📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
Survei Status Gizi Balita Di Kabupaten Mojokerto 2024
Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto
Statistik Sektoral
Survei
Kesehatan
6 Var
1 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Survei Status Gizi Balita Di Kabupaten Mojokerto
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-243516.003
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto
Alamat Lengkap
Jl. RA. Basuni No. 4 Sooko Kabupaten Mojokerto Jawa Timur 61361
Telepon
(0321) 321957
Faksimile
(0321) 321957
Email
datasungramdinkes@gmail.com
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Drs. Teguh Gunarko, M.si
Nama PJ Teknis
dr. Ulum Rokhmat Rokmawan, M.H
Jabatan
Kepala Dinas Kesehatan
Alamat
Jl Ra Basuni No 4 Jampirogo Soko Mojokerto
Telepon
0321321957
Faksimile
0321321957
Email
datasungramdinkes@gmail.com
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
:
Status Gizi (nutritional Status) Ialah Suatu Keadaan Yang Didapat Dari Kesimbangan Antara Kebutuhan Zat Gizi Dan Asupan Gizi Yang Berasal Dari
Makanan. Menurut World Health Organization – National Centre For Health Service (who-nchs), Asupan Gizi Diklasifikasikan Menjadi Empat, Yaitu
Gizi Baik Atau Seimbang, Gizi Lebih (overweight), Gizi Kurang Dan Gizi Buruk. Stastus Gizi Yang Baik Akan Dimiliki Seseorang Jika Asupan Gizi Baik
Yang Masuk Sesuai Dengan Kebutuhan Tubuh. Stastus Gizi Baik Akan Dimiliki Seseorang Apabila Asupan Gizi Baik Yang Masuk Sesuai Dengan
Kebutuhan Tubuh. Kekurangan Gizi Diakibatkan Oleh Kurangnya Asupan Gizi Dalam Makanan, Sebaliknya Gizi Berlebih Diakibatkan Oleh Asupan Gizi
Yang Masuk Secara Berlebihan. Dikatakan Gizi Buruk Jika Berat Badan Dibanding Umur Tidak Sesuai, Hal Tersebut Dikarenakan Energi Protein Dan
Asupan Energi Yang Masuk Kurang Dalam Tubuh Dan Hal Itu Terjadi Dalam Waktu Yang Lama. Sedangkan Status Gizi Yang Sedang Menjadi Perhatian
Utama Di Indonesia Saat Ini Yaitu Stuting Adalah Gangguang Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Akibat Kekurangan Gizi Kronis Dan Infeksi
Berulang, Yang Ditandai Dengan Panjang Atau Tinggi Badan Berada Di Bawah Standar. Berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (ssgi) Tahun
2022 Di Kabupaten Mojokerto Prevalensi Wasted Sebesar 6%, Prevalensi Underweight Sebesar 11,7%, Prevalensi Overweight Sebesar 3% Dan
Prevalensin Stunted Sebesar 11,6%. Data Tersebut Menunjukkan Bahwa Masih Adanya Permasalahan Gizi Di Kabupaten Mojokerto Yang Perlu
Dilakukan Sulveilans Gizi. Maka Dari Permasalahan Tersebut Perlu Adanya Pendataan Status Gizi Di Kabupaten Mojokerto Agar Dapat Dilakukan
Evaluasi Dan Pengambilan Kebijakan Secara Tepat Dan Cepat.
Status Gizi (nutritional Status) Ialah Suatu Keadaan Yang Didapat Dari Kesimbangan Antara Kebutuhan Zat Gizi Dan Asupan Gizi Yang Berasal Dari
Makanan. Menurut World Health Organization – National Centre For Health Service (who-nchs), Asupan Gizi Diklasifikasikan Menjadi Empat, Yaitu
Gizi Baik Atau Seimbang, Gizi Lebih (overweight), Gizi Kurang Dan Gizi Buruk. Stastus Gizi Yang Baik Akan Dimiliki Seseorang Jika Asupan Gizi Baik
Yang Masuk Sesuai Dengan Kebutuhan Tubuh. Stastus Gizi Baik Akan Dimiliki Seseorang Apabila Asupan Gizi Baik Yang Masuk Sesuai Dengan
Kebutuhan Tubuh. Kekurangan Gizi Diakibatkan Oleh Kurangnya Asupan Gizi Dalam Makanan, Sebaliknya Gizi Berlebih Diakibatkan Oleh Asupan Gizi
Yang Masuk Secara Berlebihan. Dikatakan Gizi Buruk Jika Berat Badan Dibanding Umur Tidak Sesuai, Hal Tersebut Dikarenakan Energi Protein Dan
Asupan Energi Yang Masuk Kurang Dalam Tubuh Dan Hal Itu Terjadi Dalam Waktu Yang Lama. Sedangkan Status Gizi Yang Sedang Menjadi Perhatian
Utama Di Indonesia Saat Ini Yaitu Stuting Adalah Gangguang Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Akibat Kekurangan Gizi Kronis Dan Infeksi
Berulang, Yang Ditandai Dengan Panjang Atau Tinggi Badan Berada Di Bawah Standar. Berdasarkan Hasil Survei Status Gizi Indonesia (ssgi) Tahun
2022 Di Kabupaten Mojokerto Prevalensi Wasted Sebesar 6%, Prevalensi Underweight Sebesar 11,7%, Prevalensi Overweight Sebesar 3% Dan
Prevalensin Stunted Sebesar 11,6%. Data Tersebut Menunjukkan Bahwa Masih Adanya Permasalahan Gizi Di Kabupaten Mojokerto Yang Perlu
Dilakukan Sulveilans Gizi. Maka Dari Permasalahan Tersebut Perlu Adanya Pendataan Status Gizi Di Kabupaten Mojokerto Agar Dapat Dilakukan
Evaluasi Dan Pengambilan Kebijakan Secara Tepat Dan Cepat.
Tujuan Kegiatan
Menganalisis Status Gizi Balita Di Kabupaten Mojokerto.menganalisis Penyebab Status Gizi Balita Stunting, Gizi Buruk, Wasting, Underweight, Over Weight Dan Obesitas.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 Januari 2024 - 5 Januari 2024
Desain
1 Januari 2024 - 5 Januari 2024
Pengumpulan Data
2 April 2024 - 30 Desember 2024
Pengolahan Data
23 April 2024 - 30 Desember 2024
Analisis
9 Mei 2024 - 30 Desember 2024
Diseminasi
6 Januari 2025 - 10 Januari 2025
Evaluasi
10 Januari 2025 - 15 Januari 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 6 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Tinggi Badan | Tinggi Badan | Tinggi badan balita yang diukur | Satu tahun |
| Berat Badan | Berat Badan | Berat Badan Balita yang ditimbang | Satu tahun |
| Usia Balita | Usia Balita | usia 0-59 bulan | Satu tahun |
| Jenis Kelamin | Jenis Kelamin | Tinggi badan dan berat badan pada zscore dibedakan berdasarkan jenis kelamin laki-laki dan perempuan | Satu tahun |
| Puskesmas Yang melakukan Pengukuran | Puskesmas Yang melakukan Pengukuran | Seluruh Puskesmas di Kabupaten Mojokerto sejumlah 27 Puskesmas | Satu tahun |
| Status Gizi Balita | Status Gizi Balita | Hasil Pengukuran dan penimbangan yang Di hitung zscorenya dan dilihat masuk kategori status gizinya | Satu tahun |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Bulanan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Seluruh Wilayah Indonesia
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
- Pengamatan (observasi)
- Mengisi kuesioner sendiri (swacacah)
- Pengamatan (observasi)
- Mengisi kuesioner sendiri (swacacah)
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Individu
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Single Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Nonprobabilitas
Metode yang Digunakan
QUOTA_SAMPLING
Unit Sampel
Seluruh Balita Di Kabupaten Mojokerto Yang Diukur Dan Ditimbang
Unit Observasi
Balita
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
- Kunjungan kembali (revisit)
- Kunjungan kembali (revisit)
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMP Sederajat atau Dibawahnya
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 4 orang
Pengumpul data/enumerator : 7599 orang
Pengumpul data/enumerator : 7599 orang
Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
6 variabel yang diolah/dikumpulkan
Status Gizi Balita
interger • Jiwa
["Status Gizi Anak"]Lihat →
Puskesmas Yang melakukan Pengukuran
String • Puskesmas
["Puskesmas Yang melakukan Pengukuran"]Lihat →
Jenis Kelamin
String • -
["Jenis Kelamin"]Lihat →
Usia Balita
Interger • -
["anak-anak yang berusia 0–59 bulan atau 0–5 tahun"]Lihat →
Berat Badan
integer • -
["Berat Badan dalam Kilogram"]Lihat →
Kategori Indeks Panjang Badan atau Tinggi Badan
Floating Point • -
["Stunting"]Lihat →
Indikator Kegiatan
1 indikator yang dihasilkan