← Kembali ke Daftar
β—ˆ
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
KOMPILASI PRODUK ADMINISTRASI DATA KONDISI JARINGAN IRIGASI/PENGAIRAN DI KABUPATEN PURBALINGGA
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Pembangunan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-24.3303.032
βŒ‚
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Tata Ruang Kabupaten Purbalingga
Alamat Lengkap
Jl. Raya Purbaligga - Kaligondang Km. 2
Telepon
(0281) 893158
Faksimile
(0281) 895767
Email
dpupr@purbalinggakab.go.id
βš‘
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Nama PJ Teknis
Buang Sudirman, ST
Jabatan
Kepala Bidang Sumber Daya Air
Alamat
Jl. Raya Purbalingga - Kaligondang Km.2 Purbalingga
Telepon
(0281) 893158
Faksimile
(0281) 895767
Email
dpupr@purbalinggakab.go.id
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Pertanian di Kabupaten Purbalingga sebagian besar bergantung pada irigasi sebagai sumber air untuk tanaman. Ketersediaan air yang cukup dan terencana adalah faktor utama dalam menjamin pertumbuhan dan hasil yang optimal.Β Manajemen air yang efisien menjadi kunci dalam menghadapi tantangan fluktuasi iklim dan keberlanjutan sumber daya alam. Kompilasi produk bertujuan menyusun data untuk mendukung kebijakan dan tindakan yang mengarah pada manajemen air yang efektif dan berkelanjutan.Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2015 Tahun 2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi menjadi landasan penting dalam mengatur pengelolaan sumber daya air di Indonesia, termasuk di Kabupaten Purbalingga. Selain itu, Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Purbalingga Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pencabutan Peraturan Daerah Kabupaten Purbalingga Nomor 17 Tahun 2013 tentang Irigasi menandai perubahan dalam regulasi lokal terkait irigasi. Implementasi kedua peraturan ini di Kabupaten Purbalingga memperlihatkan pergeseran dalam pendekatan pengelolaan jaringan irigasi/pengairan, yang secara langsung mempengaruhi kompilasi data serta strategi pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut.Pemahaman kondisi jaringan irigasi memungkinkan untuk mengantisipasi dan merespons perubahan kondisi iklim yang mungkin mempengaruhi pasokan air. Dengan pemahaman yang baik tentang kondisi jaringan irigasi, penggunaan lahan pertanian dapat dioptimalkan. Hal ini mendukung diversifikasi tanaman dan peningkatan produktivitas lahan pertanian.Dengan memahami latar belakang ini, kompilasi produk administrasi data kondisi jaringan irigasi/pengairan di Kabupaten Purbalingga diharapkan dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mendukung keberlanjutan pertanian, manajemen air yang berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat pertanian di wilayah tersebut.
Tujuan Kegiatan
Mendokumentasikan kondisi infrastrukturMengidentifikasi titik-titik rawan/bermasalahPembangunan infrastruktur yang berkelanjutanPemantauan dan evaluasi berkelanjutanPengambilan keputusan berbasis data
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
12 Juni 2024 - 12 Juni 2024
Desain
12 Juni 2024 - 12 Juni 2024
Pengumpulan Data
6 Agustus 2024 - 30 Agustus 2024
Pengolahan Data
2 September 2024 - 31 Oktober 2024
Analisis
4 November 2024 - 5 November 2024
Diseminasi
4 November 2024 - 5 November 2024
Evaluasi
4 November 2024 - 5 November 2024
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 11 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Jaringan Irigasi Non TeknisJaringan Irigasi Non TeknisJaringan Irigasi yang memperoleh pengairan jaringan irigasinya masih sederhana dan saluran pemberi terpisah dari saluran pembuang agar penyediaan dan pembagian irigasi dapat sepenuhnya diatur dengan mudah.31 Desember 2024
Kondisi Jaringan Irigasi Non TeknisKondisi Jaringan Irigasi Non TeknisKondisi jaringan Irigasi non teknis yang diklasifikasikan menjadi saluran kondisi baik, sedang, rusak ringan, rusak berat. 31 Desember 2024
Jaringan Irigasi TeknisJaringan Irigasi TeknisIrigasi dimana pengairannya bisa diatur dan diukur. Sistem pengairan ini dilengkapi dengan pintu untuk mengatur keluar masuk air31 Desember 2024
Saluran Irigasi PrimerSaluran Irigasi PrimerBagian dari jaringan irigasi yang terdiri dari bangunan utama, saluran induk/ primer, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya.31 Desember 2024
Kondisi Saluran Irigasi PrimerKondisi Saluran Irigasi PrimerKondisi saluran Irigasi primer yang diklasifikasikan menjadi saluran kondisi baik, sedang, rusak ringan, rusak berat.31 Desember 2024
Saluran Irigasi SekunderSaluran Irigasi SekunderJaringan irigasi yang terdiri dari saluran sekunder, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi-sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya.31 Desember 2024
Kondisi Saluran Irigasi SekunderKondisi Saluran Irigasi SekunderJaringan irigasi yang terdiri dari saluran sekunder, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi-sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya31 Desember 2024
BendungBendungBangunan yang dibangun melintang sungai sehingga dapat membelokkan air menuju jaringan irigasi. Adanya bendung akan membentuk genangan pada hulu bangunan, selain itu bendung juga dapat berfungsi sebagai penghalang banjir31 Desember 2024
Daerah Irigasi/ Bangunan IrigasiDaerah Irigasi/ Bangunan IrigasiBangunan yang berfungsi untuk membagi air irigasi dari satu saluran kedalam dua atau lebih saluran. Contohnya pada saluran dari bendung dibawa oleh saluran primer, kemudian terdapat bangunan bagi yang membagi saluran tersebut menjadi saluran sekunder kanan dan saluran sekunder kiri. Kondisi bangunan Irigasi hanya membagi saluran kedalam satu saluran sekunder, sedangkan saluran pada lengan yang lain tetap merupakan sebagai saluran primer31 Desember 2024
Daerah IrigasiDaerah IrigasiKesatuan lahan yang mendapat air dari satu jaringan irigasi.31 Desember 2024
Daerah Irigasi yang Terlayani Jaringan Irigasi Daerah Irigasi yang Terlayani Jaringan Irigasi Area yang menerima manfaat atau pelayanan dari sistem jaringan irigasi 31 Desember 2024
⬑
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
No Nama Provinsi Kabupaten/Kota
1. JAWA TENGAH PURBALINGGA
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Lainnya, Rekap Kondisi Jaringan Irigasi
Unit Pengumpulan Data
- Lainnya, Kabupaten
β—Ž
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Lainnya, Asistensi Penilaian jaringan irigasi saluran kondisi baik, sedang, rusak ringan, rusak berat
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, Kabupaten
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Ya 5 November 2024
Digital (Softcopy) Ya 5 November 2024
Data Mikro Tidak -
≑
Variabel Kegiatan
11 variabel yang diolah/dikumpulkan
Daerah Irigasi yang Terlayani Jaringan Irigasi
Float β€’ Persen
Area yang menerima manfaat atau pelayanan dari sistem jaringan irigasi
["Irigasi"]Lihat β†’
Daerah Irigasi
Float β€’ ha
Kesatuan lahan yang mendapat air dari satu jaringan irigasi.
["Irigasi"]Lihat β†’
Daerah Irigasi/ Bangunan Irigasi
Integer β€’ Unit
Bangunan yang berfungsi untuk membagi air irigasi dari satu saluran kedalam dua atau lebih saluran. Contohnya pada saluran dari bendung dibawa oleh saluran primer, kemudian terdapa
["Daerah Irigasi", "Bangunan Irigasi"]Lihat β†’
Bendung
Integer β€’ unit
Bangunan yang dibangun melintang sungai sehingga dapat membelokkan air menuju jaringan irigasi. Adanya bendung akan membentuk genangan pada hulu bangunan, selain itu bendung juga d
["Bendung"]Lihat β†’
Kondisi Saluran Irigasi Sekunder
Float β€’ meter
Jaringan irigasi yang terdiri dari saluran sekunder, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi-sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya
["Saluran Irigasi", "Saluran Irigasi Kondisi Baik", "Salutan Irigasi Kondisi Sedang", "Saluran Irigasi Kondisi Rusak Ringan", "Saluran Irigasi Kondisi Rusak Berat"]Lihat β†’
Saluran Irigasi Sekunder
Float β€’ Meter
Jaringan irigasi yang terdiri dari saluran sekunder, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi-sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya.
["Saluran Irigasi"]Lihat β†’
Kondisi Saluran Irigasi Primer
Float β€’ Meter
Kondisi saluran Irigasi primer yang diklasifikasikan menjadi saluran kondisi baik, sedang, rusak ringan, rusak berat.
["Saluran Irigasi", "Saluran Irigasi Kondisi Baik", "Saluran Irigasi Kondisi Sedang", "Saluran Irigasi Kondisi Rusak Ringan", "Saluran Irigasi Kondisi Rusak Berat"]Lihat β†’
Saluran Irigasi Primer
Float β€’ Meter
Bagian dari jaringan irigasi yang terdiri dari bangunan utama, saluran induk/ primer, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagisadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengk
["Saluran Irigasi"]Lihat β†’
Jaringan Irigasi Teknis
Float β€’ meter
Irigasi dimana pengairannya bisa diatur dan diukur. Sistem pengairan ini dilengkapi dengaan pintu untuk mengatur keluar masuk air
["Jaringan Irigasi"]Lihat β†’
Kondisi Jaringan Irigasi Non Teknis
Float β€’ Meter
Kondisi jaringan Irigasi non teknis yang diklasifikasikan menjadi saluran kondisi baik, sedang, rusak ringan, rusak berat.
["Jaringan Irigasi", "Saluran kondisi baik", "Saluran Kondisi Sedang", "Saluran Kondisi Rusak Ringan", "Saluran Kondisi Rusak Berat"]Lihat β†’
Jaringan Irigasi Non Teknis
Float β€’ Meter
Jaringan Irigasi yang memperoleh pengairan jaringan irigasinya masih sederhana dan saluran pemberi terpisah dari saluran pembuang agar penyediaan dan pembagian irigasi dapat sepenu
["Jaringan Irigasi"]Lihat β†’
β–€
Indikator Kegiatan
13 indikator yang dihasilkan
Panjang Saluran Irigasi Primer Berdasarkan Kondisinya
meter β€’ Kabupaten
Panjang Saluran Irigasi Primer Kondisi Baik : Jarak total saluran utama yang digunakan untuk mengalirkan air irigasi dari sumber air utama ke area pertanian yang membutuhkan irigas
["Saluran Irigasi Primer Berdasarkan Kondisinya"]Lihat β†’
Panjang Saluran Irigasi Sekunder Berdasarkan Kondisinya
meter β€’ Kabupaten
Saluran Irigasi Sekunder Kondisi Baik : Saluran irigasi yang berfungsi dengan baik dan mampu mengalirkan air irigasi secara efisien ke lahan pertanian yang membutuhkan. Saluran Iri
["Saluran Irigasi Sekunder Berdasarkan Kondisinya"]Lihat β†’
Persentase Luas Oncoran Air Irigasi
Persen β€’ Kabupaten
Perbandingan cakupan air dengan luas area irigasi kewenangan Kabupaten
["Luas Oncoran Air Irigasi"]Lihat β†’
Cakupan Daerah Irigasi yang Terlayani Jaringan Irigasi (Indeks Kinerja Sistem Irigasi)
Persen β€’ Kabupaten
Perbandingan luas daerah irigasi yang terlayani jaringan irigasi dengan luas daerah irigasi
["Cakupan Daerah Irigasi yang Terlayani Jaringan Irigasi"]Lihat β†’
Luas Daerah Irigasi yang Terlayani Jaringan Irigasi/ Luas Areal Irigasi Kabupaten
Ha β€’ Kabupaten
Luas lahan sawah fungsional yang merupakan bagian dari luas potensial yang telah dilayani dengan jaringan jaringan irigasi tersier sehingga jaringan irigasi yang sudah ada berfungs
["Luas Daerah Irigasi yang Terlayani Jaringan Irigasi"]Lihat β†’
Luas Daerah Irigasi/ Cakupan Air
Ha β€’ Kabupaten
Luas daerah irigasi yang bangunan pengambilan dan bangunan bagi/sadap dilengkapi dengan alat pengatur pembagian air dan alat ukur, sehingga air air irigasi yang dialirkan dapat dia
["Luas Daerah Irigasi"]Lihat β†’
Jumlah Daerah Irigasi/ Bangunan Irigasi
Unit β€’ Kabupaten
Bangunan yang berfungsi untuk membagi air irigasi dari satu saluran kedalam dua atau lebih saluran.Contohnya pada saluran dari bendung dibawa oleh saluran primer, kemudian terdapat
["Bangunan Irigasi"]Lihat β†’
Jumlah Bendung
Unit β€’ Kabupaten
Bangunan yang dibangun melintang sungai sehingga dapat membelokkan air menuju jaringan irigasi. Adanya bendung akan membentuk genangan pada hulu bangunan, selain itu bendung juga d
["Bendung"]Lihat β†’
Panjang Saluran Irigasi Sekunder
Meter β€’ Kabupaten
Jaringan irigasi yang terdiri dari saluran sekunder, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagi-sadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengkapnya
["Saluran Irigasi Sekunder"]Lihat β†’
Panjang Saluran Irigasi Primer
Meter β€’ Kabupaten
Bagian dari jaringan irigasi yang terdiri dari bangunan utama, saluran induk/ primer, saluran pembuangannya, bangunan bagi, bangunan bagisadap, bangunan sadap, dan bangunan pelengk
["Saluran Irigasi Primer"]Lihat β†’
Panjang Jaringan Irigasi Teknis
meter β€’ Kabupaten
Irigasi dimana pengairannya bisa diatur dan diukur. Sistem pengairan ini dilengkapi dengaan pintu untuk mengatur keluar masuk air
["Jaringan Irigasi Teknis"]Lihat β†’
Panjang Jaringan Irigasi Non Teknis berdasarkan Kondisinya
meter β€’ Kabupaten
Kondisi Baik: Jarak total saluran irigasi yang tidak menggunakan teknologi modern atau konstruksi yang rumit, tetapi tetap berfungsi dengan baik untuk mengalirkan air irigasi denga
["Jaringan Irigasi", "Saluran Kondisi Baik", "Saluran Kondisi Sedang", "Saluran Kondisi Rusak Ringan", "Saluran Kondisi Rusak Berat"]Lihat β†’
Panjang Jaringan Irigasi Non Teknis
meter β€’ Kabupaten
Jaringan irigasi yang memperoleh pengairan jaringan irigasinya masih sederhana dan saluran pemberi terpisah dari saluran pembuang agar penyediaan dan pembagian irigasi dapat sepenu
["Jaringan Irigasi Non Teknis"]Lihat β†’