← Kembali ke Daftar
◈
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Survei Harga Produsen Gabah
Tahun Kegiatan
2022
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Harga dan Paritas Daya Beli
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Dasar
Identitas Rekomendasi
-
⌂
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
-
Alamat Lengkap
-
Telepon
-
Faksimile
-
Email
-
⚑
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa
Eselon 2
Direktorat Statistik Harga
Nama PJ Teknis
Sri Andayani M.Stat.
Jabatan
Ketua Tim Statistik Harga Produsen
Alamat
Jalan Dr. Sutomo No. 6-8, Jakarta
Telepon
021-3841195, 3842508, 3810291 (ext. : 6210)
Faksimile
021-3857046
Email
shprod@bps.go.id
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Dalam rangka menciptakan stabilisasi harga gabah di pasaran, diperlukan suatu instrumen monitoring harga transaksi gabah baik di tingkat petani sebagai produsen padi maupun di tingkat penggilingan. Hasil monitoring digunakan sebagai referensi kebijakan harga jangka pendek berupa Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk melindungi harga di tingkat petani secara berkesinambungan.
Tujuan Kegiatan
Melakukan pemantauan dan pengumpulan data harga produsen gabah dan kualitas gabah di tingkat petani dan penggilingan. Informasi harga yang diperoleh di lapangan digunakan sebagai sistem peringatan dini (early warning system) dalam rangka pengamanan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Hasilnya dapat digunakan sebagai data operasional bagi berbagai pihak yang berkepentingan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 September 2021 - 31 Desember 2021
Desain
1 September 2021 - 31 Desember 2021
Pengumpulan Data
1 Januari 2022 - 20 Desember 2022
Pengolahan Data
21 Januari 2022 - 31 Mei 2023
Analisis
28 Januari 2022 - 31 Mei 2023
Diseminasi
1 Februari 2022 - 30 Juni 2023
Evaluasi
1 Februari 2022 - 30 Juni 2023
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 17 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Harga di Tingkat PetaniHarga di Tingkat PetaniHarga di tingkat petani adalah harga yang disepakati pada waktu terjadinya transaksi antara petani dengan pedagang pengumpul/tengkulak/penggilingan pada hari dilaksanakannya pencacahan, sebelum dikenakan ongkos angkut pasca panenPada saat pencacahan
Harga di Tingkat PenggilinganHarga di Tingkat PenggilinganHarga di tingkat penggilingan adalah harga di tingkat petani ditambah biaya ke penggilinganPada saat pencacahan
⬡
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
No Nama Provinsi Kabupaten/Kota
1. ACEH ACEH TIMUR
2. ACEH PIDIE
3. ACEH BIREUEN
4. ACEH ACEH UTARA
5. ACEH ACEH BARAT DAYA
6. ACEH NAGAN RAYA
7. ACEH PIDIE JAYA
8. SUMATERA UTARA MANDAILING NATAL
9. SUMATERA UTARA TAPANULI SELATAN
10. SUMATERA UTARA TAPANULI UTARA
11. SUMATERA UTARA TOBA SAMOSIR
12. SUMATERA UTARA LABUHAN BATU
13. SUMATERA UTARA ASAHAN
14. SUMATERA UTARA SIMALUNGUN
15. SUMATERA UTARA DELI SERDANG
16. SUMATERA UTARA LANGKAT
17. SUMATERA UTARA SERDANG BEDAGAI
18. SUMATERA UTARA BATU BARA
19. SUMATERA UTARA PADANG LAWAS UTARA
20. SUMATERA UTARA LABUHAN BATU UTARA
21. SUMATERA BARAT PESISIR SELATAN
22. SUMATERA BARAT SOLOK
23. SUMATERA BARAT TANAH DATAR
24. SUMATERA BARAT PADANG PARIAMAN
25. SUMATERA BARAT AGAM
26. SUMATERA BARAT LIMA PULUH KOTA
27. SUMATERA BARAT PASAMAN
28. RIAU INDRAGIRI HILIR
29. RIAU S I A K
30. RIAU ROKAN HILIR
31. JAMBI KERINCI
32. JAMBI KOTA SUNGAI PENUH
33. SUMATERA SELATAN OGAN KOMERING ULU
34. SUMATERA SELATAN OGAN KOMERING ILIR
35. SUMATERA SELATAN MUSI RAWAS
36. SUMATERA SELATAN MUSI BANYUASIN
37. SUMATERA SELATAN BANYU ASIN
38. SUMATERA SELATAN OGAN ILIR
39. BENGKULU BENGKULU UTARA
40. BENGKULU MUKOMUKO
41. LAMPUNG LAMPUNG SELATAN
42. LAMPUNG LAMPUNG TIMUR
43. LAMPUNG LAMPUNG TENGAH
44. LAMPUNG PRINGSEWU
45. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BANGKA SELATAN
46. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BELITUNG TIMUR
47. JAWA BARAT BOGOR
48. JAWA BARAT SUKABUMI
49. JAWA BARAT CIANJUR
50. JAWA BARAT BANDUNG
51. JAWA BARAT GARUT
52. JAWA BARAT TASIKMALAYA
53. JAWA BARAT CIAMIS
54. JAWA BARAT KUNINGAN
55. JAWA BARAT CIREBON
56. JAWA BARAT MAJALENGKA
57. JAWA BARAT SUMEDANG
58. JAWA BARAT INDRAMAYU
59. JAWA BARAT SUBANG
60. JAWA BARAT PURWAKARTA
61. JAWA BARAT KARAWANG
62. JAWA BARAT BEKASI
63. JAWA BARAT BANDUNG BARAT
64. JAWA BARAT PANGANDARAN
65. JAWA TENGAH CILACAP
66. JAWA TENGAH BANYUMAS
67. JAWA TENGAH KEBUMEN
68. JAWA TENGAH PURWOREJO
69. JAWA TENGAH MAGELANG
70. JAWA TENGAH BOYOLALI
71. JAWA TENGAH KLATEN
72. JAWA TENGAH SUKOHARJO
73. JAWA TENGAH KARANGANYAR
74. JAWA TENGAH SRAGEN
75. JAWA TENGAH GROBOGAN
76. JAWA TENGAH BLORA
77. JAWA TENGAH PATI
78. JAWA TENGAH DEMAK
79. JAWA TENGAH SEMARANG
80. JAWA TENGAH KENDAL
81. JAWA TENGAH PEMALANG
82. JAWA TENGAH TEGAL
83. JAWA TENGAH BREBES
84. DI YOGYAKARTA KULON PROGO
85. DI YOGYAKARTA BANTUL
86. DI YOGYAKARTA SLEMAN
87. JAWA TIMUR PONOROGO
88. JAWA TIMUR BLITAR
89. JAWA TIMUR KEDIRI
90. JAWA TIMUR LUMAJANG
91. JAWA TIMUR JEMBER
92. JAWA TIMUR BANYUWANGI
93. JAWA TIMUR BONDOWOSO
94. JAWA TIMUR PROBOLINGGO
95. JAWA TIMUR PASURUAN
96. JAWA TIMUR MOJOKERTO
97. JAWA TIMUR JOMBANG
98. JAWA TIMUR NGANJUK
99. JAWA TIMUR MADIUN
100. JAWA TIMUR MAGETAN
101. JAWA TIMUR NGAWI
102. JAWA TIMUR BOJONEGORO
103. JAWA TIMUR TUBAN
104. JAWA TIMUR LAMONGAN
105. BANTEN PANDEGLANG
106. BANTEN LEBAK
107. BANTEN SERANG
108. BALI JEMBRANA
109. BALI TABANAN
110. BALI BADUNG
111. BALI GIANYAR
112. BALI KLUNGKUNG
113. BALI KARANGASEM
114. BALI BULELENG
115. NUSA TENGGARA BARAT LOMBOK BARAT
116. NUSA TENGGARA BARAT LOMBOK TENGAH
117. NUSA TENGGARA BARAT LOMBOK TIMUR
118. NUSA TENGGARA BARAT SUMBAWA
119. NUSA TENGGARA BARAT SUMBAWA BARAT
120. KALIMANTAN BARAT LANDAK
121. KALIMANTAN BARAT MEMPAWAH
122. KALIMANTAN BARAT KUBU RAYA
123. KALIMANTAN TENGAH KOTAWARINGIN TIMUR
124. KALIMANTAN TENGAH KAPUAS
125. KALIMANTAN TENGAH KATINGAN
126. KALIMANTAN TENGAH PULANG PISAU
127. KALIMANTAN TENGAH BARITO TIMUR
128. KALIMANTAN SELATAN TANAH LAUT
129. KALIMANTAN SELATAN BANJAR
130. KALIMANTAN SELATAN BARITO KUALA
131. KALIMANTAN SELATAN TAPIN
132. KALIMANTAN SELATAN HULU SUNGAI SELATAN
133. KALIMANTAN SELATAN HULU SUNGAI TENGAH
134. KALIMANTAN SELATAN HULU SUNGAI UTARA
135. KALIMANTAN SELATAN TABALONG
136. KALIMANTAN SELATAN TANAH BUMBU
137. KALIMANTAN SELATAN BALANGAN
138. KALIMANTAN TIMUR KUTAI KARTANEGARA
139. KALIMANTAN TIMUR BERAU
140. KALIMANTAN TIMUR PENAJAM PASER UTARA
141. KALIMANTAN UTARA MALINAU
142. KALIMANTAN UTARA BULUNGAN
143. SULAWESI UTARA MINAHASA
144. SULAWESI SELATAN BULUKUMBA
145. SULAWESI SELATAN TAKALAR
146. SULAWESI SELATAN GOWA
147. SULAWESI SELATAN MAROS
148. SULAWESI SELATAN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN
149. SULAWESI SELATAN SOPPENG
150. SULAWESI SELATAN WAJO
151. SULAWESI SELATAN SIDENRENG RAPPANG
152. SULAWESI SELATAN PINRANG
153. SULAWESI SELATAN LUWU
154. SULAWESI SELATAN LUWU UTARA
155. SULAWESI TENGGARA KONAWE
156. SULAWESI TENGGARA KOLAKA
157. SULAWESI TENGGARA KONAWE SELATAN
158. SULAWESI TENGGARA KOLAKA TIMUR
159. SULAWESI BARAT POLEWALI MANDAR
160. SULAWESI BARAT MAMUJU
161. MALUKU MALUKU TENGAH
162. MALUKU UTARA HALMAHERA TENGAH
163. MALUKU UTARA HALMAHERA TIMUR
164. PAPUA BARAT SORONG
165. PAPUA MERAUKE
166. PAPUA JAYAPURA
167. PAPUA NABIRE
168. PAPUA KEEROM
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
- Pengamatan (observasi)
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Rumah Tangga
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Multi Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Nonprobabilitas
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Petani padi yang melakukan transaksi penjualan gabah
Unit Observasi
Petani padi yang melakukan transaksi penjualan gabah
◎
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMA/SMK Sederajat
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 29 orang
Pengumpul data/enumerator : 168 orang
Pelatihan Petugas
Ya
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Nasional
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Ya -
Digital (Softcopy) Ya -
Data Mikro Tidak -
≡
Variabel Kegiatan
17 variabel yang diolah/dikumpulkan
Harga di Tingkat Petani
Float • Rupiah/kg
Harga di tingkat petani adalah harga yang disepakati pada waktu terjadinya transaksi antara petani dengan pedagang pengumpul/tengkulak/penggilingan pada hari dilaksanakannya pencac
["Harga di Tingkat Petani"]Lihat →
Kualitas Gabah Hasil Observasi
Integer • -
Kualitas gabah hasil observasi adalah kualitas gabah yang dijual petani sesuai dengan hasil observasi yang merupakan kesimpulan dari hasil analisis mutu kadar air dan kadar hampa/k
["Kualitas Gabah Hasil Observasi"]Lihat →
Kadar Hampa/Kotoran
Float • Persen
Kadar hampa/kotoran adalah persentase butir hampa/kotoran terhadap total sampel gabah. Butir hampa adalah butir gabah yang tidak berkembang secara sempurna akibat serangan hama, pe
["Kadar Hampa/Kotoran"]Lihat →
Kadar Air
Float • Persen
Kadar air adalah jumlah kandungan air dalam butir gabah yang dinyatakan dalam persentase dari berat basah
["Kadar Air"]Lihat →
Kondisi Penjualan Gabah
Integer • -
Kondisi penjualan gabah adalah persentase penjualan gabah yang dilakukan selama periode pencacahan terhadap jumlah seluruh gabah yang dimiliki oleh petani (termasuk stok).
["Kondisi Penjualan Gabah"]Lihat →
Jumlah Orang yang Melakukan Penawaran Harga Gabah
Integer • -
Jumlah orang yang melakukan penawaran harga gabah adalah banyaknya orang yang sudah melakukan kegiatan tawar-menawar harga gabah yang dijual oleh petani.
["Jumlah Orang yang Melakukan Penawaran Harga Gabah"]Lihat →
Volume Produksi Gabah pada Saat Panen Terakhir
Float • kg
Volume produksi gabah pada saat panen terakhir adalah besarnya volume produksi gabah pada saat panen terakhir
["Volume Produksi Gabah pada Saat Panen Terakhir"]Lihat →
Luas Tanam Panen Terakhir
Float • Ha
Luas tanam panen terakhir adalah luas tanam panen terakhir sesuai kondisi panen saat penjualan gabah.
["Luas Tanam Panen Terakhir"]Lihat →
Kondisi Saat Penjualan Gabah
Integer • -
Kondisi saat penjualan gabah adalah kondisi panen saat penjualan gabah ketika pencacahan dilakukan.
["Kondisi Saat Penjualan Gabah"]Lihat →
Lokasi Transaksi Penjualan
Integer • -
Lokasi transaksi penjualan adalah lokasi terjadinya transaksi penjualan gabah antara petani dengan pedagang pengumpul/tengkulak atau penggilingan.
["Lokasi Transaksi Penjualan"]Lihat →
Sistem Pemanenan
Integer • -
Sistem pemanenan adalah sistem panen yang dilakukan oleh responden petani pasa saat dilakukan observasi.
["Sistem Pemanenan"]Lihat →
Status Pengelolaan Lahan yang Diusahakan Tanaman Padi
Integer • -
Status pengelolaan lahan yang diusahakan tanaman padi adalah status pengelolaan lahan yang ditanami padi.
["Status Pengelolaan Lahan yang Diusahakan Tanaman Padi"]Lihat →
Luas Lahan yang Diusahakan Tanaman Padi
Integer • Ha
Luas lahan yang diusahakan tanaman padi adalah besarnya luas lahan yang diusahakan petani untuk menanam padi pada saat observasi.
["Luas Lahan yang Diusahakan Tanaman Padi"]Lihat →
Volume Gabah yang Dijual Pada Saat Transaksi
Float • kg
Volume gabah yang dijual pada saat transaksi adalah besarnya volume gabah yang dijual pada saat transaksi berlangsung dalam bulan pencacahan.
["Volume Gabah yang Dijual Pada Saat Transaksi"]Lihat →
Varietas
String • -
Varietas adalah nama varietas gabah yang diobservasi.
["Varietas"]Lihat →
Harga di Tingkat Penggilingan
Float • Rupiah/kg
Harga di tingkat penggilingan adalah harga di tingkat petani ditambah biaya ke penggilingan.
["Harga di Tingkat Penggilingan"]Lihat →
Biaya ke Penggilingan
Float • Rupiah/kg
Biaya ke penggilingan adalah keseluruhan biaya pasca panen siap jual dari tempat transaksi di tingkat petani ke lokasi unit penggilingan terdekat. Besarnya biaya ke penggilingan ad
["Biaya ke Penggilingan"]Lihat →