← Kembali ke Daftar
◈
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Survei Harga Properti Perumahan
Tahun Kegiatan
2022
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Harga dan Paritas Daya Beli
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Dasar
Identitas Rekomendasi
-
⌂
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
-
Alamat Lengkap
-
Telepon
-
Faksimile
-
Email
-
⚑
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa
Eselon 2
Direktorat Statistik Harga
Nama PJ Teknis
Dewi Sri Takarini
Jabatan
Koordinator Fungsi Statistik Harga Perdagangan Besar
Alamat
Jl. Dr. Sutomo No.6-8, Gedung 2 Lantai 5, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon
(62-21) 3841195, ext: 6220
Faksimile
(62-21) 3857046
Email
takarini@bps.go.id
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Peningkatan jumlah rumah tangga di Indonesia sejak tahun 2007 menyebabkan kebutuhan papan di Indonesia juga meningkat. Meskipun kelebihan kebutuhan riil rumah (backlog) tahun 2015 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2010 dari 13,5 juta unit menjadi 11,4 juta (Kemenpera, 2017), namun tuntutan penyediaan rumah terus menjadi perhatian pemerintah. Proyek penyediaan sejuta rumah dari pemerintah ikut mendorong kebutuhan ketersediaan data backlog yang diiringi tuntutan untuk menjaga stabilitas pasar properti.
Stabilitas pasar properti dapat dilihat dari daya serap pasar, peningkatan tingkat hunian, serta terkendalinya harga properti. Semakin banyaknya permintaan perumahan mendorong developer membangun perumahan di berbagai wilayah dengan berbagai pilihan spesifikasi rumah dengan kisaran harga tertentu. Jika ketersediaan penawaran rumah tidak sebanding dengan permintaan rumah, maka akan mendorong kenaikan harga antar periode waktu.
Harga rumah dapat dipengaruhi beberapa variabel, misalnya: lokasi, tipe bangunan, harga bahan kontruksi, dan lainnya. Harga rumah yang beragam dan cenderung meningkat tersebut menarik untuk dipantau secara periodik dan dihitung indeks harganya.
Hasil Survei Harga Properti Perumahan (SHPP) digunakan untuk menghitung Indeks Harga Properti Perumahan (IHPP) yang merupakan salah satu indikator untuk melihat pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang properti. Selain itu, IHPP digunakan sebagai deflator pembentukan modal tetap bruto dalam neraca nasional.
BPS melakukan Survei Harga Properti Perumahan (SHPP) Tahun 2015 dengan cakupan 12 (dua belas) kota. Pada triwulan III Tahun 2016 cakupan SHPP ditingkatkan menjadi 20 (dua puluh) kota yaitu Medan, Pematang Siantar, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Bekasi, Serang, Tangerang, Semarang, Tegal, Surabaya, Malang, Denpasar, Pontianak, Singkawang, Samarinda, Balikpapan, Makassar, dan Pare-Pare. Pada tahun 2018, cakupan diperluas di 42 kota di 34 provinsi.
Tujuan Kegiatan
1. Memantau perkembangan harga properti perumahan dan apartemen di kota terpilih. 2. Untuk mengetahui karakteristik perumahan dan apartemen 3. Untuk mengetahui karakteristik perusahaan pengembang di beberapa kota di Indonesia.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 Januari 2022 - 31 Januari 2022
Desain
1 Februari 2022 - 28 Februari 2022
Pengumpulan Data
1 Maret 2022 - 15 Maret 2022
Pengolahan Data
2 Maret 2022 - 14 Juni 2022
Analisis
15 Juni 2022 - 31 Agustus 2022
Diseminasi
1 September 2022 - 30 November 2022
Evaluasi
1 Desember 2022 - 31 Desember 2022
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 15 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Harga rumah/apartemenHarga rumah/apartemenHarga rumah/apartemen per unit untuk masing-masing tipe rumah/apartemenBulan Maret tahun berjalan dan bulan Desember tahun sebelumnya
Luas lahanLuas lahanLuas keseluruhan pada proyek perumahan/apartemen baik untuk rumah/apartemen maipun fasilitas penunjang perumahan/apartemen. Luas ini termasuk yang sudah dibangun dan yang belum dibangun perumahan/apartemenBulan Maret tahun berjalan
Luas tanahLuas tanahLuas tanah untuk masing-masing tipe rumah yang dibangun oleh responden Bulan Maret tahun berjalan
Luas bangunanLuas bangunanLuas bangunan untuk masing-masing tipe rumah yang dibangun oleh responden dan luas unit apartemen tidak termasuk balkon untuk masing-masing tipe apartemen yang dibangun oleh responden Bulan Maret tahun berjalan
⬡
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Panel
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
No Nama Provinsi Kabupaten/Kota
1. ACEH KOTA BANDA ACEH
2. SUMATERA UTARA KOTA PEMATANGSIANTAR
3. SUMATERA UTARA KOTA MEDAN
4. SUMATERA BARAT KOTA PADANG
5. RIAU KOTA PEKANBARU
6. JAMBI KOTA JAMBI
7. SUMATERA SELATAN KOTA PALEMBANG
8. BENGKULU KOTA BENGKULU
9. LAMPUNG KOTA BANDAR LAMPUNG
10. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG KOTA PANGKALPINANG
11. KEPULAUAN RIAU KOTA TANJUNG PINANG
12. DKI JAKARTA KOTA JAKARTA PUSAT
13. JAWA BARAT KOTA BEKASI
14. JAWA TENGAH KOTA SURAKARTA
15. JAWA TENGAH KOTA SEMARANG
16. DI YOGYAKARTA KOTA YOGYAKARTA
17. JAWA TIMUR KOTA SURABAYA
18. BANTEN KOTA TANGERANG
19. BANTEN KOTA SERANG
20. BALI KOTA DENPASAR
21. NUSA TENGGARA BARAT KOTA MATARAM
22. NUSA TENGGARA TIMUR KOTA KUPANG
23. KALIMANTAN BARAT KOTA PONTIANAK
24. KALIMANTAN BARAT KOTA SINGKAWANG
25. KALIMANTAN TENGAH KOTA PALANGKA RAYA
26. KALIMANTAN SELATAN KOTA BANJARMASIN
27. KALIMANTAN TIMUR KOTA BALIKPAPAN
28. KALIMANTAN TIMUR KOTA SAMARINDA
29. KALIMANTAN UTARA BULUNGAN
30. SULAWESI UTARA KOTA MANADO
31. SULAWESI TENGAH KOTA PALU
32. SULAWESI SELATAN KOTA MAKASSAR
33. SULAWESI SELATAN KOTA PAREPARE
34. SULAWESI TENGGARA KOTA KENDARI
35. GORONTALO KOTA GORONTALO
36. SULAWESI BARAT MAMUJU
37. MALUKU KOTA AMBON
38. MALUKU UTARA KOTA TERNATE
39. PAPUA BARAT MANOKWARI
40. PAPUA KOTA JAYAPURA
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
- Lainnya, internet
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Usaha/perusahaan
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Single Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Nonprobabilitas
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Perumahan/apartemen
Unit Observasi
Perumahan/apartemen
◎
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
- Kunjungan kembali (revisit)
Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMA/SMK Sederajat
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 34 orang
Pengumpul data/enumerator : 42 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Tidak
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Usaha/Perusahaan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Tidak -
Digital (Softcopy) Tidak -
Data Mikro Tidak -
≡
Variabel Kegiatan
15 variabel yang diolah/dikumpulkan
Harga rumah/apartemen tahun berjalan
Integer • Rupiah
Harga rumah/apartemen per unit untuk masing-masing tipe rumah/apartemen pada tahun berjalan
["Harga rumah/apartemen tahun berjalan"]Lihat →
Harga rumah/apartemen tahun sebelumnya
Integer • Rupiah
Harga rumah/apartemen per unit untuk masing-masing tipe rumah/apartemen pada tahun sebelumnya
["Harga rumah/apartemen tahun sebelumnya"]Lihat →
Luas bangunan
Integer • m2
Luas bangunan untuk masing-masing tipe rumah
["Luas bangunan (rumah/apartemen)"]Lihat →
Luas tanah (rumah) atau luas unit (apartemen)
Integer • m2
Luas tanah untuk masing-masing tipe rumah yang dibangun oleh responden
["Luas tanah (rumah) atau luas unit (apartemen)"]Lihat →
Luas lahan
Integer • m2
Luas keseluruhan pada proyek perumahan/apartemen baik untuk rumah/apartemen maipun fasilitas penunjang perumahan/apartemen. Luas ini termasuk yang sudah dibangun dan yang belum dib
["Luas lahan"]Lihat →
Jumlah Unit yang dibangun
Integer • Unit
Jumlah unit rumah yang dibangun untuk masing-masing tipe rumah (baik yang sudah terjual dan yang belum terjual)
["Jumlah Unit yang dibangun"]Lihat →
Jumlah Kamar Tidur
Integer • -
Banyaknya kamar tidur untuk masing-masing tipe rumah yang dibangun oleh responden (pengembang). Termasuk kamar pembantu
["Jumlah Kamar Tidur"]Lihat →
Harga kelebihan tanah/luas lantai per meter persegi (m2)
Integer • Rupiah/m2
Harga atas tanah dalam perumahan di luar tipe yang disediakan oleh pengembang dikarenakan letak (hook) atau lainnya. Kelebihan luas lantai dijumpai pada unit apartemen yang memilik
["Harga kelebihan tanah/luas lantai per meter persegi (m2)"]Lihat →
Sarana dan Fasilitas Perumahan/Apartemen
String • -
Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mendukung penyelenggaraan kehidupan sehari-hari di dalam kawasan perumahan/apartemen
["Sarana dan Fasilitas Perumahan/Apartemen"]Lihat →
Aksesibilitas Perumahan/Apartemen
String • -
Tingkat kemudahan lokasi perumahan/apartemen untuk dicapai oleh masyarakat
["Aksesibilitas Perumahan/Apartemen"]Lihat →
Faktor Fisik Perumahan/Apartemen
String • -
Faktor fisik pada perumahan/apartemen yang dilihat dari sisi kerawanan banjir dan kejahatan
["Faktor Fisik Perumahan/Apartemen"]Lihat →
Persentase luas lahan yang sudah dibangun untuk perumahan/apartemen
Integer • %
Persentase luas lahan yang sudah dibangun (adanya pondasi) untuk perumahan/apartemen terhadap luas tanah keseluruhan
["Persentase luas lahan yang sudah dibangun untuk perumahan/apartemen"]Lihat →
Tahun Usaha/Perusahaan Beroperasi
Integer • -
Tahun ketika Usaha/Perusahaan Beroperasi secara komersial
["Tahun Berdiri", "Perusahaan"]Lihat →
Tipe Rumah/apartemen
String • -
Tipe rumah/apartemen yang dibangun oleh pengembang. Misalnya tipe rumah 45/90, mawar, dan lain sebagainya
["Tipe Rumah/apartemen"]Lihat →
Model Rumah
String •
Model rumah yang dibangun oleh pengembang.
["Model Rumah"]Lihat →