olahraga dari waktu ke waktu tentu tidak boleh dianggap sebagai fenomena biasa, diperlukan pikiran besar dan langkah besar untuk merumuskan intervensi kebijakan dan program aksi yang lebih konkrit guna menghentikan laju penurunan serta pada saat yang sama berupaya menaikkan kembali capaian pembangunan olahraga secara nasional. Terkait kondisi kebugaran jasmani anak dan pemuda, diperlukan terobosan kebijakan dan program yang lebih substansial, komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan, bukan kebijakan dan program yang sifatnya sesaat, parsial, dan cenderung seremonial. Gerakan Hidup Aktif Sepanjang Hayat -GerakSehat-perlu dikampanyekan kepada masyarakat disertai dengan rencana aksi yang lebih nyata. Perlu juga dicatat bahwa angka partisipasi berhubungan dengan angka kebugaran jasmani dan ekonomi olahraga. Semakin tinggi angka partisipasi, semakin tinggi pula angka kebugaran jasmani dan tumbuhnya ekonomi olahraga. Semakin rendah angka partisipasi, semakin rendah pula angka kebugaran jasmani dan ekonomi olahraga. Oleh karena itu, peningkatan angka partisipasi perlu diupayakan secara lebih serius guna meningkatkan kebugaran jasmani dan ekonomi olahraga. Mengadopsi ungkapan JF Kennedy, Presiden ke 35 Amerika Serikat, merefleksikan kondisi Indonesia saat ini “Now it is time for the Indonesia to move forward with a national program to improve the fitness of all Indonesians”.
Tujuan Kegiatan
mendapatkan data sport development indeks
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2023-12-01 s.d. 2024-01-01
Desain
2023-12-01 s.d. 2024-01-01
Pengumpulan Data
2024-06-01 s.d. 2024-07-01
Pengolahan Data
2024-06-01 s.d. 2024-07-01
Analisis
2024-06-01 s.d. 2024-07-01
Diseminasi Hasil
2024-06-01 s.d. 2024-07-01
Evaluasi
2024-06-01 s.d. 2024-07-01
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| SDM olahraga | Julam SDM olahraga | pelatih, guru pendidikan jasmani, instruktur, dan relawan olahraga yang merupakan komponen utama dalam sistem pembinaan dan pengembangan olahraga. Indikator SDM Olahraga di suatu wilayah adalah rasio jumlah pelatih, guru pendidikan jasmani, instruktur, dan relawan olahraga dengan jumlah penduduk usia 5 tahun ke atas di wilayah tersebut. | Tahunan |
| Ruang terbuka olahraga | tersedianya ruang terbuka olahraga | suatu tempat yang digunakan untuk melakukan aktivitas olahraga, baik indoor maupun outdoor. Ruang terbuka merupakan tempat yang menjadi kebutuhan dasar bagi siapa pun untuk melakukan aktivitas olahraga. Ruang terbuka yang memadai menjadi syarat terbentuknya partisipasi dalam aktivitas olahraga. Indikator ruang terbuka di suatu wilayah adalah rasio antara ketersediaan ruang terbuka dengan jumlah penduduk usia 5 tahun ke atas di wilayah tersebut. | Tahunan |
| Literasi fisik | adanya literasi fisik | serangkaian pengetahuan, keterampilan, keterlibatan, dan tanggung jawab seseorang dalam melakukan aktivitas fisik untuk hidup yang berkualitas sepanjang hayat. Indikator utama dari literasi fisik adalah pengetahuan, sikap, dan kompetensi fisik dari individu. Individu yang memiliki literasi fisik yang bagus akan melibatkan diri dalam aktivitas fisik secara lebih intens dan berkelanjutan. | Tahunan |
| Partisipasi | ikutnya partisipasi | keterlibatan individu dalam olahraga/aktivitas fisik dalam satu minggu terakhir. Indikator partisipasi aktif merujuk pada angka partisipasi anggota masyarakat berusia 10 - 60 tahun yang melakukan aktivitas olahraga minimal tiga kali per minggu. | Tahunan |
| Kebugaran | jumlah yang bugar | kesanggupan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Indikator kebugaran adalah angka kebugaran yang ditunjukkan dengan V02max, yakni berupa derajat kapasitas konsumsi aerobik maksimum. Semakin tinggi V02max, menunjukkan semakin tinggi tingkat kebugaran seseorang. | Tahunan |
| Kesehatan | kondisi Kesehatan | fisik dan psikis yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif. Seseorang dinyatakan sehat secara fisik jika terbebas dari penyakit dan mampu bekerja secara produktif. Sementara itu, sehat secara psikis mengacu pada Page | 95 kesejahteraan psikis, yakni suatu kondisi di mana individu dapat bertindak secara otonom, dapat menerima kelebihan dan kekurangan dirinya, dan memiliki tujuan hidup yang jelas | Tahunan |
| Perkembangan personal | Perkembangan personal | aspek-aspek kepribadian yang dibutuhkan seseorang untuk menjalani kehidupan yang konstruktif, baik sebagai pribadi maupun anggota masyararakat. Ada dua aspek yang diukur dalam perkembangan personal, yakni resilien dan modal sosial. Resilien adalah kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan dan ketangguhan dalam menghadapi kesulitan (Connor & Davidson, 2003; Luthans, Luthans, & Luthans, 2004). Sementara itu, modal sosial adalah perasaan bersama sebagai warga bangsa yang | Tahunan |
| Ekonomi | Keadaan Ekonomi | pengeluaran individu terkait aktivitas olahraga, baik dalam bentuk barang maupun jasa, dalam satu tahun. Belanja barang dapat berupa peralatan dan perlengkapan olahraga. Peralatan olahraga dapat berupa raket, stick atau pemukul, glove, dan bola. Sedangkan perlengkapan olahraga dapat berupa pakaian olahraga dan sepatu. Sementara itu, jasa olahraga bisa berupa pembayaran tiket, konsultan, dan/atau jasa pelatihan. Kemampuan membayar terhadap barang atau jasa merupakan indikator penting dari ekonomi seseorang dalam kurun waktu satu tahun terakhir. | Tahunan |
| Performa | Performa saat olahraga | capaian olahragawan atau sekelompok olahragawan termasuk penyandang disabilitas sebagai hasil dari pembinaan olahraga prestasi prioritas DBON pada suatu wilayah. Performa dalam konteks ini diukur dengan dua hal, yakni perolehan medali dalam suatu kejuaraan dan populasi atlet elit di suatu daerah. | Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| SULAWESI UTARA | SIAU TAGULANDANG BIARO |
Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Individu
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelMULTI_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_PROBABILITAS
Metode yang Digunakan
STRATIFIED_RANDOM_SAMPLING
Kerangka Sampel Tahap Terakhir
AREA_FRAME
Fraksi Sampel Keseluruhan
30`
Nilai Perkiraan Sampling Error Variabel Utama
5%`
Unit Sampel
Individu
Unit Observasi
individu
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit), Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 4
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF_DAN_INFERENSIA
Unit Analisis
Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Tidak
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): -
Digital (softcopy): 2024-12-30;
Data Mikro: -