📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
Analisis Kesejahteraan Petani Melalui Perhitungan Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Lamongan Tahun 2023 2023
Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Lamongan
Statistik Sektoral
Survei
Pertanian dan Perikanan
2 Var
2 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Analisis Kesejahteraan Petani Melalui Perhitungan Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Lamongan Tahun 2023
Tahun Kegiatan
2023
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Pertanian dan Perikanan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Lamongan
Alamat Lengkap
Jl. Basuki Rahmat No. 01 Lamongan
Telepon
0322-321162
Faksimile
-
Email
bappeda@lamongankab.go.id
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Ir. Suyatmoko, M.MA
Nama PJ Teknis
Erwin Nurdiansah, S.E., M.M
Jabatan
Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bapelitbangda
Alamat
Jl. Basuki Rahmat No. 01 Lamongan
Telepon
0322-321162
Faksimile
-
Email
bappeda@lamongankab.go.id
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Pembangunan Disegala Bidang Merupakan Arah Dan Tujuan Kebijakan Pemerintah Indonesia. Hakikat Sosial Dari Pembangunan Itu Sendiri Adalah Upaya Peningkatan Kesejahteraan Bagi Seluruh Penduduk Indonesia. Mengingat Penduduk Indonesia Yang Tinggal Di Daerah Perdesaan Masih Menggantungkan Hidupnya Pada Sektor Pertanian, Maka Sangat Diharapkan Sektor Pertanian Ini Dapat Menjadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Yang Mampu Meningkatkan Pendapatan Para Petani Dan Mampu Mengentaskan Kemiskinan. Sehubungan Dengan Hal Tersebut Maka Diperlukan Suatu Indikator Yang Secara Akurat Dapat Mengukur Kemampuan Daya Beli Petani Sebagai Salah Satu Pelaku Utama Di Sektor Pertanian. Ukuran Ini Disajikan Sebagai Bentuk Perhatian Dan Kepedulian Pemerintah Yang Berguna Sebagai Dasar Pengambilan Kebijakan. Salah Satu Pendekatan Untuk Mengukur Indikator Kemampuan Daya Beli Petani Di Daerah Perdesaan Adalah Nilai Tukar Petani (NTP). Nilai Tukar Petani (NTP) Merupakan Indikator Proxy Atau Indikator Pendekatan Terhadap Tingkat Kesejahteraan Petani. NTP Merupakan Perbandingan Antara Indeks Harga Yang Diterima Petani (it) Dengan Indeks Harga Yang Dibayar Petani (ib). Apabila Ntp Lebih Besar Dari Angka 100, Berarti Petani Mengalami Surplus, Artinya Pendapatan Petani Lebih Besar Dari Pengeluarannya. Bila Ntp Sama Dengan 100, Berarti Petani Mengalami Kondisi Impas (break Even Point), Artinya Kenaikan Atau Penurunan Harga Produksinya Sama Dengan Persentase Kenaikan Atau Penurunan Harga Barang Yang Dikonsumsi Petani. Indeks Ntp Mempunyai Kegunaan Untuk Mengukur Kemampuan Tukar Produk Yang Dijual Petani Dengan Produk Yang Dibutuhkan Petani Dalam Proses Produksi Dan Konsumsi Rumah Tangga Petani. Selain Itu, Angka Ntp Juga Dapat Digunakan Untuk Menunjukkan Tingkat Daya Saing Produk Pertanian, Dengan Produk Lain, Baik Produk Terkait Pertanian Maupun Non Pertanian. Atas Dasar Daya Saing Itu, Upaya Spesialisasi Produk Dan Peningkatan Kualitas Produk Pertanian Dapat Dilakukan. Perhitungan Ntp Mencakup Seluruh Jenis Komoditi Pertanian. Untuk Komoditi Subsektor Tanaman Pangan Mencakup Padi Dan Palawija. Subsektor Hortikultura Mencakup Tanaman Sayur-sayuran, Buah-buahan dan Tanaman Obat-obatan. Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR) Mencakup Tanaman Tebu dan Tembakau. Untuk Subsektor Peternakan Mencakup Ternak Besar (sapi ), Ternak Kecil (kambing), Unggas (ayam, itik dan lainnya). Subsektor Perikanan, Baik Perikanan Tangkap Maupun Perikanan Budidaya. Nilai Tukar Petani (NTP) Ini Juga Merupakan Bagian Dari Penentu Indikator Aspek Daya Saing Daerah Yang Fokus Pada Kemampuan Ekonomi Daerah Yang Telah Tertuang Pada Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Sejalan Dengan Hal Ini, Kabupaten Lamongan Menjadi Salah Satu Wilayah Yang Menekankan Pada Pembangunan Di Sektor Pertanian. Pada Tahun 2017 Hingga Tahun 2022, Sektor Pertanian Di Kabupaten Lamongan Terus Memberikan Konstribusi Yang Cukup Besar Yang Rata-ratanya Diatas 30% Pertahun Terhadap PDRB. Pada Tahun 2022, Sumbangan Dari Sektor Pertanian Terhadap PDRB Kabupaten Lamongan Adalah Sebesar 32,84%. Dimana Sektor Pertanian Ini Lebih Unggul Dibandingkan Dengan Sumbangan Di Sektor Industri Pengolahan Sebesar 11,38% Dan Sektor Perdagangan Yang Sebesar 19,40% (badan Pusat Statistik Kabupaten Lamongan, 2023). Oleh Karenanya, Setiap Tahun Pemerintah Kabupaten Lamongan Melaksanakan Perhitungan Nilai Tukar Petani Ini. Melalui Perhitungan Dan Pemahaman Esensi Dari Nilai Tukar Petani Ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan Tidak Hanya Mempertahankan Keberadaan Sektor Pertanian, Melainkan Juga Sekaligus Berkomitmen Dalam Mentransformasikan Sektor Pertanian Ini Ke Arah Yang Lebih Maju Dan Modern
Tujuan Kegiatan
Tujuan Dari Penyusunan Analisis Kesejahteraan Petani Melalui Perhitungan Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Kabupaten Lamongan Adalah: 1. Untuk Memperoleh Data Harga Produsen Maupun Harga Konsumen 2. Untuk Mengetahui Data NTP Per Sub Sektor Maupun NTP Semua Sub Sektor (gabungan)
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
3 Januari 2023 - 6 Januari 2023
Desain
3 Januari 2023 - 6 Januari 2023
Pengumpulan Data
11 Januari 2023 - 15 Desember 2023
Pengolahan Data
16 Januari 2023 - 18 Desember 2023
Analisis
19 Januari 2023 - 23 Desember 2023
Diseminasi
27 Juni 2023 - 27 Desember 2023
Evaluasi
28 Desember 2023 - 3 Januari 2024
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 2 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Indeks Harga yang diterima petani di tiap komoditas subsektor tanaman pangan, holtikultura, perkebunan rakyat, peternakan dan perikananan di Kabupaten Lamongan | It (x) Keterangan: x adalah komoditas subsektor tanaman pangan, holtikultura, perkebunan rakyat, peternakan dan perikananan di Kabupaten Lamongan | Rata-rata harga produsen dari hasil produksi petan sebelum ditambahkan biaya transportasi/pengangkutan dan biaya pengepakan ke dalam harga penjualannya atau disebut Farm Gate (harga di sawah/ladang setelah pemetikan). | 12 Bulan |
| Indeks Harga yang dibayar petani | Ib (x) Keterangan: x adalah jumlah komoditas konsumsi rumah tangga dan biaya produksi | Rata-rata harga eceran barang/jasa yang dikonsumsi atau dibeli petani, baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya sendiri maupun untuk keperluan biaya produksi pertanian. | 12 Bulan |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Bulanan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | JAWA TIMUR | LAMONGAN |
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Individu
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Multi Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Probabilitas
Metode yang Digunakan
Simple Random Sampling
Kerangka Sampel Tahap Terakhir
List Frame
Fraksi Sampel Keseluruhan
Fraksi Sampel Dalam Hal Ini Dapat Dilihat Berdasarkan Atas Tahap Yang Digunakan Dalam Rancangan Sampel. Pada Penelitian Ini, Fraksi Sampel Yang Digunakan Berdasarkan Atas Multi Stage Yang Terdiri Dari Tahapan: • Tahap 1: Dari Kabupaten Dibuat Sampel Kecamatan Terpilih Populasi Kecamatan Di Kabupaten Lamongan : 27 Kecamatan Sampel Yang Digunakan : 16 Kecamatan Fraksi Sampel : 16/27 • Tahap 2 : Dari Sampel Kecamatan Terpilih Kemudian Ditentukan Desa Sampel Yang Akan Digunakan. Populasi Desa Di 16 Kecamatan Terpilih : 282 Sampel Desa Yang Digunakan : 42 Fraksi Sampel :42/282 • Tahap 3 : Dari Sampel Desa Terpilih Kemudian Ditentukan Jumlah Responden Yang Diambil Populasi Desa Terpilih : 141973 Sampel Responden : 99 Fraksi Sampel :99/141973
Nilai Perkiraan Sampling Error
Untuk Mencegah Terjadinya Sampling Error Pada Penelitian Ini Maka Peneliti Menetapkan Untuk Mensampling Petani Disetiap Kluster Baik Tanaman Pangan, Holtikultura, Tanaman Perkebunan Rakyat, Peternakan Dan Perikanan, Serta Untuk Pedagang Di Pasar Diambil 3-4 Responden Terpilih. Perkiraan Sampling Error Dalam Survei Ini Adalah: Jumlah Penduduk Di Kabupaten Lamongan : 1.356.027. Untuk Sampel Yang Digunakan : 99 Perkiraan Sampling Error : Sampel = N / (1+ (n X E2)) Sehingga 99 = 1.356.027 / (1 + (1.356.027 X E2)) Maka E2 = 0,1
Unit Sampel
Unit Sampel Adalah Unit Yang Dijadikan Dasar Penarikan Sampel Baik Berupa Elemenatau Kumpulan Elemen (klaster).. Untuk Unit Sampel Digunakan Berdasaratas Pembagian Beberapa Klaster Dimana :• Klaster Tanaman Pangan : Kecamatan Ngimbang, Tikung, Kedungpring, Modo, Babat,sukodadi, Karanggeneng, Karang Binangun, Sukorame Dan Kembangbahu• Klaster Holtikultura : Kecamatan Ngimbang, Tikung, Kedungpring, Modo, Babat, Sukodadi,karanggeneng, Karang Binangun, Sukorame Dan Kembangbahu• Klaster Tanaman Perkebunan Rakyat : Kecamatan Mantup, Dan Sambeng• Klaster Peternakan : Kecamatan Sambeng, Sukodadi, Dan Laren• Klaster Perikanan: Kecamatan Karang Binangun, Paciran Dan Brondong• Pasar : Kecamatan Mantup, Pucuk Dan Larendari Masing-masing Sektor Dan Pasar Tersebut Disetiap Kecamatan Dipilih 3-4 Responden, Sehingga Untuk Total Sampel Yang Digunakan Dalam Survei Ini Adalah 99 Responden.
Unit Observasi
99 Responden
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Kunjungan kembali (revisit)
Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 1 orang
Pengumpul data/enumerator : 6 orang
Pengumpul data/enumerator : 6 orang
Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Rumah Tangga
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
2 variabel yang diolah/dikumpulkan
Indeks harga yang diterima petani
Float • Poin
["It (x) Keterangan: x adalah komoditas subsektor tanaman pangan, holtikultura, perkebunan rakyat, peternakan dan perikananan di Kabupaten Lamongan"]Lihat →
Indeks harga yang dibayar petani
Float • Poin
["Ib (x) Keterangan: x adalah jumlah komoditas konsumsi rumah tangga dan biaya produksi"]Lihat →
Indikator Kegiatan
2 indikator yang dihasilkan