📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
Survei Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM) 2023
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Statistik Sektoral
Survei
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
17 Var
1 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Survei Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat (IKM)
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Alamat Lengkap
Jalan Panglima Sudirman nomor 507 BATU
Telepon
0341 5106734
Faksimile
0341 5106734
Email
bpbd@batukota.go.id
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Nama PJ Teknis
Sudarwito
Jabatan
Analis Kebencanaan Ahli Muda
Alamat
Jalan panglima Sudirman no 507 BATU
Telepon
08123366754
Faksimile
-
Email
virgachandika@gmail.com
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Salah satu komponen dalam upaya pengurangan risiko bencana adalah kapasitas daerah. Kapasitas (capacity) adalah kombinasi keseluruhan kekuatan, kelengkapan dan sumberdaya masyarakat, kelompok sosial atau organisasi yang dapat digunakan untuk meraih tujuan yang disepakati, termasuk hal-hal berkaitan dengan pengurangan risiko bencana (Oxfam, 2012). Kapasitas daerah Kota Batu terdiri dari dua komponen utama, yaitu ketahanan daerah dan kesiapsiagaan masyarakat. Ketahanan daerah dinilai berdasarkan capaian para pemangku kebijakan di level kabupaten. Kesiapsiagaan masyarakat dinilai berdasarkan capaian masyarakat di level desa/kelurahan. Adapun bobot dari Indeks Ketahanan Daerah (IKD) adalah 40% dalam penentuan kapasitas, sedangkan Indeks Kesiapsiagaan Masyarakat sebesar 60%.
Sehingga dibutuhkan penghitungan indeks kesiapsiagaan masyarakat untuk mengetahui kapasitas daerah, dan lebih lanjut dapat dijadikan dasar analisa risiko bencana
Sehingga dibutuhkan penghitungan indeks kesiapsiagaan masyarakat untuk mengetahui kapasitas daerah, dan lebih lanjut dapat dijadikan dasar analisa risiko bencana
Tujuan Kegiatan
- Mengetahui level atau nilai kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam melakukan upaya-upaya penanggulangan bencana di tingkat kelurahan/desa - Memberikan acuan dan rekomendasi bagi kelurahan/desa dalam menentukan intervensi penanggulangan bencana di tingkat komunitas - Memberikan acuan dan rekomendasi bagi kabupaten/kota arah kebijakan penanggulangan bencana secara spesifik - Sebagai salah satu komponen yang dibutuhkan dalam pengkajian risiko bencana di tingkat kabupaten/kota
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
2 Januari 2023 - 31 Januari 2023
Desain
2 Januari 2023 - 31 Januari 2023
Pengumpulan Data
7 Januari 2023 - 28 Februari 2023
Pengolahan Data
1 Maret 2023 - 31 Maret 2023
Analisis
2 April 2023 - 28 April 2023
Diseminasi
2 April 2023 - 28 April 2023
Evaluasi
2 April 2023 - 28 April 2023
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 17 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana a. Pengetahuan Jenis Ancaman b. Pengetahuan Informasi Bencana c. Pengetahuan Sistem Peringatan Dini Bencana d. Pengetahuan tentang Prediksi Kerugian akibat Bencana e. Pengetahuan Cara Penyelamatan Diri | a. Jenis ancaman b. Informasi bencana c. Sistem peringatan dini bencana d. Kerugian e. Penyelamatan diri | a. Pengetahuan masyarakat desa/kelurahan dalam upaya pengurangan risiko bencana (dilihat dari aspek kesiapsiagaan) dengan mengetahui jenis bencana yang ada di desa/kelurahan serta bencana turunan yang dapat ditimbulkan b. Pengetahuan masyarakat terhadap penyebab terjadinya bencana baik tanda-tanda alam maupun dari sumber-sumber peringatan lainnya c. Pengetahuan masyarakat terhadap jenis-jenis sistem peringatan dini untuk setiap jenis ancaman yang ada di desa/kelurahan serta keterpaparan masyarakat terhadap informasi peringatan dan ketersediaan sarana penyebaran informasi peringatan d. Pengetahuan masyarakat terhadap prediksi kerugian ditingkat desa/kelurahan serta upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengurangi kerugian e. Pengetahuan upaya-upaya penyelamatan diri di tingkat desa/kelurahan | 11 bulan |
| Pengelolaan Tanggap Darurat a. Tempat dan Jalur Evakuasi b. Tempat Pengungsian c. Air dan Sanitasi d. Layanan Kesehatan | a. Evakuasi b. Tempat pengungsian c. Air sanitasi d. Layanan kesehatan | a. Ketersediaan tempat dan jalur evakuasi yang telah dialokasikan dan di kelola ditingkat desa/kelurahan b. Ketersediaan tempat pengungsian yang telah di alokasikan dan dikelola di tingkat desa/kelurahan yang memenuhi kebutuhan pengungsi c. Upaya pemenuhan kebutuhan air dan sanitasi dalam pengelolaan upaya tanggap darurat di tingkat desa/kelurahan d. Ketersediaan Tenaga kesehatan yang dilengkapi dengan peralatan standar kesehatan untuk masa tanggap darurat bencana | 11 bulan |
| Pengaruh Kerentanan Masyarakat a. Mata Pencaharian dan Tingkat Penghasilan b. Tingkat Pendidikan Masyarakat c. Pemukiman Masyarakat | a. Mata pencaharian dan tingkat penghasilan b. Tingkat pendidikan c. Pemukiman masyarakat | a. Pengaruh kondisi mata pencaharian dan tingkat perekonomian masyarakat terhadap motivasi dan kemampuan masyarakat desa/kelurahan untuk dapat mengurangi tingkat kerentanan masyarakat (Sumber mata pencaharian masyarakat yang berasal dari alam, bantuan sosial dan lain-lain) b. Pengaruh tingkat pendidikan terhadap pola pemikiran masyarakat desa/kelurahan untuk mengurangi tingkat kerentanan c. Pengaruh kondisi pemukiman masyarakat desa/kelurahan terhadap aspek pengurangan risiko bencana (kesesuaian dengan RTRW, IMB, peremajaan jaringan listrik, aksesibilitas penyelamatan dan evakuasi, asuransi) | 11 bulan |
| Ketidaktergantungan terhadap Dukungan Pemerintah a. Jaminan Hidup Pasca Bencana b. Penggantian Kerugian dan Kerusakan c. Penelitian dan Pengembangan d. Penanganan Darurat Bencana | a. Jaminan hidup pasca bencana b. Penggantian kerugian dan kerusakan c. Penelitian dan pengembangan d. Penanganan darurat bencana | a. Kemampuan masyarakat desa/kelurahan untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan selama masa pasca bencana sampai kondisi pulih (masa tanggap darurat bencana dan masa rehabilitasi rekonstruksi) b. Kemampuan masyarakat desa/kelurahan untuk dapat memulihkan kerugian dan kerusakan yang meliputi: penggantian kerusakan fisik, dan kerugian ekonomi pada lahan terpapar c. Kemampuan masyarakat desa/kelurahan dalam penerapan hasil-hasil penelitian dan pengembangan terkait pengurangan risiko bencana d. Kemampuan masyarakat desa/kelurahan dalam melaksanakan operasi tanggap darurat bencana bersama dengan pemerintah kabupaten/kota | 11 bulan |
| Partisipasi Mastarakat a. Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana di Tingkat Masyarakat b. Relawan Desa | a. Kegiatan pengurangan risiko bencana b. Relawan desa | a. Keterlibatan masyarakat desa/kelurahan dalam melaksanakan upaya-upaya pengurangan risiko bencana minimal ditingkat desa/kelurahan b. Keterlibatan masyarakat desa/kelurahan dalam bentuk kelompok yang bergerak dibidang sosial dan kerelawanan dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana | 11 bulan |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Lebih dari Dua Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Panel
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | JAWA TIMUR | KOTA BATU |
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Individu
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Single Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Nonprobabilitas
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
27
Unit Observasi
27
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMA/SMK Sederajat
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 1 orang
Pengumpul data/enumerator : 1 orang
Pengumpul data/enumerator : 1 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, BPBD
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Lainnya: kecamatan
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
17 variabel yang diolah/dikumpulkan
Kegiatan Pengurangan Risiko bencana di Tingkat Masyarakat
Integer • -
["Kegiatan Pengurangan Risiko Bencana"]Lihat →
Penanganan Darurat Bencana
Integer • -
["Penanganan Darurat Bencana"]Lihat →
Relawan Desa
Integer • -
["Relawan Desa"]Lihat →
Penggantian Kerugian dan Kerusakan
Integer • -
["Penggantian Kerugian dan Kerusakan"]Lihat →
Penelitian dan Pengembangan
Integer • -
["Penelitian dan Pengembangan"]Lihat →
Pemukiman Masyarakat
Integer • -
["Pemukiman Masyarakat"]Lihat →
Jaminan Hidup Pasca Bencana
Integer • -
["Jaminan Hidup Pasca Bencana"]Lihat →
Mata Pencaharian dan Tingkat Penghasilan
Integer • -
["Mata Pencaharian dan Tingkat Penghasilan"]Lihat →
Tempat Pengungsian
Integer • -
["Tempat Pengungsian"]Lihat →
Layanan Kesehatan
Integer • -
["Layanan Kesehatan"]Lihat →
Air dan Sanitasi
Integer • -
["Air Sanitasi"]Lihat →
Tempat dan Jalur Evakuasi
Integer • -
["Evakuasi "]Lihat →
Pengetahuan Cara Penyelamatan Diri
Integer • -
["Penyelamatan diri"]Lihat →
Pengetahuan tentang Prediksi Kerugian Akibat Bencana
Integer • -
["Kerugian"]Lihat →
Pengetahuan Sistem Peringatan Dini Bencana
Integer • -
["Sistem peringatan dini bencana"]Lihat →
Pengetahuan Informasi Bencana
Integer • -
["Informasi bencana"]Lihat →
Pengetahuan Jenis Ancaman
Integer • -
["Jenis ancaman"]Lihat →
Indikator Kegiatan
1 indikator yang dihasilkan