Detail Metadata Kegiatan Statistik
Kompilasi Data Profil Pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2022 2022
Informasi Umum
Judul KegiatanKompilasi Data Profil Pembangunan Provinsi Lampung Tahun 2022
Tahun Kegiatan
2022
Cara Pengumpulan Data
Pencacahan Lengkap
Sektor Kegiatan
Pembangunan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi PenyelenggaraBadan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Lampung
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
Jalan Robert Wolter Monginsidi No. 223, Tanjungkarang Pusat, Pengajaran, Kec. Tlk. Betung Utara, Kota Bandar Lampung
| Telepon: | (0721) 485458 |
| Faksimile: | (0721) 386396 |
| Email: | Spasial2011@gmail.com |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | - |
| Eselon 2: | Ir. Mulyadi Irsan, MT |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Belli Pahlupi, ST.MT |
| Jabatan: | Kepala UPTD Pusat Data dan Informasi Pembangunan Daerah |
| Alamat: | Jl. Wolter Monginsidi No.223, Tanjung Karang Pusat, Pengajaran |
| Telepon: | (0721) 485458 |
| Faksimile: | (0721) 386396 |
| Email: | spasial2011@gmail.com |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanDalam rangka mendukung sistem dan infromasi yang dapat melayani dan menjembatani antara Pemerintah Daerah dan pihak swasta serta masyarakat umum yang ingin berinvestasi di Lampung. Untuk itu Bappeda merencanakan mewujudkan pelayanan data dan informasi dalam bentuk buku Profil Pembangunan Provinsi Lampung 2022 memuat hasil-hasil pembangunan Provinsi Lampung yang telah dicapai baik dari sektor ekonomi, sosbud, infrastruktur, SDA, dan lingkungan hidup yang dharapkan dapat menarik bagi investor dan menjadi bahan sosialisasi hasil pembangunan di Lampung bagi masyarkat luas serta stakeholders.
Tujuan Kegiatan
1. Memberikan pelayanan informasi bagi pengguna data. 2. Dukungan bahan perencanaan pembangunan. 3. Mendorong keterbukaan dan transparansi data. 4. Mendukung Sistem Statistik Nasional sesuai perundang-undangan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2021-11-20 s.d. 2021-11-30
Desain
2022-01-15 s.d. 2022-01-25
Pengumpulan Data
2022-09-10 s.d. 2022-10-30
Pengolahan Data
2022-09-10 s.d. 2022-10-30
Analisis
2022-11-04 s.d. 2022-11-18
Diseminasi Hasil
2022-11-04 s.d. 2022-11-18
Evaluasi
2022-11-04 s.d. 2022-11-18
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | - | Perkembangan produksi barang dan jasa suatu wilayah perekonomian pada tahun tertentu terhadap nilai tahun sebelumnya yang dihitung berdasarkan PDB/PDRB atas dasar harga konstan. | 2018-2021, TW II 2021 - TW II 2022 |
| Inflasi | - | Inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus | 2016-2021 |
| Investasi | - | Suatu kegiatan menanamkan modal, baik langsung maupun tidak langsung, dengan harapan pada waktu nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut. | 2012-2021 |
| Nilai Tukar Petani | - | NTP merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib). | 2016-2022 |
| Indeks Pembangunan Manusia | - | IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. | 2010-2020 |
| Kemiskinan | - | Ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. | September 2012- September 2021 |
| Indeks Gini | - | Ukuran pemerataan pendapatan yang dihitung berdasarkan kelas pendapatan. | Maret 2016-September 2021 |
| Tingkat Pengangguran Terbuka | - | TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. | 2016-2020 |
| APK dan APM | - | Angka Partisipasi Kasar (APK) adalah proporsi anak sekolah pada suatu jenjang tertentu dalam kelompok usia yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut. Angka Partisipasi Murni (APM) adalah proporsi anak sekolah pada suatu kelompok usia tertentu yang bersekolah pada jenjang yang sesuai dengan kelompok usianya. | 2018/2019 |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
LONGITUDINAL_PANEL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SEBAGIAN_WILAYAH_INDONESIA
Wilayah Kegiatan
| Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|
| LAMPUNG | LAMPUNG BARAT |
| LAMPUNG | TANGGAMUS |
| LAMPUNG | LAMPUNG SELATAN |
| LAMPUNG | LAMPUNG TIMUR |
| LAMPUNG | LAMPUNG TENGAH |
| LAMPUNG | LAMPUNG UTARA |
| LAMPUNG | WAY KANAN |
| LAMPUNG | TULANGBAWANG |
| LAMPUNG | PESAWARAN |
| LAMPUNG | PRINGSEWU |
| LAMPUNG | MESUJI |
| LAMPUNG | TULANG BAWANG BARAT |
| LAMPUNG | PESISIR BARAT |
| LAMPUNG | KOTA BANDAR LAMPUNG |
| LAMPUNG | KOTA METRO |
Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
PAPI, CAPI
Unit Pengumpulan Data
Lainnya : instansi
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Lainnya : validasi berkas
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 2
Pengumpul data/enumerator: 5
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF
Unit Analisis
Lainnya : instansi
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Provinsi
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Tidak
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2022-11-30;
Digital (softcopy): 2022-11-30;
Data Mikro: -
Variabel Kegiatan
-
Suatu kegiatan menanamkan modal, baik langsung maupun tidak, dengan harapan pada waktu nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut.
-
TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
-
Ukuran pemerataan pendapatan yang dihitung berdasarkan kelas pendapatan.
-
Ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.
-
IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
-
NTP merupakan perbandingan antara Indeks harga yg diterima petani (It) dengan Indeks harga yg dibayar petani (Ib).
-
Perkembangan produksi barang dan jasa di suatu wilayah perekonomian pada tahun tertentu terhadap nilai tahun sebelumnya yang dihitung berdasarkan PDB/PDRB atas dasar harga konstan.
-
Inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus.
-
"APK : Proporsi anak sekolah pada suatu jenjang tertentu dalam kelompok usia yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut. APM : Proporsi anak sekolah pada satu kelompok usia tertentu yang bersekolah pada jenjang yang sesuai dengan kelompok usianya."
Indikator Kegiatan
-
"APK : Proporsi anak sekolah pada suatu jenjang tertentu dalam kelompok usia yang sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut. APM : Proporsi anak sekolah pada satu kelompok usia tertentu yang bersekolah pada jenjang yang sesuai dengan kelompok usianya."
-
Inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa pada umumnya yang berlangsung secara terus menerus.
-
Ukuran pemerataan pendapatan yang dihitung berdasarkan kelas pendapatan.
-
Perkembangan produksi barang dan jasa di suatu wilayah perekonomian pada tahun tertentu terhadap nilai tahun sebelumnya yang dihitung berdasarkan PDB/PDRB atas dasar harga konstan.
-
NTP merupakan perbandingan antara Indeks harga yg diterima petani (It) dengan Indeks harga yg dibayar petani (Ib).
-
Suatu kegiatan menanamkan modal, baik langsung maupun tidak, dengan harapan pada waktu nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut.
-
TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
-
IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya.
-
Ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.