π DETAIL METADATA KEGIATAN
PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN PEMUDA KABUPATEN BLITAR TAHUN 2023 2023
Dinas Kepemudaan dan Olahraga
Statistik Sektoral
Kompilasi Produk Administrasi
Demografi dan Kependudukan
5 Var
1 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
PENYUSUNAN INDEKS PEMBANGUNAN PEMUDA KABUPATEN BLITAR TAHUN 2023
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Demografi dan Kependudukan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
K-23.3505.017
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Kepemudaan dan Olahraga
Alamat Lengkap
JL. A. Yani no.11 BLITAR.
Telepon
(0342) 801025
Faksimile
(0342) 801025
Email
dispora@blitarkab.go.id
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Kepala dinas kepemudaan dan olahraga
Nama PJ Teknis
Eko Yudhi Prasetyo, S.Sos, MM
Jabatan
Kepala Bidang Kepemudaan
Alamat
Jl. Dr. Sutomo No. 88 Kota Blitar
Telepon
081334996665
Faksimile
-
Email
ekyudh.prasetyo@gmail.com
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
1. Usaha dalam meningkatkan kualitas kepemuda selain merupakan amanat konstitusional juga merupakan bagian dari agenda strategis terutama dalam rangka mengelola bonus demografi Indonesia. Dalam kerangka konstitusional, berdasarkan Undang-Undang Nomer 40 Tahun 2009 khususnya pada pasal 10, disebutkan bila pemerintah daerah mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kepemudaan dalam rangka penajaman, koordinasi, dan sinkronisasi program pemerintah. Adapun tugas yang dimaksud melingkupi sejumlah hal seperti perumusan dan penetapan kebijakan, koordiasi dan sinkronisasi, pengelolaan barang maupun pengawasan. Selain itu, pemenuhan kebutuhan pembangunan pemuda merupakan hal strategis dan penting bagi Indonesia. Sebab itu, pembangunan kualitas pemuda kemudian juga tertuang dalam RPJMN 2020-2024 sebagai bagian dari Prioritas Nasional ke-3 dalam rangka Meningkatkan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing. Kerangka pembangunan manusia yang berkualitas dan berdaya saing ditujukan untuk menciptakan manusia yang sehat, cerdas, adaptif, kreatif, inovatif, terampil dan bermartabat. Secara khusus, kebijakan dan strategi peningkatan kualitas pemuda diarahkan pada tiga hal; diantaranya 1) Penguatan Kapasitas Kelembagaan; 2) Peningkatan Partisipasi Aktif Sosial dan Politik Pemuda; dan 3) Pencegahan Perilaku Berisiko pada PemudaDalam cakupan yang lebih luas, tuntutan terhadap pembangunan pemuda ini semakin tinggi dengan keterlibatan Indonesia pada tren pembangunan dalam kesepakatan global sejak 2015 lalu yang juga dikenal sebagai agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TBP)/ Sustainanble Development Goals (SDGs). Menyangkut hal tersebut telah disepakati setidaknya 13 da?ar prioritas tujuan SDG dengan pemuda sebagai target prioritasnya. Dengan hal itu, upaya pembangunan pemuda menjadi sangat krusial untuk dilakukan. Dalam rangka memperkuat upaya pembangunan kepemudaan tersebut pemerintah pada tahun 2017 kemudian menerbitkan Perpres No 66 Tahun 2017 Tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan. Perpres itu muncul atas pertimbangan bahwa pembangunan kepemudaan memegang peran strategis dalam pembangunan ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, politik serta kebangsaan, dan etika bangsa. Adapun sebagai tujuanya, untuk meningkatkan efektivitas, sinkronisasi dan harmonisai program, kegiatan, dan kajian penyelenggatraan pelayanan Kepemudaan. Sejalan dengan hal tersebut, maka pada tahun 2017, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/BAPPENAS bersama-sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga ditahun yang sama meluncurkan suatu kerangka kerja dalam bentuk Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) atau Youth Development Index sebagai suatu acuan informasi mengenai kondisi pembangunan pemuda di seluruh di Indonesia yang telah dilakukan. Indeks ini dikembangkan dengan tujuan membantu pemerintah dan pemangku kepentingan lainya di tingkat nasional dan daerah untuk meninjau keefektifan kebijakan dan program saat ini yang berkaitan dengan pemuda, terutama yang sejalan dengan pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TBP) di Indonesia. Dalam indeks itu, memuat capaian 15 indikator pembangunan kepemudaan pada 2015 dan 2016 yang dituangkan dalam lima domain utama. Kelima domain tersebut yakni, pendidikan kesehatan dan kesejahteraan, kesempatan dan lapangan kerja, kepemimpinan dan partisipasi, serta gender dan diskriminasi. Kabupaten Blitar dapat disebut sebagai salah satu daerah dengan potensi pemuda yang cukup melimpah. Data terbaru menunjukkan bila proporsi penduduk Kabupaten blitar dengan usia pemuda berjumlah sebesar 185.128 jiwa atau 15,05% dari total jumal penduduk tahun 2020. Jumlah tersebut terhitung cukup besar dan dapat menjadi asset yang potensial bila dimanfaatkan dengan baik. Namun secara umum, kondisi pembangunan pemuda di Kabupaten Blitar terutama dalam sudut pandang sejumlah dimensi Indeks Pembangunan Pemuda masih perlu mendapatkan penguatan. Hal tersebut terefleksikan dalam sejumlah hal, salah satunya, dalam tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang dimiliki Kabupaten Blitar masih cukup tinggi. Tercatat bila dalam kurun waktu empat tahun terakhir jumlahnya masih cukup tinggi dimana tahun 2017 angka TPT yang berjumlah 2,99% meningkat menjadi 3,38% pada tahun 2018. Meskipun pada tahun 2019 TPT menurun menjadi 3,11% Kembali meningkat menjadi 3,82% di tahun 2020. Hal tersebut linier dengan jumlah pengangguran secara umum, dimana tahun 2018 jumlahnya sebesar 21.886 jiwa menjadi 20.543 jiwa pada tahun 2019. Di tahun 2020 seiring dengan adanya pandemi maka jumlah pengangguran juga bertambah sebanyak 4000 orang dengan total berjumlah 25.134 jiwa. Meskipun kondisi ini dipengaruhi oleh banyak aspek, namun dalam konteks upaya pembangunan pemuda kondisi tersebut belum cukup mendukung Membangun pemuda tidak saja persoalan membangun individu pemuda itu sendiri, namun juga memastikan lingkungan sekitar yang menjadi sumber penghidupan maupun pengaruh bagi mereka juga dalam kondisi yang mendukung. Maka pembangunan pemuda menuntut perhatian secara lintas bidang dengan sejumlah aspek, seperti Pendidikan, Kesehatan, kesejahteraan, pekerjaan, partisipasi, politik, dan kesetaraan gender Berdasarkan hal itu, untuk mendapatkan gambaran lebih komprehensif tentang pembangunan pemuda di Kabupaten Blitar maka perlu kiranya menyusun Indeks Pembangunan Pemuda yang secara khusus memotret kondisi pembangunan pemuda di Kabupaten Blitar tahun 2023. Dengan hal itu, kajian dengan judul βPenyusunan Indeks Pembangunan Pemuda Kabupaten Blitar Tahun 2023β ini dirasa penting untuk dilakukan
Tujuan Kegiatan
Penelitian tersebut bertujuan untuk melakukan penyusunan Indeks Pembangunan Pemuda Kabupaten Blitar sebagai instrument penting dalam memperoleh gambaran kondisi kepemudaan secara komprehensif. Adapun yang menjadi tujuan kajian ini dilakukan adalah memperoleh gambaran kondisi pembangunan pemuda di Kabupaten Blitar
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
23 November 2023 - 24 November 2023
Desain
24 November 2023 - 25 November 2023
Pengumpulan Data
25 November 2023 - 2 Desember 2023
Pengolahan Data
3 Desember 2023 - 9 Desember 2023
Analisis
10 Desember 2023 - 16 Desember 2023
Diseminasi
17 Desember 2023 - 19 Desember 2023
Evaluasi
20 Desember 2023 - 22 Desember 2023
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 5 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Rata-Rata Lama Sekolah | Lama sekolah | Rata-rata lama sekolah (RLS) merupakan rata-rata jumlah tahun yang ditempuh oleh penduduk berumur 16-30 tahun untuk menempuh semua jenjang pendidikan yang pernah dijalani | tahunan |
| Angka Kesakitan Pemuda | Kesakitan pemuda | Angka kesakitan pemuda adalah persentase pemuda umur 16-30 tahun yang mengalami masalah kesehatan sehingga mengganggu kegiatan/aktivitas sehari-hari selama satu bulan terakhir dalam kelompok umur 16-30 tahun | tahunan |
| Pemuda Wirausaha Kerah Putih/White Collar | Pemuda Wirausaha Kerah Putih | persentase penduduk umur 16-30 tahun yang bekerja dengan status berusaha sendiri, dan berusaha dibantu buruh tidak tetap, dan berusaha dibantu buruh tetap, dan jenis jabatan white collar (tenaga professional atau teknisi; kepemimpinan atau ketatalaksanaan; pejabat pelaksana atau tenaga tata usaha) yang dibagi dengan jumlah pemuda umur 16- 30 tahun | tahunan |
| Partisipasi Pemuda dalam Kegiatan Sosial Kemasyarakatan | Partisipasi Pemuda | Persentase pemuda umur 16 β 30 tahun yang mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan dalam tiga bulan terakhir dalam kelompok umur 16-30 tahun | tahunan |
| Perkawinan Usia Anak | Perkawinan usia anak | Persentase pemuda perempuan berumur 20-24 tahun yang saat perkawinan pertamanya berumur di bawah 18 tahun dalam kelompok perempuan pernah kawin umur 20-24 tahun | tahunan |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | JAWA TIMUR | BLITAR |
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
- Mengisi kuesioner sendiri (swacacah)
- Pengumpulan data sekunder
- Mengisi kuesioner sendiri (swacacah)
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Lainnya, link google form
Unit Pengumpulan Data
- Individu
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Kunjungan kembali (revisit)
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif dan Inferensia
Unit Analisis
- Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
5 variabel yang diolah/dikumpulkan
Perkawinan Usia Anak
Bilangan pecahan (floating point) β’ -
["Perkawinan Usia Anak\t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t"]Lihat β
Partisipasi Pemuda dalam Kegiatan Sosial Kemasyarakatan
Bilangan pecahan (floating point) β’ -
["Partisipasi pemuda\t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t"]Lihat β
Pemuda Wirausaha Kerah Putih/White Collar
Bilangan pecahan (floating point) β’ -
["Pemuda Wirausaha Kerah Putih/White Collar \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t"]Lihat β
Angka Kesakitan Pemuda
Bilangan pecahan (floating point) β’ -
["Kesakitan pemuda\t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t"]Lihat β
Rata-Rata Lama Sekolah
Bilangan pecahan (floating point) β’ -
["lama sekolah\t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t \t\t\t\t"]Lihat β
Indikator Kegiatan
1 indikator yang dihasilkan