📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
PENCATATAN PELAYANAN KB SISTEN INFORMASI KELUARGA 2023
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak, Pengendalian Penduduk dan KB
Statistik Sektoral
Pencacahan Lengkap
Demografi dan Kependudukan
15 Var
1 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
PENCATATAN PELAYANAN KB SISTEN INFORMASI KELUARGA
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Pencacahan Lengkap
Sektor Kegiatan
Demografi dan Kependudukan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Anak, Pengendalian Penduduk dan KB
Alamat Lengkap
Jalan Provinsi Nanga Pinoh-Kotabaru KM 7, Nanga Pinoh
Telepon
-
Faksimile
-
Email
none@mail.com
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Nama PJ Teknis
Hj. Khairunnisa, S.Sos., MAP.
Jabatan
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
Alamat
Jl. Provinsi Nanga Pinoh - Kota Baru Km. 03, Nanga Pinoh, Kode Pos 79672
Telepon
082153278207
Faksimile
-
Email
seksitkamelawi@gmail.com
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Pendataan sistem informasi keluarga untuk program Keluarga Berencana (KB) merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam mengelola populasi dan menyediakan layanan kesehatan reproduksi yang efektif. Berikut adalah beberapa latar belakang yang mendasari pendataan sistem informasi keluarga KB:
1. Kepentingan Kesehatan Reproduksi: Program KB bertujuan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dan mengendalikan pertumbuhan populasi. Dengan memiliki data yang akurat tentang keluarga yang menggunakan program KB, pemerintah dapat mengidentifikasi kebutuhan kesehatan reproduksi masyarakat dan menyediakan layanan yang sesuai.
2. Perencanaan Program: Data yang dikumpulkan melalui sistem informasi keluarga KB membantu pemerintah dalam merencanakan dan mengelola program KB dengan lebih efektif. Informasi tentang jumlah keluarga yang menggunakan berbagai metode kontrasepsi, distribusi geografis, dan karakteristik demografis membantu dalam alokasi sumber daya yang tepat.
3. Pemantauan dan Evaluasi: Sistem informasi keluarga KB juga penting untuk memantau dan mengevaluasi keberhasilan program KB. Data yang terkumpul dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas metode kontrasepsi, tingkat kepatuhan, dan dampak program terhadap penurunan angka kelahiran dan peningkatan kesehatan ibu dan anak.
4. Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya: Dengan memiliki pemahaman yang baik tentang jumlah populasi yang menggunakan program KB, pemerintah dapat merencanakan kebutuhan sumber daya seperti fasilitas kesehatan, persediaan kontrasepsi, dan tenaga medis yang diperlukan untuk memberikan layanan yang memadai.
5. Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan: Data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan KB. Informasi tentang lokasi keluarga, jenis metode kontrasepsi yang digunakan, dan masalah kesehatan reproduksi yang dihadapi dapat membantu dalam menyusun strategi untuk meningkatkan layanan dan memberikan pendidikan yang sesuai kepada masyarakat.
6. Pencegahan Kehamilan Tidak Direncanakan: Dengan memiliki data yang akurat tentang penggunaan metode kontrasepsi, pemerintah dapat meningkatkan upaya pencegahan kehamilan tidak direncanakan dan mengurangi angka kehamilan remaja yang tidak diinginkan.
7. Pendataan sistem informasi keluarga KB menjadi landasan yang penting dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan kesehatan reproduksi. Dengan informasi yang akurat dan terkini, pemerintah dapat meningkatkan efektivitas program KB dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.
1. Kepentingan Kesehatan Reproduksi: Program KB bertujuan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dan mengendalikan pertumbuhan populasi. Dengan memiliki data yang akurat tentang keluarga yang menggunakan program KB, pemerintah dapat mengidentifikasi kebutuhan kesehatan reproduksi masyarakat dan menyediakan layanan yang sesuai.
2. Perencanaan Program: Data yang dikumpulkan melalui sistem informasi keluarga KB membantu pemerintah dalam merencanakan dan mengelola program KB dengan lebih efektif. Informasi tentang jumlah keluarga yang menggunakan berbagai metode kontrasepsi, distribusi geografis, dan karakteristik demografis membantu dalam alokasi sumber daya yang tepat.
3. Pemantauan dan Evaluasi: Sistem informasi keluarga KB juga penting untuk memantau dan mengevaluasi keberhasilan program KB. Data yang terkumpul dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas metode kontrasepsi, tingkat kepatuhan, dan dampak program terhadap penurunan angka kelahiran dan peningkatan kesehatan ibu dan anak.
4. Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya: Dengan memiliki pemahaman yang baik tentang jumlah populasi yang menggunakan program KB, pemerintah dapat merencanakan kebutuhan sumber daya seperti fasilitas kesehatan, persediaan kontrasepsi, dan tenaga medis yang diperlukan untuk memberikan layanan yang memadai.
5. Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan: Data yang dikumpulkan dapat digunakan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan KB. Informasi tentang lokasi keluarga, jenis metode kontrasepsi yang digunakan, dan masalah kesehatan reproduksi yang dihadapi dapat membantu dalam menyusun strategi untuk meningkatkan layanan dan memberikan pendidikan yang sesuai kepada masyarakat.
6. Pencegahan Kehamilan Tidak Direncanakan: Dengan memiliki data yang akurat tentang penggunaan metode kontrasepsi, pemerintah dapat meningkatkan upaya pencegahan kehamilan tidak direncanakan dan mengurangi angka kehamilan remaja yang tidak diinginkan.
7. Pendataan sistem informasi keluarga KB menjadi landasan yang penting dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan kesehatan reproduksi. Dengan informasi yang akurat dan terkini, pemerintah dapat meningkatkan efektivitas program KB dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Tujuan Kegiatan
1. Memonitor Kepatuhan dan Penggunaan Metode Kontrasepsi: Salah satu tujuan utama pendataan keluarga KB adalah untuk memantau penggunaan metode kontrasepsi di antara keluarga yang terdaftar dalam program. Hal ini memungkinkan pemerintah untuk mengetahui tingkat kepatuhan dan efektivitas dari berbagai metode kontrasepsi yang tersedia. 2. Mengidentifikasi Kebutuhan dan Preferensi: Pendataan keluarga KB membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan dan preferensi masyarakat terkait layanan kesehatan reproduksi. Dengan memahami preferensi dan kebutuhan keluarga, pemerintah dapat menyediakan layanan yang lebih sesuai dan efektif. 3. Memantau Pertumbuhan Populasi: Melalui pendataan keluarga KB, pemerintah dapat memantau pertumbuhan populasi secara lebih akurat. Data ini penting untuk perencanaan kebijakan populasi dan pengambilan keputusan terkait dengan alokasi sumber daya. 4. Mendukung Perencanaan Keluarga: Pendataan keluarga KB membantu dalam mendukung perencanaan keluarga dengan memberikan informasi tentang jumlah anak yang dimiliki oleh keluarga, jarak antara kelahiran, dan preferensi keluarga terkait dengan jumlah anak yang diinginkan. 5. Meningkatkan Akses dan Kualitas Layanan: Melalui pendataan keluarga KB, pemerintah dapat mengidentifikasi area yang membutuhkan layanan kesehatan reproduksi dengan lebih baik. Informasi ini membantu dalam meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan KB di berbagai wilayah. 6. Mendukung Pemantauan dan Evaluasi Program: Data yang dikumpulkan melalui pendataan keluarga KB digunakan untuk memantau dan mengevaluasi efektivitas program KB. Ini membantu pemerintah dalam mengevaluasi dampak program, mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, dan merencanakan strategi untuk meningkatkan hasil program. Tujuan utama dari kegiatan pendataan keluarga KB adalah untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan program KB dengan memberikan informasi yang akurat dan terkini tentang penggunaan metode kontrasepsi, kebutuhan keluarga, dan hasil program. Dengan data yang berkualitas, pemerintah dapat meningkatkan efektivitas program KB dan memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 Desember 2022 - 30 Desember 2022
Desain
1 Desember 2022 - 30 Desember 2022
Pengumpulan Data
1 Januari 2023 - 31 Desember 2023
Pengolahan Data
1 Januari 2023 - 31 Desember 2023
Analisis
1 Januari 2023 - 31 Desember 2023
Diseminasi
1 Januari 2023 - 31 Desember 2023
Evaluasi
25 Desember 2023 - 29 Desember 2023
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 15 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| TANGGAL | - | TANGGAL PELAYANAN KB | Saat pendataan |
| NAMA SUAMI | - | NAMA SUAMI AKSEPTOR KB | Saat pendataan |
| NAMA ISTRI | - | NAMA ISTRI AKSEPTOR KB | Saat pendataan |
| NIK ISTRI | - | NIK ISTRI AKSEPTOR KB | Saat pendataan |
| TANGGAL LAHIR ISTRI | - | TANGGAL LAHIR AKSEPTOR KB | Saat pendataan |
| ALAMAT | - | ALAMAT AKSEPTOR KB | Saat pendataan |
| NO. HANDPHONE | - | NO. HANDPHONE AKSEPTOR KB | Saat pendataan |
| STATUS PESERTA KB | - | STATUS PESERTA AKSEPTOR KB | Saat pendataan |
| KASUS | - | KASUS AKSEPTOR KB | Saat pendataan |
| PENGGUNAAN ASURANSI | - | PENGGUNAAN ASURANSI AKSEPTOR KB | Saat pendataan |
| SUMBER ALOKON | - | SUMBER ALOKON AKSEPTOR KB | Saat pendataan |
| INFORMED CONSENT | - | INFORMED CONSENT AKSEPTOR KB | Saat pendataan |
| JENIS TINDAKAN | - | JENIS TINDAKAN PELAYANAN KB | Saat pendataan |
| JENIS ALOKON | - | JENIS ALOKON AKSEPTOR KB | Saat pendataan |
| PELAYANAN BERGERAK | - | PELAYANAN BERGERAK AKSEPTOR KB | Saat pendataan |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Bulanan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | KALIMANTAN BARAT | MELAWI |
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
- Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
Unit Pengumpulan Data
- Individu
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Lainnya, konfirmasi penyuluh keluarga berencana
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 2 orang
Pengumpul data/enumerator : 11 orang
Pengumpul data/enumerator : 11 orang
Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Tidak
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
15 variabel yang diolah/dikumpulkan
PELAYANAN BERGERAK
String • -
[]Lihat →
JENIS ALOKON
STRING • -
[]Lihat →
JENIS TINDAKAN
String • -
[]Lihat →
INFORMED CONSENT
String • -
["INFORMED CONSENT AKSEPTOR KB"]Lihat →
SUMBER ALOKON
String • -
["SUMBER ALOKON AKSEPTOR KB"]Lihat →
PENGGUNAAN ASURANSI
String • -
["PENGGUNAAN ASURANSI AKSEPTOR KB"]Lihat →
KASUS
Saat pendataan • -
[]Lihat →
STATUS PESERTA KB
String • -
[]Lihat →
NO. HANDPHONE
STRING • -
[]Lihat →
ALAMAT
STRING • -
[]Lihat →
TANGGAL LAHIR ISTRI
DATE • -
[]Lihat →
NIK ISTRI
STRING • -
["NIK ISTRI AKSEPTOR KB"]Lihat →
NAMA ISTRI
STRING • -
[]Lihat →
TANGGAL
String • -
["TANGGAL PELAYANAN KB"]Lihat →
NAMA SUAMI
STRING • -
["NAMA ORANG"]Lihat →
Indikator Kegiatan
1 indikator yang dihasilkan