π DETAIL METADATA KEGIATAN
Indeks Kesalehan Sosial Kabupaten Lamongan Tahun 2023 2023
Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Lamongan
Statistik Sektoral
Survei
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
1 Var
1 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Indeks Kesalehan Sosial Kabupaten Lamongan Tahun 2023
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
v-22.3524.007
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Lamongan
Alamat Lengkap
Jl. Basuki Rahmat No. 01 Lamongan
Telepon
0322-321162
Faksimile
-
Email
bappeda@lamongankab.go.id
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
Drs. Moh. Nalikan, M.M.
Eselon 2
Sujarwo, S.T., M.M.
Nama PJ Teknis
Ririn Nur'aini, S.E., M.M.
Jabatan
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia
Alamat
Jl. Basuki Rahmat No. 01 Lamongan
Telepon
0322-321162
Faksimile
-
Email
bappeda@lamongankab.go.id
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Dalam kemajemukan masyarakat Kabupaten Lamongan dari segi agama, profesi, pendidikan, lingkungan sosial, maka perlunya adanya keharmonisan sosial yang tercipta di masyarakat. Dalam rangka menciptakan keharmonisasan sosial tersebut, maka perlunya pengendalian dan pengawasan agar keharmonisan sosial tersebut tetap berjalan. Adapun keharmonisan sosial sendiri berdasarkan hasil kajian Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia sendiri dilihat dari Penyusunan kesalehan sosial. kesalehan sosial adalah perilaku orang-orang yang sangat peduli dengan nilai-nilai soaial yang bersifat sosial. Bersikap santun pada orang lain, suka menolong, sangat concern terhadap masalah ummat, memperhatikan dan menghargai hak sesama, mampu berpikir berdasarkan perspektif orang lain, mampu berempati, artinya mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain, dan seterusnya. Jadi kesalehan sosial merupakan suatu bentuk kesalehan yang tidak hanya ditandai oleh ketaatan beragama melainkan juga ditandai seberapa besar seseorang memiliki kepekaan sosial dan berbuat kebajikan untuk orang-orang di sekitarnya. Sehingga orang merasa nyaman, damai, dan tentram berinteraksi dan bekerjasama dan bergaul.
Dewasa ini aspek keamanan dan ketenteraman sosial menjadi salah satu aspek yang menjadi fokus pembangunan daerah dalam lingkup yang kecil hingga lingkup menengah (provinsi) dan nasional. Hal tersebut menunjukkan aspek keamanan dan ketenteraman sosial menjadi salah satu aspek penting yang secara langsung maupun tidak langsung dapat menjadi faktor pemicu peningkatan aspek-aspek lainnya seperti ekonomi, politik, pelayanan publik, dan lain sebagainya. Penilaian sebuah kondisi sosial masyarakat dapat dikategorikan aman dan tenteram adalah melalui sebuah indeks yang dinamakan Indeks Kesalehan Sosial. Indeks Kesalehan Sosial merupakan sebuah indeks yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesalehan umat beragama berdampak pada tingkat kepedulian sosial yang tercermin pada keamanan dan ketenteraman sosial masyarakat. Kabupaten Lamongan sebagai salah satu daerah yang menjadikan aspek pembangunan sosial masyarakat sebagai salah satu fokus pembangunan. Hal tersebut tercermin dalam misi Bupati Lamongan yaitu misi ke-4 βMewujudkan Kehidupan Bermasyarakat yang Sejahtera, Religius-Berbudaya, Aktif dalam Pembangunan, Serta Lingkungan yang Aman dan Tenteramβ. Tolok ukur pencapaian misi ke-4 tersebut adalah dengan menjadikan Indeks Kesalehan Sosial sebagai indikator kinerja utama pada misi tersebut. Untuk dapat mengetahui sejauh mana pencapaian target dari Indeks Kesalehan Sosial Kabupaten Lamongan, perlu diselenggarakan pengukuran. Pengukuran tersebut bertujuan agar selain mengetahui capaian kinerja daerah, hasil pengukuran tersebut dapat digunakan sebagai acuan penyusunan kebijakan di bidang sosial kemasyarakatan yang nantinya dapat memacu peningkatan capaian Indeks Kesalehan Sosial dan berdampak positif pada keamanan dan ketenteraman sosial masyarakat di Kabupaten Lamongan.
Dewasa ini aspek keamanan dan ketenteraman sosial menjadi salah satu aspek yang menjadi fokus pembangunan daerah dalam lingkup yang kecil hingga lingkup menengah (provinsi) dan nasional. Hal tersebut menunjukkan aspek keamanan dan ketenteraman sosial menjadi salah satu aspek penting yang secara langsung maupun tidak langsung dapat menjadi faktor pemicu peningkatan aspek-aspek lainnya seperti ekonomi, politik, pelayanan publik, dan lain sebagainya. Penilaian sebuah kondisi sosial masyarakat dapat dikategorikan aman dan tenteram adalah melalui sebuah indeks yang dinamakan Indeks Kesalehan Sosial. Indeks Kesalehan Sosial merupakan sebuah indeks yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesalehan umat beragama berdampak pada tingkat kepedulian sosial yang tercermin pada keamanan dan ketenteraman sosial masyarakat. Kabupaten Lamongan sebagai salah satu daerah yang menjadikan aspek pembangunan sosial masyarakat sebagai salah satu fokus pembangunan. Hal tersebut tercermin dalam misi Bupati Lamongan yaitu misi ke-4 βMewujudkan Kehidupan Bermasyarakat yang Sejahtera, Religius-Berbudaya, Aktif dalam Pembangunan, Serta Lingkungan yang Aman dan Tenteramβ. Tolok ukur pencapaian misi ke-4 tersebut adalah dengan menjadikan Indeks Kesalehan Sosial sebagai indikator kinerja utama pada misi tersebut. Untuk dapat mengetahui sejauh mana pencapaian target dari Indeks Kesalehan Sosial Kabupaten Lamongan, perlu diselenggarakan pengukuran. Pengukuran tersebut bertujuan agar selain mengetahui capaian kinerja daerah, hasil pengukuran tersebut dapat digunakan sebagai acuan penyusunan kebijakan di bidang sosial kemasyarakatan yang nantinya dapat memacu peningkatan capaian Indeks Kesalehan Sosial dan berdampak positif pada keamanan dan ketenteraman sosial masyarakat di Kabupaten Lamongan.
Tujuan Kegiatan
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui nilai Indeks Kesalehan Sosial (IKS) sebagai salah satu ukuran keberhasilan dalam pencapaian misi Mewujudkan Kehidupan Bermasyarakat yang Sejahtera, Religius-Berbudaya, Aktif dalam Pembangunan, Serta Lingkungan yang Aman dan Tenteram .
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
11 September 2023 - 15 September 2023
Desain
18 September 2023 - 29 September 2023
Pengumpulan Data
2 Oktober 2023 - 20 Oktober 2023
Pengolahan Data
23 Oktober 2023 - 31 Oktober 2023
Analisis
1 November 2023 - 22 November 2023
Diseminasi
23 November 2023 - 29 November 2023
Evaluasi
30 November 2023 - 9 Desember 2023
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 1 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Variabel Kepedulian | Variabel Kepedulian Sosial terbentuk atas 2 indikator didalamnya, yaitu Giving dan Caring | Kepedulian dapat diartikan sebagai sikap memperlakukan orang lain dengan sopan, bertindak santun, toleran terhadap perbedaan, tidak suka menyakiti orang lain, mau mendengar orang lain, mau berbagi, tidak merendahkan orang lain, tidak mengambil keuntungan dari orang lain, mampu bekerja sama, mau terlibat dalam kegiatan masyarakat, menyayangi manusia dan makhluk lain, setia, cinta damai dalam menghadapi persoalan (Samani, 2013:51). Sehingga Kepedulian Sosial merupakan sebuah sikap keterhubungan antar manusia yang menunjukan sebuah empati bagi setiap anggota manusia untuk membantu dan peduli terhadap orang lain atau sesama. | 3 Minggu |
| Sosial Variabel Relasi Antar Manusia | Pada variabel Relasi Antar Manusia di Kabupaten Lamongan, memiliki empat indikator yang pembentuk antara lain yaitu Indikator Menghargai Perbedaan Suku, Indikator Menghargai Perbedaan Agama, Indikator Menjaga Kelestarian Budaya Luhur, serta Indikator Kerjasama. | Kerja sama atau mutualitas adalah melakukan pekerjaan atau aktivitas secara bersama sama berdasarkan kesepakatan untuk mencapai tujuan bersama pula; | 3 Minggu |
| Variabel Etika dan Budi Pekerti | Indikator dari variabel etika dan budi pekerti adalah Sopan Santun, Bijaksana, Dapat Dipercaya, dan Adil | Variabel Etika dan Budi Pekerti merupakan variabel yang menilai tentang bagaimana kita bersikap terhadap orang lain di lingkungan sekitar kita | 3 Minggu |
| Variabel Melestarikan Lingkungan | Variabel Melestarikan Lingkungan memiliki satu indikator penyusun yakni indikator konservasi lingkungan | Variabel melestarikan lingkungan menggambarkan bagaimana sikap kita terhadap kelestarian lingkungan hidup | 3 Minggu |
| Variabel Patuh pada Peraturan Negara | Variabel Patuh pada Peraturan Negara memliki indikator taat pada aturan negara | Kepatuhan merupakan sikap disiplin atau perilaku taat terhadap suatu perintah maupun aturan yang ditetapkan dengan penuh kesadaran. Keberadaan Indonesia sebagai negara hukum terlihat dari tingkat kepatuhan masyarakatnya terhadap hukum yang merupakan kunci bagi terciptanya kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman, tertib dan damai | 3 Minggu |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | JAWA TIMUR | LAMONGAN |
Metode Pengumpulan Data
- Mengisi kuesioner sendiri (swacacah)
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Individu
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Multi Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Probabilitas
Metode yang Digunakan
Simple Random Sampling
Kerangka Sampel Tahap Terakhir
Area Frame
Fraksi Sampel Keseluruhan
n=N/(1+(Ne^2))
n=(1.381.414 )/(1+(1.381.414 ?x (0,05)?^2))
n=(1.381.414 )/(1+(1.381.414 x 0,0025))
n=(1.381.414 )/3.454,54
n=399,88
Jumlah sampel penelitian ini diketahui sebanyak 399,88 responden dan dibulatkan menjadi 400 responden. 400 sampel tersebut kemudian di distribusikan kepada pemeluk agama (7 agama) dalam masing-masing kecamatan dan bergeser menjadi 470 sampel untuk memperkuat validitas data serta meningkatkan keterwakilan agama selain agama islam.
Nilai Perkiraan Sampling Error
5%
Unit Sampel
Masyarakat Pemeluk agama dimasing-masing kecamatan di Lamongan
Unit Observasi
Masyarakat Lamongan
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Ya
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
- Lainnya, Uji Validitas dan Reliabilitas
- Lainnya, Uji Validitas dan Reliabilitas
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 7 orang
Pengumpul data/enumerator : 15 orang
Pengumpul data/enumerator : 15 orang
Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Tidak
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
1 variabel yang diolah/dikumpulkan
Indikator Kegiatan
1 indikator yang dihasilkan