📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
SURVEY KONSUMSI PANGAN BERBASIS POLA PANGAN HARAPAN (PPH) 2024
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan
Statistik Sektoral
Survei
Kesehatan
19 Var
1 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
SURVEY KONSUMSI PANGAN BERBASIS POLA PANGAN HARAPAN (PPH)
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-24.3517.007
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan
Alamat Lengkap
JL. Soekarno Hatta No.172, Jombang
Telepon
021-8493268
Faksimile
-
Email
ketapangjombang@gmail.com
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
-
Nama PJ Teknis
Ir. ESTI RAHAJU
Jabatan
Kepala Bidang Penganekaragaman, Konsumsi dan Keamanan Pangan
Alamat
Jl. Sam Ratulangi No. 34 Jombang
Telepon
082264021119
Faksimile
-
Email
estirahaju8@gmail.com
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan
pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam
Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945 sebagai komponen
dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pangan adalah
segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan,
kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun
tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi
manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan
lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau
pembuatan makanan atau minuman ( Undang-Undang Pangan, 2012).
Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai
dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik
jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta
tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk
dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.
Kualitas konsumsi pangan masyarakat Indonesia dipantau dengan
menggunakan ukuran melalui Pola Pangan Harapan (PPH). Hasil dari beberapa
survey menunjukkan bahwa skor Pola Pangan Harapan Masyarakat Indonesia
masih cukup rendah. Hal ini disebabkan masih rendahnya konsumsi pangan
hewani serta sayur dan buah. Bahkan konsumsi kelompok padi-padian masih
sangat besar dengan proporsi di atas 50 % (lima puluh persen). Situasi seperti ini
terjadi karena pola konsumsi pangan masyarakat yang kurang beragam, bergizi
seimbang serta diikuti dengan semakin meningkatnya konsumsi terhadap produk
impor, antara lain gandum dan terigu. Sementara itu, konsumsi bahan pangan
lainnya dinilai masih belum memenuhi komposisi ideal yang dianjurkan, seperti
pada kelompok umbi, pangan hewani, sayuran dan aneka buah.
2
Sumber daya manusia berkualitas yang ditandai dengan hidup sehat, aktif
dan produktif berkelanjutan, dapat diperoleh dengan cara memenuhi kebutuhan
zat gizi yang diperlukan oleh tubuhnya. Dari sisi norma gizi terdapat standar
minimum jumlah makanan yang dibutuhkan seorang individu agar dapat hidup
sehat dan aktif beraktivitas. Dalam ukuran energi dan protein dibutuhkan 2100
kkal/kap/hari dan 57 gram/kapita/hari (WNPG 2018). Kekurangan konsumsi bagi
seseorang dari standar minimum tersebut akan berpengaruh terhadap kondisi
kesehatan, aktivitas dan produktivitas kerja. Dalam jangka panjang kekurangan
konsumsi pangan dalam jumlah dan kualitas (terutama pada anak balita) akan
berpengaruh terhadap kualitas sumberdaya manusia.
Asupan zat gizi tersebut diperoleh dengan mengonsumsi aneka ragam pangan
dari berbagai jenis kelompok pangan dalam jumlah yang cukup dan seimbang.
Konsumsi pangan beragam memberikan asupan zat gizi yang seimbang dan dapat
saling melengkapi kekurangan zat gizi diantara jenis makanan yang dikonsumsi
(Hardinsyah et al. 2002). Keberagaman konsumsi pangan penduduk dapat
ditunjukkan melalui skor Pola Pangan Harapan (PPH). PPH adalah jenis dan
jumlah kelompok pangan utama yang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan
energi dan zat gizi. PPH tidak hanya memenuhi kecukupan gizi, akan tetapi
sekaligus juga mempertimbangkan keseimbangan gizi yang didukung oleh cita
rasa, daya cerna, daya terima masyarakat, kuantitas, dan kemampuan daya beli
(Hardinsyah et al. 2001).
Pola Pangan Harapan mencerminkan susunan konsumsi pangan anjuran
untuk hidup sehat, aktif, dan produktif. Berdasarkan skor pangan dari sembilan
bahan pangan. Ketersediaan pangan sepanjang waktu dalam jumlah yang cukup
dan harga terjangkau sangat menentukan tingkat konsumsi pangan di tingkat
rumah tangga. Selanjutnya pola konsumsi pangan rumah tangga akan
berpengaruh pada konsumsi pangan ( Depkes RI, 2005).
pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam
Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945 sebagai komponen
dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Pangan adalah
segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan,
kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan air, baik yang diolah maupun
tidak diolah yang diperuntukkan sebagai makanan atau minuman bagi konsumsi
manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan
lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan/atau
pembuatan makanan atau minuman ( Undang-Undang Pangan, 2012).
Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai
dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik
jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta
tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk
dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.
Kualitas konsumsi pangan masyarakat Indonesia dipantau dengan
menggunakan ukuran melalui Pola Pangan Harapan (PPH). Hasil dari beberapa
survey menunjukkan bahwa skor Pola Pangan Harapan Masyarakat Indonesia
masih cukup rendah. Hal ini disebabkan masih rendahnya konsumsi pangan
hewani serta sayur dan buah. Bahkan konsumsi kelompok padi-padian masih
sangat besar dengan proporsi di atas 50 % (lima puluh persen). Situasi seperti ini
terjadi karena pola konsumsi pangan masyarakat yang kurang beragam, bergizi
seimbang serta diikuti dengan semakin meningkatnya konsumsi terhadap produk
impor, antara lain gandum dan terigu. Sementara itu, konsumsi bahan pangan
lainnya dinilai masih belum memenuhi komposisi ideal yang dianjurkan, seperti
pada kelompok umbi, pangan hewani, sayuran dan aneka buah.
2
Sumber daya manusia berkualitas yang ditandai dengan hidup sehat, aktif
dan produktif berkelanjutan, dapat diperoleh dengan cara memenuhi kebutuhan
zat gizi yang diperlukan oleh tubuhnya. Dari sisi norma gizi terdapat standar
minimum jumlah makanan yang dibutuhkan seorang individu agar dapat hidup
sehat dan aktif beraktivitas. Dalam ukuran energi dan protein dibutuhkan 2100
kkal/kap/hari dan 57 gram/kapita/hari (WNPG 2018). Kekurangan konsumsi bagi
seseorang dari standar minimum tersebut akan berpengaruh terhadap kondisi
kesehatan, aktivitas dan produktivitas kerja. Dalam jangka panjang kekurangan
konsumsi pangan dalam jumlah dan kualitas (terutama pada anak balita) akan
berpengaruh terhadap kualitas sumberdaya manusia.
Asupan zat gizi tersebut diperoleh dengan mengonsumsi aneka ragam pangan
dari berbagai jenis kelompok pangan dalam jumlah yang cukup dan seimbang.
Konsumsi pangan beragam memberikan asupan zat gizi yang seimbang dan dapat
saling melengkapi kekurangan zat gizi diantara jenis makanan yang dikonsumsi
(Hardinsyah et al. 2002). Keberagaman konsumsi pangan penduduk dapat
ditunjukkan melalui skor Pola Pangan Harapan (PPH). PPH adalah jenis dan
jumlah kelompok pangan utama yang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan
energi dan zat gizi. PPH tidak hanya memenuhi kecukupan gizi, akan tetapi
sekaligus juga mempertimbangkan keseimbangan gizi yang didukung oleh cita
rasa, daya cerna, daya terima masyarakat, kuantitas, dan kemampuan daya beli
(Hardinsyah et al. 2001).
Pola Pangan Harapan mencerminkan susunan konsumsi pangan anjuran
untuk hidup sehat, aktif, dan produktif. Berdasarkan skor pangan dari sembilan
bahan pangan. Ketersediaan pangan sepanjang waktu dalam jumlah yang cukup
dan harga terjangkau sangat menentukan tingkat konsumsi pangan di tingkat
rumah tangga. Selanjutnya pola konsumsi pangan rumah tangga akan
berpengaruh pada konsumsi pangan ( Depkes RI, 2005).
Tujuan Kegiatan
1. Mengumpulkan data karakteristik masyarakat yang meliputi usia, tingkat pendidikan, pendapatan, jumlah keluarga, pekerjaan dan sosial ekonomi masyarakat kab.jombang 2. Untuk memberikan gambaran situasi pola konsumsi dari setiap komoditas pangan dan untuk mengetahui tingkat keragaman konsumsi pangan dengan pendekatan pola pangan harapan (PPH) 3. Menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap pola konsumsi masyarakat 4. Menghitung proyeksi kebutuhan dan target penyediaan pangan wilayah kabupaten jombang
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
4 September 2024 - 7 September 2024
Desain
4 September 2024 - 7 September 2024
Pengumpulan Data
11 September 2024 - 21 September 2024
Pengolahan Data
26 September 2024 - 22 November 2024
Analisis
26 September 2024 - 22 November 2024
Diseminasi
26 September 2024 - 22 November 2024
Evaluasi
26 September 2024 - 22 November 2024
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 19 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Zat gizi | Zat gizi | Diperoleh dari DKBM berdasarkan berat bahan makanan yang dikonsumsi | 2 Minggu |
| Konsumsi serealia | Konsumsi serealia | Berat bahan makanan kelompok serealia yang dikonsumsi keluarga | 2 Minggu |
| Konsumsi Kacang-kacangan, biji | Konsumsi Kacang-kacangan, biji | Berat bahan makanan kelompok Kacang-kacangan yang dikonsumsi | 2 Minggu |
| Konsumsi Umbi-umbian | Konsumsi Umbi-umbian | Berat bahan makanan kelompok Umbi- umbian yang dikonsumsi | 2 Minggu |
| Konsumsi sayuran/buah | Konsumsi sayuran/buah | Berat bahan makanan kelompok sayuran dan buah yang dikonsumsi | 2 Minggu |
| Konsumsi Lauk Hewani | Konsumsi Lauk Hewani | Berat bahan makanan kelompok lauk hewani yang dikonsumsi | 2 Minggu |
| Konsumsi, gula, sirup, konfeksionari | Konsumsi, gula, sirup, konfeksionari | Berat bahan makanan kelompok gula, sirup, konfeksionari yang dikonsumsi | 2 Minggu |
| Konsumsi Lemak, Minyak | Konsumsi Lemak, Minyak | Berat bahan makanan kelompok Lemak, Minyak yang dikonsumsi | 2 Minggu |
| Asupan energi | Asupan energi | Jumlah energi yang dikonsumsi | 2 Minggu |
| Asupan Protein | Asupan Protein | Jumlah protein yang dikonsumsi | 2 Minggu |
| Tingkat kecukupan asupan energi | Tingkat kecukupan asupan energi | Persentase asupan energi per orang per hari terhadap Angka Kecukupan Energi (AKE) yang dianjurkan. AKE yang digunakan adalah didasarkan Permenkes No 28 Tahun 2019 | 2 Minggu |
| Tingkat kecukupan asupan protein | Tingkat kecukupan asupan protein | Persentase asupan protein per orang per hari terhadap Angka Kecukupan Protein (AKP) yang dianjurkan untuk setiap kelompok umur dan jenis kelamin. AKP yang digunakan adalah didasarkan Permenkes No 28 Tahun 2019 | 2 Minggu |
| Pendidikan | Pendidikan | Jenis pendidikan formal tertinggi yang pernah di tempuh oleh suami dan istri sampai dengan saat dilakukan wawancara | 2 Minggu |
| Perkerjaan | Perkerjaan | Keterangan jenis pekerjaan utama berdasarkan alokasi waktu terbanyak untuk masing- masing anggota keluarga | 2 Minggu |
| Umur | Umur | Umur adalah lamanya hidup responden yang diukur berdasarkan atau selisih antara tanggal lahir dengan tanggal survey | 2 Minggu |
| Jumlah anggota rumah tangga | Jumlah anggota rumah tangga | banyaknya anggota klga yang masih menjadi tanggung- jawab responden dalam pemenuhan kebutuhan hidup. | 2 Minggu |
| Pendapatan keluarga | Pendapatan keluarga | Penerimaan uang seluruh anggota keluarga yang dilihat dari besarnya pendapatan seluruh anggota keluarga | 2 Minggu |
| Proporsi pengeluaran | Proporsi pengeluaran | Prosentase perbandingan pengeluaran untuk makan dibandingkan dengan total pengeluaran keluarga | 2 Minggu |
| Pola Pangan Harapan | Pola Pangan Harapan | komposisi/susunan pangan atau kelompok pangan yang didasarkan pada kontribusi energinya baik mutlak maupun relatif , yang memenuhi kebutuhan gizi secara kuantitas, kualitas maupun keragamannya dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, budaya | 2 Minggu |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | JAWA TIMUR | JOMBANG |
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Rumah Tangga
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Multi Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Probabilitas
Metode yang Digunakan
Simple Random Sampling
Kerangka Sampel Tahap Terakhir
List Frame
Fraksi Sampel Keseluruhan
DESA_SAMPEL_JUMLAH_DESA
Nilai Perkiraan Sampling Error
sampling error sebesar 5 persen
Unit Sampel
Keluarga. sebanyak 630 sampel
Unit Observasi
Keluarga, Survey dilakukan pada 3 keluarga mampu, 4 keluarga sedang, 3 keluarga kurang mampu
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Task Force
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMA/SMK Sederajat
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 1 orang
Pengumpul data/enumerator : 126 orang
Pengumpul data/enumerator : 126 orang
Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
- Kecamatan
- Kecamatan
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
19 variabel yang diolah/dikumpulkan
Pola pangan harapan (PPH)
- • -
["-"]Lihat →
pendidikan
- • orang
["Pendidikan "]Lihat →
Tingkat kecukupan asupan energi
angka • rata-rata
["Tingkat Kecukupan Asupan Energi"]Lihat →
URT/porsi hidangan/ makanan
angka • Sendok makan (sdm), sendok teh (sdt), centong, potong, biji, buah,
["Porsi makanan"]Lihat →
Zat Gizi
angka • rata-rata dan standar deviasi
["Konsumsi Pangan"]Lihat →
konsumsi umbi-umbian
kategorik • -
["Tanaman Pangan"]Lihat →
asupan protein
kategori • gram
["Asupan protein"]Lihat →
konsumsi sayuran/buah
kategori • gram
["konsumsi sayuran dan buah"]Lihat →
Konsumsi gula, sirup, konfeksionari
kategori • gram
["Konsumsi gula/manis"]Lihat →
Pendapatan keluarga
angka • rupiah
["Pendapatan keluarga"]Lihat →
konsumsi minyak, lemak
kategori • gram
["Konsumsi minyak dan lemak"]Lihat →
konsumsi kacang-kacangan, biji
kategori • gram
["konsumsi biji-bijian"]Lihat →
Proporsi pengeluaran
- • rupiah
["Proporsi pengeluaran"]Lihat →
Jumlah Anggota Rumah Tangga (ART)
- • Orang
["Jumlah Anggota Rumah Tangga (ART)"]Lihat →
asupan energi
kategori • gram
["Asupan energi"]Lihat →
Jenis Pekerjaan Utama
- • -
["Jenis Pekerjaan Utama"]Lihat →
konsumsi lauk hewani
kategori • gram
["Konsumsi daging"]Lihat →
konsumsi serealia
kategorik • -
["Konsumsi Pangan"]Lihat →
Tingkat Kecukupan Asupan Protein
angka • rata-rata
["-"]Lihat →
Indikator Kegiatan
1 indikator yang dihasilkan