Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Indeks Kapasitas Daerah (IKD) dan Indeks Resiko Bencana (IRB) Kabupaten Sidoarjo 2024
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Indeks Kapasitas Daerah (IKD) dan Indeks Resiko Bencana (IRB) Kabupaten Sidoarjo
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Lingkungan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-24.3515.104
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jalan Sultan Agung No.19 Magersari Kecamatan Sidoarjo
| Telepon: | 0318953200 |
| Faksimile: | 0318953200 |
| Email: | bpbdsidoarjo@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Dr.MUSTAIN, M.Pd.I |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | KARSONO, S.E., M.Ak. |
| Jabatan: | Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan |
| Alamat: | Jl. Sultan Agung No.19 Kabupaten Sidoarjo |
| Telepon: | 0318953200 |
| Faksimile: | - |
| Email: | bpbdsidoarjo@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanSecara nasional, terdapat 2 (dua) isu pokok tentang Pengurangan Risiko Bencana, yaitu: (1) belum memadainya kinerja penanggulangan bencana, hal tersebut terkait dengan keterbatasan kapasitas dalam pelaksanaan tanggap darurat serta upaya rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pasca bencana, dan (2) masih rendahnya kesadaran terhadap risiko bencana dan masih rendahnya pemahaman terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, meliputi rendahnya kesadaran terhadap upaya pengurangan risiko bencana serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Di pihak lain, integrasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dalam Perencanaan Pembangunan masih terkendala oleh beberapa hal, antara lain kesenjangan persepsi masyarakat maupun aparat pemerintah tentang pengurangan risiko, yang selama ini pemahamannya masih sebatas pada tanggap darurat, kurangnya sosialisasi pengurangan risiko bencana kepada stakeholder dan keterbatasan kapasitas baik kelembagaan, SDM dan pendanaan dalam pengurangan risiko bencana. Adapun dalam upaya mereduksi sejumlah permasalahan pengurangan risiko bencana tersebut, maka dalam dokumen RPJMN 2020 – 2024 dan RPJMD Kabupaten Sidoarjo Tahun 2021- 2026.Untuk mencapai sasaran sebagaimana dinyatakan dalam dokumen RPJMN tersebut, maka rumusan visi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagaimana termaktub dalam RPJMD adalah: “Terwujudnya Kabupaten Sidoarjo yang Sejahtera, Maju, Berkarakter dan Berkelanjutan” sedang Misi Kabupaten Sidoarjo, meliputi upaya untuk menuju: 1. Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan tangkas melalui digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kemudahan berusaha; 2. Membangkitkan pertumbuhan ekonomi dengan fokus pada kemandirian lokal berbasis usaha mikro, koperasi, pertanian, perikanan, sektor jasa dan industri untuk membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan; 3. Membangun infrastruktur ekonomi dan sosial yang modern dan berkeadilan dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan; 4. Membangun SDM unggul dan berkarakter melalui peningkatan akses pelayanan bidang pendidikan, kesehatan serta kebutuhan dasar lainnya; 5. Mewujudkan masyarakat religius yang berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan serta mampu menjaga kerukunan sosial antar warga. Dengan mengacu kepada visi dan misi penanggulangan bencana Kabupaten Sidoarjo, maka dapat diformulasikan kebijakan penanggulangan bencana Kabupaten Sidoarjo. Kebijakan penanggulangan bencana ini disusun atas dasar regulasi daerah, kelembagaan daerah dan perencanaan. Saat ini ancaman dan peristiwa bencana telah terjadi di berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia yang termasuk dalam kategori negara yang „akrab? dengan bencana. Kejadian demi kejadian pada akhir-akhir ini seolah tak terduga, tanpa mengenal waktu dan kondisi daerah. Wilayah atau daerah yang dulu dikenal aman atau jarang terjadi peristiwa bencana, pada akhirnya terdampak juga oleh kejadian bencana dengan kerusakan dan kerugian yang tidak sedikit. Kejadian gempa di wilayah selatan Jawa beberapa waktu lalu, dan beberapa bencana banjir yang terjadi di Jawa Timur memberikan sinyal kuat bahwa upaya-upaya pengurangan risiko dan kesiapsiagaan harus secara konsisten diimplementasikan secara berkesinambungan, yang salah satu tolak ukurnya adalah dengan melihat dan atau menghitung IndeksRisiko Bencana sebuah daerah termasuk di Kabupaten Sidoarjo yang dibandingkan dengan perhitungan Indeks Risiko Bencana yang ada dalam Arahan dan Strategi Penanggulangan Bencana RPJMN Nasional 2020 – 2024 yang didasarkan pada IRBI Tahun 2020. Kabupaten Sidoarjo, pada tahun 2022 telah melakukan pengukuran Indeks Ketahanan Daerah dengan Indeks 0,78, termasuk dalam kelas risiko sedang dengan dengan ancaman banjir, kebakaran dan puting beliung. Sedangkan dalam Arahan dan Strategi Penanggulangan Bencana RPJMN Nasional 2020–2024, Kabupaten Sidoarjo termasuk dalam 136 Kabupaten/Kota di Indonesia dalam kategori daerah dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi atau aglomerasi yang rawan bencana yang menjadi prioritas nasional dan atau termasuk dalam 10 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Selain itu, Sidoarjo juga dikenal luas di seluruh pelosok negeri bahkan dunia dengan peristiwa atau kejadian bencana yang populer dengan sebutan „Lapindo atau Lumpur Sidoarjo (Lusi)? yang menunjukkan bahwa ancaman bencana di Sidoarjo tidak dapat dipandang dengan sebelah mata dan penangananannya harus dilakukan secara kolaboratif, antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha sebagaimana diamanatkan dalam UU 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Tujuan Kegiatan
Kegiatan Pengukuran Indeks Kapasitas Daerah (IKD) dan Indeks Risiko Bencana (IRB) Tahun 2023 Kabupaten Sidoarjo BPBD Kab. Sidoarjo bertujuan memberikan kontribusi dalam menurunkan IRBI yakni: 1. Melakukan perhitungan Indeks Risiko Bencana Kabupaten Sidoarjo dalam kurun waktu tertentu yang kemudian dibandingkan hasilnya dengan target penurunan Indeks Risiko Bencana sebagaimana dinyatakan dalam dokumen Arahan dan Strategi Penanggulangan Bencana RPJMN Nasional 2020 2024. 2. Melakukan identifikasi sejumlah faktor yang berpengaruh terhadap capaian kinerja BPBD Kab.Sidoarjo dan OPD terkait khususnya yang berhubungan dengan implementasi program-program penanggulangan bencana yang berkontribusi terhadap penururnan Indeks Risiko Bencana di Kab. Sidoarjo 3. Melakukan analisis sekaligus merekomendasikan program/kegiatan penanggulangan bencana yang dapat mendorong dan atau berpengaruh terhadap penurunan Indeks Risiko Bencana di Kabupaten Sidoarjo dengan merujuk target penurunan sebesar 30% dalam lima tahun sebagaimana dinyatakan dalam dokumen Arahan dan Strategi Penanggulangan Bencana RPJMN Nasional 2020 2024 maupun RPJMD Kabupaten Sidoarjo 2021- 2026.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2024-09-11 s.d. 2024-09-18
Desain
2024-09-11 s.d. 2024-09-11
Pengumpulan Data
2024-09-18 s.d. 2024-10-18
Pengolahan Data
2024-09-19 s.d. 2024-10-18
Analisis
2024-10-18 s.d. 2024-10-23
Diseminasi Hasil
2024-10-24 s.d. 2024-10-31
Evaluasi
2024-10-31 s.d. 2024-10-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Jumlah Peralatan Penyelamatan Diri bagi Individu Warga Negara, Keluarga, maupun Petugas sesuai dengan jenis ancaman bencana di kawasan tempat tinggalnya | Sarana Prasarana yang tersedia guna Penyelamatan | Jumlah Sarana Prasarana | 1 Tahunan |
| Persentase satuan petugas PMK yang memiliki sertifikasi sesuai standar kualifikasi | Aparatur PMK yang telah mengikuti Diklat | Jumlah Aparatur yang memiliki Sertifikasi Keahlian | 1 Tahunan |
| Persentase mobil PMK dengan kondisi layak fungsi | Sarana Prasarana yang tersedia guna Penanganan Kebakaran | Jumlah Sarana Prasarana | 1 Tahunan |
| Persentase jumlah petugas yang aktif dalam penanganan darurat bencana | Aparatur yang aktif penanganan bencana | Jumlah Aparatur yang Profesional dalam bekerja | 1 Tahunan |
| Jumlah sarana prasarana pemadaman, penyelamatan dan evakuasi | Sarana Prasarana Tambahan yang tersedia guna Penanganan Pemadaman atau Penyelamatan dan Evakuasi | Jumlah dan Jenis Sarana Prasarana yang layak digunakan dalam penanganan untuk Pencarian dan Pertolongan Terhadap Kondisi Membahayakan Manusia/Penyelamatan dan Evakuasi Sesuai dengan Standar Teknis | 1 Tahunan |
| Jumlah pos sektor damkar yang dilengkapi sarana prasarana damkar, sarana prasarana penyelamatan di kantor kecamatan | Jumlah Pos Pemadam yang sudah tersedia | Pos Pemadam Kebakaran Kabupaten Sidoarjo terdiri dari 6 Unit 1. Pos PMK unit Kota 2. Pos PMK Unit Buduran 3. Pos PMK Unit Waru 4. Pos PMK Unit Krian 5. Pos PMK Unit Candi 6. Pos PMK Unit Porong | 1 Tahunan |
| Jumlah aparatur bertugas selama 24 (jam) yang dilaksanakan secara bergantian (shift) di kantor kecamatan | Aparatur Pemadam Kebakaran Standby 24 Jam | Jumlah Aparatur Pemadam Kebakaran Standby 24 Jam dibagi menjadi 3 Shift masing masing Pos PMK | 1 Tahunan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| JAWA TIMUR | SIDOARJO |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, CAWI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : OPD
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : FGD (Forum Discussion Group)
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1
Pengumpul data/enumerator: 4
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Data Kebencanaan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Provinsi, Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2024-11-30;
Digital (softcopy): 2024-11-30;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Pos Pemadam Kebakaran Kabupaten Sidoarjo terdiri dari 6 Unit 1. Pos PMK unit Kota 2. Pos PMK Unit Buduran 3. Pos PMK Unit Waru 4. Pos PMK Unit Krian 5. Pos PMK Unit Candi 6. Pos PMK Unit Porong
-
Peralatan Penyelamatan Diri bagi Individu Warga Negara, Keluarga, maupun Petugas sesuai dengan jenis ancaman bencana di kawasan tempat tinggalnya
-
Jumlah Aparatur Pemadam Kebakaran Standby 24 Jam dibagi menjadi 3 Shift masing masing Pos PMK
-
Sarana Prasarana Tambahan yang tersedia guna Penanganan Pemadaman atau Penyelamatan dan Evakuasi
Indikator Kegiatan
-
Aparatur yang aktif penanganan bencana terhadap total aparatur
-
Jumlah Mobil PMK kondisi Layak terhadap total sarana prasarana
-
Jumlah Aparatur yang memiliki Sertifikasi Keahlian terhadap total aparatur