← Kembali ke Daftar
β—ˆ
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
SURVEI KONDISI JALAN KABUPATEN PURBALINGGA
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Pembangunan
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Sektoral
Identitas Rekomendasi
V-24.3303.004
βŒ‚
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Tata Ruang Kabupaten Purbalingga
Alamat Lengkap
Jl. Raya Purbaligga - Kaligondang Km. 2
Telepon
(0281) 893158
Faksimile
(0281) 895767
Email
dpupr@purbalinggakab.go.id
βš‘
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
-
Eselon 2
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purbalingga
Nama PJ Teknis
Gunawan Wibisono, ST
Jabatan
Kepala Bidang Bina Marga
Alamat
Jl. Raya Purbalingga - Kaligondang Km.2 Purbalingga
Telepon
(0281) 893158
Faksimile
(0281) 895767
Email
dpupr@purbalinggakab.go.id
✎
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Jaringan jalan merupakan infrastruktur yang sangat berperan penting dalam sebuah sektor perhubungan dari suatu tempat ke tempat lain. Salah satu perannya adalah penunjang kemajuan perekonomian suatu daerah. Hal itu disebabkan penting dan strategisnya fungsi jalan untuk mendorong distribusi barang dan jasa sekaligus mobilitas penduduk.Β Ketersediaan jalan adalah prasyarat mutlak bagi masuknya investasi ke suatu wilayah. Jalan memungkinkan seluruh masyarakat mendapatkan akses pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan. Untuk menjalankan fungsi tersebut jalan harus mempunyai kinerja yang baik sehingga bisa melayani pengguna dengan maksimal. Kinerja jalan yang baik menuntut adanya pemeliharaan yang baik, terencana dengan sistematis.Β Jalan adalah suatu konstruksi yang mempunyai keterbatasan masa layan tertentu. Sebagai unit pelayanan, jalan merupakan sistem jaringan yang terdiri dari segmen-segmen yang dikenal dengan istilah ruas jalan. Dengan sistem anggaran tahunan tidak multitahun, sistem kontrak tidak berdasarkan kinerja dan keterbatasan anggaran pemeliharaan jalan, penentuan prioritas pemeliharaan sering menjadi masalah.Survei kondisi jalan dilakukan untuk mengetahui pelayanan jalan yang ada. Pedoman Survei Pengumpulan Data Kondisi Jaringan Jalan diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 01/SE/Db/2021. Dengan adanya survei tersebut diharapkan diketahui jenis pemeliharaan dan perbaikan yang harus dilakukan sehingga membantu dalam penentuan prioritas pemeliharaan.
Tujuan Kegiatan
Mengetahui data jalan di wilayah Kabupaten Purbalingga pada periode tahunan terkait dimensi jalan, jenis perkerasan, kelengkapan sarana pendukung jalan, dan kondisi jalan (Baik, sedang, dan rusak).
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
18 Agustus 2024 - 24 Agustus 2024
Desain
18 Agustus 2024 - 24 Agustus 2024
Pengumpulan Data
26 Agustus 2024 - 25 November 2024
Pengolahan Data
26 Agustus 2024 - 25 November 2024
Analisis
26 November 2024 - 2 Desember 2024
Diseminasi
26 November 2024 - 2 Desember 2024
Evaluasi
26 November 2024 - 2 Desember 2024
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 4 var
Nama VariabelKonsepDefinisiReferensi Waktu
Jenis PerkerasanJenis PerkerasanJenis struktur/konstruksi perkerasan jalan (aspal, beton, macadam, dll)31 Desember 2024
Kondisi JalanKondisi JalanKondisi kualitas suatu ruas jalan31 Desember 2024
Dimensi JalanDimensi JalanAngka panjang, lebar dan ketebalan jalan di Kabupaten Purbalingga31 Desember 2024
Jenis kelengkapan sarana pendukung jalanJenis kelengkapan sarana pendukung jalanKetersediaan kelengkapan yang mendukung fungsi jalan31 Desember 2024
⬑
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
No Nama Provinsi Kabupaten/Kota
1. JAWA TENGAH PURBALINGGA
Metode Pengumpulan Data
- Pengamatan (observasi)
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Mail
Unit Pengumpulan Data
- Lainnya, Kabupaten
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Single Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Nonprobabilitas
Metode yang Digunakan
QUOTA_SAMPLING
Unit Sampel
466 ruas jalan kabupaten
Unit Observasi
466 ruas jalan kabupaten
β—Ž
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
Penyesuaian Nonrespon
Tidak
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara dan mitra/tenaga kontrak
Persyaratan Pendidikan Terendah
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 1 orang
Pengumpul data/enumerator : 5 orang
Pelatihan Petugas
Tidak
⬣
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Tidak
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Tidak
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Lainnya, Kabupaten
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Produk Ketersediaan Tanggal Rilis
Tercetak (Hardcopy) Ya 2 Desember 2024
Digital (Softcopy) Ya 2 Desember 2024
Data Mikro Tidak -
β–€
Indikator Kegiatan
16 indikator yang dihasilkan
Panjang Jalan Tanah/ Belum Tembus
meter β€’ Kabupaten
Semua endapan yang lepas dan lunak, baik yang diangkut maupun tidak diangkut dari tempat asalnya, yang terjadi secara alamiah di atas lapisan batuan yang padat.
["Tanah/Belum tembus"]Lihat β†’
Panjang Jalan Telford/ Kerikil/ Urpil
meter β€’ Kabupaten
Penumpukan material tanah dengan dilapis dengan batu-batuan ukuran kecil. Penggunaan metode ini cocok digunakan pada jalur dengan volume kendaraan yang rendah. Penggunaan Kalsium k
["Telford/Kerikil/Urpil"]Lihat β†’
Panjang Jalan Lapis Penetrasi/ Latasir/ Makadam
meter β€’ Kabupaten
Lapis perkerasan yang terdiri dari agregat pokok, agregat pengunci dan agregat penutup (khusus untuk lapis permukaan) yang bergradasi seragam yang dihampar secara terpisah dan dibe
["Penetrasi/Latasir/Makadam"]Lihat β†’
Panjang Jalan Perkerasan Rigid/Beton
meter β€’ Kabupaten
Perkerasan yang menggunakan semen (portland cement) sebagai bahan pengikat. Plat beton dengan atau tanpa tulangan diletakkan diatas tanah dasar dengan atau tanpa lapis pondasi bawa
["Rigid/Beton"]Lihat β†’
Panjang Jalan Aspal (Asphalt Congreed (AC), Asphalt Treated Base (ATB), Hot Rolled Sheet (HRS))
meter β€’ Kabupaten
Material perekat berwarna hitam atau coklat tua dengan unsur utama bitumen yang diperoleh dari residu hasil pengilangan minyak bumi berfungsi sebagai pengikat agregat dalam pembuat
["Aspal (Asphalt Congreed (AC), Asphalt Treated Base (ATB), Hot Rolled Sheet (HRS))"]Lihat β†’
Persentase panjang jalan kondisi baik dan sedang
Persen β€’ Kabupaten
Perbandingan antara panjang jalan kondisi baik dan sedang dengan panjang jalan kabupaten dengan perhitungan satuan Internasional Roughness Indeks (IRI)
[" jalan kondisi baik dan sedang"]Lihat β†’
Panjang jalan kondisi baik dan sedang
meter β€’ Kabupaten
Panjang total jalan yang berada dalam kondisi baik dan sedang berdasarkan penilaian atau pengukuran kualitas jalan.
["Jalan kondisi baik dan sedang"]Lihat β†’
Persentase panjang jalan kondisi rusak berat
Persen β€’ Kabupaten
Perbandingan antara panjang jalan kondisi rusak berat dengan panjang jalan kabupaten
[" jalan kondisi rusak berat"]Lihat β†’
Panjang jalan kondisi rusak berat
meter β€’ Kabupaten
Jalan dengan permukaan perkerasan sudah banyak kerusakan seperti bergelombang, retak-retak buaya dan terkelupas yang cukup besar (20-60% dari luas jalan yang ditinjau) disertai den
["Jalan kondisi rusak berat"]Lihat β†’
Persentase panjang jalan kondisi rusak
Persen β€’ Kabuapten
Perbandingan antara panjang jalan kondisi rusak dengan panjang jalan kabupaten
[" jalan kondisi rusak"]Lihat β†’
Panjang jalan kondisi rusak
Meter β€’ Kabupaten
Jalan dengan permukaan perkerasan sudah mulai bergelombang, mulai ada kerusakan permukaan dan penambalan (kurang dari 20% dari luas jalan yang ditinjau).
["Jalan kondisi rusak"]Lihat β†’
Persentase panjang jalan kondisi sedang
Persen β€’ Kabupaten
Perbandingan antara panjang jalan kondisi sedang dengan panjang jalan kabupaten
["panjang jalan kondisi sedang"]Lihat β†’
Panjang jalan kondisi sedang
Meter β€’ Kabupaten
Jalan yang memiliki kerataan permukaan yang memadai bagi kendaraan untuk dapat dilalui oleh kendaraan dengan cepat, aman dan nyaman, dengan dimana angka Roughness Indeks IRI, di ba
["Jalan kondisi sedang"]Lihat β†’
Persentase panjang jalan kondisi baik
Persen β€’ Kabupaten
Perbandingan antara panjang jalan kondisi baik dengan panjang jalan kabupaten
["panjang jalan kondisi baik"]Lihat β†’
Panjang jalan kondisi baik
meter β€’ Kabupaten
Jalan yang memiliki kerataan permukaan yang memadai bagi kendaraan untuk dapat dilalui oleh kendaraan dengan cepat, aman dan nyaman, dengan dimana angka Roughness Indeks IRI, di ba
["Jalan kondisi baik"]Lihat β†’
Panjang jalan kabupaten
meter β€’ Kabupaten
Panjang jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer, yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antaribukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiat
["jalan kabupaten"]Lihat β†’