← Kembali ke Daftar
◈
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Kompilasi Data Profil Kesehatan Kabupaten Ngawi
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-24.3521.002
⌂
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas kesehatan
Alamat Lengkap
Jl. S. Parman No 25A Ngawi Kabupaten Ngawi
Telepon
(0351)746827
Faksimile
(0351)746827
Email
kesehatan@ngawikab.go.id
⚑
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
Eselon 2
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi
Nama PJ Teknis
Dhina Handayani, SH.,MSi
Jabatan
Kepala Bidang Fasilitas, Mutu dan Perizinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Alamat
Jl. S. Parman No. 25 A, Ngawi, Jawa Timur (63216)
Telepon
(0351) 746827
Faksimile
(0351) 746827
Email
kesehatan@ngawikab.go.id
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Perlu adanya Profil Kesehatan Kabupaten yang memuat informasi tentang input, proses maupun
output pembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Ngawi setiap tahun
agar dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang pembangunan kesehatan maupun hasil-hasil
yang telah dicapai dari tahun ke tahun.

Tujuan Kegiatan
Profil Kesehatan ini dapat dimanfaatkan oleh para pembuat kebijakan, pelaksana program maupun sektor lain yang memerlukan guna pengambilan keputusan maupun penentuan strategi pembangunan dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat di Kabupaten Ngawi.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
9 Januari 2024 - 12 Januari 2024
Desain
9 Januari 2024 - 12 Januari 2024
Pengumpulan Data
1 Februari 2024 - 29 Februari 2024
Pengolahan Data
1 Maret 2024 - 30 April 2024
Analisis
1 Mei 2024 - 20 Mei 2024
Diseminasi
21 Mei 2024 - 31 Desember 2024
Evaluasi
1 Desember 2024 - 31 Desember 2024
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 100 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Luas WilayahLuas wilayahLuas wilayah adalah besaran yang menyatakan ukuran dua dimensi suatu bagian permukaan yang dibatasi dengan jelas, biasanya suatu daerah yang dibatasi oleh kurva tertutup1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Desa/KelurahanJumlah desa/wilayahJumlah desa / kelurahan di wilayah kecamatan, kabupaten/kota, provinsi dan negara1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah PendudukJumlah penduduk proyeksiJumlah penduduk merujuk pada total individu yang tinggal di suatu wilayah pada suatu waktu tertentu. Proyeksi penduduk adalah perhitungan jumlah penduduk (menurut komposisis umur dan jenis kelmain) di masa yang akan datang berdasarkan asumsi arah perkembangan fertilitas, mortalitas dan migrasi. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Rata-rata jiwa/rumah tanggaJumlah anggota keluargaRumah tangga terdiri dari satu atau lebih orang yang tinggal bersama-sama di sebuah tempat tinggal dan juga berbagi makanan atau akomodasi hidup, dan bisa terdiri dari satu keluarga atau sekelompok orang.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Kepadatan Penduduk /Km2Kepadatan pendudukKepadatan penduduk adalah perbandingan antara jumlah penduduk dan luas daerah yang ditempati1-1-2023 s/d 31-12-2023
Rasio Beban TanggunganBeban tanggunganRasio Beban Tanggungan adalah angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya penduduk usia non produktif (penduduk usia dibawah 15 tahun/penduduk muda dan penduduk usia 65 tahun atau lebih/penduduk tua) dengan banyaknya penduduk usia produktif (penduduk usia 15 sampai 64 tahun)1-1-2023 s/d 31-12-2023
Rasio Jenis KelaminRasio Jenis KelaminRasio jenis kelamin adalah perbandingan jumlah laki-laki dengan perempuan dalam sebuah populas1-1-2023 s/d 31-12-2023
Penduduk 15 tahun ke atas melek hurufMelek hurufPenduduk berusia 15 tahun ke atas yang memiliki kemampuan membaca dan menulis kalimat sederhana dalam huruf latin, huruf arab, dan huruf lainnya (seperti huruf jawa, kanji, dll)1-1-2023 s/d 31-12-2023
Penduduk 15 tahun yang memiliki ijazah tertinggiIjazah tertinggiPenduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Rumah Sakit UmumJumlah Faskes Rumah Sakit UmumRumah sakit umum : Rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Rumah Sakit KhususJumlah Faskes Rumah Sakit KhususRumah sakit khusus: Rumah sakit yang memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau satu jenis penyakit tertentu berdasarkan disiplin ilmu, golongan umur, organ, jenis penyakit, atau kekhususan lainnya 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Puskesmas Rawat InapJumlah Faskes Puskesmas Rawat InapPuskesmas rawat inap : Puskesmas yang diberi tambahan sumberdaya untuk menyelenggarakan pelayanan rawat inap, sesuai pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatan 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Puskesmas Non Rawat InapJumlah Faskes Puskesmas Non Rawat InapPuskesmas non rawat inap : Puskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat inap kecuali pertolongan persalinan normal 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Puskesmas Kelilingjumlah Faskes Puskesmas KelilingPuskesmas Keliling merupakan jaringan pelayanan Puskesmas yang sifatnya bergerak (mobile), untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas yang belum terjangkau oleh pelayanan dalam gedung Puskesmas1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Puskesmas pembantuJumlah Faskes Puskesmas PembantuPuskesmas Pembantu (Pustu) adalah jaringan pelayanan Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas. Puskesmas Pembantu merupakan bagian integral Puskesmas, yang harus dibina secara berkala oleh Puskesmas1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah ApotekJumlah Faskes ApotekApotek : Sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker (Termasuk Apotek PRB) 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Klinik PratamaJumlah Faskes Klinik PratamaKlinik Pratama : Klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik dasar baik umum maupun khusus 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Klinik UtamaJumlah Faskes Klinik UtamaKlinik Utama : Klinik yang menyelenggarakan pelayanan medik spesialistik atau pelayanan medik dasar dan spesialistik 1-1-2023 s/d 31-12-2023
RS dengan kemampuan pelayanan gadar level 1Gadar Level 1 Rumah SakitGawat darurat level 1 adalah tempat pelayanan gawat darurat yang memiliki Dokter Umum on site 24 jam dengan kualifikasi GELS danatau ATLS + ACLS, serta memiliki alat trasportasi dan komunikasi. 2. On site adalah berada di tempat . 3. GELS adalah General Emergency Life Support 4. ATLS adalah Advance Trauma Life Support 5. ACLS adalah Advance Cardiac Life Support.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Cakupan Kunjungan Rawat JalanKunjungan Baru Pasien Rawat JalanJumlah Kunjungan Pasien Baru Rawat Jalan : Jumlah orang yang berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut milik pemerintah dan swasta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan perseorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik tanpa tinggal di ruang rawat inap untuk pertama kalinya dalam satu tahun tertentu. Kunjungan rawat jalan puskesmas termasuk kunjungan ke jaringan puskesmas, dalam gedung maupun luar gedung (puskesmas keliling, puskemas pembantu, bidan desa, pemeriksaan anak sekolah, dsb) 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Cakupan Kunjungan Rawat InapKunjungan Baru Pasien Rawat InapJumlah Kunjungan Pasien Baru Rawat Inap : Jumlah orang yang berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dan fasilitas pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut milik pemerintah dan swasta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan perseorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik, dan tinggal di ruang rawat inap untuk pertama kalinya dalam satu tahun tertentu 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka kematian kasar/Gross Death Rate (GDR) di RSPasien pulang dari rumah sakit dengan status meninggalAngka kematian umum untuk tiap-tiap 1.000 pasien keluar. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 per 1000. Nilai GDR dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka kematian murni/Nett Death Rate (NDR) di RSPasien pulang dari rumah sakit dengan status meninggal setelah dirawat = 48 jamAngka kematian = 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1.000 pasien keluar. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir yaitu < 25 per 1000. Nilai GDR dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Bed Occupation Rate (BOR) di RSPersentase pemakaian tempat tidurPersentase pemakaian tempat tidur pada satu-satuan waktu tertentu. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85%. Nilai BOR dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Bed Turn Over (BTO) di RSFrekuensi pemakaian tempat tidurFrekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu (biasanya dalam periode 1 tahun). Nilai parameter BTO yang ideal adalah 40-50 kali dalam satu tahun. Nilai BTO dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Turn of Interval (TOI) di RSRata-rata hari tempat tidur tidak ditempati Rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. Nilai parameter TOI yang ideal pada kisaran 1-3 hari. Nilai TOI dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Average Length of Stay (ALOS) di RSRata-rata lama rawatRata-rata lama rawat (dalam satuan hari) seorang pasien. Nilai parameter ALOS yang ideal adalah 6-9 hari. Nilai ALOS dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L. 1.2 dan 3.1.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Puskesmas dengan ketersediaan obat vaksin & essensiaKetersediaan 40 item obat tertentuPersentase Puskesmas yang memiliki ketersediaan minimal 80% dari 40 item obat indikator pada saat dilakukan pemantauan terhadap seluruh puskesmas yang melaporkan data. Laporan yang disampaikan yaitu laporan pada bulan November atau laporan bulan terakhir pada tahun pelaporan.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase Ketersediaan Obat EssensialPersentase etersediaan 40 item obat tertentuPersentase jumlah item obat indikator yang tersedia di kabupaten kota terhadap 40 item obat indikator yang seharusnya tersedia. Laporan yang dimasukan yaitu laporan pada bulan November atau laporan bulan terakhir pada tahun pelaporan.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase kabupaten/kota dengan ketersediaan vaksin IDLKetersediaa vaksin IDLPersentase kabupaten/kota : dengan ketersediaan vaksin IDL (Imunisasi Dasar Lengkap) Persentase kabupaten/kota yang memiliki vaksin IDL terdiri dari Vaksin Hepatitis B, Vaksin BCG, Vaksin DPT-HB-HIB, Vaksin Polio, Vaksin Campak/Campak Rubella pada saat dilakukan pemantauan. Laporan yang dimasukan yaitu laporan pada bulan November atau laporan bulan terakhir pada tahun pelaporan. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah PosyanduJumlah UKBM PosyanduSalah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu, bayi, dan balita. Posyandu mengembangkan kegiatan tambahan kesehatan minimal satu kegiatan (misalnya Pos PAUD, kesehatan reproduksi remaja/Posyandu Remaja, kesehatan usia kerja/Pos UKK, kesehatan lanjut usia/Posyandu Lansia, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Bina Keluarga Balita (BKB), Posbindu PTM, Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, pos malaria desa (posmaledes), kelompok pemakai dan pecinta air bersih (pokmair), dsbnya).1-1-2023 s/d 31-12-2023
Posyandu AktifRutinitas pelayanan PosyanduPosyandu yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 1. Melakukan kegiatan rutin posyandu minimal 8 kali/tahun yaitu melakukan kegiatan hari buka layanan posyandu minimal 8 kali/tahun dalam bulan berbeda, baik hari buka posyandu maupun kunjungan rumah/kegiatan mandiri/janji temu ke fasyankes. 2. Posyandu memiliki kader minimal 5 orang disahkan dengan surat keputusan Kepala Desa/Lurah 3. Sebanyak 3 dari 4 layanan di posyandu memenuhi cakupan minimal 50% sasaran sebanyak 8 bulan dalam satu tahun, yaitu: Gizi, KIA, KB, dan Imunisasi. 4. Setiap Posyandu memiliki alat pertumbuhan (alat ukur panjang badan bayi, alat ukur tinggi badan, timbangan bayi, timbangan dacin, timbangan dewasa, dan perlengkapannya) dan perkembangan (sesuai panduan di dalam buku KIA). 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Rasio posyandu per 100 balitaKetersediaan posyanduJumlah posyandu tiap 100 balita1-1-2023 s/d 31-12-2023
Posbindu PTMJumlah UKBM Posbindu PTMUpaya kesehatan berbasis bersumberdaya masyarakat (UKBM) dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui kegiatan skrining kesehatan/deteksi dini faktor risiko PTM, intervensi/modifikasi faktor risiko PTM serta monitoring dan tindak lanjut faktor risiko PTM bersumber daya masyarakat secara rutin dan berkesinambungan.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Dokter SpesialisKetersediaan tenaga dokter spesialisDokter spesialis adalah dokter dan dokter gigi yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi tertentu1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Dokter UmumKetersediaan tenaga dokter umumDokter umum adalah seorang dokter yang berfokus untuk menangani gejala dan penyakit pada pasien secara umum. Dokter ini juga dikenal sebagai dokter layanan tingkat pertama yang berperan dalam memberikan pencegahan, diagnosis, penanganan awal, dan rujukan ke dokter spesialis jika diperlukan1-1-2023 s/d 31-12-2023
Rasio Dokter (spesialis+umum)Rasio Ketersediaan tenaga dokter spesialisRasio Dokter umum dan Dokter spesialis per 100.000 penduduk adalah dokter umum yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Dokter Gigi + Dokter Gigi SpesialisKetersediaan tenaga dokter gigi / dokter gigi spesialisDokter gigi adalah seorang profesional terlatih yang memiliki kemampuan untuk mencegah, mendiagnosis, dan mengobati berbagai masalah kesehatan mulut dan gigi Dokter Gigi spesialis adalah dokter gigi yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran gigi tertentu 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Rasio Dokter Gigi (termasuk Dokter Gigi Spesialis)Rasio Ketersediaan tenaga dokter gigi / dokter gigi spesialisRasio Dokter Gigi dan Dokter Gigi Spesialis per 100.000 penduduk adalah dokter gigi yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah BidanKetersediaan tenaga bidanJenis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga kebidanan sebagaimana adalah bidan. Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang telah teregistrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan1-1-2023 s/d 31-12-2023
Rasio Bidan per 100.000 pendudukRasio Ketersediaan tenaga bidanRasio tenaga kebidanan per 100.000 penduduk adalah bidan yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah PerawatKetersediaan tenaga perawatJenis tenaga keperawatan antara lain perawat kesehatan masyarakat, perawat kesehatan anak, perawat maternitas, perawat medikal bedah, perawat geriatri, dan perawat kesehatan jiwa1-1-2023 s/d 31-12-2023
Rasio Perawat per 100.000 pendudukRasio Ketersediaan tenaga perawatRasio tenaga keperawatan per 100.000 penduduk adalah perawat yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per 100.000 penduduk.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Tenaga Kesehatan MasyarakatKetersediaan tenaga kesehatan masyarakatTenaga kesehatan masyarakat adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kesehatan masyarakat yang terdiri dari epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan dan ilmu perilaku, pembimbing kesehatan kerja, tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan, tenaga biostatistik dan kependudukan, serta tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Tenaga Kesehatan LingkunganKetersediaan tenaga kesehatan lingkunganTenaga kesehatan lingkungan adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kesehatan lingkungan yang terdiri dari sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, mikrobiolog kesehatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Tenaga GiziKetersediaan tenaga giziTenaga gizi adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang gizi yang terdiri dari nutririonis dan dietisien sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Ahli Teknologi Laboratorium MedikKetersediaan Ahli Teknologi Laboratorium MedikAhli Teknologi Laboratorium Medik adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan Teknologi Laboratorium Medik atau analis kesehatan atau analis medis dan memiliki kompetensi melakukan analisis terhadap cairan dan jaringan tubuh manusia untuk menghasilkan informasi tentang kesehatan perseorangan dan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Tenaga Teknik Biomedika LainnyaKetersediaan Tenaga Teknik Biomedika LainnyaTenaga teknik biomedika lainnya adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang teknik biomedika yang terdiri dari radiografer, elektromedis, fisikawan medik, radioterapis, dan ortotik prostetik.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Tenaga Keterapian FisikKetersediaan Tenaga Keterapian FisikTenaga keterapian fisik adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang keterapian fisik yang terdiri dari fisioterapis, okupasi terapis, terapis wicara, dan akupunktur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Tenaga Keteknisian MedisKetersediaan Tenaga Keteknisian MedisTenaga keteknisian medis adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang keteknisian medis yang terdiri dari perekam medis dan informasi kesehatan, teknik kardiovaskuler, teknisi pelayanan darah, refraksionis optisien/optometris, teknisi gigi, penata anestesi (perawat anastesi), terapis gigi dan mulut (perawat gigi), dan audiologis.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Tenaga Teknis Kefarmasian Ketersediaan Tenaga Teknis Kefarmasian Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga yang membantu Apoteker dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian, yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi dan Tenaga Menengah Farmasi/Asisten Apoteker1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Tenaga Apoteker Ketersediaan Tenaga Apoteker Apoteker adalah Sarjana Farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Tenaga Kefarmasian Ketersediaan Tenaga Kefarmasian Tenaga kefarmasian adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kefarmasian yang terdiri dari apoteker dan tenaga teknis kefarmasian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Kepesertaan Jaminan Kesehatan BPJS Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan adalah : Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN Masyarakat miskin dan tidak mampu yang iurannya dibiayai oleh Pemerintah Pusat melalui APBN. Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Peserta JKN yang iurannya dibiayai oleh Pemerintah Daerah melalui APBD. Pekerja Penerima Upah (PPU) Peserta JKN yang terdiri dari PNS, TNI/ POLRI, Pejabat Negara, dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri yang iurannya dibiayai oleh pemberi kerja dan peserta yang bersangkutan. PekerjaBukanPenerima Upah (PBPU)/Mandiri Peserta JKN yang bekerja mandiri dan iurannya dibiayai oleh peserta yang bersangkutan. Bukan Pekerja (BP) Peserta JKN yang terdiri dari investor, pemberi pajak, penerima pensiun, veteran, perintis kemerdekaan dan bukan pekerja lainnya yang iurannya dibiayai oleh peserta yang bersangkutan. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Total anggaran kesehatan Anggaran kesehatan Dana yang disediakan untuk penyelenggaraan upaya kesehatan yang dialokasikan melalui APBD kabupaten/kota 1-1-2023 s/d 31-12-2023
APBD kesehatan terhadap APBD kab/kota Porsi anggaran kesehatan Dana yang disediakan untuk penyelenggaraan upaya kesehatan yang dialokasikan melalui APBD kabupaten/kota dibanding APBD kabupaten/kota1-1-2023 s/d 31-12-2023
Anggaran kesehatan perkapitaBiaya kesehatan perkapitaJumlah anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah (melalui APBN, APBD, dan PHLN tanpa anggaran belanja tidak langsung) untuk biaya penyelenggaraan upaya kesehatan per kapita per tahun1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Lahir HidupJumlah Lahir HidupSuatu kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan, dimana bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan, misal: bernafas, ada denyut jantung atau gerakan otot1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka Lahir Mati (dilaporkan)Jumlah bayi Lahir mati dibanding jumlah persalinanLahir Mati Kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan Angka Lahir Mati Jumlah lahir mati terhadap 1.000 kelahiran (hidup+mati) 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Kematian IbuKematian ibu akibat kehamilanKematian perempuan selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganannya tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka Kematian Ibu (dilaporkan)Kematian ibu / 100000Jumlah kematian ibu di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu per 1000001-1-2023 s/d 31-12-2023
Kunjungan Ibu Hamil (K1)Kunjungan ibu hamil ke FaskesCakupan kunjungan ibu hamil K-1 Ibu hamil yang pertama kali mendapat pelayanan antenatal sesuai standar (10T) oleh tenaga kesehatan pada masa kehamilan trimester pertama di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Kunjungan Ibu Hamil (K4)Kunjungan ibu hamil ke FaskesCakupan kunjungan ibu hamil K-4 Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar (10T) paling sedikit empat kali, dengan distribusi pemberian pelayanan yang dianjurkan adalah minimal satu kali pada trimester pertama, satu kali pada trimester kedua dan dua kali pada trimester ketiga umur kehamilan. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Kunjungan Ibu Hamil (K6)Kunjungan ibu hamil ke FaskesCakupan kunjugan ibu hamil K-6 Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar (10T) paling sedikit enam kali, dengan distribusi pemberian pelayanan yang dianjurkan adalah minimal satu kali pada trimester pertama, dua kali pada trimester kedua dan tiga kali pada trimester ketiga dengan paling sedikit 2 kali oleh dokter pada trimester pertama dan ketiga. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persalinan di FasyankesPersalinan di FasyankesIbu bersalin yang mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu1-1-2023 s/d 31-12-2023
Pelayanan Ibu Nifas KF LengkapPelayanan ibu Nifas di FaskesCakupan Pelayanan Nifas KF Lengkap Cakupan pelayanan kepada ibu pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca bersalin sesuai standar paling sedikit 4 kali dengan distribusi waktu 6 jam sampai hari ke-2 (KF1), hari ke-3 sampai hari ke-7 (KF2), hari ke 8 sampai ke-28 (KF3) dan hari ke-29 sampai ke-42 (KF4) setelah bersalin di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Ibu Nifas Mendapat Vitamin APemberian vitamin A pada ibu nifasCakupan ibu nifas mendapat vitamin A Ibu yang baru melahirkan atau nifas yang mendapatkan kapsul vitamin A 200.000 SI sehingga bayinya akan memperoleh vitamin A melalui ASI di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. Ibu baru melahirkan sampai hari ke-42 yang mendapat 2 kapsul vitamin A yang mengandung vitamin A dosis 200.000 Satuan Internasional (SI), satu kapsul diberikan segera setelah melahirkan dan kapsul kedua diberikan minimal 24 jam setelah pemberian pertama. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Ibu hamil dengan imunisasi Td2+Ibu hamil mendapat imunisasi TD2, TD3, TD4, TD5Cakupan (jumlah dan persentase) ibu hamil yang mendapatkan imunisasi Td (Tetanus difteri) dengan interval tertentu (yang dimulai saat dan atau sebelum kehamilan) dengan memperhatikan hasil skrining dan status T. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Ibu Hamil Mendapat Tablet Tambah Darah 90Pemberian Tablet Tambah Darah 90 pada BumilIbu hamil yang mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat yang disediakan oleh pemerintah minimal 90 tablet selama masa kehamilan 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Tambah Darah 90 Ibu hamil meminum Tablet Tambah Darah 90Ibu hamil yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat yang disediakan oleh pemerintah minimal 90 tablet selama masa kehamilan 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Bumil dengan Komplikasi Kebidanan yang DitanganiPenanganan komplikasi kebidananKesakitan pada ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas yang dapat mengancam jiwa ibu dan/atau bayi.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Peserta KB Aktif ModernKontinuitas penggunaan kontrasepsiPeserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai kontrasepsi terus-menerus dengan metode modern (kondom, suntik, pil, AKDR, MOW, MOP, Implan, MAL) untuk menunda, menjarangkan kehamilan atau mengakhiri kesubura n1-1-2023 s/d 31-12-2023
Peserta KB Pasca PersalinanPeserta KB pasca persalinanPasangan usia subur yang mulai menggunakan alat kontrasepsi segera setelah melahirkan (0-42 hari pasca melahirkan) dengan semua metode modern1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Kematian NeonatalNeonatal meninggalKematian yang terjadi pada bayi usia 0 sampai dengan 28 hari tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka Kematian Neonatal (dilaporkan)Neonatal meninggal per 1000 kelahiran hidupAngka Kematian Neonatal per 1.000 Kelahiran Hidup 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Bayi MatiBayi meningggalKematian yang terjadi pada bayi usia 0 - 11 bulan tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka Kematian Bayi (dilaporkan)Bayi meninggal per 1000 kelahiran hidupAngka Kematian Bayi per 1.000 Kelahiran Hidup 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Balita Mati Balita meninggal Kematian yang terjadi pada bayi/anak usia 0 - 59 bulan (bayi + anak balita) tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka Kematian Balita (dilaporkan)Balita meninggal per 1000 kelahiran hidupAngka Kematian Anak Balita per 1.000 Kelahiran Hidup 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Bayi baru lahir ditimbang bayi lahir hidup yang ditimbangJumlah bayi lahir hidup yang ditimbang segera setelah lahir1-1-2023 s/d 31-12-2023
Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) Berat badan bayi baru lahir kurangBayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram1-1-2023 s/d 31-12-2023
Kunjungan Neonatus 1 (KN 1)Pelayanan neonatalCakupan neonatal yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada usia 6 jam - 48 jam setelah lahir di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap)Pelayanan neonatalBayi baru lahir usia 0 - 28 hari yang mendapatkan pelayanan sesuai standar paling sedikit tiga kali dengan distribusi waktu 1 kali pada 6-48 jam, 1 kali pada hari ke 3 – hari ke 7, dan 1 kali pada hari ke 8 – hari ke 28 setelah lahir di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Bayi yang diberi ASI EksklusifPemberian ASi eksklusifBayi usia 0 bulan sampai 5 bulan 29 hari yang diberi ASI saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin, dan mineral berdasarkan recall 24 jam 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Pelayanan kesehatan bayiPelayanan kesehatan bayiPelayanan kesehatan pada bayi minimal 4 kali yaitu satu kali pada umur 29 hari-2 bulan, 1 kali pada umur 3-5 bulan, 1 kali pada umur 6-8 bulan, dan 1 kali pada umur 9-11 bulan. Pelayanan Kesehatan tersebut meliputi pemberian imunisasi dasar (BCG, DPT/HB/HiB1- 3, Polio 1-4, Campak), pemantauan pertumbuhan, Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), pemberian vitamin A pada bayi umur 6-11 bulan, penyuluhan pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MP ASI). 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Desa/Kelurahan UCIPersentase Desa dengan Imunisasi Dasar LengkapDesa/kelurahan dimana 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Cakupan Imunisasi Campak/Rubela pada BayiPemberian imunisasi Campak/RubelaCakupan (Jumlah dan persentase) bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan 1 dosis imunisasi campak Rubela1-1-2023 s/d 31-12-2023
Imunisasi dasar lengkap pada bayiJumlah bayi mendapat Imunisasi Dasar LengkapCakupan (Jumlah dan persentase) bayi usia 0-11 bulan yang telah mendapatkan 1 dosis imunisasi Hepatitis B0, 1 dosis imunisasi BCG, 3 dosis DPT-HB-HIB, 4 dosis imunisasi bOPV (Polio tetes/polio oral) (3 dosis imunisasi IPV di Provinsi DIY), 1 dosis imunisasi IPV (Polio suntik), dan 1 dosis imunisasi campak Rubela 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Bayi Mendapat Vitamin APemberian vitamin A dosis tinggiCakupan bayi 6-11 bulan mendapat kapsul vitamin A berwarna biru dengan kandungan dosis 100.000 Satuan Internasional (SI) di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu1-1-2023 s/d 31-12-2023
Anak Balita Mendapat Vitamin A Pemberian vitamin A dosis tinggi Cakupan anak balita umur 12-59 bulan mendapat kapsul vitamin A dosis tinggi 200.000 SI di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Balita Mendapatkan Vitamin APemberian vitamin A dosis tinggiBayi umur 6 sampai 11 bulan yang mendapat kapsul vitamin A berwarna biru dengan kandungan vitamin A sebesar 100.000 Satuan Internasional (SI) dan anak umur 12-59 bulan yang mendapat kapsul vitamin A berwarna merah dengan kandungan vitamin A sebesar 200.000 SI Pemberian vitamin A dilaksanakan pada bulan Februari dan Agustus. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Balita Memiliki Buku KIAKepemilikan buku KIABalita yang memiliki Buku KIA (berdasarkan pengakuan dari hasil anamnesis), baik bisa menunjukkan maupun tidak dapat menunjukkan Buku KIA. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Balita Dipantau Pertumbuhan dan PerkembanganPemantauan tumbung kembang balitaBalita (0-59 bulan) yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya yaitu balita yang ditimbang sedikitnya 8 kali dalam satu tahun, diukur panjang badan atau tinggi badannya sedikitnya 2 kali dalam satu tahun dan dipantau perkembangan sedikitnya 2 kali dalam satu tahun. Pemantauan perkembangan menggunakan ceklis Buku KIA atau Kuesioner Pra-Skrining Perkembangan (KPSP) atau instrument baku lainnya 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Balita ditimbang (D/S)Penimbangan Berat Badan BalitaJumlah balita ditimbang di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dibagi Jumlah balita pada wilayah dan kurun waktu yang sama1-1-2023 s/d 31-12-2023
Balita Berat Badan Kurang (BB/U)Berat badan balita kurangAnak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) memiliki Z score kurang dari -2 SD1-1-2023 s/d 31-12-2023
Balita pendek (TB/U) Tinggi badan balita kurang Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut umur (TB/U) memiliki Z score kurang dari -2 SD 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Balita Gizi Kurang (BB/TB)Status gizi balitaAnak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z score kurang dari -2 SD sampai dengan -3 SD 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Balita Gizi Buruk (BB/TB)Status gizi balitaAnak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z score kurang dari -3 SD 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Kelas 1 SD/MIPemeriksaan kesehatan siswa di sekolah SD/MIPemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 1 SD atau MI yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kader kesehatan sekolah minimal pemeriksaan status gizi (TB,BB), pemeriksaan gigi, tajam penglihatan dan tajam pendengaran 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Kelas 7 SMP/MTsPemeriksaan kesehatan siswa di sekolah SMP/MTsPemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 7 SMP atau MTs yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kader kesehatan sekolah minimal pemeriksaan status gizi (TB,BB), pemeriksaan gigi, tajam penglihatan dan tajam pendengaran. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Kelas 10 SMA/MAPemeriksaan kesehatan siswa di sekolah SMA/MAPemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 10 SMA atau MA yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kader kesehatan sekolah minimal pemeriksaan status gizi (TB,BB), pemeriksaan gigi, tajam penglihatan dan tajam pendengaran. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasarPemeriksaan kesehatan siswa di sekolahPelayanan kesehatan usia pendidikan dasar sesuai standar meliputi : 1. Skrining kesehatan. 2. Tindaklanjut hasil skrining kesehatan. yang dilakukan pada anak kelas 1 sampai dengan kelas 9 di sekolah minimal satu kali dalam satu tahun ajaran dan usia 7 sampai 15 tahun diluar sekolah. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Pelayanan Kesehatan Usia ProduktifPelayanan kesehatan pada kelompok usia 15-59 tahunSetiap warga negara usia 15 tahun sampai 59 tahun mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam bentuk edukasi dan skrining kesehatan di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun. Pelayanan kesehatan usia produktif sesuai standar meliputi: 1. Edukasi kesehatan termasuk keluarga berencana. 2. Skrining faktor risiko penyakit menular dan penyakit tidak menular. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Catin Mendapatkan Layanan KesehatanPelayanan kesehatan pada Calon PengantinCalon pengantin (catin) individu (catin laki-laki dan catin perempuan) yang mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi calon pengantin (KIE kesehatan reproduksi calon pengantin dan pemeriksaan kesehatan minimal pemeriksaan Hb dan status gizi) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Pelayanan Kesehatan Usila (60+ tahun)Pelayanan kesehatan pada LansiaPelayanan kesehatan untuk warga negara usia 60 tahun ke atas dalam bentuk edukasi dan skrining usia lanjut sesuai standar pada satu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase orang terduga TBC mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar Pelayanan terduga TBCJumlah orang terduga tuberkulosis yang mendapatkan pelayanan tuberkulosis sesuai standar di fasyankes dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah orang terduga tuberkulosis yang ada di wilayah kerja pada kurun waktu satu tahun yang sama 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Treatment Coverage TBCPengobatan penderita TBCJumlah semua kasus tuberkulosis yang ditemukan dan diobati di antara perkiraan jumlah semua kasus tuberkulosis (insiden tuberkulosis). Perkiraan jumlah semua kasus tuberkulosis dihitung dengan menggunakan pemodelan mathematic. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Cakupan penemuan kasus TBC anakPenemuan kasus TBC pada anakJumlah seluruh kasus tuberkulosis anak yang ditemukan di antara perkiraan jumlah kasus tuberkulosis anak yang ada disuatu wilayah dalam periode tertentu. Perkiraan jumlah kasus tuberkulosis anak adalah 8,3% dari perkiraan jumlah semua kasus tuberkulosis (insiden tuberkulosis) yang ada di masing-masing kabupaten/kota. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka kesembuhan BTA+Hasil pengobatan penderita TBC BTA+Pasien tuberkulosis paru dengan hasil pemeriksaan bakteriologis positif pada awal pengobatan yang hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhir pengobatan menjadi negatif dan pada salah satu pemeriksaan sebelumnya. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka pengobatan lengkap semua kasus TBCHasil pengobatan penderita TBCPasien tuberkulosis yang telah menyelesaikan pengobatan secara lengkap dimana pada salah satu pemeriksaan sebelum akhir pengobatan hasilnya negatif namun tanpa ada bukti hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhir pengobatan. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) semua kasus TBCHasil pengobatan penderita TBCJumlah pasien tuberkulosis semua kasus yang sembuh dan pengobatan lengkap diantara semua kasus tuberkulosis yang ditemukan dan diobati 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah kematian selama pengobatan tuberkulosisKematian pasien selama pengobatan TBCJumlah pasien tuberkulosis yang meninggal oleh sebab apapun selama masa pengobatan tuberkulosis1-1-2023 s/d 31-12-2023
Penemuan penderita pneumonia pada balitaPenemuan penderita Pneumonia BalitaBalita dengan pneumonia yang ditemukan dan diberikan tatalaksana sesuai standar di sarana kesehatan di satu wilayah dalam waktu satu tahun1-1-2023 s/d 31-12-2023
Puskesmas yang melakukan tatalaksana standar pneumonia min 60%Pelayanan Pneumonia sesuai standarJumlah puskesmas yang melakukan tatalaksana standar terhadap minimal 60% balita yang berkunjung dengan keluhan batuk atau kesukaran bernapas. Misanya, jika di kabupaten/kota terdapat 10 puskesmas dan yang melaksanakan tatalaksana standar minimal 60% ada 5 puskesmas, maka jumlah puskesmas yang melakukan tatalaksana standar adalah 5 puskesmas 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Kasus HIV Jumlah penemuan pasien HIV Positif HIV: (Human Immunodeficiency Virus) seseorang yang hasil pemeriksaannya HIV positif dengan pemeriksaan 3 reagen rapid test.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase ODHIV Baru Mendapat Pengobatan ARV Pengobatan Pasien HIV PositifJumlah ODHIV baru ditemukan dan mendapat pengobatan dibagi Jumlah ODHIV baru ditemukan1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase Penderita Diare pada Semua Umur Dilayani Pelayanan pasien diareJumlah penderita diare semua umur yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun dibagi Jumlah target penemuan penderita diare semua umur pada satu wilayah tertentu dalam waktu yang sama (10% dari angka kesakitan diare x jumlah penduduk) 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase Penderita Diare pada Balita DilayaniPelayanan pasien diare balitaJumlah penderita diare Balita yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun dibagi Jumlah target penemuan penderita diare Balita pada satu wilayah tertentu dalam waktu yg sama (20% dari angka kesakitan diare x jumlah Balita) 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase Ibu hamil diperiksa Hepatitis Pemeriksaan Hepatitis pada ibu hamil Jumlah Ibu hamil diperiksa Hepatitis dalam kurun satu tahun dibagi Jumlah ibu hamil dalam kurun waktu yang sama1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase Ibu hamil diperiksa Reaktif HepatitisPemeriksaan Hepatitis pada ibu hamilJumlah Ibu Hamil Terdeteksi HBsAg Reaktif dalam kurun satu tahun dibagi Jumlah Ibu hamil diperiksa HBsAg1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase Bayi dari Bumil Reakif Hepatitis DiperiksaBayi dengan ibu Reaktif HepatitisJumlah bayi dari ibu HBsAg Reaktif yang mendapatkan HBIg < 24 Jam dan HBIg = 24 Jam sejak dilahirkan dalam kurun satu tahun dibagi Jumlah Bayi yang lahir dari Ibu HBsAg Reaktif dalam kurun waktu yang sama 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB) Penderita kusta baru yang ditemukan Jumlah kasus kusta yang baru ditemukan pada kurun waktu tertentu di suatu wilayah1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR)Penderita kusta baru yang ditemukanJumlah kasus kusta yang baru ditemukan pada kurun waktu tertentu di suatu wilayah dibagi Jumlah penduduk di wilayah dan kurun waktu yang sama1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase Kasus Baru Kusta anak < 15 TahunPenderita kusta baru anak yang ditemukanJumlah penderita kusta baru (PB+MB) yang berusia <15 tahun pada wilayah dan waktu tertentu dibagi Jumlah seluruh penderita kusta (PB+MB) baru yang ditemukan pada wilayah dan kurun waktu yang sama1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase Cacat Tingkat 0 Penderita KustaKecacadan penderita kusta baru saat ditemuanJumlah penderita kusta baru tanpa cacat yang ditemukan (cacat tingkat 0) pada wilayah dan waktu tertentu dibagi Jumlah seluruh penderita kusta (PB+MB) baru yang ditemukan pada wilayah dan kurun waktu yang sama1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita KustaKecacadan penderita kusta baru saat ditemuanJumlah penderita kusta baru dengan cacat tingkat 2 pada wilayah dan waktu tertentu dibagi Jumlah seluruh penderita kusta (PB+MB) baru yang ditemukan pada wilayah dan kurun waktu yang sama1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka Cacat Tingkat 2 Penderita KustaKecacadan penderita kusta baru saat ditemuanJumlah penderita kusta baru dengan cacat tingkat 2 pada wilayah dan waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk pada wilayah dan kurun waktu yang sama x 1.000.0001-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka Prevalensi Kusta Jumlah penderita kusta di wilayah kerja Jumlah kasus kusta terdaftar (baru + lama) pada wilayah dan waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk pada wilayah dan kurun waktu yang sama x 10.0001-1-2023 s/d 31-12-2023
Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB) Hasil pengobatan penderita KustaJumlah kasus kusta baru PB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (6 blister dalam 6-9 bulan). Penderita kusta baru PB diambil dari penderita kusta baru PB yang masuk dalam kohort yang sama 1 tahun sebelumnya, misalnya: untuk mencari RFT rate PB tahun 2021, maka dapat dihitung dari penderita baru PB tahun 2020 yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB)Hasil pengobatan penderita Kusta Jumlah kasus kusta baru MB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (12 blister dalam 12-18 bulan). Penderita kusta MB merupakan penderita pada kohort yang sama, yaitu diambil dari penderita baru MB yang masuk dalam kohort yang sama 2 tahun sebelumnya, misalnya: untuk mencari RFT rate tahun 2021, maka dapat dihitung dari penderita baru tahun 2019 yang menyelesaikan pengobatan (Multi Drug Therapy/MDT) tepat waktu. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
AFP Rate (non polio) < 15 tahunPenemuan AFPJumlah kasus AFP Non Polio yang ditemukan diantara 100.000 penduduk berusia <15 tahun di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah kasus difteriPenemuan kasus DifteriJumlah kasus difteri pada wilayah dan periode tertentu1-1-2023 s/d 31-12-2023
Case fatality rate difteri Kematian akibat Difteri Jumlah penderita difteri yang meninggal pada wilayah dan periode tertentu dibagi Jumlah penderita difteri pada wilayah dan periode yang sama1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah kasus pertusisPenemuan kasus PertusisJumlah kasus pertusis pada wilayah dan periode tertentu1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah kasus tetanus neonatorumPenemuan kasus Tenanus neonaturumJumlah kasus tetanus neonaturum pada wilayah dan periode tertentu1-1-2023 s/d 31-12-2023
Case fatality rate tetanus neonatorumKematian akibat Tetanus NeonaturumJumlah penderita tetanus neonaturum yang meninggal pada wilayah dan periode tertentu dibagi Jumlah penderita tetanus neonaturum pada wilayah dan periode yang sama 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah kasus hepatitis BPenemuan kasus Hepatitis BJumlah kasus penyakit hepatitis b pada wilayah dan periode tertentu1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah kasus suspek campakPenemuan terduga CampakJumlah kasus suspek campak di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu1-1-2023 s/d 31-12-2023
Insiden rate suspek campak Jumlah penemuan terduga Campak di wilayah kerja Jumlah kasus suspek campak di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk di suatu wilayah pada kurun waktu yang sama x 100.0001-1-2023 s/d 31-12-2023
KLB ditangani < 24 jam Penanganan Kejadian Luar BiasaPenanggulangan KLB kurang dari 24 jam sejak laporan W1 diterima sampai penyelidikan dilakukan dengan catatan selain formulir W1 dapat juga berupa faximili atau telepon. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka kesakitan (incidence rate)DBDJumlah penderita DBD di wilayah kerjaJumlah kasus baru DBD pada kurun waktu tertentu dibagi Jumlah populasi pada kurun waktu yang sama1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka kematian (case fatality rate) DBDPenderita DBD meninggal dibanding jumlah penderita DBDJumlah kematian yang disebabkan DBD pada kurun waktu tahun tertentu Jumlah penderita penyakit DBD yang ditemukan pada kurun waktu yang sama 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Angka kesakitan malaria (annual parasit incidence)Jumlah penderita Malaria dibanding jumlah pendudukJumlah kasus malaria positif (dengan konfirmasi laboratorium) dalam kurun waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk di wilayah dan kurun waktu yang sama x 1.0001-1-2023 s/d 31-12-2023
Konfirmasi laboratorium pada suspek malariaHasil positif pada pemeriksaan sediaan laborat suspek MalariaJumlah sediaan darah yang dikonfirmasi laboratorium di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu1-1-2023 s/d 31-12-2023
Pengobatan standar kasus malaria positifPengobatan penderita Malaria dengan hasil laboratorium positifJumlah kasus malaria positif yang diobati sesuai standar program di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu1-1-2023 s/d 31-12-2023
Case fatality rate malariaKematian akibat penyakit Malaria dibanding jumlah semua penderita MalariaJumlah kasus meninggal karena malaria di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu dibagi Jumlah kasus malaria positif di wilayah dan kurun waktu yang sama1-1-2023 s/d 31-12-2023
Penderita kronis filariasisJumlah penderita FilariasisPenderita filariasis yang telah menunjukkan gejala klinis kronis filariasis, seperti limfedema pada tungkai atau lengan, pembesaran payudara,dan hidrokel. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Jumlah Kasus Covid-19 Jumlah penderita Covid-19 Jumlah kasus orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR atau TCM 1-1-2023 s/d 31-12-2023
CFR (Case Fatality Rate) Covid-19Jumlah kematian penderita Covid-19 Persentase jumlah kasus konfirmasi yang meninggal terhadap seluruh kasus konfirmasi 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Cakupan Total Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 Pemberian vaksinasi Covid-19 Cakupan (jumlah dan persentase) penduduk usia 6-11, 12-17, 18-59, dan >60 tahun mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis 1 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Cakupan Total Vaksinasi Covid-19 Dosis 2 Pemberian vaksinasi Covid-19 Cakupan (jumlah dan persentase) penduduk usia 6-11, 12-17, 18-59, dan >60 tahun mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis 2 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Penderita Hipertensi Mendapat Pelayanan Kesehatan pelayanan penderita HipertensiPelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita hipertensi usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun meliputi: 1. Pengukuran tekanan darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan 2. Edukasi perubahan perubahan gaya hidup dan/atau kepatuhan minum obat 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Penyandang DM mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar Pelayanan penderita DMPelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita Diabetes Melitus (DM) usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan sekunder meliputi: 1. Pengukuran gula darah dilakukan minimal satu kali sebulan di fasilitas pelayanan kesehatan; 2. Edukasi perubahan gaya hidup dan/atau nutrisi; 3. Melakukan rujukan jika diperlukan 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Pemeriksaan IVA pada perempuan usia 30-50 tahun Pemeriksaan IVA Deteksi dini dilakukan pada perempuan usia 30-50 tahun yang memiliki Riwayat hubungan seksual, deteksi dini kanker leher Rahim dengan metode IVA dan kanker payudara dengan metode SADANIS di fasyankes, minimal 80% pada sasaran penduduk di satu wilayah 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase IVA positif pada perempuan usia 30-50 tahun Hasil pemeriksaan IVA yang Positif Jumlah perempuan usia 30 - 50 tahun dengan IVA positif di suatu wilayah pada periode tertentu (kumulatif 3 tahunan) dibagi Jumlah perempuan usia 30 - 50 tahun yang dilakukan deteksi dini kanker leher rahim (IVA) dan kanker payudara (Sadanis) pada wilayah dan periode waktu yang sama 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Pemeriksaan payudara (SADANIS) pada perempuan 30-50 tahun Pemeriksaan payudara oleh nakes Pemeriksaan payudara secara manual oleh tenaga kesehatan terlatih. Deteksi dini yang dimaksud dapat dilakukan di puskesmas dan jaringannya, di dalam maupun di luar gedung. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Persentase tumor/benjolan payudara pada perempuan 30-50 tahunHasil pemeriksaan SADANISJumlah perempuan usia 30-50 tahun yang ditemukan tumor / benjolan pada payudara di suatu wilayah pada periode tertentu (kumulatif 3 tahunan) dibagi Jumlah perempuan usia 30-50 tahun yang dilakukan deteksi dini kanker leher rahim (IVA) dan kanker payudara (Sadanis) pada wilayah dan periode waktu yang sama 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa Berat Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa Berat Pelayanan sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan, berupa: pemeriksaan kesehatan jiwa (wawancara psikiatrik dan pemeriksaan status mental), memberikan informasi dan edukasi, tatalaksana pengobatan dan atau melakukan rujukan bila diperlukan. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Sarana Air Minum yang DiawasiI/ Diperiksa Kualitas Air Minumnya Sesuai Standar (Aman) Pengawasan Sarana Pengawasan eksternal yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten /Kota kepada sarana air minum yang diperiksa kualitasnya dan memenuhi syarat di antara seluruh jumlah sarana air minum yang ada.1-1-2023 s/d 31-12-2023
KK Stop BABS (SBS) Keluarga stop Buang Air Besar Sembarangan Kondisi ketika setiap KK dalam desa /kelurahan tidak lagi melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit 1-1-2023 s/d 31-12-2023
KK dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi yang LayakKeluarga mengakses Sanitasi layakKepala Keluarga yang memiliki akses sanitasi layak bersama, akses sanitasi layak sendiri, dan akses sanitasi aman.1-1-2023 s/d 31-12-2023
KK dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman Keluarga mengakses Sanitasi aman Kepala Keluarga yang menggunakan fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri menggunakan leher angsa dengan tangki septik yang disedot setidaknya sekali dalam 3-5 tahun terakhir atau terhubung ke Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL) (kriteria 1) 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Desa/ Kelurahan Stop BABS (SBS)Seluruh penduduk stop Buang Air Besar SembaranganDesa/kelurahan yang seluruh penduduknya tidak lagi melakukan praktik buang air besar sembarangan melalui proses verifikasi.1-1-2023 s/d 31-12-2023
KK Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)Perilaku CTPSKK yang sudah memiliki sarana CTPS dengan air mengalir dan sabun, dapat mempraktikkan dan mengetahui waktu kritis CTPS1-1-2023 s/d 31-12-2023
KK Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT) Pengelolaan Air Minum dan Makanan KK yang sudah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga 1-1-2023 s/d 31-12-2023
KK Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT) Pengelolaan sampah rumah tangga KK yang sudah menerapkan pengelolaan sampah rumah tangga 1-1-2023 s/d 31-12-2023
KK Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT) Pengelolaan limbah cair rumah tangga KK yang sudah menerapkan pengelolaan limbah cair rumah tangga 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Desa/ Kelurahan 5 Pilar STBM Kelurahan dengan 5 pilar STBM Desa/kelurahan yang seluruh KK nya tidak lagi melakukan praktik buang air besar sembarangan dan minimal 50% KK nya telah melaksanakan pilar pilar CTPS, PAMMRT, PSRT, dan PLCRT. 1-1-2023 s/d 31-12-2023
KK Pengelolaan Kualitas Udara dalam Rumah Tangga (PKURT) Pengelolaan kualitas udara KK yang sudah menerapkan pengelolaan kualitas udara dalma rumah tangga.1-1-2023 s/d 31-12-2023
KK Akses Rumah Sehat Akses Rumah Sehat KK yang telah melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT), Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT) dan Pengelolaan Kualitas Udara dalam Rumah Tangga (PKURT). 1-1-2023 s/d 31-12-2023
Tempat Fasilitas Umum (TFU) yang Dilakukan Pengawasan Sesuai Standar Pengawasan TFU Tempat dan Fasilitas Umum dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) meliputi sekolah, puskesmas, dan pasar.1-1-2023 s/d 31-12-2023
Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) Jasa Boga yang Memenuhi Syarat KesehatanTPP memenuhi syaratTPP yang memenuhi persyaratan higiene sanitasi yang memenuhi minimal nilai standar kesehatan (nilai hasil IKL =80)1-1-2023 s/d 31-12-2023
⬡
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
No Nama Provinsi Kabupaten/Kota
1. JAWA TIMUR NGAWI
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Lainnya, Google Form
Unit Pengumpulan Data
- Lainnya, seluruh fasker di Kab. Ngawi
◎
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, sda (4.8) Seluruh Faskes
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Ya 21 Mei 2024
Digital (Softcopy) Ya 21 Mei 2024
Data Mikro Tidak -
≡
Variabel Kegiatan
100 variabel yang diolah/dikumpulkan
Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) Jasa Boga yang Memenuhi Syarat Kesehatan
Integer • Unit
TPP yang memenuhi persyaratan higiene sanitasi yang memenuhi minimal nilai standar kesehatan (nilai hasil IKL =80)
["TPP memenuhi syarat"]Lihat →
Tempat Fasilitas Umum (TFU) yang Dilakukan Pengawasan Sesuai Standar
Integer • Unit
Tempat dan Fasilitas Umum dilakukan pengawasan sesuai standar (IKL) meliputi sekolah, puskesmas, dan pasar.
["Pengawasan TFU"]Lihat →
KK Akses Rumah Sehat
Integer • -
KK yang telah melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT), Pengelolaan Limbah Cair Rum
["Akses Rumah Sehat"]Lihat →
KK Pengelolaan Kualitas Udara dalam Rumah Tangga (PKURT)
Integer • Keluarga
KK yang sudah menerapkan pengelolaan kualitas udara dalma rumah tangga.
["Pengelolaan kualitas udara"]Lihat →
Desa/ Kelurahan 5 Pilar STBM
Integer • -
Desa/kelurahan yang seluruh KK nya tidak lagi melakukan praktik buang air besar sembarangan dan minimal 50% KK nya telah melaksanakan pilar pilar CTPS, PAMMRT, PSRT, dan PLCRT.
["Kelurahan dengan 5 pilar STBM"]Lihat →
KK Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT)
String • -
KK yang sudah menerapkan pengelolaan limbah cair rumah tangga
["Pengelolaan limbah cair rumah tangga"]Lihat →
KK Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT)
String • -
KK yang sudah menerapkan pengelolaan sampah rumah tangga
["Pengelolaan sampah rumah tangga"]Lihat →
KK Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT)
String • -
KK yang sudah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga
["Pengelolaan Air Minum dan Makanan"]Lihat →
KK Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
String • -
KK yang sudah memiliki sarana CTPS dengan air mengalir dan sabun, dapat mempraktikkan dan mengetahui waktu kritis CTPS
["Perilaku CTPS"]Lihat →
Desa/ Kelurahan Stop BABS (SBS)
String • -
Desa/kelurahan yang seluruh penduduknya tidak lagi melakukan praktik buang air besar sembarangan melalui proses verifikasi.
["Seluruh penduduk stop Buang Air Besar Sembarangan"]Lihat →
KK dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi yang Aman
String • -
Kepala Keluarga yang menggunakan fasilitas sanitasi rumah tangga milik sendiri menggunakan leher angsa dengan tangki septik yang disedot setidaknya sekali dalam 3-5 tahun terakhir
["Keluarga mengakses Sanitasi aman"]Lihat →
KK dengan Akses terhadap Fasilitas Sanitasi yang Layak
String • -
Kepala Keluarga yang memiliki akses sanitasi layak bersama, akses sanitasi layak sendiri, dan akses sanitasi aman.
["Keluarga mengakses Sanitasi layak"]Lihat →
KK Stop BABS (SBS)
String • -
Kondisi ketika setiap KK dalam desa /kelurahan tidak lagi melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit
["Keluarga stop Buang Air Besar Sembarangan"]Lihat →
Sarana Air Minum yang DiawasiI/ Diperiksa Kualitas Air Minumnya Sesuai Standar (Aman)
String • -
Pengawasan eksternal yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten /Kota kepada sarana air minum yang diperiksa kualitasnya dan memenuhi syarat di antara seluruh jumlah sarana air
["Pengawasan Sarana"]Lihat →
Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa Berat
String • -
Pelayanan sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan, berupa: pemeriksaan kesehatan jiwa (wawancara psikiatrik dan pemeriksaan status mental), memberikan informasi dan edukasi
["Pelayanan Kesehatan Orang dengan Gangguan Jiwa Berat"]Lihat →
Pemeriksaan payudara (SADANIS) pada perempuan 30-50 tahun
String • -
Pemeriksaan payudara secara manual oleh tenaga kesehatan terlatih. Deteksi dini yang dimaksud dapat dilakukan di puskesmas dan jaringannya, di dalam maupun di luar gedung.
["Pemeriksaan payudara oleh nakes"]Lihat →
Pemeriksaan IVA pada perempuan usia 30-50 tahun
String • -
Deteksi dini dilakukan pada perempuan usia 30-50 tahun yang memiliki Riwayat hubungan seksual, deteksi dini kanker leher Rahim dengan metode IVA dan kanker payudara dengan metode S
["Pemeriksaan IVA"]Lihat →
Penyandang DM mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
String • -
"Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita Diabetes Melitus (DM) usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan sekunder meliputi: 1. Pengukuran gula darah dilaku
["Pelayanan penderita DM"]Lihat →
Penderita Hipertensi Mendapat Pelayanan Kesehatan
String • -
"Pelayanan kesehatan sesuai standar kepada seluruh penderita hipertensi usia 15 tahun ke atas sebagai upaya pencegahan sekunder di wilayah kerjanya dalam kurun waktu satu tahun mel
["pelayanan penderita Hipertensi"]Lihat →
Jumlah Kasus Covid-19
Integer • -
Jumlah kasus orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR atau TCM
["Jumlah penderita Covid-19 "]Lihat →
Penderita kronis filariasis
String • -
Penderita filariasis yang telah menunjukkan gejala klinis kronis filariasis, seperti limfedema pada tungkai atau lengan, pembesaran payudara,dan hidrokel.
["Jumlah penderita Filariasis"]Lihat →
Pengobatan standar kasus malaria positif
Integer • -
Jumlah kasus malaria positif yang diobati sesuai standar program di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu
["Pengobatan penderita Malaria dengan hasil laboratorium positif"]Lihat →
Konfirmasi laboratorium pada suspek malaria
Integer • -
Jumlah sediaan darah yang dikonfirmasi laboratorium di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu
["Hasil positif pada pemeriksaan sediaan laborat suspek Malaria"]Lihat →
KLB ditangani < 24 jam
Integer • -
Penanggulangan KLB kurang dari 24 jam sejak laporan W1 diterima sampai penyelidikan dilakukan dengan catatan selain formulir W1 dapat juga berupa faximili atau telepon.
["Penanganan Kejadian Luar Biasa"]Lihat →
Jumlah kasus suspek campak
Integer • -
Jumlah kasus suspek campak di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu
["Penemuan terduga Campak"]Lihat →
Jumlah kasus hepatitis B
Integer • -
Jumlah kasus penyakit hepatitis B pada wilayah dan periode tertentu
["Penemuan kasus Hepatitis B"]Lihat →
Jumlah kasus tetanus neonatorum
Integer • -
Jumlah kasus tetanus neonaturum pada wilayah dan periode tertentu
["Penemuan kasus Tenanus neonaturum"]Lihat →
Jumlah kasus pertusis
Integer • -
Jumlah kasus pertusis pada wilayah dan periode tertentu
["Penemuan kasus Pertusis"]Lihat →
Jumlah kasus difteri
Integer • -
Jumlah kasus difteri pada wilayah dan periode tertentu
["Penemuan kasus Difteri"]Lihat →
Penderita Kusta MB Selesai Berobat (RFT MB)
Integer • -
"Jumlah kasus kusta baru MB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (12 blister dalam 12-18 bulan). Penderita kusta MB merupakan penderit
["Hasil pengobatan penderita Kusta"]Lihat →
Penderita Kusta PB Selesai Berobat (RFT PB)
Integer • -
Jumlah kasus kusta baru PB dari periode kohort satu tahun yang sama yang menyelesaikan pengobatan tepat waktu (6 blister dalam 6-9 bulan). Penderita kusta baru PB diambil dari pend
["Hasil pengobatan penderita Kusta"]Lihat →
Jumlah Kasus Baru Kusta (PB+MB)
Integer • Kasus
Jumlah kasus kusta yang baru ditemukan pada kurun waktu tertentu di suatu wilayah
["Penderita kusta baru yang ditemukan"]Lihat →
Jumlah Kasus HIV
Integer • Kasus
HIV: (Human Immunodeficiency Virus) seseorang yang hasil pemeriksaannya HIV positif dengan pemeriksaan 3 reagen rapid test.
["Jumlah penemuan pasien HIV Positif"]Lihat →
Puskesmas yang melakukan tatalaksana standar pneumonia min 60%
String • -
Jumlah puskesmas yang melakukan tatalaksana standar terhadap minimal 60% balita yang berkunjung dengan keluhan batuk atau kesukaran bernapas. Misanya, jika di kabupaten/kota terdap
["Pelayanan Pneumonia sesuai standar"]Lihat →
Penemuan penderita pneumonia pada balita
String • -
Balita dengan pneumonia yang ditemukan dan diberikan tatalaksana sesuai standar di sarana kesehatan di satu wilayah dalam waktu satu tahun
["Penemuan penderita Pneumonia Balita"]Lihat →
Jumlah kematian selama pengobatan tuberkulosis
Integer • -
Jumlah pasien tuberkulosis yang meninggal oleh sebab apapun selama masa pengobatan tuberkulosis
["Kematian pasien selama pengobatan TBC"]Lihat →
Angka kesembuhan BTA+
Float • -
Pasien tuberkulosis paru dengan hasil pemeriksaan bakteriologis positif pada awal pengobatan yang hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhir pengobatan menjadi negatif dan pada sal
["Hasil pengobatan penderita TBC BTA+"]Lihat →
Cakupan penemuan kasus TBC anak
Integer • -
Jumlah seluruh kasus tuberkulosis anak yang ditemukan di antara perkiraan jumlah kasus tuberkulosis anak yang ada disuatu wilayah dalam periode tertentu. Perkiraan jumlah kasus tub
["Penemuan kasus TBC pada anak"]Lihat →
Treatment Coverage TBC
Integer • -
Jumlah semua kasus tuberkulosis yang ditemukan dan diobati di antara perkiraan jumlah semua kasus tuberkulosis (insiden tuberkulosis). Perkiraan jumlah semua kasus tuberkulosis dih
["Pengobatan penderita TBC"]Lihat →
Pelayanan Kesehatan Usila (60+ tahun)
String • -
Pelayanan kesehatan untuk warga negara usia 60 tahun ke atas dalam bentuk edukasi dan skrining usia lanjut sesuai standar pada satu wilayah kerja dalam kurun waktu satu tahun.
["Pelayanan kesehatan pada Lansia"]Lihat →
Catin Mendapatkan Layanan Kesehatan
String • -
Calon pengantin (catin) individu (catin laki-laki dan catin perempuan) yang mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi calon pengantin (KIE kesehatan reproduksi calon pengantin dan
["Pelayanan kesehatan pada Calon Pengantin"]Lihat →
Pelayanan Kesehatan Usia Produktif
String • -
Setiap warga negara usia 15 tahun sampai 59 tahun mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar dalam bentuk edukasi dan skrining kesehatan di wilayah kerjanya dalam kurun waktu s
["Pelayanan kesehatan pada kelompok usia 15-59 tahun"]Lihat →
Pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar
String • -
Pelayanan kesehatan usia pendidikan dasar sesuai standar meliputi : 1. Skrining kesehatan. 2. Tindak lanjut hasil skrining kesehatan. yang dilakukan pada anak kelas 1 sampai dengan
["Pemeriksaan kesehatan siswa di sekolah"]Lihat →
Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Kelas 10 SMA/MA
String • -
Pemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 10 SMA atau MA yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kader kesehatan sekolah minimal pemeriksaan status gizi (TB,BB), pem
["Pemeriksaan kesehatan siswa di sekolah SMA/MA"]Lihat →
Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Kelas 7 SMP/MTs
String • -
Pemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 7 SMP atau MTs yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kader kesehatan sekolah minimal pemeriksaan status gizi (TB,BB), pem
["Pemeriksaan kesehatan siswa di sekolah SMP/MTs"]Lihat →
Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa Kelas 1 SD/MI
String • -
Pemeriksaan kesehatan terhadap peserta didik kelas 1 SD atau MI yg dilaksanakan oleh tenaga kesehatan bersama kader kesehatan sekolah minimal pemeriksaan status gizi (TB,BB), pemer
["Pemeriksaan kesehatan siswa di sekolah SD/MI"]Lihat →
Balita Gizi Buruk (BB/TB)
Integer • -
Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z score
["Status gizi balita"]Lihat →
Balita Gizi Kurang (BB/TB)
Integer • -
Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z score
["Status gizi balita"]Lihat →
Balita pendek (TB/U)
Integer • -
Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut umur (TB/U) memiliki Z score kurang dari -2 S
["Tinggi badan balita kurang"]Lihat →
Balita Berat Badan Kurang (BB/U)
Integer • -
Anak umur 0 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut umur (BB/U) memiliki Z score kurang dari -2 SD
["Berat badan balita kurang"]Lihat →
Balita ditimbang (D/S)
Integer • -
Jumlah balita ditimbang di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dibagi Jumlah balita pada wilayah dan kurun waktu yang sama
["Penimbangan Berat Badan Balita"]Lihat →
Balita Dipantau Pertumbuhan dan Perkembangan
Integer • -
Balita (0-59 bulan) yang dipantau pertumbuhan dan perkembangannya yaitu balita yang ditimbang sedikitnya 8 kali dalam satu tahun, diukur panjang badan atau tinggi badannya sedikitn
["Pemantauan tumbung kembang balita"]Lihat →
Balita Memiliki Buku KIA
Integer • -
Balita yang memiliki Buku KIA (berdasarkan pengakuan dari hasil anamnesis), baik bisa menunjukkan maupun tidak dapat menunjukkan Buku KIA.
["Kepemilikan buku KIA"]Lihat →
Balita Mendapatkan Vitamin A
Integer • -
Bayi umur 6 sampai 11 bulan yang mendapat kapsul vitamin A berwarna biru dengan kandungan vitamin A sebesar 100.000 Satuan Internasional (SI) dan anak umur 12-59 bulan yang mendapa
["Pemberian vitamin A dosis tinggi"]Lihat →
Anak Balita Mendapat Vitamin A
Integer • -
Cakupan anak balita umur 12-59 bulan mendapat kapsul vitamin A dosis tinggi 200.000 SI di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
["Pemberian vitamin A dosis tinggi"]Lihat →
Bayi Mendapat Vitamin A
Integer • -
Cakupan bayi 6-11 bulan mendapat kapsul vitamin A berwarna biru dengan kandungan dosis 100.000 Satuan Internasional (SI) di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu
["Pemberian vitamin A dosis tinggi"]Lihat →
Imunisasi dasar lengkap pada bayi
Integer • -
Cakupan (Jumlah dan persentase) bayi usia 0-11 bulan yang telah mendapatkan 1 dosis imunisasi Hepatitis B0, 1 dosis imunisasi BCG, 3 dosis DPT-HB-HIB, 4 dosis imunisasi bOPV (Polio
["Jumlah bayi mendapat Imunisasi Dasar Lengkap"]Lihat →
Cakupan Imunisasi Campak/Rubela pada Bayi
Integer • -
Cakupan (Jumlah dan persentase) bayi usia 0-11 bulan yang mendapatkan 1 dosis imunisasi campak Rubela
["Pemberian imunisasi Campak/Rubela"]Lihat →
Desa/Kelurahan UCI
Float • -
Desa/kelurahan dimana 80% dari jumlah bayi yang ada di desa tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap dalam waktu satu tahun
["Persentase Desa dengan Imunisasi Dasar Lengkap"]Lihat →
Pelayanan kesehatan bayi
String • -
Pelayanan kesehatan pada bayi minimal 4 kali yaitu satu kali pada umur 29 hari-2 bulan, 1 kali pada umur 3-5 bulan, 1 kali pada umur 6-8 bulan, dan 1 kali pada umur 9-11 bulan. Pel
["Pelayanan kesehatan bayi"]Lihat →
Bayi yang diberi ASI Eksklusif
Integer • -
Bayi usia 0 bulan sampai 5 bulan 29 hari yang diberi ASI saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin, dan mineral berdasarkan recall 24 jam
["Pemberian ASi eksklusif"]Lihat →
Kunjungan Neonatus 3 kali (KN Lengkap)
Integer • -
Bayi usia 0 bulan sampai 5 bulan 29 hari yang diberi ASI saja tanpa makanan atau cairan lain kecuali obat, vitamin, dan mineral berdasarkan recall 24 jam
["Pelayanan neonatal"]Lihat →
Kunjungan Neonatus 1 (KN 1)
Integer • -
Bayi baru lahir usia 0 - 28 hari yang mendapatkan pelayanan sesuai standar paling sedikit tiga kali dengan distribusi waktu 1 kali pada 6-48 jam, 1 kali pada hari ke 3 – hari ke 7,
["Pelayanan neonatal"]Lihat →
Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR)
Integer • -
Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram Cakupan neonatal yang mendapatkan pelayanan sesuai standar pada usia 6 jam - 48 jam setelah lahir di suatu wilayah kerja pada kurun w
["Berat badan bayi baru lahir kurang"]Lihat →
Bayi baru lahir ditimbang
Integer • -
Jumlah bayi lahir hidup yang ditimbang segera setelah lahir
["bayi lahir hidup yang ditimbang"]Lihat →
Jumlah Balita Mati
Integer • -
Kematian yang terjadi pada bayi/anak usia 0 - 59 bulan (bayi + anak balita) tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri
["Balita meninggal"]Lihat →
Jumlah Bayi Mati
Integer • -
Kematian yang terjadi pada bayi usia 0 - 11 bulan tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri
["Bayi meningggal"]Lihat →
Jumlah Kematian Neonatal
Integer • -
Kematian yang terjadi pada bayi usia 0 sampai dengan 28 hari tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan, bencana, cedera atau bunuh diri
["Neonatal meninggal"]Lihat →
Peserta KB Pasca Persalinan
String • -
Pasangan usia subur yang mulai menggunakan alat kontrasepsi segera setelah melahirkan (0-42 hari pasca melahirkan) dengan semua metode modern
["Peserta KB pasca persalinan"]Lihat →
Peserta KB Aktif Modern
String • -
Peserta KB baru dan lama yang masih aktif memakai kontrasepsi terus-menerus dengan metode modern (kondom, suntik, pil, AKDR, MOW, MOP, Implan, MAL) untuk menunda, menjarangkan keha
["Kontinuitas penggunaan kontrasepsi"]Lihat →
Bumil dengan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani
String • -
Kesakitan pada ibu hamil, ibu bersalin, dan ibu nifas yang dapat mengancam jiwa ibu dan/atau bayi.
["Penanganan komplikasi kebidanan"]Lihat →
Ibu Hamil Mengonsumsi Tablet Tambah Darah 90
Integer • -
Ibu hamil yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat yang disediakan oleh pemerintah minima
["Ibu hamil meminum Tablet Tambah Darah 90"]Lihat →
Ibu Hamil Mendapat Tablet Tambah Darah 90
String • -
Ibu hamil yang mendapatkan Tablet Tambah Darah (TTD) sekurangnya mengandung zat besi setara dengan 60 mg besi elemental dan 0,4 mg asam folat yang disediakan oleh pemerintah minima
["Pemberian Tablet Tambah Darah 90 pada Bumil"]Lihat →
Ibu hamil dengan imunisasi Td2+
Integer • -
Cakupan (jumlah dan persentase) ibu hamil yang mendapatkan imunisasi Td (Tetanus difteri) dengan interval tertentu (yang dimulai saat dan atau sebelum kehamilan) dengan memperhatik
["Ibu hamil mendapat imunisasi TD2, TD3, TD4, TD5"]Lihat →
Ibu Nifas Mendapat Vitamin A
Integer • -
Cakupan ibu nifas mendapat vitamin A Ibu yang baru melahirkan atau nifas yang mendapatkan kapsul vitamin A 200.000 SI sehingga bayinya akan memperoleh vitamin A melalui ASI di sa
["Pemberian vitamin A pada ibu nifas"]Lihat →
Pelayanan Ibu Nifas KF Lengkap
Integer • -
Cakupan Pelayanan Nifas KF Lengkap Cakupan pelayanan kepada ibu pada masa 6 jam sampai dengan 42 hari pasca bersalin sesuai standar paling sedikit 4 kali dengan distribusi waktu
["Pelayanan ibu Nifas di Faskes"]Lihat →
Persalinan di Fasyankes
String • -
Ibu bersalin yang mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar di fasilitas pelayanan kesehatan di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu
["Persalinan di Fasyankes"]Lihat →
Kunjungan Ibu Hamil (K6)
Integer • -
Kunjungan ibu hamil ke Faskes
["Kunjungan ibu hamil ke Faskes"]Lihat →
Kunjungan Ibu Hamil (K4)
Integer • -
Cakupan kunjungan ibu hamil K-4 Ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar (10T) paling sedikit empat kali, dengan distribusi pemberian pelayanan yang dianjurk
["Kunjungan ibu hamil ke Faskes"]Lihat →
Kunjungan Ibu Hamil (K1)
Integer • -
Cakupan kunjungan ibu hamil K-1 Ibu hamil yang pertama kali mendapat pelayanan antenatal sesuai standar (10T) oleh tenaga kesehatan pada masa kehamilan trimester pertama di satu w
["Kunjungan ibu hamil ke Faskes"]Lihat →
Jumlah Kematian Ibu
Integer • -
Kematian perempuan selama kehamilan atau dalam periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penanganann
["Kematian ibu akibat kehamilan"]Lihat →
Jumlah Lahir Hidup
Integer • -
Suatu kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan, dimana bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan, misal: bernafas, ada denyut jantung atau gerakan otot
["Jumlah Lahir Hidup"]Lihat →
Total anggaran kesehatan
Integer • -
Dana yang disediakan untuk penyelenggaraan upaya kesehatan yang dialokasikan melalui APBD kabupaten/kota
["Anggaran kesehatan"]Lihat →
Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
String • -
Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan adalah : Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN Masyarakat miskin dan tidak mampu yang iurannya dibiayai oleh Pemerintah Pusat melalui APBN. Pe
["Kepesertaan Jaminan Kesehatan BPJS"]Lihat →
Jumlah Tenaga Kefarmasian
Integer • -
Tenaga kefarmasian adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kefarmasian yang terdiri dari apoteker dan tenaga teknis kefarmasian sesuai dengan peraturan peru
["Ketersediaan Tenaga Kefarmasian"]Lihat →
Jumlah Tenaga Apoteker
Integer • -
Apoteker adalah Sarjana Farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker.
["Ketersediaan Tenaga Apoteker"]Lihat →
Jumlah Tenaga Teknis Kefarmasian
Integer • -
Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga yang membantu Apoteker dalam menjalankan pekerjaan kefarmasian, yang terdiri atas Sarjana Farmasi, Ahli Madya Farmasi, Analis Farmasi dan T
["Ketersediaan Tenaga Teknis Kefarmasian"]Lihat →
Jumlah Tenaga Keteknisian Medis
Integer • -
Tenaga keteknisian medis adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang keteknisian medis yang terdiri dari perekam medis dan informasi kesehatan, teknik kardiovas
["Ketersediaan Tenaga Keteknisian Medis"]Lihat →
Jumlah Tenaga Keterapian Fisik
Integer • -
Tenaga keterapian fisik adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang keterapian fisik yang terdiri dari fisioterapis, okupasi terapis, terapis wicara, dan akupun
["Ketersediaan Tenaga Keterapian Fisik"]Lihat →
Jumlah Tenaga Teknik Biomedika Lainnya
Integer • -
Tenaga teknik biomedika lainnya adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang teknik biomedika yang terdiri dari radiografer, elektromedis, fisikawan medik, radio
["Ketersediaan Tenaga Teknik Biomedika Lainnya"]Lihat →
Jumlah Ahli Teknologi Laboratorium Medik
Integer • -
Ahli Teknologi Laboratorium Medik adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan Teknologi Laboratorium Medik atau analis kesehatan atau analis medis dan memiliki kompetensi mela
["Ketersediaan Ahli Teknologi Laboratorium Medik"]Lihat →
Jumlah Tenaga Gizi
Integer • -
Tenaga gizi adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang gizi yang terdiri dari nutririonis dan dietisien sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
["Ketersediaan tenaga gizi"]Lihat →
Jumlah Tenaga Kesehatan Lingkungan
Integer • -
Tenaga kesehatan lingkungan adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kesehatan lingkungan yang terdiri dari sanitasi lingkungan, entomolog kesehatan, mikrobi
["Ketersediaan tenaga kesehatan lingkungan"]Lihat →
Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat
Integer • -
Tenaga kesehatan masyarakat adalah tenaga kesehatan yang telah memenuhi kualifikasi bidang kesehatan masyarakat yang terdiri dari epidemiolog kesehatan, tenaga promosi kesehatan d
["Ketersediaan tenaga kesehatan masyarakat"]Lihat →
Jumlah Perawat
Integer • -
Jenis tenaga keperawatan antara lain perawat kesehatan masyarakat, perawat kesehatan anak, perawat maternitas, perawat medikal bedah, perawat geriatri, dan perawat kesehatan jiwa
["Ketersediaan tenaga perawat"]Lihat →
Jumlah Bidan
Integer • Orang
Jenis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga kebidanan sebagaimana adalah bidan. Bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang telah teregistr
["Ketersediaan tenaga bidan"]Lihat →
Jumlah Dokter Gigi + Dokter Gigi Spesialis
Integer • -
Dokter gigi adalah seorang profesional terlatih yang memiliki kemampuan untuk mencegah, mendiagnosis, dan mengobati berbagai masalah kesehatan mulut dan gigi Dokter Gigi spesialis
["Ketersediaan tenaga dokter gigi / dokter gigi spesialis"]Lihat →
Jumlah Dokter Umum
Integer • Orang
Dokter umum adalah seorang dokter yang berfokus untuk menangani gejala dan penyakit pada pasien secara umum. Dokter ini juga dikenal sebagai dokter layanan tingkat pertama yang ber
["Ketersediaan tenaga dokter umum"]Lihat →
Jumlah Dokter Spesialis
Integer • Orang
Dokter spesialis adalah dokter dan dokter gigi yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran dan kedokteran gigi tertentu
["Ketersediaan tenaga dokter spesialis"]Lihat →
Posbindu PTM
Integer • -
Upaya kesehatan berbasis bersumberdaya masyarakat (UKBM) dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) melalui kegiatan skrining kesehatan/deteksi dini faktor ris
["Jumlah UKBM Posbindu PTM"]Lihat →
▤
Indikator Kegiatan
55 indikator yang dihasilkan
Angka Kematian Kasar/Gross Death Rate (GDR)
- • Kabupaten
Angka kematian umum untuk tiap-tiap 1.000 pasien keluar. Nilai GDR sebaiknya tidak lebih dari 45 per 1000. Nilai GDR dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L.
["Pasien pulang dari rumah sakit dengan status meninggal"]Lihat →
Angka Kematian Murni/Net Death Rate (NDR)
- • Kabupaten
Angka kematian = 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1.000 pasien keluar. Nilai NDR yang dianggap masih dapat ditolerir yaitu < 25 per 1000. Nilai GDR dari setiap RS dapat diper
["Pasien pulang dari rumah sakit dengan status meninggal setelah dirawat = 48 jam"]Lihat →
Bed Occupation Rate (BOR)
Persen • Kabupaten
Persentase pemakaian tempat tidur pada satu-satuan waktu tertentu. Nilai parameter BOR yang ideal adalah antara 60-85%. Nilai BOR dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS
["Persentase pemakaian tempat tidur di rumah sakit"]Lihat →
Bed Turn Over (BTO) di RS
- • Kabupaten
Frekuensi pemakaian tempat tidur pada satu periode, berapa kali tempat tidur dipakai dalam satu satuan waktu (biasanya dalam periode 1 tahun). Nilai parameter BTO yang ideal adalah
["Frekuensi pemakaian tempat tidur"]Lihat →
Turn of Interval (TOI) di RS
Hari • Kabupaten
Rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati dari saat terisi ke saat terisi berikutnya. Nilai parameter TOI yang ideal pada kisaran 1-3 hari. Nilai TOI dari setiap RS dapat diperol
["Rata-rata hari tempat tidur tidak ditempati"]Lihat →
Average Length of Stay (ALOS) di RS
Hari • Kabupaten
Rata-rata lama rawat (dalam satuan hari) seorang pasien. Nilai parameter ALOS yang ideal adalah 6-9 hari. Nilai ALOS dari setiap RS dapat diperoleh dari pelaporan SIRS Online R.L.
["Rata-rata lama rawat pasien"]Lihat →
Rasio Posyandu per 100 Balita
- • Kabupaten
Jumlah posyandu tiap 100 balita
["Ketersediaan posyandu"]Lihat →
Rasio Dokter
- • Kabupaten
Rasio Dokter umum dan Dokter spesialis per 100.000 penduduk adalah dokter umum yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan saran
["Rasio Ketersediaan tenaga dokter umum dan spesialis"]Lihat →
Rasio Dokter Gigi
- • Kabupaten
Rasio Dokter Gigi dan Dokter Gigi Spesialis per 100.000 penduduk adalah dokter gigi yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan
["Rasio Ketersediaan tenaga dokter gigi / dokter gigi spesialis"]Lihat →
Rasio Bidan per 100.000 penduduk
- • Kabupaten
Rasio tenaga kebidanan per 100.000 penduduk adalah bidan yang memberikan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan, baik di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan
["Rasio Ketersediaan tenaga bidan"]Lihat →
Rasio Perawat per 100.000 penduduk
- • Kabupaten
Rasio tenaga keperawatan per 100.000 penduduk adalah perawat yang memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas, Rumah Sakit, dan sarana pelayanan kesehatan lain di suatu wilayah per
["Rasio Ketersediaan tenaga perawat"]Lihat →
APBD Kesehatan terhadap APBD Kabupaten/Kota
- • Kabupaten
Dana yang disediakan untuk penyelenggaraan upaya kesehatan yang dialokasikan melalui APBD kabupaten/kota dibanding APBD kabupaten/kota
["Porsi anggaran kesehatan"]Lihat →
Anggaran Kesehatan per Kapita
Rupiah • Kabupaten
Jumlah anggaran yang dialokasikan oleh Pemerintah (melalui APBN, APBD, dan PHLN tanpa anggaran belanja tidak langsung) untuk biaya penyelenggaraan upaya kesehatan per kapita per ta
["Biaya kesehatan perkapita"]Lihat →
Angka Lahir Mati
- • Kabupaten
Lahir Mati Kelahiran seorang bayi dari kandungan yang berumur paling sedikit 28 minggu tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan Angka Lahir Mati Jumlah lahir mati terhadap 1.000 kel
["Jumlah bayi Lahir mati dibanding jumlah persalinan"]Lihat →
Angka Kematian Ibu (AKI)/Maternal Mortality Ratio (MMR)
kematian perseratus ribu kelahiran hidup • Kabupaten
Angka yang menggambarkan banyaknya perempuan yang meninggal dari suatu penyebab kematian yang terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan, bunuh
["Kematian Ibu/Maternal Mortality"]Lihat →
Angka Kematian Neonatal
kematian perseribu kelahiran hidup • Kabupaten
Angka yang menggambarkan banyaknya anak yang meninggal dalam periode 28 hari pertama kehidupan, pada setiap 1.000 kelahiran hidup.
["Anak", "Kelahiran Hidup"]Lihat →
Angka Kematian Bayi (AKB)/Infant Mortality Rate (IMR)
kematian perseribu kelahiran hidup • Kabupaten
Angka yang menggambarkan banyaknya kematian bayi berumur di bawah satu tahun pada setiap 1.000 kelahiran hidup.
["Kematian/Mortalitas", "Bayi"]Lihat →
Angka Kematian Balita (AKBa)/Under-Five Mortality Rate (U5MR)
kematian perseribu anak • Kabupaten
Angka yang menggambarkan banyaknya kematian anak berusia 0—4 tahun selama satu tahun tertentu pada setiap 1.000 anak dengan kelompok umur yang sama.
["Kematian/Mortalitas", "Balita"]Lihat →
Persentase orang terduga TBC mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar
Persen • Kabupaten
Jumlah orang terduga tuberkulosis yang mendapatkan pelayanan tuberkulosis sesuai standar di fasyankes dalam kurun waktu satu tahun dibagi Jumlah orang terduga tuberkulosis yang ada
["Pelayanan terduga TBC"]Lihat →
Angka pengobatan lengkap semua kasus TBC
- • Kabupaten
Pasien tuberkulosis yang telah menyelesaikan pengobatan secara lengkap dimana pada salah satu pemeriksaan sebelum akhir pengobatan hasilnya negatif namun tanpa ada bukti hasil peme
["Hasil pengobatan penderita TBC"]Lihat →
Angka keberhasilan pengobatan (Success Rate) semua kasus TBC
- • Kabupaten
Jumlah pasien tuberkulosis semua kasus yang sembuh dan pengobatan lengkap diantara semua kasus tuberkulosis yang ditemukan dan diobati
["Hasil pengobatan penderita TBC"]Lihat →
Persentase ODHIV Baru Mendapat Pengobatan ARV
Persen • Kabupaten
Jumlah ODHIV baru ditemukan dan mendapat pengobatan dibagi Jumlah ODHIV baru ditemukan
["Pengobatan Pasien HIV Positif"]Lihat →
Persentase Penderita Diare pada Semua Umur Dilayani
Persen • Kabupaten
Jumlah penderita diare semua umur yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun dibagi Jumlah target penemuan penderita diare semua
["Pelayanan pasien diare"]Lihat →
Persentase Penderita Diare pada Balita Dilayani
Persen • Kabupaten
Jumlah penderita diare Balita yang datang dan dilayani di sarana kesehatan di suatu wilayah tertentu dalam waktu satu tahun dibagi Jumlah target penemuan penderita diare Balita pad
["Pelayanan pasien diare balita"]Lihat →
Persentase Ibu hamil diperiksa Hepatitis
Persen • Kabupaten
Jumlah Ibu hamil diperiksa Hepatitis dalam kurun satu tahun dibagi Jumlah ibu hamil dalam kurun waktu yang sama
["Pemeriksaan Hepatitis pada ibu hamil"]Lihat →
Persentase Ibu hamil diperiksa Reaktif Hepatitis
Persen • Kabupaten
Jumlah Ibu Hamil Terdeteksi HBsAg Reaktif dalam kurun satu tahun dibagi Jumlah Ibu hamil diperiksa HBsAg
["Pemeriksaan Hepatitis pada ibu hamil"]Lihat →
Persentase Bayi dari Bumil Reakif Hepatitis Diperiksa
Persen • Kabupaten
Jumlah bayi dari ibu HBsAg Reaktif yang mendapatkan HBIg < 24 Jam dan HBIg = 24 Jam sejak dilahirkan dalam kurun satu tahun dibagi Jumlah Bayi yang lahir dari Ibu HBsAg Reaktif dal
["Bayi dengan ibu Reaktif Hepatitis"]Lihat →
Angka penemuan kasus baru kusta (NCDR)
- • Kabupaten
Jumlah kasus kusta yang baru ditemukan pada kurun waktu tertentu di suatu wilayah dibagi Jumlah penduduk di wilayah dan kurun waktu yang sama
["Penderita kusta baru yang ditemukan"]Lihat →
Persentase Kasus Baru Kusta anak < 15 Tahun
Persen • Kabupaten
Jumlah penderita kusta baru (PB+MB) yang berusia <15 tahun pada wilayah dan waktu tertentu dibagi Jumlah seluruh penderita kusta (PB+MB) baru yang ditemukan pada wilayah dan kurun
["Penderita kusta baru anak yang ditemukan"]Lihat →
Persentase Cacat Tingkat 0 Penderita Kusta
Persen • Kabupaten
Jumlah penderita kusta baru tanpa cacat yang ditemukan (cacat tingkat 0) pada wilayah dan waktu tertentu dibagi Jumlah seluruh penderita kusta (PB+MB) baru yang ditemukan pada wila
["Kecacadan penderita kusta baru saat ditemuan"]Lihat →
Persentase Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta
Persen • Kabupaten
Jumlah penderita kusta baru dengan cacat tingkat 2 pada wilayah dan waktu tertentu dibagi Jumlah seluruh penderita kusta (PB+MB) baru yang ditemukan pada wilayah dan kurun waktu ya
["Kecacadan penderita kusta baru saat ditemuan"]Lihat →
Angka Cacat Tingkat 2 Penderita Kusta
- • Kabupaten
Jumlah penderita kusta baru dengan cacat tingkat 2 pada wilayah dan waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk pada wilayah dan kurun waktu yang sama x 1.000.000
["Kecacatan penderita kusta baru saat ditemukan"]Lihat →
Angka Prevalensi Kusta
- • Kabupaten
Jumlah kasus kusta terdaftar (baru + lama) pada wilayah dan waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk pada wilayah dan kurun waktu yang sama x 10.000
["Jumlah penderita kusta di wilayah kerja"]Lihat →
AFP Rate (non polio) < 15 tahun
- • Kabupaten
Jumlah kasus AFP Non Polio yang ditemukan diantara 100.000 penduduk berusia <15 tahun di satu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
["Penemuan AFP"]Lihat →
Case fatality rate difteri
- • Kabupaten
Jumlah penderita difteri yang meninggal pada wilayah dan periode tertentu dibagi Jumlah penderita difteri pada wilayah dan periode yang sama
["Kematian akibat Difteri"]Lihat →
Case fatality rate tetanus neonatorum
- • Kabupaten
Jumlah penderita tetanus neonaturum yang meninggal pada wilayah dan periode tertentu dibagi Jumlah penderita tetanus neonaturum pada wilayah dan periode yang sama
["Kematian akibat Tetanus Neonaturum"]Lihat →
Insiden rate suspek campak
- • Kabupaten
Jumlah kasus suspek campak di suatu wilayah pada kurun waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk di suatu wilayah pada kurun waktu yang sama x 100.000
["Jumlah penemuan terduga Campak di wilayah kerja"]Lihat →
Angka kesakitan (incidence rate)DBD
- • Kabupaten
Jumlah kasus baru DBD pada kurun waktu tertentu dibagi Jumlah populasi pada kurun waktu yang sama
["Jumlah penderita DBD di wilayah kerja"]Lihat →
Angka kematian (case fatality rate) DBD
- • Kabupaten
Jumlah kematian yang disebabkan DBD pada kurun waktu tahun tertentu Jumlah penderita penyakit DBD yang ditemukan pada kurun waktu yang sama
["Penderita DBD meninggal dibanding jumlah penderita DBD"]Lihat →
Angka kesakitan malaria (annual parasit incidence)
- • Kabupaten
Jumlah kasus malaria positif (dengan konfirmasi laboratorium) dalam kurun waktu tertentu dibagi Jumlah penduduk di wilayah dan kurun waktu yang sama x 1.000
["Jumlah penderita Malaria dibanding jumlah penduduk"]Lihat →
Case Fatality Rate Malaria
- • Kabupaten
Jumlah kasus meninggal karena malaria di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu dibagi Jumlah kasus malaria positif di wilayah dan kurun waktu yang sama
["Kematian akibat penyakit Malaria dibanding jumlah semua penderita Malaria"]Lihat →
Cakupan Total Vaksinasi Covid-19 Dosis 1
Persen • Kabupaten
Cakupan (jumlah dan persentase) penduduk usia 6-11, 12-17, 18-59, dan >60 tahun mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis 1
["Pemberian vaksinasi Covid-19"]Lihat →
Cakupan Total Vaksinasi Covid-19 Dosis 2
Persen • Kabupaten
Cakupan (jumlah dan persentase) penduduk usia 6-11, 12-17, 18-59, dan >60 tahun mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis 2
["Pemberian vaksinasi Covid-19"]Lihat →
Persentase IVA positif pada perempuan usia 30-50 tahun
Persen • Kabupaten
Jumlah perempuan usia 30 - 50 tahun dengan IVA positif di suatu wilayah pada periode tertentu (kumulatif 3 tahunan) dibagi Jumlah perempuan usia 30 - 50 tahun yang dilakukan deteks
["Hasil pemeriksaan IVA yang Positif"]Lihat →
Persentase tumor/benjolan payudara pada perempuan 30-50 tahun
Persen • Kabupaten
Merupakan rasio dari Jumlah perempuan usia 30-50 tahun yang ditemukan tumor / benjolan pada payudara di suatu wilayah pada periode tertentu (kumulatif 3 tahunan) dibagi Jumlah pere
["Hasil pemeriksaan SADANIS"]Lihat →
Persentase Kabupaten/Kota dengan Ketersediaan Obat Esensial
persen • Puskesmas
Bagian dari populasi kabupaten/kota yang memiliki ketersediaan minimal 85% dari 40 item obat esensial.
["Kabupaten", "Kota", "Obat Esensial"]Lihat →
Jumlah Klinik
unit • Kabupaten
Banyaknya fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan yang menyediakan pelayanan medis dasar dan/atau spesialistis.
["Klinik"]Lihat →
Jumlah Puskesmas
unit • Kecamatan
Banyaknya fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif
["Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)"]Lihat →
Jumlah Rumah Sakit
unit • Kabupaten
Banyaknya institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
["Rumah Sakit"]Lihat →
Angka Kematian Ibu (AKI)/Maternal Mortality Ratio (MMR)
kematian perseratus ribu kelahiran hidup • Kabupaten
Angka yang menggambarkan banyaknya perempuan yang meninggal dari suatu penyebab kematian yang terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan, bunuh
["Kematian Ibu/Maternal Mortality"]Lihat →
Persentase Angka Melek Aksara Penduduk Umur 15 Tahun ke Atas
persen • Kabupaten
Bagian dari populasi penduduk umur 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis kalimat sederhana dengan huruf latin dan/atau huruf lainnya.
["Melek Huruf/Aksara"]Lihat →
Rasio Jenis Kelamin
laki-laki perseratus perempuan • Puskesmas
Perbandingan antara jumlah penduduk laki-laki dan jumlah penduduk perempuan pada suatu daerah dan waktu tertentu, yang biasanya dinyatakan dalam banyaknya penduduk laki-laki perser
["Jenis Kelamin"]Lihat →
Rasio Beban Tanggungan
Desimal • Kabupaten
Rasio Beban Tanggungan adalah angka yang menyatakan perbandingan antara banyaknya penduduk usia non produktif (penduduk usia dibawah 15 tahun/penduduk muda dan penduduk usia 65 tah
["Beban tanggungan\t"]Lihat →
Kepadatan Penduduk /Km2
Jiwa/Km2 • Puskesmas
Kepadatan penduduk adalah perbandingan antara jumlah penduduk dan luas daerah yang ditempati
["Kepadatan penduduk\t"]Lihat →
rata - rata jiwa / rumah tangga
Jiwa • Puskesmas
Rumah tangga terdiri dari satu atau lebih orang yang tinggal bersama-sama di sebuah tempat tinggal dan juga berbagi makanan atau akomodasi hidup, dan bisa terdiri dari satu keluarg
["Jumlah anggota keluarga\t"]Lihat →