π DETAIL METADATA KEGIATAN
Survei Pembangunan Pemuda Kota Blitar 2024
Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Kota Blitar
Statistik Sektoral
Survei
Pembangunan
15 Var
6 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Survei Pembangunan Pemuda Kota Blitar
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Pembangunan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Kota Blitar
Alamat Lengkap
Jl. Sumatra No 60 Blitar
Telepon
-
Faksimile
-
Email
dispora@blitarkota.go.id
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
MOH. AMINURCHOLIS, S.Sos.
Nama PJ Teknis
MOH. AMINURCHOLIS, S.Sos.
Jabatan
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Kota Blitar
Alamat
Jl. Sumatra No. 60, Kota Blitar
Telepon
081333634959
Faksimile
-
Email
dispora@blitarkota.go.id
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Olahraga merupakan suatu aktivitas yang banyak dilakukan oleh masyarakat, keberadaannya sekarang ini tidak lagi dipandang sebelah mata tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sebab olahraga dewasa ini sudah dikenal oleh masyarakat baik orang tua, remaja, maupun anak-anak. Hal ini terbukti pada hari-hari libur di lapangan-lapangan serta tempatβ tempat lainnya yang memungkinkan untuk melakukan kegiatan olahraga. Olahraga berdasarkan sifat dan tujuannya dapat dibagi menjadi olahraga prestasi, olahraga pendidikan dan olahraga rekreasi.
Upaya peningkatan kualitas pemuda menjadi salah satu agenda strategis untuk mendapatkan manfaat bonus demografi. Pembangunan kualitas pemuda tertuang dalam RPJMN 2020-2024 sebagai bagian dari Prioritas Nasional ke-3 Meningkatkan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing. Kerangka pembangunan manusia yang berkualitas dan berdaya saing ditujukan untuk menciptakan manusia yang sehat, cerdas, adaptif, kreatif, inovatif, terampil dan bermartabat. Secara khusus, kebijakan dan strategi peningkatan kualitas pemuda diarahkan pada tiga hal, yaitu: (1) Penguatan kapasitas kelembagaan, koordinasi strategis lintas pemangku kepentingan, serta pengembangan peran dunia usaha dan masyarakat dalam menyelenggarakan pelayanan kepemudaan yang terintegrasi, termasuk memfasilitasi ruang-ruang kreasi positif bagi pemuda; (2) Peningkatan partisipasi aktif sosial dan politik pemuda, diantaranya melalui peran pemuda di forum internasional, pertukaran pemuda, dan keikutsertaan dalam pelestarian lingkungan; dan (3) Pencegahan perilaku berisiko pada pemuda, termasuk pencegahan atas bahaya kekerasan, perundungan, penyalahgunaan napza, minuman keras, penyebaran penyakit HIV/AIDS, dan penyakit menular seksual.
Pembangunan pemuda merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun SDM yang berkualitas dan berdaya saing serta berperan penting untuk memetik bonus demografi. Keberhasilan pembangunan pemuda dapat diukur dengan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dan telah menjadi indikator didalam RPJMN 2020-2024. Pada tahun 2018, Pemerintah telah meluncurkan Laporan IPP 2017 yang kemudian diperbaharui dengan Laporan IPP 2019. Laporan ini disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dengan dukungan United Nations Population Fund (UNFPA).
Permasalahan keolahragaan baik tingkat nasional maupun daerah semakin kompleks dan berkaitan dengan dinamika sosial, ekonomi dan budaya masyarakat dan bangsa serta tutuntutan perubahan global sehingga sudah saatnya pemerintah memperhatikan secara menyeluruh dengan memperhatikan semua aspek terkait, adaptif terhadap perkembangan oahraga dan masyarakat, sekaligus sebagai instrumen hukum yang mampu mendukung pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional dan daerah pada masa kini dan masa yang akan datang.
Investasi pada peningkatan kualitas pemuda merupakan salah satu kegiatan prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Hal ini tidak terlepas dari konteks bonus demografi Indonesia yang akan mencapai puncaknya pada 2025 hingga 2030. Dalam periode ini, Indonesia diharapkan mampu memetik keuntungan dari proporsi populasi kelompok usia produktif yang lebih besar daripada populasi kelompok usia tidak produktif. Dengan jumlah penduduk pemuda mencapai hampir seperempat jumlah keseluruhan penduduk saat ini, Indonesia berpeluang untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang besar. Kualitas pemuda Indonesia akan menjadi salah satu penentu untuk mendapatkan peluang tersebut. Dengan demikian, investasi pada kelompok pemuda saat ini akan menentukan dividen yang diraih Indonesia pada masa mendatang.
Untuk memantau kemajuan pembangunan pemuda, perlu ada indikator untuk menilai capaian pembangunan pemuda. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) memang telah menyajikan beragam indikator yang dapat dijadikan acuan untuk menilai capaian pembangunan pemuda. Namun, tidak mudah untuk mengambil kesimpulan umum terkait capaian pembangunan pemuda karena banyaknya indikator yang digunakan dalam TPB. Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) untuk memudahkan proses penilaian tingkat keberhasilan pembangunan pemuda di Indonesia. Indeks ini diukur secara statistik oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Upaya peningkatan kualitas pemuda menjadi salah satu agenda strategis untuk mendapatkan manfaat bonus demografi. Pembangunan kualitas pemuda tertuang dalam RPJMN 2020-2024 sebagai bagian dari Prioritas Nasional ke-3 Meningkatkan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing. Kerangka pembangunan manusia yang berkualitas dan berdaya saing ditujukan untuk menciptakan manusia yang sehat, cerdas, adaptif, kreatif, inovatif, terampil dan bermartabat. Secara khusus, kebijakan dan strategi peningkatan kualitas pemuda diarahkan pada tiga hal, yaitu: (1) Penguatan kapasitas kelembagaan, koordinasi strategis lintas pemangku kepentingan, serta pengembangan peran dunia usaha dan masyarakat dalam menyelenggarakan pelayanan kepemudaan yang terintegrasi, termasuk memfasilitasi ruang-ruang kreasi positif bagi pemuda; (2) Peningkatan partisipasi aktif sosial dan politik pemuda, diantaranya melalui peran pemuda di forum internasional, pertukaran pemuda, dan keikutsertaan dalam pelestarian lingkungan; dan (3) Pencegahan perilaku berisiko pada pemuda, termasuk pencegahan atas bahaya kekerasan, perundungan, penyalahgunaan napza, minuman keras, penyebaran penyakit HIV/AIDS, dan penyakit menular seksual.
Pembangunan pemuda merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun SDM yang berkualitas dan berdaya saing serta berperan penting untuk memetik bonus demografi. Keberhasilan pembangunan pemuda dapat diukur dengan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dan telah menjadi indikator didalam RPJMN 2020-2024. Pada tahun 2018, Pemerintah telah meluncurkan Laporan IPP 2017 yang kemudian diperbaharui dengan Laporan IPP 2019. Laporan ini disusun oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dengan dukungan United Nations Population Fund (UNFPA).
Permasalahan keolahragaan baik tingkat nasional maupun daerah semakin kompleks dan berkaitan dengan dinamika sosial, ekonomi dan budaya masyarakat dan bangsa serta tutuntutan perubahan global sehingga sudah saatnya pemerintah memperhatikan secara menyeluruh dengan memperhatikan semua aspek terkait, adaptif terhadap perkembangan oahraga dan masyarakat, sekaligus sebagai instrumen hukum yang mampu mendukung pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional dan daerah pada masa kini dan masa yang akan datang.
Investasi pada peningkatan kualitas pemuda merupakan salah satu kegiatan prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Hal ini tidak terlepas dari konteks bonus demografi Indonesia yang akan mencapai puncaknya pada 2025 hingga 2030. Dalam periode ini, Indonesia diharapkan mampu memetik keuntungan dari proporsi populasi kelompok usia produktif yang lebih besar daripada populasi kelompok usia tidak produktif. Dengan jumlah penduduk pemuda mencapai hampir seperempat jumlah keseluruhan penduduk saat ini, Indonesia berpeluang untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang besar. Kualitas pemuda Indonesia akan menjadi salah satu penentu untuk mendapatkan peluang tersebut. Dengan demikian, investasi pada kelompok pemuda saat ini akan menentukan dividen yang diraih Indonesia pada masa mendatang.
Untuk memantau kemajuan pembangunan pemuda, perlu ada indikator untuk menilai capaian pembangunan pemuda. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) memang telah menyajikan beragam indikator yang dapat dijadikan acuan untuk menilai capaian pembangunan pemuda. Namun, tidak mudah untuk mengambil kesimpulan umum terkait capaian pembangunan pemuda karena banyaknya indikator yang digunakan dalam TPB. Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) untuk memudahkan proses penilaian tingkat keberhasilan pembangunan pemuda di Indonesia. Indeks ini diukur secara statistik oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Tujuan Kegiatan
Adapun tujuan diselenggarakannya pekerjaan ini adalah : (1) Membangun kerangka analisis situasi, tantangan, dan rumusan kebijakan untuk mendorong perbaikan pembangunan pemuda di tingkat daerah agar lebih progresif. (2) Memberikan gambaran kepada para pembuat kebijakan di daerah tentang kondisi dan tantangan pembanguan pemuda di tiap kota Blitar sehingga mereka diharapkan dapat menyiapkan solusi dalam menyikapi permasalahan pembangunan pemuda di kota Blitar.
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
25 Maret 2024 - 5 April 2024
Desain
8 April 2024 - 12 April 2024
Pengumpulan Data
15 April 2024 - 3 Mei 2024
Pengolahan Data
3 Mei 2024 - 10 Mei 2024
Analisis
10 Mei 2024 - 17 Mei 2024
Diseminasi
18 Mei 2024 - 24 Mei 2024
Evaluasi
27 Mei 2024 - 31 Mei 2024
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 15 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| SDM Olahraga | SDM Olahraga | SDM olahraga merujuk pada pelatih, guru pendidikan jasmani, instruktur, dan relawan olahraga yang merupakan komponen utama dalam sistem pembinaan dan pengembangan olahraga. Indikator SDM Olahraga di suatu wilayah adalah rasio jumlah pelatih, guru pendidikan jasmani, instruktur, dan relawan olahraga dengan jumlah penduduk usia 10 (sepuluh) tahun ke atas di wilayah tersebut | 2023 |
| Ruang Terbuka Olahraga | Ruang Terbuka Olahraga | Ruang terbuka olahraga adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan aktivitas olahraga, baik indoor maupun outdoor. Ruang terbuka merupakan tempat yang menjadi kebutuhan dasar bagi siapa pun untuk melakukan aktivitas olahraga. Ruang terbuka yang memadai menjadi syarat terbentuknya partisipasi dalam aktivitas olahraga. Indikator ruang terbuka di suatu wilayah adalah rasio antara ketersediaan ruang terbuka dengan jumlah penduduk usia 10 (sepuluh) tahun ke atas di wilayah tersebut | 2023 |
| Literasi Fisik | Literasi Fisik | Literasi fisik adalah serangkaian pengetahuan, keterampilan, keterlibatan, dan tanggung jawab seseorang dalam melakukan aktivitas fisik untuk hidup yang berkualitas sepanjang hayat. Indikator utama dari literasi fisik adalah pengetahuan, sikap, dan kompetensi fisik dari individu. Individu yang memiliki literasi fisik yang bagus akan melibatkan diri dalam aktivitas fisik secara lebih intens dan berkelanjutan | 2023 |
| Partisipasi | Partisipasi | Keterlibatan individu dalam olahraga/aktivitas fisik dalam satu minggu terakhir. Indikator partisipasi aktif merujuk pada angka partisipasi anggota masyarakat berusia 10 (sepuluh) sampai dengan 60 (enam puluh) tahun yang melakukan aktivitas olahraga paling sedikit 3 (tiga) kali per minggu | 2023 |
| Kebugaran | Kebugaran | Kebugaran didefinisikan sebagai kesanggupan tubuh untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Indikator kebugaran adalah angka kebugaran yang ditunjukkan dengan V02max, yakni berupa derajat kapasitas konsumsi aerobik maksimum. Semakin tinggi V02max, menunjukkan semakin tinggi tingkat kebugaran seseorang | 2023 |
| Kesehatan | Kesehatan | Kesehatan mencakup sehat secara fisik dan psikis yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif. Seseorang dinyatakan sehat secara fisik jika terbebas dari penyakit dan mampu bekerja secara produktif. Sementara itu, sehat secara psikis mengacu pada kesejahteraan psikis, yakni suatu kondisi di mana individu dapat bertindak secara otonom, dapat menerima kelebihan dan kekurangan dirinya, dan memiliki tujuan hidup yang jelas | 2023 |
| Perkembangan Personal | Perkembangan Personal | Perkembangan personal adalah aspek-aspek kepribadian yang dibutuhkan seseorang untuk menjalani kehidupan yang konstruktif, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Ada dua aspek yang diukur dalam perkembangan personal, yakni keuletan/ketangguhan/daya tahan (resilience) dan modal sosial. Keuletan/ketangguhan/daya tahan (resilience) adalah kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan dan ketangguhan dalam menghadapi kesulitan. Sementara itu, modal sosial adalah perasaan bersama sebagai warga bangsa yang memungkinkan mereka percaya satu sama lain | 2023 |
| Ekonomi | Ekonomi | Ekonomi adalah pengeluaran individu terkait aktivitas olahraga, baik dalam bentuk barang maupun jasa, dalam satu tahun. Belanja barang dapat berupa peralatan dan perlengkapan olahraga. Peralatan olahraga dapat berupa raket, stick atau pemukul, glove, bola dan lainnya. Sedangkan perlengkapan olahraga dapat berupa pakaian olahraga, sepatu dan lainnya. Sementara itu, jasa olahraga bisa berupa pembayaran tiket, konsultan, jasa pelatihan dan sebagainya. Kemampuan membayar terhadap barang atau jasa merupakan indikator penting dari ekonomi seseorang dalam kurun waktu satu tahun terakhir | 2023 |
| Performa | Performa | Performa adalah capaian olahragawan atau sekelompok olahragawan termasuk penyandang disabilitas sebagai hasil dari pembinaan olahraga prestasi pada suatu wilayah. Performa dalam konteks ini diukur dengan dua hal, yakni perolehan medali dalam suatu kejuaraan dan populasi atlet elit di suatu daerah | 2023 |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Longitudinal Panel
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | JAWA TIMUR | KOTA BLITAR |
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
- Pengamatan (observasi)
- Mengisi kuesioner sendiri (swacacah)
- Pengumpulan data sekunder
- Pengamatan (observasi)
- Mengisi kuesioner sendiri (swacacah)
- Pengumpulan data sekunder
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Lainnya, Google Form
- Lainnya, Google Form
Unit Pengumpulan Data
- Individu
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Single Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Nonprobabilitas
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Pemuda yang telah mengikuti kegiatan dan terdaftar pada Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Blitar
Unit Observasi
Setiap Pemuda yang terdaftar pada Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Blitar
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
- Kunjungan kembali (revisit)
- Lainnya, FGD
- Kunjungan kembali (revisit)
- Lainnya, FGD
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah
SMA/SMK Sederajat
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 1 orang
Pengumpul data/enumerator : 2 orang
Pengumpul data/enumerator : 2 orang
Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Ya
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Individu
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
15 variabel yang diolah/dikumpulkan
Pemuda Perempuan Kerja Formal
Float β’ -
["-"]Lihat β
Pemuda sedang Sekolah Menengah Perguruan Tinggi
Float β’ -
["-"]Lihat β
Perkawinan Usia Anak
Float β’ -
["-"]Lihat β
Pemuda terlibat aktif dalam rapat atau pertemuan kemasyarakatan
Float β’ -
["-"]Lihat β
Partisipasi pemuda dalam organisasi
Float β’ -
["-"]Lihat β
Partisipasi Pemuda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan
Float β’ -
["-"]Lihat β
Tingkat Pengangguran Terbuka
Float β’ -
["-"]Lihat β
Pemuda Wirausaha Kerah Putih/White Collar
Float β’ -
["-"]Lihat β
Remaja Perempuan Hamil
Float β’ -
["-"]Lihat β
Pemuda Merokok
Float β’ -
["-"]Lihat β
Pemuda Korban Kejahatan
Float β’ -
["-"]Lihat β
Angka Kesakitan Pemuda
Float β’ -
["-"]Lihat β
APK Perguruan Tinggi
Float β’ -
["-"]Lihat β
APK Sekolah Menengah
float β’ -
["-"]Lihat β
Rata-Rata Lama Sekolah
Float β’ -
["Rata-Rata Lama Sekolah"]Lihat β
Indikator Kegiatan
6 indikator yang dihasilkan
Gender dan Diskriminasi
- β’ Kabupaten/Kota
["menggambarkan seberapa besar tingkat diskriminasi pada pembangunan daerah "]Lihat β
Partisipasi dan Kepeminpinan
- β’ Kabupaten/Kota
["menggambarkan seberapa besar keterlibatan pemuda dalam proses pembentukan kebijakan pembangunan daerah"]Lihat β
Lapangan dan Kesempatan kerja
- β’ Kabupaten/Kota
["Untuk menggambarkan seberapa besar pengaruh pemuda dalam pembangunan daerah di bidang ekonomi"]Lihat β
Kesehatan dan Kesejahteraan
- β’ Kabupaten/Kota
["Untuk menggambarkan kondisi kesehatan dan kesejahteraan pemuda"]Lihat β
Pendidikan
- β’ Kabupaten/Kota
["Untuk mengukur keberhasilan pendidikan pemuda"]Lihat β
Indeks Pembangunan Pemuda
- β’ Kabupaten/Kota
["Untuk menggambarkan situasi pembangunan pemuda dalam disagresi data yang memadai, baik dari segi tema maupun wilayah administrasi yang cukup"]Lihat β