📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
Survei Harga Produsen di Indonesia 2024
Direktorat Statistik Harga
Statistik Dasar
Survei
Harga dan Paritas Daya Beli
17 Var
2 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Survei Harga Produsen di Indonesia
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Harga dan Paritas Daya Beli
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Dasar
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
-
Alamat Lengkap
-
Telepon
-
Faksimile
-
Email
-
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa
Eselon 2
Direktorat Statistik Harga
Nama PJ Teknis
Sri Andayani M.Stat.
Jabatan
Ketua Tim Bidang Statistik Harga Produsen
Alamat
Jalan Dr. Sutomo No. 6-8, Jakarta
Telepon
0213841195
Faksimile
021-3857046
Email
shprod@bps.go.id
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Pembangunan ekonomi yang terus berlangsung seiring dengan kemajuan teknologi membuat pergeseran struktur ekonomi mulai terjadi dari yang sebelumnya didominasi oleh sektor pertanian beralih ke sektor industri dan jasa. Perubahan struktur ekonomi ini mengakibatkan pola perdagangan dan produksi barang dan jasa mengalami perubahan yang relatif besar. Indeks harga merupakan salah satu indikator perekonomian yang mampu menunjukkan perilaku dari setiap barang dan jasa sehingga dapat dijadikan dasar pembuatan kebijakan pemerintah ataupun alat analisis bagi ekonom dan peneliti.
Pembentukan harga suatu barang atau jasa pertama kali dimulai dari tingkat produsen. Fluktuasi harga ditransmisikan dari produsen ke pedagang grosir hingga sampai pada konsumen di pedagang eceran. Hal ini membuat harga produsen sebagai price leader dari level harga lainnya. Oleh karena itu, pemantauan terhadap harga produsen, yang terkompilasi dalam bentuk Indeks Harga Produsen (IHP), dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini (early warning system) terhadap gejolak harga pada level harga selanjutnya. Di sisi lain, IHP digunakan untuk mendukung penyusunan neraca pembayaran (Balance of Payment) BPS dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi dan sebagai bahan analisis ekonomi.
Survei Harga Produsen mencakup Sektor Pertanian (HPT), Sektor Pertambangan dan Penggalian serta Industri Pengolahan (HP), dan Sektor Jasa (HPJ). Sejak Oktober 2013, BPS telah merilis IHP level nasional dengan tahun dasar 2010=100 mengacu pada Tabel Input-Output Updating 2010. Cakupan sektor IHP yang dirilis, yaitu: Sektor Pertanian, Sektor Pertambangan dan Penggalian, dan Sektor Industri Pengolahan. Mulai tahun 2014, BPS mulai mengembangkan cakupan IHP ke sektor jasa secara bertahap, dimulai dengan Sektor Jasa Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman pada tahun 2015, Sektor Jasa Pengadaan Listrik dan Gas, Pengelolaan Air, dan Angkutan Penumpang pada tahun 2016, dan Sektor Jasa Pendidikan dan Kesehatan pada tahun 2019.
Mulai Triwulan I 2024, diagram timbang IHP diperbarui menggunakan tahun dasar 2016, sehingga penghitungan IHP berdasarkan periode referensi 2016=100. Permintaan pengguna data terhadap data IHP semakin meningkat baik dari sisi cakupan wilayah maupun cakupan kegiatan. Hal ini menjadi tantangan BPS dalam rangka pelayanan prima kepada para stakeholder yaitu dengan menyediakan data yang lengkap, akurat, dan mutakhir. Pada tahun 2024, BPS mulai melakukan pengumpulan data untuk penyusunan IHP Provinsi tahap 1 untuk lima provinsi yaitu: Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.
Pembentukan harga suatu barang atau jasa pertama kali dimulai dari tingkat produsen. Fluktuasi harga ditransmisikan dari produsen ke pedagang grosir hingga sampai pada konsumen di pedagang eceran. Hal ini membuat harga produsen sebagai price leader dari level harga lainnya. Oleh karena itu, pemantauan terhadap harga produsen, yang terkompilasi dalam bentuk Indeks Harga Produsen (IHP), dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini (early warning system) terhadap gejolak harga pada level harga selanjutnya. Di sisi lain, IHP digunakan untuk mendukung penyusunan neraca pembayaran (Balance of Payment) BPS dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi dan sebagai bahan analisis ekonomi.
Survei Harga Produsen mencakup Sektor Pertanian (HPT), Sektor Pertambangan dan Penggalian serta Industri Pengolahan (HP), dan Sektor Jasa (HPJ). Sejak Oktober 2013, BPS telah merilis IHP level nasional dengan tahun dasar 2010=100 mengacu pada Tabel Input-Output Updating 2010. Cakupan sektor IHP yang dirilis, yaitu: Sektor Pertanian, Sektor Pertambangan dan Penggalian, dan Sektor Industri Pengolahan. Mulai tahun 2014, BPS mulai mengembangkan cakupan IHP ke sektor jasa secara bertahap, dimulai dengan Sektor Jasa Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman pada tahun 2015, Sektor Jasa Pengadaan Listrik dan Gas, Pengelolaan Air, dan Angkutan Penumpang pada tahun 2016, dan Sektor Jasa Pendidikan dan Kesehatan pada tahun 2019.
Mulai Triwulan I 2024, diagram timbang IHP diperbarui menggunakan tahun dasar 2016, sehingga penghitungan IHP berdasarkan periode referensi 2016=100. Permintaan pengguna data terhadap data IHP semakin meningkat baik dari sisi cakupan wilayah maupun cakupan kegiatan. Hal ini menjadi tantangan BPS dalam rangka pelayanan prima kepada para stakeholder yaitu dengan menyediakan data yang lengkap, akurat, dan mutakhir. Pada tahun 2024, BPS mulai melakukan pengumpulan data untuk penyusunan IHP Provinsi tahap 1 untuk lima provinsi yaitu: Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan.
Tujuan Kegiatan
Memperoleh data harga produsen yang lengkap dan berkesinambungan untuk penghitungan Indeks Harga Produsen (IHP). Secara lebih rinci tujuan pembangunan IHP adalah sebagai deflator Produk Domestik Bruto (PDB), indikator ekonomi, serta dasar eskalasi kontrak/proyek dan evaluasi asset/saham.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 September 2023 - 31 Desember 2023
Desain
1 September 2023 - 31 Desember 2023
Pengumpulan Data
1 Januari 2024 - 20 Desember 2024
Pengolahan Data
21 Januari 2024 - 31 Maret 2025
Analisis
28 Januari 2024 - 30 April 2025
Diseminasi
1 Februari 2024 - 31 Mei 2025
Evaluasi
1 Februari 2024 - 31 Mei 2025
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 17 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Harga per Satuan Komoditas Pertambangan dan Penggalian serta Industri Pengolahan Bulan Sebelumnya | Komoditas Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan | Besarnya harga dasar (besaran yang diterima produsen dari pembeli dikurangi pajak yang dibayar dan ditambah subsidi yang diterima) per satuan/unit barang untuk setiap spesifikasi/kualitas barang Sektor Pertambangan dan Penggalian serta Industri Pengolahan pada bulan sebelumnya. | Pada bulan sebelum pencacahan |
| Harga per Satuan Komoditas Pertambangan dan Penggalian serta Industri Pengolahan Bulan Pencacahan | Komoditas Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan | Besarnya harga dasar (besaran yang diterima produsen dari pembeli dikurangi pajak yang dibayar dan ditambah subsidi yang diterima) per satuan/unit barang untuk setiap spesifikasi/kualitas barang Sektor Pertambangan dan Penggalian serta Industri Pengolahan pada bulan pencacahan. | Pada saat pencacahan |
| Harga per Satuan Komoditas Pertanian Bulan Sebelumnya | Komoditas Pertanian | Besarnya harga dasar (besaran yang diterima produsen dari pembeli dikurangi pajak yang dibayar dan ditambah subsidi yang diterima) per satuan/unit barang untuk setiap spesifikasi/kualitas barang Sektor Pertanian pada bulan sebelumnya. | Pada bulan sebelum pencacahan |
| Harga per Satuan Komoditas Pertanian Bulan Pencacahan | Komoditas Pertanian | Besarnya harga dasar (besaran yang diterima produsen dari pembeli dikurangi pajak yang dibayar dan ditambah subsidi yang diterima) per satuan/unit barang untuk setiap spesifikasi/kualitas barang Sektor Pertanian pada bulan pencacahan. | Pada saat pencacahan |
| Tarif Jasa Pembangkit Listrik Bulan Sebelumnya | Listrik, Pembangkit Listrik, Jasa Pembangkit Listrik | Besarnya rupiah yang terima perusahaan dari pelanggan per Megawatt Hour (MwH) untuk masing-masing jenis pembangkit dan kategori golongan/pelanggan pada bulan sebelumnya. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada bulan sebelum pencacahan |
| Tarif Jasa Pembangkit Listrik Bulan Pencacahan | Listrik, Pembangkit Listrik, Jasa Pembangkit Listrik | Besarnya rupiah yang terima perusahaan dari pelanggan per Megawatt Hour (MwH) untuk masing-masing jenis pembangkit dan kategori golongan/pelanggan pada bulan pencacahan. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada saat pencacahan |
| Tarif Jasa Gas Bulan Sebelumnya | Gas, Jasa Gas | Besarnya tarif gas (per m3) untuk masing-masing golongan/pelanggan dan klasifikasinya yang dilayani oleh perusahaan penyaluran gas kota pada bulan sebelumnya. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada bulan sebelum pencacahan |
| Tarif Jasa Gas Bulan Pencacahan | Gas, Jasa Gas | Besarnya tarif gas (per m3) untuk masing-masing golongan/pelanggan dan klasifikasinya yang dilayani oleh perusahaan penyaluran gas kota pada bulan pencacahan. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada saat pencacahan |
| Tarif Jasa Air Bersih Bulan Sebelumnya | Air Bersih, Jasa Air Bersih | Besarnya harga/tarif air bersih (per m3) untuk setiap kelompok dan subkelompok pelanggan perusahaan penyedia air bersih pada bulan sebelumnya. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada bulan sebelum pencacahan |
| Tarif Jasa Air Bersih Bulan Pencacahan | Air Bersih, Jasa Air Bersih | Besarnya harga/tarif air bersih (per m3) untuk setiap kelompok dan subkelompok pelanggan perusahaan penyedia air bersih pada bulan pencacahan. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada saat pencacahan |
| Tarif Jasa Angkutan Kereta Api Penumpang Bulan Sebelumnya | Kereta Api, Jasa Angkutan Kereta Api Penumpang | Besarnya harga jual/harga tiket kereta api per orang dewasa untuk setiap spesifikasi pada bulan sebelumnya. Harga yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | harga hari kerja=Kamis pada minggu ke-2; harga hari libur=Sabtu pada minggu ke-2 pada bulan sebelumnya |
| Tarif Jasa Angkutan Kereta Api Penumpang Bulan Pencacahan | Kereta Api, Jasa Angkutan Kereta Api Penumpang | Besarnya harga jual/harga tiket kereta api per orang dewasa untuk setiap spesifikasi pada bulan pencacahan. Harga yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | harga hari kerja=Kamis pada minggu ke-2; harga hari libur=Sabtu pada minggu ke-2 pada bulan pencacahan |
| Tarif Jasa Transportasi Darat Angkutan Penumpang Lainnya Bulan Sebelumnya | Jasa Transportasi Darat Angkutan Penumpang | Besarnya harga/tarif angkutan darat (selain kereta api) per orang dewasa untuk setiap spesifikasi pada bulan sebelumnya. Harga yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada bulan sebelum pencacahan |
| Tarif Jasa Transportasi Darat Angkutan Penumpang Lainnya Bulan Pencacahan | Jasa Transportasi Darat Angkutan Penumpang | Besarnya harga/tarif angkutan darat (selain kereta api) per orang dewasa untuk setiap spesifikasi pada bulan pencacahan. Harga yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada saat pencacahan |
| Tarif Jasa Transportasi Laut Angkutan Penumpang Bulan Sebelumnya | Jasa Transportasi Laut Angkutan Penumpang | Besarnya harga jual tiket kapal laut per orang dewasa untuk setiap spesifikasi pada bulan sebelumnya. Harga yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada bulan sebelum pencacahan |
| Tarif Jasa Transportasi Laut Angkutan Penumpang Bulan Pencacahan | Jasa Transportasi Laut Angkutan Penumpang | Besarnya harga jual tiket kapal laut per orang dewasa untuk setiap spesifikasi pada bulan pencacahan. Harga yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada saat pencacahan |
| Tarif Jasa Transportasi Udara Angkutan Penumpang Bulan Sebelumnya | Jasa Transportasi Udara Angkutan Penumpang | Besarnya harga jual/tarif tiket pesawat per orang dewasa untuk setiap spesifikasi pada bulan sebelumnya. Harga yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | harga hari kerja=Senin pada minggu ke-2; harga hari libur=Minggu pada minggu ke-2 pada bulan sebelumnya |
| Tarif Jasa Transportasi Udara Angkutan Penumpang Bulan Pencacahan | Jasa Transportasi Udara Angkutan Penumpang | Besarnya harga jual/tarif tiket pesawat per orang dewasa untuk setiap spesifikasi pada bulan pencacahan. Harga yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | harga hari kerja=Senin pada minggu ke-2; harga hari libur=Minggu pada minggu ke-2 pada bulan pencacahan |
| Tarif Jasa Transportasi Barang Bulan Sebelumnya | Jasa Transportasi Barang | Besarnya harga/tarif angkutan barang (dalam Rupiah) untuk setiap spesifikasi pada bulan sebelumnya. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada bulan sebelum pencacahan |
| Tarif Jasa Transportasi Barang Bulan Pencacahan | Jasa Transportasi Barang | Besarnya harga/tarif angkutan barang (dalam Rupiah) untuk setiap spesifikasi pada bulan pencacahan. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada saat pencacahan |
| Harga Jasa Penyediaan Makanan/Minuman Bulan Sebelumnya | Jasa Penyediaan Makanan/Minuman | Besarnya harga jual (dalam satuan Rupiah) untuk masing-masing makanan/minuman, baik dalam bentuk paket maupun non-paket pada bulan sebelumnya. Harga yang dimaksud adalah tarif reguler, tidak termasuk pajak, dan sudah termasuk subsidi jika ada. | Pada bulan sebelum pencacahan |
| Harga Jasa Penyediaan Makanan/Minuman Bulan Pencacahan | Jasa Penyediaan Makanan/Minuman | Besarnya harga jual (dalam satuan Rupiah) untuk masing-masing makanan/minuman, baik dalam bentuk paket maupun non-paket pada bulan pencacahan. Harga yang dimaksud adalah tarif reguler, tidak termasuk pajak, dan sudah termasuk subsidi jika ada. | Pada saat pencacahan |
| Tarif Jasa Telekomunikasi Bulan Sebelumnya | Jasa Telekomunikasi | Besarnya tarif atau harga jual per satuan (Rupiah) untuk masing-masing spesifikasi produk jasa telekomunikasi, baik telekomunikasi kabel tetap maupun telekomunikasi seluler pada bulan sebelumnya. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada bulan sebelum pencacahan |
| Tarif Jasa Telekomunikasi Bulan Pencacahan | Jasa Telekomunikasi | Besarnya tarif atau harga jual per satuan (Rupiah) untuk masing-masing spesifikasi produk jasa telekomunikasi, baik telekomunikasi kabel tetap maupun telekomunikasi seluler pada bulan pencacahan. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada saat pencacahan |
| Tarif Jasa Pendidikan Bulan Sebelumnya | Jasa Pendidikan | Besarnya tarif atau biaya per satuan (Rupiah) untuk masing-masing jenis biaya pendidikan pada bulan sebelumnya. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada bulan sebelum pencacahan |
| Tarif Jasa Pendidikan Bulan Pencacahan | Jasa Pendidikan | Besarnya tarif atau biaya per satuan (Rupiah) untuk masing-masing jenis biaya pendidikan pada bulan pencacahan. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada saat pencacahan |
| Tarif Jasa Kesehatan Bulan Sebelumnya | Jasa Kesehatan | Besarnya tarif atau biaya per satuan (Rupiah) untuk masing-masing jenis biaya pelayanan jasa kesehatan pada bulan sebelumnya. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada bulan sebelum pencacahan |
| Tarif Jasa Kesehatan Bulan Pencacahan | Jasa Kesehatan | Besarnya tarif atau biaya per satuan (Rupiah) untuk masing-masing jenis biaya pelayanan jasa kesehatan pada bulan pencacahan. Tarif yang dimaksud adalah tarif reguler tidak termasuk pajak dan termasuk subsidi jika ada. | Pada saat pencacahan |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Bulanan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Panel
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | ACEH | ACEH SINGKIL |
| 2. | ACEH | ACEH TIMUR |
| 3. | ACEH | ACEH TENGAH |
| 4. | ACEH | ACEH BARAT |
| 5. | ACEH | ACEH BESAR |
| 6. | ACEH | BIREUEN |
| 7. | ACEH | ACEH UTARA |
| 8. | ACEH | ACEH TAMIANG |
| 9. | ACEH | BENER MERIAH |
| 10. | ACEH | PIDIE JAYA |
| 11. | ACEH | KOTA BANDA ACEH |
| 12. | ACEH | KOTA SABANG |
| 13. | ACEH | KOTA LANGSA |
| 14. | ACEH | KOTA LHOKSEUMAWE |
| 15. | SUMATERA UTARA | MANDAILING NATAL |
| 16. | SUMATERA UTARA | TAPANULI SELATAN |
| 17. | SUMATERA UTARA | TAPANULI TENGAH |
| 18. | SUMATERA UTARA | TAPANULI UTARA |
| 19. | SUMATERA UTARA | TOBA SAMOSIR |
| 20. | SUMATERA UTARA | LABUHAN BATU |
| 21. | SUMATERA UTARA | ASAHAN |
| 22. | SUMATERA UTARA | SIMALUNGUN |
| 23. | SUMATERA UTARA | DAIRI |
| 24. | SUMATERA UTARA | KARO |
| 25. | SUMATERA UTARA | DELI SERDANG |
| 26. | SUMATERA UTARA | LANGKAT |
| 27. | SUMATERA UTARA | HUMBANG HASUNDUTAN |
| 28. | SUMATERA UTARA | SERDANG BEDAGAI |
| 29. | SUMATERA UTARA | BATU BARA |
| 30. | SUMATERA UTARA | PADANG LAWAS UTARA |
| 31. | SUMATERA UTARA | PADANG LAWAS |
| 32. | SUMATERA UTARA | LABUHAN BATU SELATAN |
| 33. | SUMATERA UTARA | LABUHAN BATU UTARA |
| 34. | SUMATERA UTARA | KOTA SIBOLGA |
| 35. | SUMATERA UTARA | KOTA TANJUNG BALAI |
| 36. | SUMATERA UTARA | KOTA PEMATANGSIANTAR |
| 37. | SUMATERA UTARA | KOTA TEBING TINGGI |
| 38. | SUMATERA UTARA | KOTA MEDAN |
| 39. | SUMATERA UTARA | KOTA BINJAI |
| 40. | SUMATERA UTARA | KOTA PADANG SIDEMPUAN |
| 41. | SUMATERA BARAT | PADANG PARIAMAN |
| 42. | SUMATERA BARAT | LIMA PULUH KOTA |
| 43. | SUMATERA BARAT | PASAMAN BARAT |
| 44. | SUMATERA BARAT | KOTA PADANG |
| 45. | SUMATERA BARAT | KOTA SOLOK |
| 46. | SUMATERA BARAT | KOTA SAWAH LUNTO |
| 47. | SUMATERA BARAT | KOTA PADANG PANJANG |
| 48. | RIAU | KUANTAN SINGINGI |
| 49. | RIAU | INDRAGIRI HULU |
| 50. | RIAU | INDRAGIRI HILIR |
| 51. | RIAU | PELALAWAN |
| 52. | RIAU | S I A K |
| 53. | RIAU | KAMPAR |
| 54. | RIAU | ROKAN HULU |
| 55. | RIAU | BENGKALIS |
| 56. | RIAU | ROKAN HILIR |
| 57. | RIAU | KEPULAUAN MERANTI |
| 58. | RIAU | KOTA PEKANBARU |
| 59. | RIAU | KOTA D U M A I |
| 60. | JAMBI | MERANGIN |
| 61. | JAMBI | SAROLANGUN |
| 62. | JAMBI | BATANG HARI |
| 63. | JAMBI | MUARO JAMBI |
| 64. | JAMBI | TANJUNG JABUNG TIMUR |
| 65. | JAMBI | TANJUNG JABUNG BARAT |
| 66. | JAMBI | TEBO |
| 67. | JAMBI | BUNGO |
| 68. | JAMBI | KOTA JAMBI |
| 69. | SUMATERA SELATAN | OGAN KOMERING ULU |
| 70. | SUMATERA SELATAN | OGAN KOMERING ILIR |
| 71. | SUMATERA SELATAN | MUARA ENIM |
| 72. | SUMATERA SELATAN | LAHAT |
| 73. | SUMATERA SELATAN | MUSI RAWAS |
| 74. | SUMATERA SELATAN | MUSI BANYUASIN |
| 75. | SUMATERA SELATAN | BANYU ASIN |
| 76. | SUMATERA SELATAN | OGAN ILIR |
| 77. | SUMATERA SELATAN | KOTA PALEMBANG |
| 78. | SUMATERA SELATAN | KOTA PRABUMULIH |
| 79. | SUMATERA SELATAN | KOTA LUBUKLINGGAU |
| 80. | BENGKULU | BENGKULU SELATAN |
| 81. | BENGKULU | REJANG LEBONG |
| 82. | BENGKULU | BENGKULU UTARA |
| 83. | BENGKULU | KAUR |
| 84. | BENGKULU | SELUMA |
| 85. | BENGKULU | MUKOMUKO |
| 86. | BENGKULU | LEBONG |
| 87. | BENGKULU | KEPAHIANG |
| 88. | BENGKULU | BENGKULU TENGAH |
| 89. | BENGKULU | KOTA BENGKULU |
| 90. | LAMPUNG | TANGGAMUS |
| 91. | LAMPUNG | LAMPUNG SELATAN |
| 92. | LAMPUNG | LAMPUNG TIMUR |
| 93. | LAMPUNG | LAMPUNG TENGAH |
| 94. | LAMPUNG | WAY KANAN |
| 95. | LAMPUNG | TULANGBAWANG |
| 96. | LAMPUNG | PESAWARAN |
| 97. | LAMPUNG | PRINGSEWU |
| 98. | LAMPUNG | MESUJI |
| 99. | LAMPUNG | TULANG BAWANG BARAT |
| 100. | LAMPUNG | KOTA BANDAR LAMPUNG |
| 101. | LAMPUNG | KOTA METRO |
| 102. | KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | BANGKA |
| 103. | KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | BELITUNG |
| 104. | KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | BANGKA BARAT |
| 105. | KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | BANGKA TENGAH |
| 106. | KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | BANGKA SELATAN |
| 107. | KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | BELITUNG TIMUR |
| 108. | KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | KOTA PANGKALPINANG |
| 109. | KEPULAUAN RIAU | KARIMUN |
| 110. | KEPULAUAN RIAU | BINTAN |
| 111. | KEPULAUAN RIAU | NATUNA |
| 112. | KEPULAUAN RIAU | LINGGA |
| 113. | KEPULAUAN RIAU | KEPULAUAN ANAMBAS |
| 114. | KEPULAUAN RIAU | KOTA B A T A M |
| 115. | KEPULAUAN RIAU | KOTA TANJUNG PINANG |
| 116. | DKI JAKARTA | KOTA JAKARTA SELATAN |
| 117. | DKI JAKARTA | KOTA JAKARTA TIMUR |
| 118. | DKI JAKARTA | KOTA JAKARTA PUSAT |
| 119. | DKI JAKARTA | KOTA JAKARTA BARAT |
| 120. | DKI JAKARTA | KOTA JAKARTA UTARA |
| 121. | JAWA BARAT | BOGOR |
| 122. | JAWA BARAT | SUKABUMI |
| 123. | JAWA BARAT | CIANJUR |
| 124. | JAWA BARAT | BANDUNG |
| 125. | JAWA BARAT | GARUT |
| 126. | JAWA BARAT | TASIKMALAYA |
| 127. | JAWA BARAT | CIAMIS |
| 128. | JAWA BARAT | KUNINGAN |
| 129. | JAWA BARAT | CIREBON |
| 130. | JAWA BARAT | MAJALENGKA |
| 131. | JAWA BARAT | SUMEDANG |
| 132. | JAWA BARAT | INDRAMAYU |
| 133. | JAWA BARAT | SUBANG |
| 134. | JAWA BARAT | PURWAKARTA |
| 135. | JAWA BARAT | KARAWANG |
| 136. | JAWA BARAT | BEKASI |
| 137. | JAWA BARAT | BANDUNG BARAT |
| 138. | JAWA BARAT | PANGANDARAN |
| 139. | JAWA BARAT | KOTA BOGOR |
| 140. | JAWA BARAT | KOTA SUKABUMI |
| 141. | JAWA BARAT | KOTA BANDUNG |
| 142. | JAWA BARAT | KOTA CIREBON |
| 143. | JAWA BARAT | KOTA BEKASI |
| 144. | JAWA BARAT | KOTA DEPOK |
| 145. | JAWA BARAT | KOTA CIMAHI |
| 146. | JAWA BARAT | KOTA TASIKMALAYA |
| 147. | JAWA BARAT | KOTA BANJAR |
| 148. | JAWA TENGAH | CILACAP |
| 149. | JAWA TENGAH | BANYUMAS |
| 150. | JAWA TENGAH | PURBALINGGA |
| 151. | JAWA TENGAH | BANJARNEGARA |
| 152. | JAWA TENGAH | KEBUMEN |
| 153. | JAWA TENGAH | PURWOREJO |
| 154. | JAWA TENGAH | WONOSOBO |
| 155. | JAWA TENGAH | MAGELANG |
| 156. | JAWA TENGAH | BOYOLALI |
| 157. | JAWA TENGAH | KLATEN |
| 158. | JAWA TENGAH | SUKOHARJO |
| 159. | JAWA TENGAH | WONOGIRI |
| 160. | JAWA TENGAH | KARANGANYAR |
| 161. | JAWA TENGAH | SRAGEN |
| 162. | JAWA TENGAH | GROBOGAN |
| 163. | JAWA TENGAH | BLORA |
| 164. | JAWA TENGAH | REMBANG |
| 165. | JAWA TENGAH | PATI |
| 166. | JAWA TENGAH | KUDUS |
| 167. | JAWA TENGAH | JEPARA |
| 168. | JAWA TENGAH | DEMAK |
| 169. | JAWA TENGAH | SEMARANG |
| 170. | JAWA TENGAH | TEMANGGUNG |
| 171. | JAWA TENGAH | KENDAL |
| 172. | JAWA TENGAH | BATANG |
| 173. | JAWA TENGAH | PEKALONGAN |
| 174. | JAWA TENGAH | PEMALANG |
| 175. | JAWA TENGAH | TEGAL |
| 176. | JAWA TENGAH | BREBES |
| 177. | JAWA TENGAH | KOTA MAGELANG |
| 178. | JAWA TENGAH | KOTA SURAKARTA |
| 179. | JAWA TENGAH | KOTA SALATIGA |
| 180. | JAWA TENGAH | KOTA SEMARANG |
| 181. | JAWA TENGAH | KOTA PEKALONGAN |
| 182. | JAWA TENGAH | KOTA TEGAL |
| 183. | DI YOGYAKARTA | KULON PROGO |
| 184. | DI YOGYAKARTA | BANTUL |
| 185. | DI YOGYAKARTA | GUNUNG KIDUL |
| 186. | DI YOGYAKARTA | SLEMAN |
| 187. | DI YOGYAKARTA | KOTA YOGYAKARTA |
| 188. | JAWA TIMUR | PACITAN |
| 189. | JAWA TIMUR | PONOROGO |
| 190. | JAWA TIMUR | TRENGGALEK |
| 191. | JAWA TIMUR | TULUNGAGUNG |
| 192. | JAWA TIMUR | BLITAR |
| 193. | JAWA TIMUR | KEDIRI |
| 194. | JAWA TIMUR | MALANG |
| 195. | JAWA TIMUR | LUMAJANG |
| 196. | JAWA TIMUR | JEMBER |
| 197. | JAWA TIMUR | BANYUWANGI |
| 198. | JAWA TIMUR | BONDOWOSO |
| 199. | JAWA TIMUR | SITUBONDO |
| 200. | JAWA TIMUR | PROBOLINGGO |
| 201. | JAWA TIMUR | PASURUAN |
| 202. | JAWA TIMUR | SIDOARJO |
| 203. | JAWA TIMUR | MOJOKERTO |
| 204. | JAWA TIMUR | JOMBANG |
| 205. | JAWA TIMUR | NGANJUK |
| 206. | JAWA TIMUR | MADIUN |
| 207. | JAWA TIMUR | MAGETAN |
| 208. | JAWA TIMUR | NGAWI |
| 209. | JAWA TIMUR | BOJONEGORO |
| 210. | JAWA TIMUR | TUBAN |
| 211. | JAWA TIMUR | LAMONGAN |
| 212. | JAWA TIMUR | GRESIK |
| 213. | JAWA TIMUR | BANGKALAN |
| 214. | JAWA TIMUR | SAMPANG |
| 215. | JAWA TIMUR | PAMEKASAN |
| 216. | JAWA TIMUR | SUMENEP |
| 217. | JAWA TIMUR | KOTA KEDIRI |
| 218. | JAWA TIMUR | KOTA BLITAR |
| 219. | JAWA TIMUR | KOTA MALANG |
| 220. | JAWA TIMUR | KOTA PROBOLINGGO |
| 221. | JAWA TIMUR | KOTA PASURUAN |
| 222. | JAWA TIMUR | KOTA MOJOKERTO |
| 223. | JAWA TIMUR | KOTA MADIUN |
| 224. | JAWA TIMUR | KOTA SURABAYA |
| 225. | JAWA TIMUR | KOTA BATU |
| 226. | BANTEN | PANDEGLANG |
| 227. | BANTEN | LEBAK |
| 228. | BANTEN | TANGERANG |
| 229. | BANTEN | SERANG |
| 230. | BANTEN | KOTA TANGERANG |
| 231. | BANTEN | KOTA CILEGON |
| 232. | BANTEN | KOTA SERANG |
| 233. | BANTEN | KOTA TANGERANG SELATAN |
| 234. | BALI | JEMBRANA |
| 235. | BALI | TABANAN |
| 236. | BALI | BADUNG |
| 237. | BALI | GIANYAR |
| 238. | BALI | KLUNGKUNG |
| 239. | BALI | BANGLI |
| 240. | BALI | KARANGASEM |
| 241. | BALI | BULELENG |
| 242. | BALI | KOTA DENPASAR |
| 243. | NUSA TENGGARA BARAT | LOMBOK BARAT |
| 244. | NUSA TENGGARA BARAT | LOMBOK TENGAH |
| 245. | NUSA TENGGARA BARAT | LOMBOK TIMUR |
| 246. | NUSA TENGGARA BARAT | SUMBAWA |
| 247. | NUSA TENGGARA BARAT | DOMPU |
| 248. | NUSA TENGGARA BARAT | BIMA |
| 249. | NUSA TENGGARA BARAT | SUMBAWA BARAT |
| 250. | NUSA TENGGARA BARAT | LOMBOK UTARA |
| 251. | NUSA TENGGARA BARAT | KOTA MATARAM |
| 252. | NUSA TENGGARA BARAT | KOTA BIMA |
| 253. | NUSA TENGGARA TIMUR | SUMBA BARAT |
| 254. | NUSA TENGGARA TIMUR | SUMBA TIMUR |
| 255. | NUSA TENGGARA TIMUR | KUPANG |
| 256. | NUSA TENGGARA TIMUR | TIMOR TENGAH SELATAN |
| 257. | NUSA TENGGARA TIMUR | TIMOR TENGAH UTARA |
| 258. | NUSA TENGGARA TIMUR | BELU |
| 259. | NUSA TENGGARA TIMUR | ALOR |
| 260. | NUSA TENGGARA TIMUR | LEMBATA |
| 261. | NUSA TENGGARA TIMUR | FLORES TIMUR |
| 262. | NUSA TENGGARA TIMUR | SIKKA |
| 263. | NUSA TENGGARA TIMUR | ENDE |
| 264. | NUSA TENGGARA TIMUR | NGADA |
| 265. | NUSA TENGGARA TIMUR | MANGGARAI |
| 266. | NUSA TENGGARA TIMUR | ROTE NDAO |
| 267. | NUSA TENGGARA TIMUR | MANGGARAI BARAT |
| 268. | NUSA TENGGARA TIMUR | MANGGARAI TIMUR |
| 269. | NUSA TENGGARA TIMUR | KOTA KUPANG |
| 270. | KALIMANTAN BARAT | SAMBAS |
| 271. | KALIMANTAN BARAT | MEMPAWAH |
| 272. | KALIMANTAN BARAT | KETAPANG |
| 273. | KALIMANTAN BARAT | SINTANG |
| 274. | KALIMANTAN BARAT | KUBU RAYA |
| 275. | KALIMANTAN BARAT | KOTA PONTIANAK |
| 276. | KALIMANTAN TENGAH | KOTAWARINGIN BARAT |
| 277. | KALIMANTAN TENGAH | KOTAWARINGIN TIMUR |
| 278. | KALIMANTAN TENGAH | KAPUAS |
| 279. | KALIMANTAN TENGAH | BARITO SELATAN |
| 280. | KALIMANTAN TENGAH | BARITO UTARA |
| 281. | KALIMANTAN TENGAH | LAMANDAU |
| 282. | KALIMANTAN TENGAH | KATINGAN |
| 283. | KALIMANTAN TENGAH | MURUNG RAYA |
| 284. | KALIMANTAN TENGAH | KOTA PALANGKA RAYA |
| 285. | KALIMANTAN SELATAN | TANAH LAUT |
| 286. | KALIMANTAN SELATAN | KOTABARU |
| 287. | KALIMANTAN SELATAN | BANJAR |
| 288. | KALIMANTAN SELATAN | BARITO KUALA |
| 289. | KALIMANTAN SELATAN | TAPIN |
| 290. | KALIMANTAN SELATAN | HULU SUNGAI SELATAN |
| 291. | KALIMANTAN SELATAN | HULU SUNGAI UTARA |
| 292. | KALIMANTAN SELATAN | TABALONG |
| 293. | KALIMANTAN SELATAN | TANAH BUMBU |
| 294. | KALIMANTAN SELATAN | BALANGAN |
| 295. | KALIMANTAN SELATAN | KOTA BANJARMASIN |
| 296. | KALIMANTAN SELATAN | KOTA BANJAR BARU |
| 297. | KALIMANTAN TIMUR | KUTAI BARAT |
| 298. | KALIMANTAN TIMUR | KUTAI KARTANEGARA |
| 299. | KALIMANTAN TIMUR | KUTAI TIMUR |
| 300. | KALIMANTAN TIMUR | BERAU |
| 301. | KALIMANTAN TIMUR | KOTA BALIKPAPAN |
| 302. | KALIMANTAN TIMUR | KOTA SAMARINDA |
| 303. | KALIMANTAN TIMUR | KOTA BONTANG |
| 304. | KALIMANTAN UTARA | BULUNGAN |
| 305. | KALIMANTAN UTARA | NUNUKAN |
| 306. | KALIMANTAN UTARA | KOTA TARAKAN |
| 307. | SULAWESI UTARA | BOLAANG MONGONDOW |
| 308. | SULAWESI UTARA | MINAHASA SELATAN |
| 309. | SULAWESI UTARA | MINAHASA UTARA |
| 310. | SULAWESI UTARA | KOTA MANADO |
| 311. | SULAWESI UTARA | KOTA BITUNG |
| 312. | SULAWESI UTARA | KOTA TOMOHON |
| 313. | SULAWESI TENGAH | BANGGAI |
| 314. | SULAWESI TENGAH | MOROWALI |
| 315. | SULAWESI TENGAH | POSO |
| 316. | SULAWESI TENGAH | DONGGALA |
| 317. | SULAWESI TENGAH | TOLI-TOLI |
| 318. | SULAWESI TENGAH | BUOL |
| 319. | SULAWESI TENGAH | PARIGI MOUTONG |
| 320. | SULAWESI TENGAH | TOJO UNA-UNA |
| 321. | SULAWESI TENGAH | MOROWALI UTARA |
| 322. | SULAWESI TENGAH | KOTA PALU |
| 323. | SULAWESI SELATAN | KEPULAUAN SELAYAR |
| 324. | SULAWESI SELATAN | BULUKUMBA |
| 325. | SULAWESI SELATAN | BANTAENG |
| 326. | SULAWESI SELATAN | JENEPONTO |
| 327. | SULAWESI SELATAN | TAKALAR |
| 328. | SULAWESI SELATAN | GOWA |
| 329. | SULAWESI SELATAN | MAROS |
| 330. | SULAWESI SELATAN | PANGKAJENE DAN KEPULAUAN |
| 331. | SULAWESI SELATAN | BONE |
| 332. | SULAWESI SELATAN | SOPPENG |
| 333. | SULAWESI SELATAN | WAJO |
| 334. | SULAWESI SELATAN | SIDENRENG RAPPANG |
| 335. | SULAWESI SELATAN | PINRANG |
| 336. | SULAWESI SELATAN | LUWU |
| 337. | SULAWESI SELATAN | TANA TORAJA |
| 338. | SULAWESI SELATAN | LUWU UTARA |
| 339. | SULAWESI SELATAN | LUWU TIMUR |
| 340. | SULAWESI SELATAN | TORAJA UTARA |
| 341. | SULAWESI SELATAN | KOTA MAKASSAR |
| 342. | SULAWESI SELATAN | KOTA PAREPARE |
| 343. | SULAWESI SELATAN | KOTA PALOPO |
| 344. | SULAWESI TENGGARA | BUTON |
| 345. | SULAWESI TENGGARA | MUNA |
| 346. | SULAWESI TENGGARA | KONAWE |
| 347. | SULAWESI TENGGARA | KOLAKA |
| 348. | SULAWESI TENGGARA | KONAWE SELATAN |
| 349. | SULAWESI TENGGARA | BOMBANA |
| 350. | SULAWESI TENGGARA | KONAWE UTARA |
| 351. | SULAWESI TENGGARA | KOTA KENDARI |
| 352. | SULAWESI TENGGARA | KOTA BAUBAU |
| 353. | GORONTALO | BOALEMO |
| 354. | GORONTALO | GORONTALO |
| 355. | GORONTALO | KOTA GORONTALO |
| 356. | SULAWESI BARAT | MAJENE |
| 357. | SULAWESI BARAT | POLEWALI MANDAR |
| 358. | SULAWESI BARAT | MAMASA |
| 359. | SULAWESI BARAT | MAMUJU |
| 360. | SULAWESI BARAT | PASANGKAYU |
| 361. | MALUKU | MALUKU TENGAH |
| 362. | MALUKU | BURU |
| 363. | MALUKU | KEPULAUAN ARU |
| 364. | MALUKU | SERAM BAGIAN BARAT |
| 365. | MALUKU | KOTA AMBON |
| 366. | MALUKU UTARA | HALMAHERA SELATAN |
| 367. | MALUKU UTARA | HALMAHERA UTARA |
| 368. | MALUKU UTARA | KOTA TERNATE |
| 369. | PAPUA BARAT | FAKFAK |
| 370. | PAPUA BARAT | TELUK WONDAMA |
| 371. | PAPUA BARAT | MANOKWARI |
| 372. | PAPUA BARAT | SORONG |
| 373. | PAPUA BARAT | KOTA SORONG |
| 374. | PAPUA | MERAUKE |
| 375. | PAPUA | JAYAPURA |
| 376. | PAPUA | NABIRE |
| 377. | PAPUA | BIAK NUMFOR |
| 378. | PAPUA | MIMIKA |
| 379. | PAPUA | KEEROM |
| 380. | PAPUA | KOTA JAYAPURA |
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
- Mengisi kuesioner sendiri (swacacah)
- Pengumpulan data sekunder
- Mengisi kuesioner sendiri (swacacah)
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Mail
Unit Pengumpulan Data
- Usaha/perusahaan
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Single Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Nonprobabilitas
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Perusahaan yang memproduksi dan menjual barang/jasa sesuai dengan komoditas terpilih pada Diagram Timbang Indeks Harga Produsen
Unit Observasi
Perusahaan yang memproduksi dan menjual barang/jasa sesuai dengan komoditas terpilih pada Diagram Timbang Indeks Harga Produsen
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
- Kunjungan kembali (revisit)
- Kunjungan kembali (revisit)
Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMA/SMK Sederajat
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 37 orang
Pengumpul data/enumerator : 380 orang
Pengumpul data/enumerator : 380 orang
Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Usaha/Perusahaan
- Lainnya, Paket komoditas
- Lainnya, Paket komoditas
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Nasional
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
17 variabel yang diolah/dikumpulkan
Tarif Jasa Air Bersih Bulan Sebelumnya
Float • Rupiah/m3
["Air Bersih, Jasa Air Bersih"]Lihat →
Tarif Jasa Pendidikan Bulan Pencacahan
Float • Rupiah
["Jasa Pendidikan"]Lihat →
Harga per Satuan Komoditas Pertanian Bulan Pencacahan
Float • Rupiah
["Komoditas Pertanian"]Lihat →
Tarif Jasa Kesehatan Bulan Pencacahan
Float • Rupiah
["Jasa Kesehatan"]Lihat →
Tarif Jasa Telekomunikasi Bulan Pencacahan
Float • Rupiah
["Jasa Telekomunikasi"]Lihat →
Tarif Jasa Transportasi Barang Bulan Sebelumnya
Float • Rupiah
["Jasa Transportasi Barang"]Lihat →
Tarif Jasa Transportasi Laut Angkutan Penumpang Bulan Pencacahan
Float • Rupiah
["Jasa Transportasi Laut Angkutan Penumpang"]Lihat →
Tarif Jasa Air Bersih Bulan Pencacahan
Float • Rupiah/m3
["Air Bersih, Jasa Air Bersih"]Lihat →
Tarif Jasa Transportasi Darat Angkutan Penumpang Lainnya Bulan Pencacahan
Float • Rupiah
["Jasa Transportasi Darat Angkutan Penumpang"]Lihat →
Tarif Jasa Pendidikan Bulan Sebelumnya
Float • Rupiah
["Jasa Pendidikan"]Lihat →
Tarif Jasa Kesehatan Bulan Sebelumnya
Float • Rupiah
["Jasa Kesehatan"]Lihat →
Tarif Jasa Pembangkit Listrik Bulan Pencacahan
Float • Rupiah
["Listrik, Pembangkit Listrik, Jasa Pembangkit Listrik"]Lihat →
Tarif Jasa Gas Bulan Pencacahan
Float • Rupiah/m3
["Gas, Jasa Gas"]Lihat →
Harga per Satuan Komoditas Pertanian Bulan Sebelumnya
Float • Rupiah
["Komoditas Pertanian"]Lihat →
Tarif Jasa Transportasi Udara Angkutan Penumpang Bulan Pencacahan
Float • Rupiah
["Jasa Transportasi Udara Angkutan Penumpang"]Lihat →
Tarif Jasa Transportasi Barang Bulan Pencacahan
Float • Rupiah
["Jasa Transportasi Barang"]Lihat →
Tarif Jasa Gas Bulan Sebelumnya
Float • Rupiah/m3
["Gas, Jasa Gas"]Lihat →
Indikator Kegiatan
2 indikator yang dihasilkan