Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Harga Kemahalan Konstruksi 2023
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Harga Kemahalan Konstruksi
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Harga dan Paritas Daya Beli
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Dasar
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi Penyelenggara-
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | - |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa |
| Eselon 2: | Direktorat Statistik Harga |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Dewi Sri Takarini |
| Jabatan: | Ketua Tim Bidang Statistik Harga Konstruksi |
| Alamat: | Jl. Dr. Sutomo No.6-8, Gedung 2 Lantai 5, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710 |
| Telepon: | (62-21) 3841195, ext: 6220 |
| Faksimile: | (62-21) 3857046 |
| Email: | takarini@bps.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanKebijakan otonomi daerah dikeluarkan oleh pemerintah sejak tahun 2000. Kebijakan ini, diarahkan untuk mempercepat pembangunan daerah secara adil dan merata di seluruh Indonesia. Selain itu, dengan adanya otonomi daerah diharapkan pula mampu mengatasi masalah perimbangan keuangan antarwilayah di Indonesia. Dana perimbangan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan otonomi daerah adalah Dana Alokasi Umum (DAU). Salah satu variabel yang digunakan untuk menghitung DAU adalah Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) yang didapat dari Survei Harga Kemahalan Konstruksi (SHKK), dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Survei tersebut dilakukan 4 kali dalam setahun yaitu pada bulan: Juli, Oktober, Januari, dan April. Data yang dikumpulkan meliputi harga bahan bangunan/konstruksi, harga sewa alat berat konstruksi, dan upah jasa konstruksi.Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) adalah suatu indeks yang menggambarkan tingkat perbandingan harga barang konstruksi antar wilayah. Survei ini menjadi penting karena untuk menghitung IKK diperlukan data dari survei tersebut termasuk bobot atau diagram timbang.Bobot/diagram timbang IKK diperoleh dari Bill of Quantity (BOQ). BOQ adalah realisasi pembangunan suatu konstruksi di kabupaten/kota yang bersangkutan. Realisasi pembangunan berupa nilai masing-masing bahan bangunan utama yang dibutuhkan untuk membangun 1 unit bangunan satuan ukuran luas dari 6 jenis bangunan yang ditentukan. Keenam jenis bangunan ini yaitu: bangunan tempat tinggal, bangunan gedung kantor, bangunan gedung pendidikan, bangunan jalan, bangunan jembatan, dan bangunan irigasi.
Tujuan Kegiatan
Tujuan dilakukan SHKK adalah mengumpulkan data harga yang menjadi komponen dalam penghitungan IKK. Data yang dimaksud yaitu: harga bahan bangunan/konstruksi, harga sewa alat berat konstruksi, dan upah jasa konstruksi.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2022-05-01 s.d. 2022-07-19
Desain
2022-05-01 s.d. 2022-07-19
Pengumpulan Data
2022-07-20 s.d. 2023-04-30
Pengolahan Data
2023-05-05 s.d. 2023-07-21
Analisis
2023-07-18 s.d. 2023-09-25
Diseminasi Hasil
2023-09-26 s.d. 2023-10-03
Evaluasi
2023-10-04 s.d. 2023-12-31
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Harga material natural dan produk lanjutannya | Harga material natural dan produk lanjutannya | Harga komoditas barang konstruksi yang merupakan material natural dan produk lanjutannya untuk setiap satuan penjualannya (satuan standar/setempat). Harga yang dicatat merupakan harga transaksi pada level pedagang grosir, produsen, pedagang campuran, atau pedagang eceran yang dikumpulkan triwulanan. | Tanggal 20-30 bulan pertama setiap triwulan |
| Harga material pabrikan | Harga material pabrikan | Harga komoditas barang konstruksi yang merupakan material pabrikan untuk setiap satuan penjualannya (satuan standar/setempat). Harga yang dicatat merupakan harga transaksi pada level pedagang grosir, produsen, pedagang campuran, atau pedagang eceran yang dikumpulkan triwulanan. | Tanggal 20-30 bulan pertama setiap triwulan |
| Harga sewa alat berat | Sewa alat berat | Harga yang terjadi ketika seseorang/institusi/organisasi menyewa alat-alat berat yang digunakan untuk kegiatan konstruksi dalam periode tertentu (1 bulan atau 200 jam). Harga sewa merupakan harga sewa murni alat, tanpa biaya mobilisasi alat, biaya jasa operator, dan biaya bahan bakar. Umur alat berat yang dicacah adalah yang berumur maksimal 8 tahun | Tanggal 20-30 bulan pertama setiap triwulan |
| Upah jasa konstruksi | Jasa konstruksi | Nilai upah/balas jasa yang diterima oleh pekerja jasa konstruksi per satuan/unit (OH atau Titik) pada kondisi triwulanan (pekerja konstruksi yang dimaksud bukan pekerja konstruksi perorangan) | Tanggal 20-30 bulan pertama setiap triwulan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TRIWULANAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SELURUH_WILAYAH_INDONESIA
Metode Pengumpulan Data
Wawancara, Mengisi Kuesioner Sendiri
Sarana Pengumpulan Data
PAPI
Unit Pengumpulan Data
Usaha/perusahaan
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelSINGLE_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_NONPROBABILITAS
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Perusahaan/pedagang/instansi
Unit Observasi
Perusahaan/pedagang/instansi
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Kunjungan kembali (revisit), Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 34
Pengumpul data/enumerator: 514
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : Kabupaten/Kota dan Provinsi
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Provinsi, Kabupaten/Kota
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2023-10-03;
Digital (softcopy): 2023-10-03;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Merupakan ukuran yang merinci dimensi (panjang, luas, volume, dan berat) komoditas/kualitas
-
Material yang digunakan dalam pembentukan komponen bangunan dan ditempatkan pada bagian suatu bangunan/konstruksi yang merupakan satu kesatuan dari bangunan tersebut
-
Harga komoditas barang konstruksi yang terdiri dari material natural dan produk lanjutannya; material pabrikan; dan komoditas aspal untuk setiap satuan penjualannya (satuan standar/setempat). Harga yang dicatat merupakan harga transaksi pada level pedagang grosir, produsen, pedagang campuran, atau pedagang....
-
Merek dari komoditas/kualitas yang menjadi amatan survei harga kemahalan konstruksi
-
Satuan dari komoditas/kualitas bahan bangunan/konstruksi sesuai dengan kondisi daerah setempat (kabupaten/kota). Satuan setempat hanya digunakan untuk mengumpulkan data pada komoditas material natural dan produk lanjutannya yang memiliki satuan penjualan berbeda dengan satuan standarnya
-
Harga yang terjadi ketika seseorang/institusi/organisasi menyewa alat-alat berat yang digunakan untuk kegiatan konstruksi dalam periode tertentu (1 bulan atau 200 jam). Harga sewa merupakan harga sewa murni alat, tanpa biaya mobilisasi alat, biaya jasa operator, dan biaya bahan bakar.
-
Satuan dari komoditas/kualitas sewa alat berat
-
Nilai konversi pada komoditas kayu balok dan kayu papan yang digunakan untuk dasar penghitungan konversi satuan setempat ke satuan satuan standar
-
Nilai upah/balas jasa yang diterima oleh pekerja jasa konstruksi per satuan/unit (OH atau Titik) pada kondisi triwulanan (pekerja konstruksi yang dimaksud bukan pekerja konstruksi perorangan)
-
Satuan dari komoditas/kualitas bahan bangunan/konstruksi sesuai standarnya (ditentukan oleh pusat)
-
Kualitas/ragam/jenis dari komoditas bahan bangunan/konstruksi
Indikator Kegiatan
-
Angka yang digunakan sebagai proxy untuk menggambarkan tingkat kemahalan bangunan konstruksi di suatu daerah dibandingkan dengan kota acuan.