▤ METADATA INDIKATOR STATISTIK
Indeks Kemahalan Konstruksi
Direktorat Statistik Harga
Indeks Kemahalan Konstruksi
Konsep, Definisi & Interpretasi
Substansi dan pemaknaan angka indikator
Konsep
Indeks Kemahalan Konstruksi
Indeks Spasial
Indeks Spasial
Definisi Indikator
Angka yang digunakan sebagai proxy untuk menggambarkan tingkat kemahalan bangunan konstruksi di suatu daerah dibandingkan dengan kota acuan.
Interpretasi & Cara Membaca
Semakin tinggi angka IKK di suatu daerah maka semakin tinggi pula biaya yang diperlukan untuk mendirikan sebuah bangunan di daerah tersebut. Jika kota A memiliki nilai IKK sebesar 110, berarti biaya untuk membangun suatu proyek/bangunan/pekerjaan sipil di kota A lebih tinggi 10 persen dibandingkan dengan Kota Acuan. Jika IKK kota B sebesar 96, berarti biaya untuk membangun suatu proyek/bangunan/pekerjaan sipil lebih rendah 4 persen dibandingkan Kota Acuan.
Variabel Disagregasi
Wilayah
Metodologi & Rumus Perhitungan
Formula matematis dan metode kalkulasi indikator
Metode Perhitungan
Tahap Pertama: menghitung nilai komponen konstruksi masing masing sistem dari suatu bangunan untuk setiap kabupaten/kota; Tahap kedua: menghitung PPP sistem; Tahap ketiga: menghitung PPP bangunan; Tahap keempat: menghitung PPP proyek; Tahap kelima: menghitung IKK kabupaten/kota; Ket: NK l = nilai komponen ke-l pada masing-masing sistem dari suatu bangunan di kabupaten/kota pm = harga material/upah/sewa alat ke-m qm = kuantitas/volume material/upah/sewa ke-m M = jumlah material/upah/sewa dalam komponen ke-l PPP sistem ijk = purchasing power parity sistem ke-k, bangunan ke-j, proyek ke-i NK klx = nilai komponen ke-l, sistem ke-k, di kabupaten/kota ke-x NK kl0 = nilai komponen ke-l, sistem ke-k, di kabupaten/kota acuan L = jumlah komponen dalam suatu sistem PPP bangunan ij = purchasing power parity bangunan ke-j, proyek ke-i K = Jumlah sistem dalam suatu bangunan PPP proyek i = purchasing power parity proyek ke-i J = Jumlah bangunan dalam suatu proyek I = jumlah proyek dalam suatu kabupaten/kota w1 = penimbang yang berasal dari realisasi APBD
Rumus / Formula Matematika
$$\left\{NK\right\}_l=\sum^M_{m=1}p_m.q_m;\left\{PPP\right\}_{\left\{sistem\right\}_ijk}=\left(\pi^L_{i=1}\left\{NK\right\}_klx/\left\{NK\right\}_kl0\right)^{1/L};C_0=dummykotaacuan=0;\left\{PPP\right\}_{\left\{bangunan\right\}_ij}=\pi^K_{k=1}\left\{\left\{PPP\right\}_sistem\right\}_ijk^{w_2k};\left\{PPP\right\}_{\left\{proyek\right\}_i}=\pi^J_{j=1}\left\{\left\{PPP\right\}bangunan\right\}_ij^{1/J};\left\{IKK\right\}_{kabkot}=\pi^I_{i=1}\left(\left\{PPP\right\}_{\left\{proyek\right\}_i}\right)^{w_1i}×100$$
Level Estimasi
Kabupaten/Kota
Struktur Indikator Pembangun
Komponen indikator dan variabel penyusun
Indikator Komposit
Tidak (Tunggal)
Indikator Pembangun
-
Variabel Pembangun
Harga material naturan dan produk lanjutannya
Harga material pabrikan
Harga sewa alat berat
Upah tenaga kerja
Harga material pabrikan
Harga sewa alat berat
Upah tenaga kerja
Kegiatan Statistik Terkait
Kegiatan penghasil indikator
Survei Harga Kemahalan Konstruksi di Indonesia
Buka Metadata Kegiatan →
Produsen Data & Administrasi
Instansi penanggung jawab dan riwayat data
Produsen Data
Direktorat Statistik Harga
Dapat Diakses Umum
Ya
Status Verifikasi
APPROVED
Dibuat Pada
16 April 2025