▤ METADATA INDIKATOR STATISTIK
Rasio Ketercukupan Koleksi Perpustakaan
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang
Rasio Ketercukupan Koleksi Perpustakaan
Konsep, Definisi & Interpretasi
Substansi dan pemaknaan angka indikator
Konsep
Koleksi Perpustakaan
Perpustakaan
Penduduk
Perpustakaan
Penduduk
Definisi Indikator
Perbandingan jumlah koleksi perpustakaan (baik tercetak maupun digital) terhadap jumlah penduduk sesuai segmentasi jenis perpustakaan.
Interpretasi & Cara Membaca
Ketercukupan koleksi (UPLM2) dapat dilihat dari jumlah koleksi di perpustakaan dibagi dengan jumlah populasi disesuaikan dengan jenis perpustakaannya
Variabel Disagregasi
Wilayah
Jenis Perpustakaan
Jenis Perpustakaan
Metodologi & Rumus Perhitungan
Formula matematis dan metode kalkulasi indikator
Metode Perhitungan
a. Rasio ketercukupan koleksi perpustakaan umum (baik tercetak maupun digital), yakni jumlah koleksi perpustakaan umum dibagi dengan jumlah populasi penduduk provinsi/kabupaten/kota;
b. Rasio ketercukupan koleksi perpustakaan sekolah/madrasah (baik tercetak maupun digital), yakni jumlah koleksi perpustakaan sekolah dibagi dengan jumlah civitas sekolah di kabupaten/kota. Catatan : koleksi yang dihitung/diukur adalah koleksi buku teks pengayaan (di luar kurikulum sekolah), bukan buku paket pelajaran;
c. Rasio ketercukupan koleksi perpustakaan perguruan tinggi (baik tercetak maupun digital), yakni jumlah koleksi perpustakaan perguruan tinggi dibagi dengan jumlah civitas akademika di
kabupaten/kota;
d. Rasio ketercukupan koleksi perpustakaan khusus (baik tercetak maupun digital), yakni jumlah koleksi perpustakaan khusus dibagi dengan jumlah civitas akademika di kabupaten/kota;
Rumus tersebut kemudian dirinci berdasarkan jenis perpustakaannya (kecuali Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Perpustakaan Khusus)
b. Rasio ketercukupan koleksi perpustakaan sekolah/madrasah (baik tercetak maupun digital), yakni jumlah koleksi perpustakaan sekolah dibagi dengan jumlah civitas sekolah di kabupaten/kota. Catatan : koleksi yang dihitung/diukur adalah koleksi buku teks pengayaan (di luar kurikulum sekolah), bukan buku paket pelajaran;
c. Rasio ketercukupan koleksi perpustakaan perguruan tinggi (baik tercetak maupun digital), yakni jumlah koleksi perpustakaan perguruan tinggi dibagi dengan jumlah civitas akademika di
kabupaten/kota;
d. Rasio ketercukupan koleksi perpustakaan khusus (baik tercetak maupun digital), yakni jumlah koleksi perpustakaan khusus dibagi dengan jumlah civitas akademika di kabupaten/kota;
Rumus tersebut kemudian dirinci berdasarkan jenis perpustakaannya (kecuali Perpustakaan Perguruan Tinggi dan Perpustakaan Khusus)
Rumus / Formula Matematika
$$50\%[\frac{jumlahkoleksiPU}{jumlahpopulasipenduduk}]+20\%[\frac{jumlahkoleksiPS}{jumlahcivitassekolah}]+20\%[\frac{jumlahkoleksiPT}{jumlahcivitasakademika}]+10\%[\frac{jumlahkoleksiPK}{jumlahpopulasipendudukbekerja}]\times ANGKAKOREKSIBERDASARKANTINGKATKEPADATAN$$
Level Estimasi
Kota
Struktur Indikator Pembangun
Komponen indikator dan variabel penyusun
Indikator Komposit
Tidak (Tunggal)
Indikator Pembangun
1
2
3
4
2
3
4
Variabel Pembangun
-
Kegiatan Statistik Terkait
Kegiatan penghasil indikator
Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM)
Buka Metadata Kegiatan →
Produsen Data & Administrasi
Instansi penanggung jawab dan riwayat data
ID Indikator Indah
#101152
Produsen Data
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangerang
Dapat Diakses Umum
Ya
Status Verifikasi
APPROVED
Dibuat Pada
22 Mei 2025