Materi Tatacara Pelaksanaan Survei

Konsep Dasar Survei

Pengumpulan Data dengan Metode Survei

Data dibutuhkan untuk keperluan perencanaan, pelaksanaan/penentuan kebijakan, pemantauan dan evaluasi kegiatan. Oleh sebab itu penting untuk dilakukan pengumpulan data guna menunjang kegiatan tersebut. Saat ini telah dilakukan berbagai cara pengumpulan data dan salah satu yang terkenal dan sering digunakan adalah metode survei. Survei adalah Metode pengumpulan data dengan mengambil sebagian obyek populasi tetapi dapat mencerminkan populasi dengan memperhatikan keseimbangan antara jumlah variabel, akurasi, tenaga, waktu dan biaya. Pengumpulan data dengan metode survei memiliki banyak keuntungan yaitu :

1. Menghemat biaya dalam pengumpulan data
2. Pengumpulan dan penyajian data lebih cepat
3. Cakupan variabel lebih luas
4. Akurasi lebih baik

Namun disatu sisi, pengumpulan data dengan survei memerlukan kerangka sampel dan tidak dapat menyajikan data wilayah kecil.

Langkah-Langkah Pelaksanaan Survei

Tahapan Kegiatan survei meliputi :

1. Perencanaan Survei (desain survei) [ Lihat Penjelasan Lengkap ]

2. Persiapan Lapangan [ Lihat Penjelasan Lengkap ]

3. Pelaksanaan Lapangan [ Lihat Penjelasan Lengkap ]

4. Pengolahan [ Lihat Penjelasan Lengkap ]

5. Penyajian, Diseminasi dan Analisis [ Lihat Penjelasan Lengkap ]

Tata Cara Pengambilan Sampel

Cara Pengambilan Sampel dibagi 2 (dua) yaitu:

1. Berpeluang (probability sampling) = setiap unit dalam populasi mempunyai kesempatan (peluang) untuk dipilih dalam sampel dan keseluruhan sampel yang dipilih dapat mewakili populasi.
2. Tidak berpeluang (non probability sampling) = metode penarikan sampel yang mengabaikan prinsip probabilitas. Sampel yang dipilih didasarkan atas kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian.
Non probability sampling dibedakan antara lain :
a. Purposive atau judgement sample yang didasarkan keahlian dari pelaksana survei
b. Quota sample yaitu sampel yang didasarkan pada suatu kuota yang telah ditentukan
c. Sampling untuk populasi bergerak, misalnya untuk memperkirakan kepadatan binatang suatu area hutan
d. Haphazard atau fortuitous sampel (secara kebetulan)

Sedangkan cara pengambilan dengan probability sampling adalah sebagai berikut :

1. Simple Random Sampling (SRS) / Sampel Acak Sederhana

Penarikan sampel dengan acak sederhana, yaitu suatu cara penarikan sampel yang dilakukan langsung terhadap elemen atau klaster dengan menggunakan daftar angka random secara langsung berdasarkan tabel angka random dipilih sampel sejumlah n dari N jumlah unit dalam populasi yang telah diberi nomor urut dari 1 sampai dengan N. Angka random yang dipilih sebanyak n yang besarnya sama atau kurang dari nomor urut terakhir.

2. Sampling Sistematik

Penarikan sampel secara sistematik berbeda dengan penarikan sampel acak sederhana. Pada penarikan sampel sistematik diambil hanya satu angka random pertama yang dinotasikan dengan R1 . Besarnya R1 adalah sama atau lebih kecil dari I (interval sampling yang digunakan untuk penentuan angka random berikutnya), dimana I = N/n.

Keuntungan menggunakan metode ini adalah mempermudah penarikan sampel, dan pengaturan letak unit sampling menurut karakteristik. Penarikan sampel sistematik dilakukan secara linier dan sirkuler.

Akan tetapi kelemahan metode ini adalah unit berfluktuasi secara periodik, bila interval terlalu besar, suatu karakteristik dengan proporsi yang lebih kecil dari fraksi (n/N) tidak akan terpilih dalam sampel.

3. Probability Proportional to Size (PPS)

Jika dalam penarikan sampel acak sederhana, sampel langsung dipilih dari N unit, tetapi dalam sampling berpeluang perlu ada informasi dari setiap unit yang akan dijadikan dasar penarikan sampel. Sebagai contoh banyaknya rumah tangga pada setiap blok sensus dapat digunakan sebagai ukuran/dasar pada penarikan sampel blok sensus. Dengan demikian makin besar ukuran suatu unit, makin besar peluang untuk terpilih dalam sampel.

4. Stratifikasi

Dalam metode sampling dikenal istilah strata, yaitu mengelompokkan unit-unit dalam populasi menjadi strata baik untuk efisiensi penggunakan metode sampling atau untuk keperluan lainnya seperti domain penyajian (daerah perkotaan dan daerah perdesaan, daerah miskin dan bukan daerah miskin, atau daerah sulit dan bukan daerah sulit. Penggunaan stratifikasi untuk efisiensi metode sampling adalah dengan mengusahakan dengan mengelompokkan elemen/klaster yang karakteristiknya kurang lebih homogen. Pembentukan strata dapat tidak langsung mengelompokkan elemen atau klaster, tetapi unit level di atasnya, sebagai contoh desa dapat dijadikan dasar pembentukan strata sedangkan unit sampling tetap rumah tangga atau klaster. Pada setiap strata dapat digunakan metode sampling yang berbeda karena estimasi digambarkan dari masing-masing strata. Estimasi total populasi merupakan penjumlahan dari estimasi total masing-masing strata. Dengan sampel berstrata diharapkan diperoleh estimasi dengan presisi lebih tinggi dengan banyaknya sampel sama.

Variabel yang digunakan sebagai dasar pembentukan strata adalah variabel yang memiliki korelasi yang erat dengan variabel-variabel yang diteliti.

Dalam pengalokasian sampel di setiap strata, bisa dilakukan dengan cara :

a. Alokasi sembarang
b. Alokasi sama
c. Alokasi sebanding
d. optimum (Neyman Allocation)

Pemanfaatan Data Hasil Survei

1. Frame pengumpulan data berikutnya

- Updating lokasi/wilayah pendataan (perlunya sketsa peta wilayah, dll)
- Evaluasi variabel yang digunakan (apakah menggunakan variabel skala ordinal, skala nominal, dll)
- Coding variabel (pertanyaan terbuka, pertanyaan tertutup single entry, pertanyaan tertutup multiple entry)

2. Penggunaan tools pengolahan data

- paket program yang digunakan (visual foxpro ver 9.0, dll)
- editing/coding
- data entri

2. Aplikasi analisis

- paket program yang digunakan (SPSS, Stata, dll)

Analisis Hasil Survei

Setelah melakukan survei terhadap responden, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap hasil survei tersebut untuk menjawab tujuan survei yang telah kita lakukan. Analisis yang bisa dilakukan secara umum dibedakan menjadi 2 yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensia.

1. Analisis Deskriptif

Adalah analisis yang hanya bertujuan untuk menggambarkan populasi dari sampel yang tersedia tanpa melakukan penarikan kesimpulan. Analisis deskriptif biasanya disajikan dalam bentuk table, diagram dan gambar.

2. Analisis Inferensia

Adalah analisis statistik yang bertujuan untuk membuat dedukasi atau kesimpulan pada populasi dengan menggunakan sampel dari populasi tersebut.

Metadata kegiatan statistik sektoral/khusus yang tersedia merupakan hasil penghimpunan tahun 2018. Metadata sebelumnya dapat diakses melalui SIRuSa 2014.
Copyright © 2019 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.