📊 DETAIL METADATA KEGIATAN
Survei Harga Properti Perumahan di Indonesia 2024
Direktorat Statistik Harga
Statistik Dasar
Survei
Harga dan Paritas Daya Beli
12 Var
1 Ind
Informasi Umum
Identitas & penyelenggara kegiatan
Judul Kegiatan
Survei Harga Properti Perumahan di Indonesia
Tahun Kegiatan
2024
Cara Pengumpulan Data
Survei
Sektor Kegiatan
Harga dan Paritas Daya Beli
Jenis Kegiatan Statistik
Statistik Dasar
Identitas Rekomendasi
-
Penyelenggara
Instansi penyelenggara
Instansi Penyelenggara
-
Alamat Lengkap
-
Telepon
-
Faksimile
-
Email
-
Penanggung Jawab
Eselon & penanggung jawab teknis
Eselon 1
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa
Eselon 2
Direktorat Statistik Harga
Nama PJ Teknis
Dewi Sri Takarini
Jabatan
Ketua Tim Bidang Statistik Harga Konstruksi
Alamat
Jl. Dr. Sutomo No.6-8, Gedung 2 Lantai 5, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710
Telepon
(62-21) 3841195, ext: 6220
Faksimile
(62-21) 3857046
Email
takarini@bps.go.id
Perencanaan & Persiapan
Latar belakang, tujuan, jadwal & variabel
Latar Belakang Kegiatan
Peningkatan jumlah rumah tangga di Indonesia sejak tahun 2007 menyebabkan kebutuhan papan di Indonesia juga meningkat. Data Kementerian PUPR memperlihatkan jumlah backlog kepemilikan rumah di Indonesia mencapai 12,75 juta unit. Hal itu masih ditambah data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2022 yang menyatakan hanya 60,66 persen keluarga menghuni rumah yang layak huni. Proyek penyediaan sejuta rumah dari pemerintah ikut mendorong kebutuhan ketersediaan data backlog yang diiringi tuntutan untuk menjaga stabilitas pasar properti.
Stabilitas pasar properti dapat dilihat dari daya serap pasar, peningkatan tingkat hunian, serta terkendalinya harga properti. Semakin banyaknya permintaan perumahan mendorong developer membangun perumahan di berbagai wilayah dengan berbagai pilihan spesifikasi rumah dengan kisaran harga tertentu. Jika ketersediaan penawaran rumah tidak sebanding dengan permintaan rumah, maka akan mendorong kenaikan harga antar periode waktu.
Harga properti dapat dipengaruhi beberapa variabel, misalnya: lokasi, tipe bangunan, harga bahan kontruksi, dan lainnya. Harga rumah yang beragam dan cenderung meningkat tersebut menarik untuk dipantau secara periodik dan dihitung indeks harganya.
Pada Tahun 2024, Badan Pusat Statistik melaksanakan Survei Harga Properti Perumahan (SHPP) dengan cakupan 51 kabupaten/kota pada 36 provinsi. Hasil survei digunakan untuk menghitung Indeks Harga Properti Perumahan (IHPP) yang merupakan salah satu indikator untuk melihat pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang properti. Selain itu, IHPP dapat digunakan sebagai deflatorpembentukan modal tetap bruto dalam neraca nasional.
Stabilitas pasar properti dapat dilihat dari daya serap pasar, peningkatan tingkat hunian, serta terkendalinya harga properti. Semakin banyaknya permintaan perumahan mendorong developer membangun perumahan di berbagai wilayah dengan berbagai pilihan spesifikasi rumah dengan kisaran harga tertentu. Jika ketersediaan penawaran rumah tidak sebanding dengan permintaan rumah, maka akan mendorong kenaikan harga antar periode waktu.
Harga properti dapat dipengaruhi beberapa variabel, misalnya: lokasi, tipe bangunan, harga bahan kontruksi, dan lainnya. Harga rumah yang beragam dan cenderung meningkat tersebut menarik untuk dipantau secara periodik dan dihitung indeks harganya.
Pada Tahun 2024, Badan Pusat Statistik melaksanakan Survei Harga Properti Perumahan (SHPP) dengan cakupan 51 kabupaten/kota pada 36 provinsi. Hasil survei digunakan untuk menghitung Indeks Harga Properti Perumahan (IHPP) yang merupakan salah satu indikator untuk melihat pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang properti. Selain itu, IHPP dapat digunakan sebagai deflatorpembentukan modal tetap bruto dalam neraca nasional.
Tujuan Kegiatan
1. Memantau perkembangan harga rumah dan apartemen di kabupaten/kota terpilih 2. Untuk mengetahui karakteristik perumahan/ apartemen 3. Untuk mengetahui karakteristik perusahaan pengembang di beberapa kabupaten/kota di Indonesia
Rencana Jadwal Kegiatan
Perencanaan
1 Januari 2024 - 31 Januari 2024
Desain
1 Februari 2024 - 28 Februari 2024
Pengumpulan Data
1 Maret 2024 - 15 Maret 2024
Pengolahan Data
2 Maret 2024 - 14 Juni 2024
Analisis
15 Juni 2024 - 31 Agustus 2024
Diseminasi
1 September 2024 - 30 November 2024
Evaluasi
1 Desember 2024 - 31 Desember 2024
Variabel (Karakteristik) yang Dikumpulkan 12 var
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Jenis Properti yang dicacah | Jenis Properti | Jenis bangunan tempat tinggal yang diamati yaitu perumahan atau apartemen | Maret 2024 |
| Tahun Perusahaan Mulai Beroperasi | Perusahaan | Waktu perusahaan mulai mengoperasikan usahanya | Maret 2024 |
| Jaringan Usaha atau Perusahaan | Jaringan Usaha atau Perusahaan | rincian yang menjelaskan apakah usaha/perusahaan yang menangani perumahan/apartemen yang sedang diobservasi, memiliki kelembagaan organisasi secara vertikal dengan perusahaan lain | Maret 2024 |
| Jumlah Tenaga Kerja | Tenaga Kerja | rata-rata jumlah orang yang bekerja pada perusahaan pengembang (developer) dalam periode setahun terakhir | Setahun terakhir |
| Jumlah proyek hunian yang sudah dalam proses penjualan | Jumlah proyek hunian | banyaknya hunian yang sudah dalam proses penjualan, baik yang sudah dalam proses pembangunan ataupun belum | Selama Maret 2023 – Maret 2024 |
| Luas lahan secara keseluruhan pada proyek perumahan atau apartemen yang bersangkutan | Luas lahan | Luas lahan termasuk yang sudah dibangun dan yang belum dibangun perumahan/apartemen. Catatan: Jika pada suatu perumahan terdapat pembangunan lanjutan dengan kondisi semua unit pada perumahan lama tersebut sudah terjual, maka luas area adalah area pembangunan rumah yang baru. | Maret 2024 |
| Persentase luas lahan yang sudah dibangun untuk perumahan atau apartemen | Luas lahan | Luas lahan yang sudah dibangun dibanding luas lahan yang tersedia untuk perumahan atau apartemen | Maret 2024 |
| Harga kelebihan tanah atau luas lantai per meter persegi | Harga kelebihan tanah atau luas lantai per meter persegi | Kelebihan tanah yang dimaksud adalah tanah di luar dari tipe yang disediakan dikarenakan letak (hook) atau lainnya. Sedangkan kelebihan luas lantai dijumpai pada unit apartemen yang memiliki kelebihan luas lantai dibanding unit dengan tipe yang sama. | Maret 2024 |
| Harga tanah tanpa bangunan | Harga tanah | Harga tanah yang dimaksud pada rincian ini adalah harga tanah tanpa bangunan pada lahan proyek perumahan. | Maret 2024 dan Maret 2023 |
| Harga rumah atau apartemen pada bulan Maret 2024 dibanding Maret 2023 | Perbandingan harga | Jenis kondisi secara umum perubahan harga rumah/apartemen pada bulan Maret 2024 dibanding Maret 2023 | Maret 2024 dibanding Maret 2023 |
| Alasan harga naik atau turun | Alasan perubahan harga | Alasan perubahan harga Maret 2024 dibanding Maret 2023 | Maret 2024 dibanding Maret 2023 |
| Aksesibilitas Perumahan atau Apartemen | Aksesibilitas | Tingkat kemudahan lokasi perumahan/apartemen untuk dicapai oleh masyarakat. Aksesibilitas pada perumahan/apartemen ditunjukkan dengan kondisi jalan menuju lokasi proyek perumahan/apartemen yang memadai, lebar jalan utama perumahan, ketersediaan angkutan umum, dan jarak perumahan/apartemen ke sarana umum. | Maret 2024 |
Desain Kegiatan
Frekuensi, cakupan & metode
Kegiatan ini dilakukan
Berulang
Frekuensi Penyelenggaraan
Tahunan
Tipe Pengumpulan Data
Cross Sectional
Cakupan Wilayah
Sebagian Wilayah Indonesia
Wilayah Kegiatan:
| No | Nama Provinsi | Kabupaten/Kota |
|---|---|---|
| 1. | ACEH | KOTA BANDA ACEH |
| 2. | SUMATERA UTARA | KOTA PEMATANGSIANTAR |
| 3. | SUMATERA UTARA | KOTA MEDAN |
| 4. | SUMATERA BARAT | KOTA PADANG |
| 5. | RIAU | KOTA PEKANBARU |
| 6. | JAMBI | KOTA JAMBI |
| 7. | SUMATERA SELATAN | KOTA PALEMBANG |
| 8. | BENGKULU | KOTA BENGKULU |
| 9. | LAMPUNG | KOTA BANDAR LAMPUNG |
| 10. | KEPULAUAN BANGKA BELITUNG | KOTA PANGKALPINANG |
| 11. | KEPULAUAN RIAU | KOTA TANJUNG PINANG |
| 12. | DKI JAKARTA | KOTA JAKARTA PUSAT |
| 13. | JAWA BARAT | KOTA BEKASI |
| 14. | JAWA TENGAH | KOTA SURAKARTA |
| 15. | JAWA TENGAH | KOTA SEMARANG |
| 16. | DI YOGYAKARTA | KOTA YOGYAKARTA |
| 17. | JAWA TIMUR | KOTA SURABAYA |
| 18. | BANTEN | KOTA TANGERANG |
| 19. | BANTEN | KOTA SERANG |
| 20. | BALI | KOTA DENPASAR |
| 21. | NUSA TENGGARA BARAT | KOTA MATARAM |
| 22. | NUSA TENGGARA TIMUR | KOTA KUPANG |
| 23. | KALIMANTAN BARAT | KOTA PONTIANAK |
| 24. | KALIMANTAN BARAT | KOTA SINGKAWANG |
| 25. | KALIMANTAN TENGAH | KOTA PALANGKA RAYA |
| 26. | KALIMANTAN SELATAN | KOTA BANJARMASIN |
| 27. | KALIMANTAN TIMUR | KOTA BALIKPAPAN |
| 28. | KALIMANTAN TIMUR | KOTA SAMARINDA |
| 29. | KALIMANTAN UTARA | BULUNGAN |
| 30. | SULAWESI UTARA | KOTA MANADO |
| 31. | SULAWESI TENGAH | KOTA PALU |
| 32. | SULAWESI SELATAN | KOTA MAKASSAR |
| 33. | SULAWESI SELATAN | KOTA PAREPARE |
| 34. | SULAWESI TENGGARA | KOTA KENDARI |
| 35. | GORONTALO | KOTA GORONTALO |
| 36. | SULAWESI BARAT | MAMUJU |
| 37. | MALUKU | KOTA AMBON |
| 38. | MALUKU UTARA | KOTA TERNATE |
| 39. | PAPUA BARAT | MANOKWARI |
| 40. | PAPUA | KOTA JAYAPURA |
Metode Pengumpulan Data
- Wawancara
- Lainnya, internet
- Lainnya, internet
Sarana Pengumpulan Data
- Paper-assisted Personal Interviewing (PAPI)
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
- Computer-assisted Personal Interviewing (CAPI)
Unit Pengumpulan Data
- Usaha/perusahaan
Desain Sampel (khusus survei)
Jenis Rancangan Sampel
Single Stage/Phase
Metode Pemilihan Sampel Tahap Terakhir
Sampel Nonprobabilitas
Metode yang Digunakan
PURPOSIVE_SAMPLING
Unit Sampel
Perumahan/apartemen
Unit Observasi
Perumahan/apartemen
Pengumpulan Data
Uji coba, petugas & pelatihan
Uji Coba (Pilot Survey)
Tidak
Metode Pemeriksaan Kualitas
- Supervisi
- Kunjungan kembali (revisit)
- Kunjungan kembali (revisit)
Penyesuaian Nonrespon
Ya
Petugas Pengumpulan Data
Staf instansi penyelenggara
Persyaratan Pendidikan Terendah
Diploma IV/S1/S2/S3
Jumlah Petugas
Supervisor/penyelia/pengawas : 36 orang
Pengumpul data/enumerator : 51 orang
Pengumpul data/enumerator : 51 orang
Pelatihan Petugas
Ya
Pengolahan & Diseminasi
Analisis & produk
Tahapan Pengolahan Data
Penyuntingan (Editing) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Penyandian (Coding) : Tidak
Data Entry : Tidak
Penyahihan (Validasi) : Ya
Metode Analisis
Deskriptif
Unit Analisis
- Usaha/Perusahaan
Tingkat Penyajian Hasil Analisis
- Kabupaten/Kota
Produk Kegiatan yang Tersedia untuk Umum
Variabel Kegiatan
12 variabel yang diolah/dikumpulkan
Aksesibilitas Perumahan atau Apartemen
String • -
["Aksesibilitas"]Lihat →
Alasan harga naik atau turun
String • -
["Alasan perubahan harga"]Lihat →
Harga rumah atau apartemen pada bulan Maret 2024 dibanding Maret 2023
String • -
["Perbandingan harga"]Lihat →
Harga tanah tanpa bangunan
Integer • Rupiah
["Harga tanah"]Lihat →
Harga kelebihan tanah atau luas lantai per meter persegi
Integer • Rupiah
["Harga tanah"]Lihat →
Persentase luas lahan yang sudah dibangun untuk perumahan atau apartemen
Integer • Persen
["Luas lahan"]Lihat →
Luas lahan secara keseluruhan pada proyek perumahan atau apartemen yang bersangkutan
Integer • m2
["Luas lahan"]Lihat →
Jumlah proyek hunian yang sudah dalam proses penjualan
Integer • Proyek
["Jumlah proyek hunian"]Lihat →
Jumlah Tenaga Kerja
Integer • Orang
["Tenaga Kerja "]Lihat →
Jaringan Usaha atau Perusahaan
String • -
["Jaringan Usaha atau Perusahaan"]Lihat →
Tahun Perusahaan Mulai Beroperasi
Integer • -
["Perusahaan"]Lihat →
Jenis Properti yang dicacah
String • -
["Jenis Properti"]Lihat →
Indikator Kegiatan
1 indikator yang dihasilkan