📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
Survei Harga Properti Perumahan 2023
Direktorat Statistik Harga
Statistik Dasar
Survei
Harga dan Paritas Daya Beli
15 Var
1 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Survei Harga Properti Perumahan
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Harga dan Paritas Daya Beli
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Dasar
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
-
Alamat Lengkap
-
Telepon
-
Faksimile
-
Email
-
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa
Eselon 2
Direktorat Statistik Harga
Nama PJ Teknis
Dewi Sri Takarini
Jabatan
Ketua Tim Bidang Statistik Harga Konstruksi
Alamat
Jl. Dr. Sutomo No.6-8, Gedung 2 Lantai 5, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon
(62-21) 3841195, ext: 6220
Faksimile
(62-21) 3857046
Email
takarini@bps.go.id
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Peningkatan jumlah rumah tangga di Indonesia sejak tahun 2007 menyebabkan kebutuhan papan di Indonesia juga meningkat. Meskipun kelebihan kebutuhan riil rumah (backlog) tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2010 dari 13,5 juta unit menjadi 11,4 juta (Kemenpera, 2017), namun tuntutan penyediaan rumah terus menjadi perhatian pemerintah. Proyek penyediaan sejuta rumah dari pemerintah ikut mendorong kebutuhan ketersediaan data backlog yang diiringi tuntutan untuk menjaga stabilitas pasar properti.
Stabilitas pasar properti dapat dilihat dari daya serap pasar, peningkatan tingkat hunian, serta terkendalinya harga properti. Semakin banyaknya permintaan perumahan mendorong developer membangun perumahan di berbagai wilayah dengan berbagai pilihan spesifikasi rumah dengan kisaran harga tertentu. Jika ketersediaan penawaran rumah tidak sebanding dengan permintaan rumah, maka akan mendorong kenaikan harga antar periode waktu.
Harga rumah dapat dipengaruhi beberapa variabel, misalnya: lokasi, tipe bangunan, harga bahan kontruksi, dan lainnya. Harga rumah yang beragam dan cenderung meningkat tersebut menarik untuk dipantau secara periodik dan dihitung indeks harganya.
Hasil Survei Harga Properti Perumahan (SHPP) digunakan untuk menghitung Indeks Harga Properti Perumahan (IHPP) yang merupakan salah satu indikator untuk melihat pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang properti. Selain itu, IHPP digunakan sebagai deflator pembentukan modal tetap bruto dalam neraca nasional.
BPS melakukan Survei Harga Properti Perumahan (SHPP) Tahun 2015 dengan cakupan 12 (dua belas) kota. Pada triwulan III Tahun 2016 cakupan SHPP ditingkatkan menjadi 20 (dua puluh) kota yaitu Medan, Pematang Siantar, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Bekasi, Serang, Tangerang, Semarang, Tegal, Surabaya, Malang, Denpasar, Pontianak, Singkawang, Samarinda, Balikpapan, Makassar, dan Pare-Pare. Pada tahun 2018, cakupan diperluas di 42 kota di 34 provinsi.
Stabilitas pasar properti dapat dilihat dari daya serap pasar, peningkatan tingkat hunian, serta terkendalinya harga properti. Semakin banyaknya permintaan perumahan mendorong developer membangun perumahan di berbagai wilayah dengan berbagai pilihan spesifikasi rumah dengan kisaran harga tertentu. Jika ketersediaan penawaran rumah tidak sebanding dengan permintaan rumah, maka akan mendorong kenaikan harga antar periode waktu.
Harga rumah dapat dipengaruhi beberapa variabel, misalnya: lokasi, tipe bangunan, harga bahan kontruksi, dan lainnya. Harga rumah yang beragam dan cenderung meningkat tersebut menarik untuk dipantau secara periodik dan dihitung indeks harganya.
Hasil Survei Harga Properti Perumahan (SHPP) digunakan untuk menghitung Indeks Harga Properti Perumahan (IHPP) yang merupakan salah satu indikator untuk melihat pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang properti. Selain itu, IHPP digunakan sebagai deflator pembentukan modal tetap bruto dalam neraca nasional.
BPS melakukan Survei Harga Properti Perumahan (SHPP) Tahun 2015 dengan cakupan 12 (dua belas) kota. Pada triwulan III Tahun 2016 cakupan SHPP ditingkatkan menjadi 20 (dua puluh) kota yaitu Medan, Pematang Siantar, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Bekasi, Serang, Tangerang, Semarang, Tegal, Surabaya, Malang, Denpasar, Pontianak, Singkawang, Samarinda, Balikpapan, Makassar, dan Pare-Pare. Pada tahun 2018, cakupan diperluas di 42 kota di 34 provinsi.
Tujuan Kegiatan
1. Memantau perkembangan harga properti perumahan dan apartemen di kota terpilih. 2. Untuk mengetahui karakteristik perumahan dan apartemen 3. Untuk mengetahui karakteristik perusahaan pengembang di beberapa kota di Indonesia.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 Januari 2023 - 31 Januari 2023
Desain
1 Februari 2023 - 28 Februari 2023
Pengumpulan Data
1 Maret 2023 - 15 Maret 2023
Pengolahan Data
2 Maret 2023 - 14 Juni 2023
Analisis
15 Juni 2023 - 31 Agustus 2023
Diseminasi
1 September 2023 - 30 November 2023
Evaluasi
1 Desember 2023 - 31 Desember 2023
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 15 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Harga rumah/apartemen | Harga rumah/apartemen | Harga rumah/apartemen per unit untuk masing-masing tipe rumah/apartemen | Bulan Maret tahun berjalan dan bulan Desember tahun sebelumnya |
| Luas lahan | Luas lahan | Luas keseluruhan pada proyek perumahan/apartemen baik untuk rumah/apartemen maipun fasilitas penunjang perumahan/apartemen. Luas ini termasuk yang sudah dibangun dan yang belum dibangun perumahan/apartemen | Bulan Maret tahun berjalan |
| Luas tanah | Luas tanah | Luas tanah untuk masing-masing tipe rumah yang dibangun oleh responden | Bulan Maret tahun berjalan |
| Luas bangunan | Luas bangunan | Luas bangunan untuk masing-masing tipe rumah yang dibangun oleh responden dan luas unit apartemen tidak termasuk balkon untuk masing-masing tipe apartemen yang dibangun oleh responden | Bulan Maret tahun berjalan |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Panel
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | ACEH | KOTA BANDA ACEH |
| 2. | SUMATERA UTARA | KOTA PEMATANGSIANTAR |
| 3. | SUMATERA UTARA | KOTA MEDAN |
| 4. | SUMATERA BARAT | KOTA PADANG |
| 5. | RIAU | KOTA PEKANBARU |
| 6. | JAMBI | KOTA JAMBI |
| 7. | SUMATERA SELATAN | KOTA PALEMBANG |
| 8. | BENGKULU | KOTA BENGKULU |
| 9. | LAMPUNG | KOTA BANDAR LAMPUNG |
| 10. | KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | KOTA PANGKALPINANG |
| 11. | KEPULAUAN RIAU | KOTA TANJUNG PINANG |
| 12. | DKI JAKARTA | KOTA JAKARTA PUSAT |
| 13. | JAWA BARAT | KOTA BEKASI |
| 14. | JAWA TENGAH | KOTA SURAKARTA |
| 15. | JAWA TENGAH | KOTA SEMARANG |
| 16. | DI YOGYAKARTA | KOTA YOGYAKARTA |
| 17. | JAWA TIMUR | KOTA SURABAYA |
| 18. | BANTEN | KOTA TANGERANG |
| 19. | BANTEN | KOTA SERANG |
| 20. | BALI | KOTA DENPASAR |
| 21. | NUSA TENGGARA BARAT | KOTA MATARAM |
| 22. | NUSA TENGGARA TIMUR | KOTA KUPANG |
| 23. | KALIMANTAN BARAT | KOTA PONTIANAK |
| 24. | KALIMANTAN BARAT | KOTA SINGKAWANG |
| 25. | KALIMANTAN TENGAH | KOTA PALANGKA RAYA |
| 26. | KALIMANTAN SELATAN | KOTA BANJARMASIN |
| 27. | KALIMANTAN TIMUR | KOTA BALIKPAPAN |
| 28. | KALIMANTAN TIMUR | KOTA SAMARINDA |
| 29. | KALIMANTAN UTARA | BULUNGAN |
| 30. | SULAWESI UTARA | KOTA MANADO |
| 31. | SULAWESI TENGAH | KOTA PALU |
| 32. | SULAWESI SELATAN | KOTA MAKASSAR |
| 33. | SULAWESI SELATAN | KOTA PAREPARE |
| 34. | SULAWESI TENGGARA | KOTA KENDARI |
| 35. | GORONTALO | KOTA GORONTALO |
| 36. | SULAWESI BARAT | MAMUJU |
| 37. | MALUKU | KOTA AMBON |
| 38. | MALUKU UTARA | KOTA TERNATE |
| 39. | PAPUA BARAT | MANOKWARI |
| 40. | PAPUA | KOTA JAYAPURA |
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
- Lainnya, internet
- Lainnya, internet
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Usaha/perusahaan
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Single Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Nonprobabilitas
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Perumahan/apartemen
Unit Observasi
Perumahan/apartemen
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
- Kunjungan kembali (revisit)
- Kunjungan kembali (revisit)
Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMA/SMK Sederajat
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 34 orang
Pengumpul data/enumerator : 42 orang
Pengumpul data/enumerator : 42 orang
Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Usaha/Perusahaan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
15 variabel yang diolah/dikumpulkan
Persentase luas lahan yang sudah dibangun untuk perumahan/apartemen
Integer • % (persen)
["Persentase luas lahan yang sudah dibangun untuk perumahan/apartemen"]Lihat →
Sarana dan Fasilitas Perumahan/Apartemen
String • -
["Sarana dan Fasilitas Perumahan/Apartemen"]Lihat →
Jumlah Kamar Tidur
Integer • -
["Kamar Tidur"]Lihat →
Luas bangunan
Integer • m2
["Luas bangunan (rumah/apartemen)"]Lihat →
Harga rumah/apartemen tahun berjalan
Integer • Rupiah/unit
["Harga rumah/apartemen tahun berjalan"]Lihat →
Model Rumah
String •
["Model Rumah"]Lihat →
Tahun Usaha/Perusahaan Beroperasi
Integer • -
["Tahun Berdiri", "Perusahaan"]Lihat →
Harga rumah/apartemen tahun sebelumnya
Integer • Rupiah/unit
["Harga rumah/apartemen tahun sebelumnya"]Lihat →
Faktor Fisik Perumahan/Apartemen
String • -
["Faktor Fisik Perumahan/Apartemen"]Lihat →
Tipe Rumah/apartemen
String • -
["Tipe Rumah/apartemen"]Lihat →
Luas lahan
Integer • m2
["Luas lahan"]Lihat →
Harga kelebihan tanah/luas lantai
Integer • Rupiah/m2
["Harga kelebihan tanah/luas lantai per meter persegi (m2)"]Lihat →
Luas tanah (rumah) atau luas unit (apartemen)
Integer • m2
["Luas tanah (rumah) atau luas unit (apartemen)"]Lihat →
Jumlah Unit yang dibangun
Integer • Unit
["Jumlah Unit yang dibangun"]Lihat →
Aksesibilitas Perumahan/Apartemen
String • -
["Aksesibilitas Perumahan/Apartemen"]Lihat →
Indikator Kegiatan
1 indikator yang dihasilkan