← Kembali ke Daftar
◈
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
kompilasi Data Kejadian Bencana
Tahun Kegiatan
2022
Cara Pengumpulan Data
Kompilasi Produk Administrasi
Sektor Kegiatan
Perlindungan Sosial dan Kesejahteraan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
⌂
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan
Alamat Lengkap
Jl. Perintis Kemerdekaan KM.11 Kel. Tamalanrea, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar
Telepon
0411-588170
Faksimile
-
Email
bpbdsulselprov@gmail.com
⚑
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Kepala Pelaksana Badan
Nama PJ Teknis
-
Jabatan
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik
Alamat
Jl. Perintis Kemerdekaan KM.11 Kel. Tamalanrea, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar
Telepon
0411-588170
Faksimile
-
Email
bpbdsulselprov@gmail.com
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Bencana alam adalah Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan dan tanah longsor (Perda Nomor 8 Tahun 2010 tentang Penanggulangan Bencana).

Undang-undang Republik Indonesia nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menjadi dasar penyelenggaraan Penanggulangan Bencana di Indonesia. Kegiatan yang dilakukan meliputi pra bencana, tanggap darurat dan pasca bencana. Dalam hal ini, kegiatan pengumpulan data kejadian bencana dilakukan pada saat tanggap darurat dan pasca bencana.

Meningkatnya jumlah kejadian bencana sejak awal tahun 2020, dimana jumlah kejadian bencana yang terjadi sebanyak 738 kali. Banjir 321 kali, angin kencang 185 kali, tanah longsor 93 kali, kebakaran 54 kali, puting beliung 51 kali, banjir bandang 17 kali, abrasi 7 kali, cuaca ekstrem 5 kali, gempa bumi 5 kali. Hal ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah agar dapat menetapkan kebijakan yang dapat mengakomodir kebutuhan para korban yang timbul pasca bencana. Olehnya itu, BPBD Provinsi Sulawesi Selatan akan melakukan kegiatan kompilasi data kejadian bencana periode tahun 2022.
Tujuan Kegiatan
Untuk memenuhi ketentuan Pasal 1 Peraturan Kepala BNPB RI Nomor 07 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan Data dan Informasi Bencana Indonesia, Penyelenggara berkewajiban untuk menyediakan data-data terkait agar dapat diketahui secara jelas jumlah korban meninggal, hilang serta terdampak akibat kejadian bencana sehingga dapat diinformasikan data yang valid kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 Desember 2021 - 15 Desember 2021
Desain
16 Desember 2021 - 31 Desember 2021
Pengumpulan Data
3 Januari 2022 - 31 Desember 2022
Pengolahan Data
2 Januari 2023 - 10 Januari 2023
Analisis
11 Januari 2023 - 14 Maret 2023
Diseminasi
15 Januari 2023 - 31 Maret 2023
Evaluasi
1 April 2023 - 5 April 2023
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 9 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Kejadian BencanaData Kejadian BencanaKejadian Bencana adalah peristiwa bencana yang terjadi dan dicatat berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban dan/atau kerusakan. Jika terjadi bencana pada tanggal yang sama dan melanda lebih dari satu wilayah, maka dihitung sebagai satu kejadianTahunan
Kejadian BanjirData Kejadian BanjirKejadian Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkatTahunan
Kejadian Tanah LongsorData Kejadian Tanah LongsorKejadian Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lerengTahunan
Kejadian KebakaranData Kejadian KebakaranKejadian Kebakaran adalah situasi dimana bangunan pada suatu tempat dilanda api sehingga menimbulkan korban dan/atau kerugian. Bangunan tersebut antara lain rumah/pemukiman, pabrik, pasar, gedung dan lain-lainTahunan
Kejadian Angin Puting BeliungData Kejadian Angin Puting BeliungKejadian Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit)Tahunan
Kejadian Banjir BandangData Kejadian Banjir BandangKejadian Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada alur sungai Tahunan
Kejadian AbrasiData Kejadian Abrasi Kejadian Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abrasi ini dipicu oleh terganggunya keseimbangan alam daerah pantai tersebut. Walaupun abrasi bisa disebabkan oleh gejala alami, namun manusia sering disebut sebagai penyebab utama abrasi Tahunan
Kejadian Cuaca EkstremData Kejadian Cuaca Ekstrem Kejadian Cuaca Ekstrem adalah kejadian cuaca yang tidak normal, tidak lazim yang dapat mengakibatkan kerugian terutama keselamatan jiwa dan harta Tahunan
Kejadian Gempa BumiData Kejadian Gempa BumiKejadian Gempa Bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunungapi atau runtuhan batuanTahunan
⬡
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
No Nama Provinsi Kabupaten/Kota
1. SULAWESI SELATAN KEPULAUAN SELAYAR
2. SULAWESI SELATAN BULUKUMBA
3. SULAWESI SELATAN BANTAENG
4. SULAWESI SELATAN JENEPONTO
5. SULAWESI SELATAN TAKALAR
6. SULAWESI SELATAN GOWA
7. SULAWESI SELATAN SINJAI
8. SULAWESI SELATAN MAROS
9. SULAWESI SELATAN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN
10. SULAWESI SELATAN BARRU
11. SULAWESI SELATAN BONE
12. SULAWESI SELATAN SOPPENG
13. SULAWESI SELATAN WAJO
14. SULAWESI SELATAN SIDENRENG RAPPANG
15. SULAWESI SELATAN PINRANG
16. SULAWESI SELATAN ENREKANG
17. SULAWESI SELATAN LUWU
18. SULAWESI SELATAN TANA TORAJA
19. SULAWESI SELATAN LUWU UTARA
20. SULAWESI SELATAN LUWU TIMUR
21. SULAWESI SELATAN TORAJA UTARA
22. SULAWESI SELATAN KOTA MAKASSAR
23. SULAWESI SELATAN KOTA PAREPARE
24. SULAWESI SELATAN KOTA PALOPO
Metode Pengumpulan Data
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Computer-assisted Telephones Interviewing (CATI)
- Lainnya, Whatsapp Grup
Unit Pengumpulan Data
- Lainnya, BPBD Kabupaten/kota
◎
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Lainnya, kunjungan lapangan
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
-
Persyaratan Pendidikan Terendah
-
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 0 orang
Pengumpul data/enumerator : 0 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, kejadian bencana
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Provinsi
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Ya 1 April 2023
Digital (Softcopy) Ya 1 April 2023
Data Mikro Tidak -
≡
Variabel Kegiatan
9 variabel yang diolah/dikumpulkan
Kejadian Cuaca Ekstrem
Integer • Kali/Kejadian
Kejadian Cuaca Ekstrem adalah kejadian cuaca yang tidak normal, tidak lazim yang dapat mengakibatkan kerugian terutama keselamatan jiwa dan harta. Dikatakan cuaca ekstrem karena m
["Data Kejadian Cuaca Ekstrem"]Lihat →
Kejadian Abrasi
Integer • Kali/Kejadian
Kejadian Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai a
["Data Kejadian Abrasi"]Lihat →
Kejadian Banjir Bandang
Integer • Kali/Kejadian
Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada alur sungai. Dikatakan banjir bandang ketika
["Data Kejadian Banjir Bandang"]Lihat →
Kejadian Angin Puting Beliung
Integer • Kali/Kejadian
Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permuk
["Data Kejadian Angin Puting Beliung"]Lihat →
Kejadian Kebakaran
Integer • Kali/Kejadian
Kebakaran adalah situasi dimana bangunan pada suatu tempat dilanda api sehingga menimbulkan korban dan/atau kerugian. Bangunan tersebut antara lain rumah/pemukiman, pabrik, pasar,
["Data Kejadian Kebakaran"]Lihat →
Kejadian Tanah Longsor
Integer • Kali/Kejadian
Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan
["Data Kejadian Tanah Longsor"]Lihat →
Kejadian Banjir
Integer • Kali/Kejadian
Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Dikatakan banjir apabila terdapat aliran air yang tidak dapat te
["Data Kejadian Banjir"]Lihat →
Kejadian Gempa Bumi
Integer • Kali/Kejadian
Kejadian Gempa Bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunungapi atau runtuhan
["Data Kejadian Gempa Bumi"]Lihat →
Kejadian Bencana
integer • kali/kejadian
Kejadian Bencana adalah peristiwa bencana yang terjadi dan dicatat berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban dan/atau kerusakan. Jika terjadi bencana pada tanggal
["Data Jumlah Kejadian Bencana"]Lihat →
▤
Indikator Kegiatan
9 indikator yang dihasilkan
Jumlah Kejadian Bencana
kali/kejadian • -
Kejadian Bencana adalah peristiwa bencana yang terjadi dan dicatat berdasarkan tanggal kejadian, lokasi, jenis bencana, korban dan/atau kerusakan. Jika terjadi bencana pada tanggal
["Data kejadian Bencana\t\t"]Lihat →
Jumlah Kejadian gempa bumi
kali/kejadian • kabupaten/kota
Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunungapi atau runtuhan batuan (P
["Data kejadian gempa bumi"]Lihat →
Jumlah Kejadian cuaca ekstrem
kali/kejadian • kabupaten/kota
Cuaca ekstrem adalah kejadian cuaca yang tidak normal, tidak lazim yang dapat mengakibatkan kerugian terutama keselamatan jiwa dan harta (Peraturan KBMKG Nomor 009 tahun 2010)
["Data kejadian cuaca ekstrem"]Lihat →
Jumlah Kejadian Abrasi
kali/kejadian • kabupaten/kota
Abrasi adalah proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak. Abrasi biasanya disebut juga erosi pantai. Kerusakan garis pantai akibat abra
["Data kejadian Abrasi"]Lihat →
Jumlah kejadian Banjir bandang
kali/kejadian • kabupaten/kota
Banjir bandang adalah banjir yang datang secara tiba-tiba dengan debit air yang besar yang disebabkan terbendungnya aliran sungai pada alur sungai (Perka BNPB No.7/2012 tentang Ped
["Data kejadian banjir bandang"]Lihat →
Jumlah kejadian angin puting beliung
kali/kejadian • kabupaten/kota
Angin puting beliung adalah angin kencang yang datang secara tiba-tiba, mempunyai pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permuk
["Data kejadian angin puting beliung"]Lihat →
Jumlah kejadian kebakaran
kali/kejadian • kabupaten/kota
Kebakaran adalah situasi dimana bangunan pada suatu tempat dilanda api sehingga menimbulkan korban dan/atau kerugian. Bangunan tersebut antara lain rumah/pemukiman, pabrik, pasar,
["Data jumlah kejadian Kebakaran"]Lihat →
Jumlah kejadian tanah longsor
kali/kejadian • kabupaten/kota
Tanah longsor merupakan salah satu jenis gerakan massa tanah atau batuan, ataupun percampuran keduanya, menuruni atau keluar lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan
["Data jumlah Kejadian tanah longsor "]Lihat →
Jumlah kejadian banjir
kali/kejadian • Kabupaten/kota
Banjir adalah peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat (Perka BNPB No.7/2012 tentang Pedoman pengelolaan data dan inform
["Data jumlah kejadian banjir"]Lihat →