📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS DI WILAYAH KABUPATEN PANDEGLANG 2024
Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang
Statistik Sektoral
Pencacahan Lengkap
Kesehatan
2 Var
2 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
JUMLAH KEMATIAN IBU MENURUT KECAMATAN DAN PUSKESMAS DI WILAYAH KABUPATEN PANDEGLANG
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Pencacahan Lengkap
Sektor Kegiatan
Kesehatan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-24.3601.001
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang
Alamat Lengkap
Jl. Bhayangkara No.3, Pandeglang, Kec. Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, 42213
Telepon
(0253) 201064
Faksimile
(0253) 201064
Email
dinkesperencanaan2018@gmail.com
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
SEKRETARIS DAERAH
Nama PJ Teknis
Hj. Eniyati, SKM., M.Kes
Jabatan
kepala Dinas Kesehatan
Alamat
Jl. Bhayangkara No.3, Pandeglang, Kec. Pandeglang
Telepon
08128357451
Faksimile
-
Email
eniyati.ku@gmail.com
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
1. Latar BelakangAngka Kematian lbu (AKI) di Indonesia
masih tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. angka
kematian ibu berkisar 305 per 100.000 menurut Survei Angka Sensus(Supas) tahun
2015. Dari 14.640 total kematian ibu yang dilaporkan hanya 4.999, berarti ada
9.641 yang tidak dilaporkan ke pusat. Dari data tersebut, ada 83.447 kematian
ibu di desa maupun kelurahan, sementara di Puskesmas ada 9.825 kematian ibu,
dan 2.868 kematian ibu di rumah sakit. dijabarkan tempat kematian ibu yang
terjadi, adalah di rumah sakit 77%, di rumah 15,6%, di perjalanan ke fasilitas
pelayanan kesehatan 4,1%, di fasilitas kesehatan lainnya 2,5% dan kematian ibu
di tempat lainnya sebanyak 0,8%. Adapun penyabab kematian
ibu. Akibat gangguan hipertensi sebanyak 33,07%, perdarahan obstetrik 27.03%,
komplikasi non obstetric 15.7%, komplikasi obstetric lainnya 12.04% infeksi
pada kehamilan 6.06% dan penyebab lainnya 4.81%. Sementara penyebab kematian
neonatal tertinggi disebabkan oleh komplikasi kejadian intraparum tercatat
283%, akibat gangguan respiratori dan kardiovaskular 21.3%, BBLR dan premature
19%, kelhiran kongenital 14, 8%, akibat tetanus neonatorum 1,2%, infeksi 7.3%
dan akibat lainnya 8.2%.Telah banyak keberhasilan dalam pembangunan Nasional
khususnya di bidang kesehatan, namun bangsa Indonesia masih belum mencapai
“Indonesia Sehat” sebagaimana yang dikehendaki, setidaknya itu yang sering
diungkapkan oleh Menteri Kesehatan dalam menghadapi masalah kesehatan di bangsa
ini. Menyadari permasalahan kesehatan yang sedemikian kompleks, diantaranya
masih tinggi Angka Kematian Ibu (AKI) . Walaupun sumber dana sektor kesehatan
terus bertambah, disokong dengan peningkatan Sumber daya Manusia (SDM)
kesehatan yang terus bertambah kuantitasnya, namun dirasa belum dapat
sepenuhnya menyelesaikan masalah-masalah kesehatan di bangsa ini. Agar sumber
daya yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien, maka dilakukan
upaya-upaya terintegrasi yang sasarannya difokuskan kepada keluarga, dengan
dihidupkannya kembali “Pendekatan Keluarga”. Salah satu kegiatan yang dilakukan
dalam mendukung salah satu dari 12 Indikator Keluarga Sehat yaitu meningkatkan
penyediaan dan pemanfaatan Buku KIA. Dalam hal meningkatkan penyediaan dan
pemanfaatan Buku KIA, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Kesehatan
Keluarga menggagas program Kelas Ibu, yang mana Kelas Ibu tersebut dibagi
menjadi Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita.
Pada tahun 2022 dari hasil laporan bulanan, cakupan persalinan
di fasilitas kesehatan 100
%, target
Standar Pelayanan Minimal (SPM) 100% dan ditemukan jumlah Kematian Ibu di
Kabupaten Pandeglang sebanyak 31, penyebab kematian ibu karena perdarahan sebanyak 11
orang, HDK sebanyak 8 orang, Infeksi sebanyak 2 orang,
Sistem Peredaran darah sebanyak 2 orang, lain lain sebanyak 9 orang..Sedangkan kematian Bayi sebanya 206 dengan kasus
terbanyak yaitu Asfiksia dengan 86 kasus BBLR 67 kasus Kelainan Kongenital 11
kasus Berdasarkan hal tersebut maka kami merasa perlu meningkatkan kapasitas
keterampilan dan pengetahan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada
ibu hamil, bersalin, Nifas dan bayi baru lahir serta penguatan dengan lintas
sektor terkait untuk penguatan Program Perencanaan Pertolongan Persalinan dan
komplikasi (P4K) dan penguatan pelayanan Antenatal Care (ANC) serta rujukan
persalinan bagi masyarakat tidak mampu.
masih tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara. angka
kematian ibu berkisar 305 per 100.000 menurut Survei Angka Sensus(Supas) tahun
2015. Dari 14.640 total kematian ibu yang dilaporkan hanya 4.999, berarti ada
9.641 yang tidak dilaporkan ke pusat. Dari data tersebut, ada 83.447 kematian
ibu di desa maupun kelurahan, sementara di Puskesmas ada 9.825 kematian ibu,
dan 2.868 kematian ibu di rumah sakit. dijabarkan tempat kematian ibu yang
terjadi, adalah di rumah sakit 77%, di rumah 15,6%, di perjalanan ke fasilitas
pelayanan kesehatan 4,1%, di fasilitas kesehatan lainnya 2,5% dan kematian ibu
di tempat lainnya sebanyak 0,8%. Adapun penyabab kematian
ibu. Akibat gangguan hipertensi sebanyak 33,07%, perdarahan obstetrik 27.03%,
komplikasi non obstetric 15.7%, komplikasi obstetric lainnya 12.04% infeksi
pada kehamilan 6.06% dan penyebab lainnya 4.81%. Sementara penyebab kematian
neonatal tertinggi disebabkan oleh komplikasi kejadian intraparum tercatat
283%, akibat gangguan respiratori dan kardiovaskular 21.3%, BBLR dan premature
19%, kelhiran kongenital 14, 8%, akibat tetanus neonatorum 1,2%, infeksi 7.3%
dan akibat lainnya 8.2%.Telah banyak keberhasilan dalam pembangunan Nasional
khususnya di bidang kesehatan, namun bangsa Indonesia masih belum mencapai
“Indonesia Sehat” sebagaimana yang dikehendaki, setidaknya itu yang sering
diungkapkan oleh Menteri Kesehatan dalam menghadapi masalah kesehatan di bangsa
ini. Menyadari permasalahan kesehatan yang sedemikian kompleks, diantaranya
masih tinggi Angka Kematian Ibu (AKI) . Walaupun sumber dana sektor kesehatan
terus bertambah, disokong dengan peningkatan Sumber daya Manusia (SDM)
kesehatan yang terus bertambah kuantitasnya, namun dirasa belum dapat
sepenuhnya menyelesaikan masalah-masalah kesehatan di bangsa ini. Agar sumber
daya yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien, maka dilakukan
upaya-upaya terintegrasi yang sasarannya difokuskan kepada keluarga, dengan
dihidupkannya kembali “Pendekatan Keluarga”. Salah satu kegiatan yang dilakukan
dalam mendukung salah satu dari 12 Indikator Keluarga Sehat yaitu meningkatkan
penyediaan dan pemanfaatan Buku KIA. Dalam hal meningkatkan penyediaan dan
pemanfaatan Buku KIA, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Kesehatan
Keluarga menggagas program Kelas Ibu, yang mana Kelas Ibu tersebut dibagi
menjadi Kelas Ibu Hamil dan Kelas Ibu Balita.
Pada tahun 2022 dari hasil laporan bulanan, cakupan persalinan
di fasilitas kesehatan 100
%, target
Standar Pelayanan Minimal (SPM) 100% dan ditemukan jumlah Kematian Ibu di
Kabupaten Pandeglang sebanyak 31, penyebab kematian ibu karena perdarahan sebanyak 11
orang, HDK sebanyak 8 orang, Infeksi sebanyak 2 orang,
Sistem Peredaran darah sebanyak 2 orang, lain lain sebanyak 9 orang..Sedangkan kematian Bayi sebanya 206 dengan kasus
terbanyak yaitu Asfiksia dengan 86 kasus BBLR 67 kasus Kelainan Kongenital 11
kasus Berdasarkan hal tersebut maka kami merasa perlu meningkatkan kapasitas
keterampilan dan pengetahan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada
ibu hamil, bersalin, Nifas dan bayi baru lahir serta penguatan dengan lintas
sektor terkait untuk penguatan Program Perencanaan Pertolongan Persalinan dan
komplikasi (P4K) dan penguatan pelayanan Antenatal Care (ANC) serta rujukan
persalinan bagi masyarakat tidak mampu.
Tujuan Kegiatan
1. Tujuan 2.1. Tujuan Umum, Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat serta Menurunkan AKI dan AKN 2.2.Tujuan Khusus a. Terdatanya kasus kematian maternal dan Neonatalb. Terkajnya kasus kematian maternal dan Neonatal yang ada Menurunkan angka kematian ibu dan Neonatal
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
25 Desember 2024 - 30 Desember 2024
Desain
25 Desember 2024 - 30 Desember 2024
Pengumpulan Data
31 Desember 2024 - 18 Januari 2025
Pengolahan Data
1 Januari 2025 - 18 Januari 2025
Analisis
5 Januari 2025 - 25 Januari 2025
Diseminasi
26 Januari 2025 - 30 Januari 2025
Evaluasi
26 Januari 2025 - 30 Januari 2027
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 2 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Jumlah Kematian Ibu | Jumlah Kematian Ibu | Banyaknya kejadian kematian perempuan pada saat hamil atau kematian dalam kurun waktu 42 hari sejak terminasi kehamilan tanpa memandang lamanya kehamilan atau tempat persalinan, yakni kematian yang disebabkan karena kehamilannya atau pengelolaannya, tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan, terjatuh dll | 2023 |
| Jumlah Lahir Hidup | Jumlah Lahir Hidup | Suatu kelahiran seorang bayi tanpa memperhitungkan lamanya di dalam kandungan, dimana bayi menunjukkan tanda-tanda kehidupan, misal: bernafas, ada denyut jantung atau gerakan otot | 2023 |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | BANTEN | PANDEGLANG |
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
- Computer-assisted Telephones Interviewing (CATI)
- Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
- Mail
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
- Computer-assisted Telephones Interviewing (CATI)
- Computer Aided Web Interviewing (CAWI)
Unit Pengumpulan Data
- Lainnya, Kabupaten
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah
Diploma I/II/III
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 4 orang
Pengumpul data/enumerator : 4 orang
Pengumpul data/enumerator : 4 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
2 variabel yang diolah/dikumpulkan
Indikator Kegiatan
2 indikator yang dihasilkan