← Kembali ke Daftar Indikator
● Indikator Tunggal ● Akses Umum: Ya
▤
Rata-Rata Harga Konsumen/Eceran
Satuan: Rupiah Ukuran: Rata-Rata Level Estimasi: Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Nasional/Indonesia
📖
Konsep, Definisi & Interpretasi
Substansi dan pemaknaan angka indikator
Konsep
Rata-Rata
Harga Konsumen atau Harga Eceran
Definisi Indikator
Rata-rata harga dari suatu komoditas barang/jasa (atau pada level kualitasnya) di tingkat pedagang eceran. Harga konsumen atau harga eceran secara umum diartikan sebagai harga akhir (termasuk pajak dan biaya-biaya tambahan lainnya, jika ada) yang dibayarkan oleh konsumen akhir kepada pedagang eceran atas barang/jasa yang dibeli untuk dikonsumsi sendiri dan tidak untuk diperjualbelikan kembali ke pihak lain. Data harga tersebut diolah dari Survei Harga Konsumen yang diselenggarakan BPS secara mingguan, dua mingguan, dan bulanan di 150 kabupaten/kota IHK. Komoditas adalah barang/jasa yang terdapat dalam paket komoditas. Kualitas adalah spesifikasi atau atribut yang memuat informasi dari suatu komoditas.
Interpretasi & Cara Membaca
Contoh intepretasi : Rata-rata harga konsumen/eceran Kentang sebesar Rp14.373,00 per kg artinya rata-rata harga komoditas Kentang level pedagang eceran adalah sebesar Rp14.373,00 per kg.
Variabel Disagregasi
Kualitas
Komoditas
📐
Metodologi & Rumus Perhitungan
Formula matematis dan metode kalkulasi indikator
Metode Perhitungan
Rata-rata harga eceran=Rata-rata geometrik tertimbang per pasar, per jenis pasar, per kualitas, hingga menjadi rata-rata harga per komoditas. Keterangan rumus : P i = Harga pengamatan di level responden pasar tradisional, outlet, atau modern ; n = Jumlah pengamatan atau jumlah minggu ; P lv2 bar = Harga rata-rata geometrik per pasar (lokasi) : P lv3 bar = Harga rata-rata geometrik per jenis pasar (tradisional, outlet, modern) ; P lv4 bar = Harga rata-rata geometrik per kualitas ; P lv5 bar = Harga rata-rata geometrik per komoditas ; P n bar = Harga rata-rata komoditas per bulan ; P i bar = Harga rata-rata perkomoditas per minggu / dua minggu ; w i = Bobot per pasar atau bobot per jenis pasar atau bobot per kualitas .
Rumus / Formula Matematika
\begin{equation*} \overline{P_{lv2}}={\left(\prod^n_{i=1}P_i\right)}^{1/n};\overline{P_{lv3}}={\left(\prod^n_{i=1}{\overline{P_{lv2}}^{w_i}}\right)}^{\frac{1}{\sum_{i=1}^{n}w_i}};\overline{P_{lv4}}={\left(\prod^n_{i=1}{\overline{P_{lv3}}^{w_i}}\right)}^{\frac{1}{\sum_{i=1}^{n}w_i}};\overline{P_{lv5}}={\left(\prod^n_{i=1}{\overline{P_{lv4}}^{w_i}}\right)}^{\frac{1}{\sum_{i=1}^{n}w_i}};\overline{P_{n}}={\left(\prod^n_{i=1}{\overline{P_{i}}}\right)}^{\frac{1}{n}} \end{equation*}
Level Estimasi
Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Nasional/Indonesia
🧩
Struktur Indikator Pembangun
Komponen indikator dan variabel penyusun
Indikator Komposit
Tidak (Tunggal)
Indikator Pembangun
-
Variabel Pembangun
Harga Eceran Barang/Jasa (Menurut Kualitas dan/atau Per Pasar)
📁
Kegiatan Statistik Terkait
Kegiatan penghasil indikator
Survei Harga Konsumen
Tahun: 2024 • Cara: SURVEI
Buka Metadata Kegiatan →
🏛
Produsen Data & Administrasi
Instansi penanggung jawab dan riwayat data
Produsen Data
Direktorat Statistik Harga
Dapat Diakses Umum
Ya
Status Verifikasi
APPROVED
Dibuat Pada
12 Desember 2024