PENGARUH KEGIATAN POSYANDU AYAH TERHADAP PENCAPAIAN SKDN DI POSYANDU DESA PULO GEBANG DAN POSYANDU DESA GUBUS BANARAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMBELANG KABUPATEN JOMBANG, 2020

Tahun Kegiatan : 2020
Produsen : STIKES PEMDA JOMBANG
Sektor Kegiatan : Sosial dan Kesejahteraan Rakyat
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Identifikasi Penyelenggara Kegiatan

Penyelenggara

STIKES PEMDA JOMBANG

Alamat Lengkap Penyelenggara

Jalan Dokter Sutomo No.75-77, Sengon, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61411
Kabupaten/Kota: JOMBANG
Provinsi: JAWA TIMUR

Penanggung Jawab Kegiatan (Contact Person)

Penanggung Jawab Kegiatan
Nama:Mudhawaroh
Jabatan:Ketua Peneliti
Alamat:Jalan Dokter Sutomo No.75-77, Sengon, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61411
Fax:-
Penanggung Jawab Teknis Kegiatan
Nama:Septi Fitrah N
Jabatan:Peneliti
Alamat:Jalan Dokter Sutomo No.75-77, Sengon, Kec. Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur 61411
Fax:-

Informasi Umum Kegiatan

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat 2025 adalah meningkatnya kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi –tingginya dapat terwujud, melalui terciptanya masyarakat,
bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yang hidup dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu. Sasaran pembangunan kesehatan yang akan dicapai pada tahun 2025 adalah meningkatnya derajat kesehatan yang ditunjukkan oleh indikator dampak khususnya pada bayi dan balita antara lain menurunnya angka kematian bayi dari 32,3 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2005 menjadi 15,5 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2025 serta menurunnya
prevalensi gizi kurang pada balita dari 26%  pada tahun 2005 menjadi 9,5% pada tahun 2025. Maka salah satu pembangunankesehatan yang akan ditempuh sampai  tahun 2025 adalah Semua Rukun warga/lingkungan telah memiliki minimal satuposyandu aktif yang melaksanakan kegiatan minimum sebulan sekali (Depkes RI, 2009). Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk, dan  dalam hari, sekitar 800 perempuan meninggal akibat  penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Selain itu , posyandu merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang sungguh membawa arti yang sangat besar bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.Keberhasilan posyandu dapat erlihat dari pencapaian SKDN, dimana SKDN adalah status gizi balita yang digambarkan dalam suatu balok SKDN, dimana balok tersebut memuat tentang sasaran balita di suatu wilayah (S), balita yang memiliki KMS (K), balita yang ditimbang berat badannya (D), balita yang ditimbang dan naik berat badannya (N), SKDN tersebut diperoleh dari hasil posyandu yang dimuat di KMS dan digunakan untuk memantau pertumbuhan balita

Frekuensi Penyelenggaraan

Tahunan

Frekuensi Pengumpulan Data

- Tahunan

Tipe Pengumpulan Data

Cross Sectional

Variabel yang Dikumpulkan

Nama Variabel Referensi Waktu
Mengikuti posyandu 
Tahunan

Metodologi

Cara pengumpulan data

Sebagian populasi (Survei)

Cakupan wilayah survei

Sebagian kabupaten/kota

Jenis rancangan sampel

Single Stage/Phase

Metode pemilihan sampel stage terakhir

Sampel Non Probabilitas

Unit sampel

posyandu

Unit observasi

balita posyandu

Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data

- Wawancara langsung
- Lainnya

melakukan uji coba (pilot study)

Tidak

Petugas pengumpulan data

- Mitra/Tenaga Kontrak

Persyaratan pendidikan terendah petugas pengumpulan data

SMA/SMK

melakukan pelatihan petugas

Tidak

Jumlah petugas
Supervisor/Penyelia/Pengawas :1orang
Enumerator/Pencacah/Pengumpul Data :2orang

Pengolahan Data, Penyajian, dan Analisis

Metode pengolahan

Penyuntingan (Editing)
Penyandian (Coding)
Input data (Data entry)
Penyahihan (Validasi)

Tingkat penyajian yang diharapkan

- Kabupaten/Kota

Metode analisis

Metode penelitian merupakan
salah satu tahapan penelitian yang harus
diperhatikan dengan sebaik – baiknya agar
penelitian dapat dilaksanakan dengan
serasi untuk mencapai tujuan penelitian
(Suyanto, 2009). Metode yang digunakan
dalam proses penelitian ini meliputi :
desain penelitian, waktu dan tempat,
kerangka kerja, sampling disain,
identifikasi variabel, definisi operasional,
pengumpulan data, analisa data, etika
penelitian.
Desain penelitian yang digunakan
dalam metode penelitian ini adalah
Ditinjau dari rancang bangunnya, desain
penelitian ini menggunakan rancangan
cross sectional, dimana pengamatan
variable bebas (independent) dan variable
terikat (dependent) dilakukan dalam satu
waktu secara bersamaan sehingga dapat
diketahui Pengaruh kegiatan posyandu
ayah terhadap pencapaian SKDN. Populasi
dalam penelitian ini adalah Semua
Partisipan dalam kegiatan Posyandu Ayah
di Posyandu ayah sebanyak 119 responden
dan di Posyandu balita sebanyak 119
responden. Teknik sampling, yang
digunakan dalam penelitian ini adalah
probability sampling dengan jenis Simple
Random Sampling dengan jumlah jumlah
reponsden 50 balita.
Penelitian ini dilaksanakan di di
Posyandu Ayah di Desa Gabus Banaran
dan Posyandu Balita Desa Pulo Gebang
Wilayah Kerja Puskesmas Jati Wates
Kabupaten Jombang dilaksanakan pada
bulan Juli – September tahun 2018.

Unit analisis

posyandu

Produk data yang tersedia untuk umum

Media Cetak
Media Elektronik

Judul publikasi

PENGARUH KEGIATAN POSYANDU AYAH TERHADAP PENCAPAIAN SKDN DI
POSYANDU DESA PULO GEBANG DAN POSYANDU DESA GUBUS BANARAN
WILAYAH KERJA PUSKESMAS TEMBELANG KABUPATEN JOMBANG

Waktu pelaksanaan kegiatan
Perencanaan/ Persiapan29 Sep 2021 s.d. 29 Sep 2021
Pengumpulan Data29 Sep 2021 s.d. 29 Sep 2021
Pengolahan29 Sep 2021 s.d. 29 Sep 2021
Penyajian29 Sep 2021 s.d. 29 Sep 2021
Analisis29 Sep 2021 s.d. 29 Sep 2021
Copyright © 2021 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.