← Kembali ke Daftar Indikator
● Indikator Tunggal ● Akses Umum: Ya
▤
Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK)
Satuan: - Ukuran: Indeks Level Estimasi: Kabupaten/Kota ID SDS: 1827
📖
Konsep, Definisi & Interpretasi
Substansi dan pemaknaan angka indikator
Konsep
Harga Bahan Bangunan/Material
Definisi Indikator
Angka yang digunakan sebagai proxy untuk menggambarkan tingkat kemahalan bangunan konstruksi di suatu daerah dibandingkan dengan kota acuan.
Interpretasi & Cara Membaca
Semakin tinggi angka IKK di suatu daerah maka semakin tinggi pula biaya yang diperlukan untuk mendirikan sebuah bangunan di daerah tersebut.
Jika kota A memiliki nilai IKK sebesar 110, berarti biaya untuk membangun suatu proyek/bangunan/pekerjaan sipil di kota A lebih tinggi 10 persen dibandingkan dengan Kota Acuan. jika IKK kota B sebesar 96, berarti biaya untuk membangun suatu proyek/bangunan/pekerjaan sipil lebih rendah 4 persen dibandingkan Kota Acuan
Variabel Disagregasi
Wilayah
📐
Metodologi & Rumus Perhitungan
Formula matematis dan metode kalkulasi indikator
Metode Perhitungan
Tahap Pertama: menghitung nilai komponen konstruksi masing masing sistem dari suatu bangunan untuk setiap kabupaten/kota; Tahap kedua: menghitung PPP sistem; Tahap ketiga: menghitung PPP bangunan; Tahap keempat: menghitung PPP proyek; Tahap kelima: menghitung IKK kabupaten/kota;
Ket:
NK l = nilai komponen ke-l pada masing-masing sistem dari suatu bangunan di kabupaten/kota
pm = harga material/upah/sewa alat ke-m
qm = kuantitas/volume material/upah/sewa ke-m
M = jumlah material/upah/sewa dalam komponen ke-l
PPP sistem ijk = purchasing power parity sistem ke-k, bangunan ke-j, proyek ke-i
NK klx = nilai komponen ke-l, sistem ke-k, di kabupaten/kota ke-x
NK kl0 = nilai komponen ke-l, sistem ke-k, di kabupaten/kota acuan
L = jumlah komponen dalam suatu sistem
PPP bangunan ij = purchasing power parity bangunan ke-j, proyek ke-i
K = Jumlah sistem dalam suatu bangunan
PPP proyek i = purchasing power parity proyek ke-i
J = Jumlah bangunan dalam suatu proyek
I = jumlah proyek dalam suatu kabupaten/kota
w1 = penimbang yang berasal dari realisasi APBD
Rumus / Formula Matematika
$$\left\{NK\right\}_l=\sum^M_{m=1}p_m.q_m;\left\{PPP\right\}_{\left\{sistem\right\}_ijk}=\left(\pi^L_{i=1}\left\{NK\right\}_klx/\left\{NK\right\}_kl0\right)^{1/L};C_0=dummykotaacuan=0;\left\{PPP\right\}_{\left\{bangunan\right\}_ij}=\pi^K_{k=1}\left\{\left\{PPP\right\}_sistem\right\}_ijk^{w_2k};\left\{PPP\right\}_{\left\{proyek\right\}_i}=\pi^J_{j=1}\left\{\left\{PPP\right\}bangunan\right\}_ij^{1/J};\left\{IKK\right\}_{kabkot}=\pi^I_{i=1}\left(\left\{PPP\right\}_{\left\{proyek\right\}_i}\right)^{w_1i}×100$$
Level Estimasi
Kabupaten/Kota
🧩
Struktur Indikator Pembangun
Komponen indikator dan variabel penyusun
Indikator Komposit
Tidak (Tunggal)
Indikator Pembangun
-
Variabel Pembangun
Harga material naturan dan produk lanjutannya
harga material pabrikan
harga sewa alat berat
upah tenaga kerja
📁
Kegiatan Statistik Terkait
Kegiatan penghasil indikator
Survei Harga Kemahalan Konstruksi
Tahun: 2023 • Cara: SURVEI
Buka Metadata Kegiatan →
🏛
Produsen Data & Administrasi
Instansi penanggung jawab dan riwayat data
Produsen Data
Direktorat Statistik Harga
Dapat Diakses Umum
Ya
Status Verifikasi
APPROVED
Dibuat Pada
28 November 2023