Survei Struktur Upah (SSU), 2014

Tahun Kegiatan
2014
Produsen : Subdit. Stat. Upah dan Pendapatan
Sektor Kegiatan : Kependudukan dan Tenaga Kerja
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Upah dan Pendapatan

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit. Stat. Upah dan Pendapatan

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdit. Stat. Upah dan Pendapatan

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdit. Stat. Upah dan Pendapatan

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdit. Stat. Upah dan Pendapatan

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Survei Struktur Upah (SSU) merupakan pengembangan dari Survei Upah Buruh (SUB), karena variabel yang dicakup lebih rinci dari SUB. Survei Struktur Upah diselenggarakan secara tahunan dan dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan lapangan SUB Triwulan II (keadaan bulan Juni). Survei Struktur Upah mengumpulkan data mengenai jumlah dan upah karyawan pada semua jenjang jabatan dan pada beberapa jenis pekerjaan menurut jenis kelamin, berbeda dengan SUB yang hanya mengumpulkan data tentang jumlah karyawan secara global dan upah karyawan produksi/pelaksana di bawah mandor/pengawas/supervisor secara keseluruhan tanpa memperhatikan jenis kelamin dan jenis jabatan/pekerjaan.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Tujuan kegiatan ini secara umum adalah mendapatkan informasi/data statistik upah yang lebih rinci, antara lain: upah per jenis jabatan/pekerjaan dan jenis kelamin, untuk karyawan nonproduksi/nonpelaksana, karyawan produksi/pelaksana di bawah pengawas/ mandor/supervisor, dan karyawan produksi/pelaksana pada tingkat pengawas/mandor/supervisor ke atas. Tujuan kegiatan ini secara khusus adalah memantau perkembangan upah per jenis jabatan dan jenis kelamin di Indonesia, dan dapat dijadikan sebagai salah satu acuan kebijakan ketenagakerjaan dan pengupahan nasional.

Frekuensi Kegiatan

Tahunan

Riwayat Kegiatan

BPS mulai tahun 2001 menyelenggarakan SSU yang diselenggarakan tahunan dan dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan lapangan SUB Triwulan II (keadaan bulan Juni). Sampai dengan tahun 2007, sasaran yang dicakup dalam SSU adalah perusahaan-perusahaan di lapangan usaha pertambangan nonmigas, industri pengolahan, perhotelan dan restoran, konstruksi, perdagangan dan pertanian di seluruh wilayah Republik Indonesia dengan jumlah sampel sebanyak 2.401 perusahaan. Pada tahun 2008, BPS melakukan updating kerangka sampel dan menambah jumlah sampel SSU menjadi 3.675 perusahaan. Hal ini dilakukan karena kerangka sampel yang digunakan pada SSU tahun-tahun sebelumnya dianggap sudah tidak representatif. Sasaran yang dicakup adalah perusahaan-perusahaan di lapangan usaha industri pengolahan, perhotelan, pertambangan nonmigas, perdagangan, serta peternakan dan perikanan. Mulai tahun 2008, lapangan usaha konstruksi dan restoran tidak lagi dicakup dalam SSU.

Frekuensi Pengumpulan Data

- Tahunan

Tipe Pengumpulan Data

Longitudinal dan Cross Sectional

Klasifikasi yang Digunakan

Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2005

Jadwal Kegiatan
Perencanaan/ PersiapanN/A s.d. 29 Mar 2014
Pelaksanaan Lapangan01 Jul 2014 s.d. 31 Jul 2014
Pengolahan04 Aug 2014 s.d. 29 Sep 2014
Analisis02 Jan 2014 s.d. 28 Nov 2014

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Status modal 
Status Modal Usaha adalah status penanaman modal perusahaan/ usaha. Status modal usaha dibedakan menjadi; a. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Suatu perusahaan/usaha dikatakan mempunyai fasilitas permodalan PMDN apabila perusahaan/ usaha tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bahwa usahanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan ketentuan serta persyaratan penanaman modal dalam negeri yang berlaku.; b. Penanaman Modal Asing (PMA): Suatu perusahaan/ usaha dikatakan mempunyai fasilitas permodalan PMA apabila perusahaan/usaha tersebut telah mendapatkan persetujuan dari BKPM bahwa usahanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan ketentuan serta persyaratan penanaman modal asing yang berlaku.; c. Negara (BUMN) adalah sumber modal perusahaan/usaha berasal dari Pemerintah.; d. Gabungan, jika perusahaan/ usaha memiliki lebih dari satu sumber modal.
-
Orientasi Pasar 
Orientasi pasar adalah tujuan penjualan/pemasaran produk perusahaan. Perusahaan dengan orientasi pasar ekspor adalah perusahaan yang sebagian atau seluruh produknya dipasarkan ke luar negeri (ekspor). Perusahaan berorientasi pasar domestik adalah perusahaan yang seluruh produknya dipasarkan di dalam negeri (domestik).
Setahun yang lalu
Buruh produksi /pelaksana dibawah pengawas /mandor/supervisor  
Buruh yang langsung terlibat dalam proses produksi, atau langsung berhubungan/melayani konsumen.
Juni 2014
Buruh produksi /pelaksana pada tingkat pengawas /mandor/supervisor ke atas 
Buruh produksi/pelaksana pada tingkat pengawas/mandor/ supervisor ke atas, meliputi;- pengawas/mandor/supervisor;- Satu tingkat di atas pengawas/mandor/supervisor;- Dua tingkat di atas pengawas/mandor/supervisor;- Tiga tingkat atau lebih di atas pengawas/mandor/supervisor;- Tenaga ahli asisten ahli/ahli mesin
Juni 2014
Upah/gaji 
Upah/Gaji adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari pengusaha kepada buruh untuk jasa yang telah atau akan dilakukan, dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan, atau peraturan perundang-undangan dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pengusaha dengan buruh, termasuk tunjangan, baik untuk buruh sendiri maupun keluarganya.
Juni 2014

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Survei

Jenis Rancangan Sampel

Single Stage/Phase

Metode Pemilihan Sampel Stage Terakhir

Sampel probabilitas

Metode Pemilihan Sampel Probabilitas

Penarikan sampel perusahaan dilakukan dengan menerapkan kaidah Probability Proportional to Size With Control Selection. Tata cara penarikan sampel adalah sebagai berikut : 1. Perusahaan yang memiliki peluang penarikan sampel lebih besar sama dengan satu (PROB≥1) otomatis terpilih sebagai sampel. 2. Penarikan sampel dilakukan untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki peluang penarikan sampel kurang dari satu (PROB<1). 3. Urutkan perusahaan berdasarkan strata (nasional dan regional untuk yang dua strata atau regional saja untuk yang satu strata) secara ascending, dan berdasarkan peluang penarikan sampel secara descending. 4. Buat kumulatif jumlah peluang penarikan sampel (Xi). 5. Tentukan angka random (0

Rancangan Sampel

Kerangka Sampel

1. Daftar Nama dan Alamat Perusahaan Industri Pengolahan hasil pencacahan Survei Industri Besar Sedang tahun 2005. 2. Daftar Nama dan Alamat Hotel Berbintang atau Melati hasil pencacahan Survei Hotel (VHT-L) awal tahun 2006. 3. Daftar Nama dan Alamat Perusahaan/Usaha Peternakan dan Perikanan menurut Direktori Perusahaan/Usaha Peternakan dan Perikanan tahun 2005. 4. Daftar Nama dan Alamat Perusahaan Pertambangan menurut hasil listing SE2006 yang dikategorikan menjadi Usaha Menengah Besar (SE06-UMB). 5. Daftar Nama dan Alamat Perusahaan Perdagangan menurut hasil listing SE2006 yang dikategorikan menjadi Usaha Menengah Besar (SE06-UMB). Daftar Nama dan Alamat untuk masing-masing jenis perusahaan dilengkapi dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2005 dan jumlah tenaga kerja yang selanjutnya digunakan untuk penyusunan stratifikasi dan MoS (Measures of Size).

Keseluruhan Fraksi Sampel (Overall Sampling Fraction)

Lapangan Usaha Populasi dalam kerangka sampel (N) Jumlah sampel (n) Industri Pengolahan 20.637 2.170 Perhotelan 6.937 868 Pertambangan Nonmigas 364 44 Perdagangan 59.236 379 Peternakan dan Perikanan 4.080 211 Total 91.254 3.675

Perkiraan Sampling Error

2

Unit Sampel

perusahaan/establishment

Alokasi Sampel

Provinsi Lapangan Usaha Jumlah Industri Pengolahan Hotel Pertam-bangan Nonmigas Perda-gangan Peternakan dan Perikanan (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Aceh 17 7 0 17 2 43 Sumatera Utara 145 61 0 19 11 236 Sumatera Barat 24 25 3 17 9 78 Riau 12 3 0 7 1 23 Jambi 12 10 0 14 7 43 Sumatera Selatan 30 14 1 16 0 61 Bengkulu 1 9 0 4 0 14 Lampung 35 16 0 7 3 61 Kep. Bangka Belitung 7 10 6 2 1 26 Kepulauan Riau 22 10 1 6 1 40 DKI Jakarta 253 113 1 8 2 377 Jawa Barat 347 124 2 21 39 533 Jawa Tengah 359 47 0 22 37 465 DI Yogyakarta 49 6 0 3 2 60 Jawa Timur 485 88 1 14 44 632 Banten 91 6 1 34 11 143 Bali 73 104 0 9 9 195 Nusa Tenggara Barat 10 21 0 10 5 46 Nusa Tenggara Timur 3 19 0 19 2 43 Kalimantan Barat 34 16 0 17 3 70 Kalimantan Tengah 13 13 1 16 0 43 Kalimantan Selatan 28 17 6 0 0 51 Kalimantan Timur 33 35 22 3 1 94 Kalimantan Utara 11 11 1 0 0 23 Sulawesi Utara 4 16 0 14 1 35 Sulawesi Tengah 2 8 0 12 2 24 Sulawesi Selatan 48 31 0 15 7 101 Selawesi Tenggara 7 7 1 23 2 40 Gorontalo 1 2 0 1 0 4 Sulawesi Barat 2 2 0 2 0 6 Maluku 5 4 0 4 8 21 Maluku Utara 1 3 0 12 0 16 Papua Barat 2 2 0 3 1 8 Papua 4 8 0 8 0 20 Nasional 2.170 868 47 379 211 3.675

Cakupan Wilayah

Sebagian kabupaten/kota

Wilayah Kegiatan

ProvinsiKabupaten
ACEHACEH SELATAN, ACEH TIMUR, ACEH BARAT, ACEH BESAR, PIDIE, ACEH TAMIANG, NAGAN RAYA, KOTA BANDA ACEH, KOTA SABANG, KOTA LANGSA, KOTA LHOKSEUMAWE,
SUMATERA UTARATAPANULI SELATAN, TAPANULI TENGAH, TOBA SAMOSIR, LABUHAN BATU, ASAHAN, SIMALUNGUN, KARO, DELI SERDANG, LANGKAT, SERDANG BEDAGAI, KOTA SIBOLGA, KOTA TANJUNG BALAI, KOTA PEMATANG SIANTAR, KOTA TEBING TINGGI, KOTA MEDAN, KOTA BINJAI, KOTA PADANGSIDIMPUAN,
SUMATERA BARATSOLOK, TANAH DATAR, PADANG PARIAMAN, AGAM, LIMA PULUH KOTA, PASAMAN, PASAMAN BARAT, KOTA PADANG, KOTA SAWAH LUNTO, KOTA PADANG PANJANG, KOTA BUKITTINGGI, KOTA PAYAKUMBUH, KOTA PARIAMAN,
RIAUINDRAGIRI HULU, INDRAGIRI HILIR, PELALAWAN, SIAK, KAMPAR, ROKAN HULU, BENGKALIS, ROKAN HILIR, KOTA PEKANBARU,
JAMBIKERINCI, MERANGIN, MUARO JAMBI, TANJUNG JABUNG BARAT, BUNGO, KOTA JAMBI,
SUMATERA SELATANOGAN KOMERING ULU, OGAN KOMERING ILIR, MUARA ENIM, MUSI BANYUASIN, BANYUASIN, KOTA PALEMBANG,
BENGKULUBENGKULU SELATAN, REJANG LEBONG, BENGKULU UTARA, SELUMA, KOTA BENGKULU,
LAMPUNGTANGGAMUS, LAMPUNG SELATAN, LAMPUNG TIMUR, LAMPUNG TENGAH, LAMPUNG UTARA, WAY KANAN, TULANGBAWANG, KOTA BANDAR LAMPUNG,
KEPULAUAN BANGKA BELITUNGBANGKA, BELITUNG, BELITUNG TIMUR, KOTA PANGKAL PINANG,
KEPULAUAN RIAUKARIMUN, BINTAN, KOTA BATAM, KOTA TANJUNG PINANG,
DKI JAKARTAKODYA JAKARTA SELATAN, KODYA JAKARTA TIMUR, KODYA JAKARTA PUSAT, KODYA JAKARTA BARAT, KODYA JAKARTA UTARA,
JAWA BARATBOGOR, SUKABUMI, CIANJUR, BANDUNG, GARUT, TASIKMALAYA, CIAMIS, KUNINGAN, CIREBON, MAJALENGKA, SUMEDANG, INDRAMAYU, SUBANG, PURWAKARTA, KARAWANG, BEKASI, BANDUNG BARAT, KOTA BOGOR, KOTA SUKABUMI, KOTA BANDUNG, KOTA CIREBON, KOTA BEKASI, KOTA DEPOK, KOTA CIMAHI, KOTA TASIKMALAYA, KOTA BANJAR,
JAWA TENGAHCILACAP, BANYUMAS, PURBALINGGA, KEBUMEN, PURWOREJO, WONOSOBO, MAGELANG, BOYOLALI, KLATEN, SUKOHARJO, WONOGIRI, KARANGANYAR, SRAGEN, GROBOGAN, BLORA, REMBANG, PATI, KUDUS, JEPARA, DEMAK, SEMARANG, TEMANGGUNG, KENDAL, BATANG, PEKALONGAN, PEMALANG, TEGAL, BREBES, KOTA MAGELANG, KOTA SURAKARTA, KOTA SALATIGA, KOTA SEMARANG, KOTA PEKALONGAN, KOTA TEGAL,
DI YOGYAKARTAKULON PROGO, BANTUL, GUNUNG KIDUL, SLEMAN, KOTA YOGYAKARTA,
JAWA TIMURPACITAN, PONOROGO, TRENGGALEK, TULUNGAGUNG, BLITAR, KEDIRI, MALANG, LUMAJANG, JEMBER, BANYUWANGI, BONDOWOSO, SITUBONDO, PROBOLINGGO, PASURUAN, SIDOARJO, MOJOKERTO, JOMBANG, NGANJUK, MADIUN, MAGETAN, NGAWI, BOJONEGORO, TUBAN, LAMONGAN, GRESIK, BANGKALAN, SAMPANG, PAMEKASAN, SUMENEP, KOTA KEDIRI, KOTA BLITAR, KOTA MALANG, KOTA PROBOLINGGO, KOTA PASURUAN, KOTA MOJOKERTO, KOTA MADIUN, KOTA SURABAYA, KOTA BATU,
BANTENPANDEGLANG, LEBAK, TANGERANG, SERANG, KOTA TANGERANG, KOTA CILEGON, KOTA SERANG, KOTA TANGERANG SELATAN,
BALIJEMBRANA, TABANAN, BADUNG, GIANYAR, KLUNGKUNG, BANGLI, KARANG ASEM, BULELENG, KOTA DENPASAR,
NUSA TENGGARA BARATLOMBOK BARAT, LOMBOK TENGAH, LOMBOK TIMUR, SUMBAWA, DOMPU, BIMA, SUMBAWA BARAT, KOTA MATARAM, KOTA BIMA,
NUSA TENGGARA TIMURSUMBA BARAT, SUMBA TIMUR, TIMOR TENGAH UTARA, ALOR, FLORES TIMUR, SIKKA, ENDE, NGADA, MANGGARAI, MANGGARAI BARAT, KOTA KUPANG,
KALIMANTAN BARATSAMBAS, BENGKAYANG, LANDAK, PONTIANAK, SANGGAU, KETAPANG, SINTANG, KAPUAS HULU, SEKADAU, KOTA PONTIANAK, KOTA SINGKAWANG,
KALIMANTAN TENGAHKOTAWARINGIN BARAT, KOTAWARINGIN TIMUR, KAPUAS, BARITO SELATAN, BARITO UTARA, KATINGAN, BARITO TIMUR, MURUNG RAYA, KOTA PALANGKA RAYA,
KALIMANTAN SELATANTANAH LAUT, KOTA BARU, BARITO KUALA, TAPIN, HULU SUNGAI TENGAH, HULU SUNGAI UTARA, TABALONG, TANAH BUMBU, KOTA BANJARMASIN, KOTA BANJAR BARU,
KALIMANTAN TIMURPASER, KUTAI BARAT, KUTAI KARTANEGARA, KUTAI TIMUR, BERAU, MALINAU, NUNUKAN, PENAJAM PASER UTARA, KOTA BALIKPAPAN, KOTA SAMARINDA, KOTA TARAKAN, KOTA BONTANG,
SULAWESI UTARABOLAANG MONGONDOW, MINAHASA, MINAHASA SELATAN, KOTA MANADO, KOTA BITUNG, KOTA TOMOHON,
SULAWESI TENGAHBANGGAI KEPULAUAN, BANGGAI, MOROWALI, POSO, DONGGALA, PARIGI MOUTONG, TOJO UNA-UNA, KOTA PALU,
SULAWESI SELATANBULUKUMBA, BANTAENG, JENEPONTO, TAKALAR, GOWA, MAROS, PANGKAJENE DAN KEPULAUAN, BARRU, BONE, WAJO, SIDENRENG RAPPANG, LUWU, TANA TORAJA, LUWU TIMUR, KOTA MAKASSAR, KOTA PALOPO,
SULAWESI TENGGARABUTON, MUNA, KONAWE, KOLAKA, KONAWE SELATAN, BOMBANA, KOTA KENDARI, KOTA BAU-BAU,
GORONTALOGORONTALO, KOTA GORONTALO,
SULAWESI BARATPOLEWALI MANDAR, MAMUJU,
MALUKUMALUKU TENGGARA, MALUKU TENGAH, BURU, KEPULAUAN ARU, KOTA AMBON,
MALUKU UTARAKEPULAUAN SULA, HALMAHERA SELATAN, HALMAHERA UTARA, KOTA TERNATE,
PAPUA BARATTELUK WONDAMA, MANOKWARI, SORONG,
PAPUAMERAUKE, JAYAPURA, YAPEN WAROPEN, BIAK NUMFOR, MIMIKA, BOVEN DIGOEL, KOTA JAYAPURA,

Unit Observasi

- Perusahaan industri besar dan sedang (perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 20 orang atau lebih) - Hotel bintang (bintang 1-5) dan nonbintang (melati) - Perusahaan pertambangan nonmigas yang telah melakukan kegiatan penambangan (eksplorasi) - Perusahaan perdagangan besar dan eceran. Perusahaan perdagangan besar meliputi perusahaan ekspor, impor, dan perdagangan besar lainnya, sedangkan perdagangan eceran meliputi department store, dan swalayan - Perusahaan peternakan dan perikanan

Cakupan Responden

- Perusahaan industri besar dan sedang - Hotel bintang dan nonbintang - Perusahaan pertambangan nonmigas yang telah melakukan kegiatan penambangan (eksplorasi) - Perusahaan perdagangan besar dan eceran, mencakup perusahaan ekspor, impor, perdagangan besar lainnya, department store, dan swalayan - Perusahaan peternakan dan perikanan

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Tidak

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Pengamatan (observasi)

Melakukan Pilot Study

Tidak

Instrumen yang Digunakan

-

Petugas Pengumpulan Data

- Staf
- KSK

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim245 Orang
Pencacah735 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Tidak

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Supervisi

Penyesuaian Non Respon

Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri

Metode Pengolahan

- Batching
- Editing
- Coding
- Data Entri/Scan
- Verifikasi
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

CSPro 3.1

Estimasi dan Analisis

Metode Estimasi yang Digunakan

Rata-rata tertimbang

Metode Analisis

Deskriptif

Unit Analisis

Perusahaan industri (hingga 3 digit KBLI 2005), perusahaan pertambangan nonmigas, perhotelan, perdagangan, dan pertanian (peternakan dan perikanan)

Sumber data alternatif untuk analisis

Data upah yang dihasilkan SSU dapat dirinci menurut jenis jabatan dan jenis kelamin.

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Tidak

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Tidak Digunakan

Keterbandingan Data

Data yang dihasilkan SSU dapat dibandingkan dengan data tahun-tahun sebelumnya. Namun demikian, perlu berhati-hati dalam membandingkan data struktur upah antar tahun, karena perbedaan response rate dan skala perusahaan yang masuk pada setiap tahunnya

Metode Revisi Data

Perbaikan data yang tidak konsisten dan pemeriksaan ulang nilai ekstrim.

Informasi tentang kualitas data

Secara umum, ada peningkatan response rate antara tahun 2012 – 2014.

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Tidak

Rekomendasi untuk yang akan datang

Data upah yang dihasilkan dari SSU hanya dapat dipublikasikan pada level nasional. Perluasan cakupan dan penambahan jumlah sampel perusahaan pada tahun yang akan datang sangat diperlukan, sehingga data yang dihasilkan tidak hanya untuk level nasional akan tetapi dapat dirinci hingga level provinsi

Diseminasi Publikasi

Judul Publikasi


Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun

Data/variabel yang tidak bisa diberikan kepada pengguna data

Variabel Alasan
Identitas dan data individu perusahaan

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

Displaying 1-3 of 3 results.
Upah Nominal Buruh Nonproduksi/Nonpelaksana
Rata-rata upah per bulan yang diterima buruh nonproduksi/ nonpelaksana dalam bentuk uang.
Upah Nominal Buruh Produksi/Pelaksana di Bawah Pengawas/Mandor/Supervisor
Rata-rata upah per bulan yang diterima buruh produksi/pelaksana di bawah pengawas/mandor/supervisor dalam bentuk uang.
Upah Nominal Buruh Produksi/Pelaksana pada Tingkat Pengawas/Mandor/Supervisor ke Atas
Rata-rata upah per bulan yang diterima buruh produksi/pelaksana pada tingkat pengawas/mandor/supervisor ke atas dalam bentuk uang.





























Publikasi yang dihasilkan
Nama Publikasi Jadwal Rilis Level terendah
penyajian data
Dibedakan menurut perkotaan/ perdesaan Dibedakan menurut jenis kelamin
-- Nasional Ya Tidak
Metadata kegiatan statistik sektoral/khusus yang tersedia merupakan hasil penghimpunan tahun 2018. Metadata sebelumnya dapat diakses melalui SIRuSa 2014.
Copyright © 2019 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.