Detail Metadata Kegiatan Statistik
Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) 2021
Informasi Umum
Judul KegiatanSurvei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK)
Tahun Kegiatan
2021
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Dasar
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi Penyelenggara-
Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara
| Telepon: | - |
| Faksimile: | - |
| Email: | - |
Penanggung Jawab
Unit Eselon Penanggung Jawab| Eselon 1: | Deputi Bidang Statistik Sosial |
| Eselon 2: | Direktorat Statistik Ketahanan Sosial |
Penanggung Jawab Teknis
| Nama: | Awaludin Aprianto |
| Jabatan: | Koordinator Fungsi Statistik Ketahanan Wilayah |
| Alamat: | Jl. Doktor Sutomo No. 6, Jakarta |
| Telepon: | (021) 3841195 Ext. 4310 |
| Faksimile: | (021) 3857046 Ext. 4310 |
| Email: | awal@bps.go.id |
Perencanaan dan Persiapan
Latar Belakang KegiatanSetiap individu mempunyai persepsi kebahagiaan tersendiri. Kebahagiaan merupakan tujuan akhir dari segala aktivitas, daya upaya, dan perjuangan seseorang dalam hidup. Kebahagiaan tersebut menjadi impian universal dari setiap makhluk hidup. Tidak heran jika persepsi kebahagiaan satu individu sering kali berbeda dengan individu lainnya. Sebagian orang, ada yang melihat kebahagiaan itu pada harta, tempat tinggal, kedudukan atau kesehatan. Sebagian lainnya pada istri, anak, pekerjaan atau mungkin pada perasaan senang akan suatu kondisi tertentu seperti dekat dengan orang yang dicintainya, istirahat dari berbagai urusan, membantu orang miskin atau kondisi lainnya. Apapun persepsinya, yang justru mengherankan adalah jawaban kebanyakan manusia ketika ditanya, “Benarkah anda merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya?”. Ternyata jawaban mereka adalah, “Tidak”. Perbedaan persepsi dalam menilai kebahagiaan inilah, yang mendorong Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur kebahagiaan seseorang, dengan melaksanakan kegiatan Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK) Tahun 2021. Data yang dikumpulkan dalam survei ini mencakup pengamatan dan penilaian obyektif yang dilengkapi dengan data yang merupakan hasil penilaian responden yang sifatnya subyektif. Mengacu pada konstitusi negara Indonesia yaitu pada Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada alinea keempat, secara jelas menyatakan bahwa salah satu tujuan pembentukan pemerintahan negara Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum (public well-being). Konsekuensinya, pemerintah Indonesia memiliki tugas dan kewajiban untuk menjamin dan mendorong upaya peningkatan dan pencapaian kesejahteraan (well-being) bagi setiap warga negaranya. Konsep memajukan kesejahteraan umum, merupakan konsep yang menggambarkan sebuah proses pencapaian tingkat kesejahteraan masyarakat yang sekaligus menggambarkan perkembangan sosial masyarakat (progress of society). Konsep kesejahteraan, sebagaimana dinyatakan oleh para pendiri negara Indonesia, tampaknya tidak hanya untuk menggambarkan kondisi kemakmuran material (welfare, being-well atau prosperity), tetapi juga mengarah kepada konsep kebahagiaan (happiness). Kebahagiaan memiliki makna dan cakupan yang tidak hanya terbatas pada kondisi kehidupan yang menyenangkan (pleasant life) dan 2 Pedoman Kepala BPS Provinsi/Kabupaten/Kota SPTK 2021 kondisi kehidupan yang baik (being-well atau good life), tetapi juga pada kondisi kehidupan yang bermakna (meaningful life). Dalam konteks ini, konsep kebahagiaan menjadi topik pembangunan nasional yang mendapat perhatian lebih besar dibandingkan dengan konsep kesejahteraan material maupun kemakmuran ekonomi. Subyektif well-being mencakup tiga dimensi yaitu (1) kepuasan hidup (life satisfaction); (2) perasaan (afeksi); dan (3) makna hidup (eudaimonia). SPTK 2021 telah mencakup variabel-variabel yang mencakup ketiga dimensi tersebut. Sejak SPTK 2017, domain kesehatan sudah dilengkapi dengan ukuran kesehatan mental yang mencakup variabel terkait tingkat kesepian (loneliness) dan tekanan psikis. Selain itu, juga terdapat berbagai indikator kehidupan sosial yang dapat digunakan untuk mengukur Indikator Modal Sosial. Pada SPTK 2021 terdapat penambahan variabel terkait kriminalitas dan perilaku peduli lingkungan hidup. Untuk menjamin kelancaran kegiatan pencacahan lapangan maka disiapkan panduan bagi penanggungjawab SPTK di pusat dan daerah. Buku ini berisi penjelasan teknis pelaksanaan SPTK 2021 yang wajib dipedomani oleh semua pihak yang terkait dengan kegiatan SPTK 2021.
Tujuan Kegiatan
Secara umum, SPTK 2021 bertujuan untuk mendapatkan informasi rinci tentang tingkat kebahagiaan yang diukur dengan berbagai variabel objektif dan subjektif yang relevan. Sementara itu, tujuan khususnya adalah: 1. Menyediakan data untuk menghitung Indeks Kebahagiaan 2021. 2. Menyediakan data untuk Indikator Modal Sosial 2021. 3. Menyediakan data untuk menghitung Indeks Perilaku Peduli.Lingkungan Hidup (IPPLH) 2021. 4. Menyediakan data untuk menghitung indikator terkait kriminalitas.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan Kegiatan
2020-10-12 s.d. 2020-10-16
Desain
2020-11-01 s.d. 2020-12-31
Pengumpulan Data
2021-07-15 s.d. 2021-08-15
Pengolahan Data
2021-07-19 s.d. 2021-08-16
Analisis
2021-08-18 s.d. 2021-11-30
Diseminasi Hasil
2021-12-01 s.d. 2021-12-01
Evaluasi
2021-12-02 s.d. 2021-12-15
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Kode Provinsi | Kode dan Nama Wilayah Kerja Statistik | Identitas kode provinsi | Pada saat pencacahan |
| Kode Kabupaten/Kota | Kode dan Nama Wilayah Kerja Statistik | Identitas kode kabupaten/kota | Pada saat pencacahan |
| Kode Kecamatan | Kode dan Nama Wilayah Kerja Statistik | Identitas kode kecamatan | Pada saat pencacahan |
| Kode Desa/Kelurahan | Kode dan Nama Wilayah Kerja Statistik | Identitas kode desa/kelurahan | Pada saat pencacahan |
| Alamat | Alamat | Lokasi yang menunjukkan tempat responden tinggal saat pencacahan dilaksanakan. | Pada saat pencacahan |
| Status Hubungan Dalam Keluarga | Hubungan dengan KRT | Status hubungan anggota keluarga dengan kepala keluarga diperlukan untuk melihat komposisi anggota keluarga, pola pengaturan tempat tinggal (living arrangement) dan pola pengasuhan anak. | Pada saat pencacahan |
| Jenis Kelamin | Jenis Kelamin | Jenis kelamin adalah perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan biologis tersebut dapat dilihat dari alat kelamin serta perbedaan genetik. | Pada saat pencacahan |
| Kepuasan Terhadap Pendidikan dan Keterampilan | Kepuasan Terhadap Pendidikan dan Keterampilan | Tingkat kepuasan atas capaian responden terhadap jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan, keterampilan yang dimiliki, dan upaya untuk mendapatkan/meningkatkan pengetahuan. | Pada saat pencacahan |
| Kepuasan Terhadap Pekerjaan/Usaha/Kegiatan Utama | Kepuasan Terhadap Pekerjaan/Usaha/Kegiatan Utama | Tingkat kepuasan atas capaian responden terhadap kondisi objektif terkait pekerjaan/usaha dan penghasilan. Kondisi objektif pekerjaan yang dinilai meliputi lapangan usaha/bidang pekerjaan dan status kedudukan dalam pekerjaan/usaha, serta kualitas pekerjaan/usahanya. Untuk responden yang tidak bekerja/berusaha atau sementara tidak bekerja tingkat kepuasan yang diukur mengacu pada kegiatan yang menggunakan waktu terbanyak (mengurus rumah tangga, sekolah/kuliah, atau kegiatan lainnya). | Pada saat pencacahan |
| Kepuasan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga | Kepuasan Terhadap Pendapatan Rumah Tangga | Tingkat kepuasan atas capaian responden terhadap pendapatan rumah tangga yang diterima, mencakup pendapatan dari kegiatan ekonomi (gaji, upah, keuntungan bagi pemilik usaha wiraswasta dsb), pendapatan properti (dividen, bunga, sewa dsb), manfaat sosial dalam bentuk tunai (pensiun, tunjangan keluarga, tunjangan penghasilan dsb) maupun pendapatan dari pemberian yang diterima seluruh ART. | Pada saat pencacahan |
| Kepuasan Terhadap Kesehatan | Kepuasan Terhadap Kesehatan | Tingkat kepuasan atas capaian responden terhadap kondisi kesehatannya saat ini. Kondisi kesehatan yang baik menjadi kebutuhan yang mendasar bagi setiap orang supaya dapat menjalankan aktivitas sehari hari dengan lebih optimal. Kondisi kesehatan responden mencakup kesehatan fisik dan mental, seperti adanya keluhan kesehatan yang mengganggu, penyakit menahun serta kesulitan fungsional yang mungkin di derita, tekanan psikis (stress) dan kesepian (loneliness). | Pada saat pencacahan |
| Kepuasan Terhadap Keharmonisan Keluarga | Kepuasan Terhadap Keharmonisan Keluarga | Tingkat kepuasan atas capaian responden terhadap keharmonisan keluarganya. Keharmonisan yang ingin diukur mencakup kerukunan responden dengan anggota keluarga lainnya (kehidupan keluarga yang cenderung baik, damai, dan jauh dari pertengkaran), kekompakkan (bersatu dalam menjalani kehidupan sehari-hari maupun menghadapi segala permasalahan), sikap percaya diantara keluarga (yakin bahwa diantara anggota keluarga akan bertindak dalam batas-batas yang positif) dan kecukupan waktu untuk kegiatan bersama keluarga (misalnya nonton/berkumpul/menghabiskan waktu santai bersama keluarga, rekreasi/memancing/bepergian ke luar kota bersama keluarga, dsb). | Pada saat pencacahan |
| Kepuasan Terhadap Ketersediaan Waktu Luang | Kepuasan Terhadap Ketersediaan Waktu Luang | Tingkat kepuasan atas capaian responden terhadap jumlah waktu luang yang dimilikinya. Jumlah dan kualitas terhadap waktu luang yang dimiliki seseorang merupakan hal penting yang berpengaruh terhadap keseimbangan hidup dan berpengaruh terhadap kesehatan, keharmonisan keluarga dan sebagainya. Waktu luang umumnya akan menghabiskan waktu lebih sedikit dibandingkan waktu untuk melakukan kegiatan utama. | Pada saat pencacahan |
| Kepuasan Terhadap Hubungan Sosial Di Lingkungan | Kepuasan Terhadap Hubungan Sosial Di Lingkungan | Tingkat kepuasan atas capaian responden terhadap kondisi hubungan sosial responden di lingkungan sekitar tempat tinggal. Adanya keeratan hubungan sosial antar responden dengan warga di lingkungan sekitar tempat tinggal dapat ditunjukkan dengan adanya hubungan timbal balik antara responden dengan individu lain (selain anggota rumah tangga) atau sekelompok masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggal responden. Kondisi hubungan sosial yang dimaksud dapat dikaitkan dengan kerukunan/kekompakkan/ sikap percaya antar responden dan warga . | Pada saat pencacahan |
| Kepuasan Terhadap Keadaan Lingkungan | Kepuasan Terhadap Keadaan Lingkungan | Tingkat kepuasan atas capaian responden terhadap keadaan lingkungan di sekitar tempat tinggalnya. Kualitas lingkungan yang baik dapat berdampak langsung terhadap kesehatan seseorang. Kualitas air, udara di lingkungan sekitar tempat tinggal yang sehat, dan kejadian/dampak bencana dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang sehingga dapat beraktifitas untuk mencapai tujuan kehidupannya. | Pada saat pencacahan |
| Kepuasan Terhadap Kondisi Keamanan | Kepuasan Terhadap Kondisi Keamanan | Tingkat kepuasan atas capaian responden terhadap terhadap kondisi keamanannya (rasa aman). Kondisi keamanan seseorang merupakan actor penting untuk mengukur tingkat kebahagiaan seseorang. Pengalaman menjadi korban tindak kejahatan, dan perkelahian massal menjadi perhatian dalam menilai kepuasan dengan kondisi keamanan di lingkungannya | Pada saat pencacahan |
| Kepuasan Terhadap Rumah Dan Fasilitas Rumah | Kepuasan Terhadap Rumah Dan Fasilitas Rumah | Tingkat kepuasan atas capaian responden terhadap kondisi rumah dan ketersediaan fasilitas di rumah responden. Kondisi rumah dan ketersediaan fasilitas dilihat dari penguasaan bangunan tempat tinggal, kualitas bangunan (atap, lantai dan dinding), sumber penerangan, bahan bakar memasak, status fasilitas tempat buang air besar, sumber air minum, dan fasilitas lainnya. | Pada saat pencacahan |
| Perasaan Senang/Riang/Gembira | Perasaan Senang/Riang/Gembira | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui emosi positif yang dialami responden dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Emosi positif diukur oleh intensitas responden merasa senang, riang atau gembira. Seseorang yang sering merasa senang, riang atau gembira diduga mempunyai tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi dibanding orang yang jarang merasa senang, riang atau gembira. | Pada saat pencacahan |
| Perasaan Tidak Khawatir/Cemas | Perasaan Tidak Khawatir/Cemas | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui emosi negatif berupa rasa khawatir/cemas pada diri responden dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya setiap orang memiliki rasa khawatir dalam menghadapi segala hal yang terjadi dalam kehidupan. Responden diminta untuk mengingat kejadian-kejadian yang pernah dialami dan seberapa khawatir responden dalam menjalani kehidupan sehari-harinya | Pada saat pencacahan |
| Perasaan Tidak Tertekan | Perasaan Tidak Tertekan | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui rasa tertekan yang muncul pada diri responden ketika menghadapi masalah. Pada dasarnya setiap orang memiliki masalah dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang dapat menimbulkan rasa tertekan. Setiap orang dapat memiliki rasa tertekan yang berbeda-beda dalam menghadapi suatu masalah. Apabila responden mengalami kesulitan dalam menjawabnya, responden diminta untuk mengingat apa masalah yang dihadapi dan seberapa besar rasa tertekan yang ada ketika menghadapi masalah tersebut | Pada saat pencacahan |
| Kemandirian (Autonomy) | Kemandirian (Autonomy) | Pertanyaan ini digunakan antara lain untuk mengetahui kemampuan responden untuk memiliki kebebasan dalam menentukan diri (autonomy), mampu mengatasi tekanan sosial ketika berpikir dan bertindak, mampu mengontrol perilaku dan mampu mengevaluasi diri dengan standar personal. Tanyakan kepada responden mengenai seberapa mampu responden menentukan keputusan bagi diri sendiri. | Pada saat pencacahan |
| Penguasaan Lingkungan (Environmental Mastery) | Penguasaan Lingkungan (Environmental Mastery) | Pertanyaan ini terkait penguasaan lingkungan (environmental mastery), digunakan untuk mengetahui kemampuan responden untuk memilih dan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Tanyakan kepada responden mengenai seberapa mampu responden menciptakan kondisi yang nyaman bagi dirinya. | Pada saat pencacahan |
| Pengembangan Diri (Personal Growth) | Pengembangan Diri (Personal Growth) | Pertanyaan ini terkait pengembangan diri (personal growth), digunakan untuk mengetahui keinginan responden untuk selalu mengembangkan potensi yang dimilikinya dari waktu ke waktu. Tanyakan kepada responden mengenai seberapa besar konsisten responden untuk mengembangkan potensi diri (meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, relasi, dsb). | Pada saat pencacahan |
| Hubungan Positif Dengan Orang Lain (Positive Relation with Others) | Hubungan Positif Dengan Orang Lain (Positive Relation with Others) | Pertanyaan ini terkait hubungan positif dengan orang lain (positive relation with others), digunakan untuk mengetahui hubungan yang dimiliki responden dengan orang lain. Responden yang memiliki hubungan yang positif menimbulkan rasa kepedulian , empati, kasih sayang serta saling percaya yang membuat hidup responden menjadi bermanfaat terhadap orang lain. | Pada saat pencacahan |
| Tujuan Hidup (Purpose in Life) | Tujuan Hidup (Purpose in Life) | Pertanyaan ini terkait tujuan hidup (purpose in life), digunakan untuk mengetahui tujuan hidup dan cita-cita responden tentang masa depan yang membuatnya merasa hidup ini bermakna. Tanyakan kepada responden mengenai seberapa optimis responden dengan masa depannya. | Pada saat pencacahan |
| Penerimaan Diri (Self Acceptance) | Penerimaan Diri (Self Acceptance) | Pertanyaan ini digunakan untuk mengetahui kemampuan responden dalam menerima segala aspek dirinya secara positif (self acceptance), baik di masa lalu maupun masa sekarang. Tanyakan kepada responden seberapa mampu responden menerima apapun kondisi dirinya | Pada saat pencacahan |
Desain Kegiatan
Kegiatan ini dilakukanBERULANG
Frekuensi Penyelenggaraan
LEBIH_DARI_DUA_TAHUNAN
Tipe Pengumpulan Data
CROSS_SECTIONAL
Cakupan Wilayah Pengumpulan Data
SELURUH_WILAYAH_INDONESIA
Metode Pengumpulan Data
Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
CAPI
Unit Pengumpulan Data
Rumah Tangga
Desain Sampel
Jenis Rancangan SampelMULTI_STAGE_ATAU_PHASE
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
SAMPEL_PROBABILITAS
Metode yang Digunakan
SYSTEMATIC_RANDOM_SAMPLING
Kerangka Sampel Tahap Terakhir
LIST_FRAME
Fraksi Sampel Keseluruhan
F= f1 × f2 = n'hk × Mkhi/Mkh × nkh/n'kh × n''kh/nkh × m'/Mkhi^up = n''kh Mkhi m'/Mkh Mkhiûp Keterangan: Mkh : jumlah perkiraan populasi rumah tangga di kabupaten/kota ke-k strata ke-h Mkhi :jumlah perkiraan populasi rumah tangga di kabupaten/kota ke-k strata ke-h blok sensus ke-i n'kh : jumlah blok sensus pada Master Sampling Frame 40% di kabupaten/kota ke-k strata ke-h nkh : jumlah sampel blok sensus Susenas Maret 2021 di kabupaten/kota ke-k strata ke-h n''kh : jumlah sampel blok sensus SPTK 2021 di kabupaten/kota ke-k strata ke-h Mkhi^up : jumlah populasi rumah tangga hasil pemutakhiran di kabupaten/kota ke-k strata ke-h blok sensus ke-i m' : jumlah rumah tangga sampel per blok sensus SPTK 2021
Nilai Perkiraan Sampling Error Variabel Utama
-
Unit Sampel
Rumah Tangga
Unit Observasi
Individu
Pengumpulan Data
Apakah Melakukan Uji Coba (Pilot Survey)Ya
Metode Pemeriksaan Kualitas Pengumpulan Data
Supervisi
Apakah Melakukan Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah Petugas Pengumpulan Data
SMA/SMK
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas: 1210
Pengumpul data/enumerator: 3205
Apakah Melakukan Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan dan Analisis
Tahapan Pengolahan DataEditing, Coding, Data Entry, Validasi
Metode Analisis
DESKRIPTIF_DAN_INFERENSIA
Unit Analisis
Individu, Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
Nasional, Provinsi
Diseminasi Hasil
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk UmumTercetak (hardcopy): Ya
Digital (softcopy): Ya
Data Mikro: Ya
Rencana Rilis Produk Kegiatan
Tercetak (hardcopy): 2021-12-27;
Digital (softcopy): 2021-12-27;
Data Mikro: 2021-12-27;