Survei Karakteristik Usaha/BCS (Business Characteristics Survey), 2020

Tahun Kegiatan
2020
Produsen : Subdit. Stat. Komunikasi dan Teknologi Informasi
Sektor Kegiatan : Teknologi Informasi dan Komunikasi
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Komunikasi dan Teknologi Informasi

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit. Stat. Komunikasi dan Teknologi Informasi

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdit. Stat. Komunikasi dan Teknologi Informasi

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdit. Stat. Komunikasi dan Teknologi Informasi

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdit. Stat. Komunikasi dan Teknologi Informasi

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Survei Karakteristik Usaha/ BCS (Business Characteristics Survey) merupakan survei tahunan yang dilaksanakan sejak tahun 2019 untuk memperoleh data dan informasi mengenai karakteristik usaha. BCS merupakan integrasi dari tiga survei yang telah dilakukan sebelumnya oleh Subdirektorat Statistik Komunikasi dan Teknologi Informasi, yaitu Survei P2TIK (sektor Bisnis), Survei Infokom (bioskop) serta Survei IPTEK dan Inovasi. Integrasi tersebut dilakukan untuk mengurangi provider dan responden burden, mengurangi workload BPS di daerah terutama petugas lapangan, menghasilkan single source of truth untuk data perusahaan dan efisiensi sumber daya (waktu, tenaga, dan biaya).

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Secara garis besar, tujuan dari Survei Karakteristik Usaha/BCS (Business Characteristics Survey) 2020 adalah untuk mendapatkan informasi secara Nasional mengenai karakteristik usaha di Indonesia yang digunakan untuk menyusun:

Indikator penggunaan dan pemanfaatan TIK;
Indikator produktivitas perusahaan bioskop; dan

Indikator pokok terkait kegiatan inovasi. 

Frekuensi Kegiatan

Tahunan

Riwayat Kegiatan

Survei Karakteristik Usaha/BCS (Business Characteristics Survey) pertama kali dilakukan pada tahun 2019.  BCS dilakukan sebagai pengganti dari tiga survei yang telah dilakukan sebelumnya yaitu Survei P2TIK (sektor Bisnis), Survei Perusahaan Infokom (bioskop) serta Survei IPTEK dan Inovasi.

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

Perubahan yang terjadi pada BCS 2020 dibandingkan dengan BCS 2019 antara lain:

Perubahan cakupan usaha: cakupan BCS 2019 adalah UMK (Usaha Mikro Kecil) dan UMB (Usaha Menengah Besar) sedangkan cakupan BCS 2020 seluruhnya adalah UMB .
Perubahan metode pengumpulan data: pengumpulan data BCS 2019 dilakukan melalui wawancara tatap muka antara pencacah dengan responden dengan menggunakan Paper and Pencil Interviewing (PAPI) untuk usaha yang berskala UMB dan Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) untuk usaha yang berskala UMK sedangkan BCS 2020 pengumpulan data secara langsung tidak lagi menjadi pilihan utama, sehingga pendataan dilakukan dengan metode kombinasi wawancara (baik langsung maupun tidak langsung) dan CAWI (Computer Aided Web Interviewing) yang memungkinkan responden untuk mengisi sendiri melalui website.

Frekuensi Pengumpulan Data

- Tahunan

Tipe Pengumpulan Data

Cross Sectional

Referensi yang Digunakan

OSLO Manual 2015 dan Core ICT Indicators 2016

Klasifikasi yang Digunakan

Klasifikasi/Master Wilayah:Master File Desa 2019 semester 1 - KBLI 2015
Klasifikasi/Master Komoditas:Master File Desa 2019 semester 1 - KBLI 2015
Klasifikasi/Master Lapangan Usaha:Master File Desa 2019 semester 1 - KBLI 2015
Klasifikasi/Master Lainnya:Direktori Bioskop dari Pusbang Film Kemendikbud

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Jumlah Pekerja 
Jumlah pekerja adalah jumlah orang yang bekerja, antara lain: pemilik yang terlibat langsung dalam kegiatan usaha, pekerja yang menerima upah atau gaji, pegawai penuh waktu dan paruh waktu, pekerja tetap, pekerja tidak tetap dan pekerja kontrak, Tenaga Kerja Asing (TKA), serta pekerja harian; namun tidak termasuk konsultan/kontraktor, orang yang dibayar hanya dengan komisi (upah/gaji tidak dibayar), direktur tidak bergaji (bagi saham), komisaris, direksi, sukarelawan, dan pekerja outsourcing/pekerja subkontrak
2019
Pendapatan 
Mengetahui perubahan pendapatan individu akibat COVID-19
2019
Penggunaan Komputer 
Komputer yang dicatat adalah perangkat yang digunakan untuk usaha dan perangkat milik usaha. Komputer misalnya Personal Computer (PC), Laptop/Notebook/Netbook, Tablet. Tidak termasuk embedded computing abilities (kemampuan komputasi tertanam) seperti telepon seluler, atau mesin yang dikendalikan komputer.
2019
Tenaga Kerja yang Rutin Menggunakan Komputer 
Tenaga kerja yang rutin menggunakan komputer adalah tenaga kerja yang menggunakan komputer untuk bekerja paling tidak sekali dalam seminggu.
2019
Penggunaan Local Area Network (LAN) 
Local Area Network (LAN) adalah jaringan yang menghubungkan komputer dalam area lokal seperti departemen, bangunan tunggal atau situs. Memungkinkan juga melalui jaringan nirkabel.
2019

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Survei

Jenis Rancangan Sampel

Single Stage/Phase

Metode Pemilihan Sampel Stage Terakhir

Sampel probabilitas

Metode Pemilihan Sampel Probabilitas

Metode pemilihan sampel dilakukan secara sistematik dan independen pada setiap kelompok usaha.

Rancangan Sampel

Kerangka Sampel

Kerangka sampel yang dibutuhkan dalam survei terdiri dari dua kelompok, yang pertama adalah kerangka sampel sektor bisnis yang meliputi direktori-direktori sebagai berikut :

a)         Direktori industri besar dan sedang,

b)         Direktori usaha perdagangan,

c)         Direktori hotel bintang (bintang satu, dua, tiga, empat dan lima),

d)         Direktori restoran/rumah makan,

e)         Direktori usaha informasi dan komunikasi

f)          Direktori Bioskop dari Pusbang Film Kemendik

Direktori usaha perdagangan diperoleh dari hasil SE2016-Lanjutan Pendataan UMB dengan cakupan KBLI 2015 kategori G.

Perusahaan UMB diperoleh dari hasil SE2016-Lanjutan dengan cakupan KBLI 2015  kategori B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, P, Q, R, dan S yang melakukan inovasi.

Keseluruhan Fraksi Sampel (Overall Sampling Fraction)

Skema sampling untuk masing-masing unit analisis adalah sebagai berikut: Sektor Bisnis Skema sampling untuk Sektor Bisnis Tahap Sampling Unit Populasi Sampel Metode Peluang Fraksi 1 Usaha sektor bisnis provinsi -g P_g p_g sistematik 1/P_g p_g/P_g Fraksi sampling Sampling fraction untuk sektor bisnis: f_1=p_g/P_g w_1=1/f_1 Keterangan notasi: P_g= jumlah populasi usaha sektor bisnis di provinsi ke -g dari Direktori Usaha p_g= jumlah sampel usaha sektor bisnis di provinsi ke –g g = indeks provinsi Perusahaan Bioskop Skema sampling untuk Perusahaan Bioskop Tahap Sampling Unit Populasi Sampel Metode Peluang Fraksi 1 Perusahaan bisokop provinsi -g Q_g q_g sensus 1 1 Fraksi sampling Sampling fraction untuk perusahaan bioskop: f_2=1 w_2=1 Keterangan notasi: Q_g= jumlah populasi usaha sektor bisnis di provinsi ke -g dari Direktori Usaha q_g= jumlah sampel usaha sektor bisnis di provinsi ke –g g = indeks provinsi g = indeks provinsi Usaha IPTEK dan Inovasi Skema sampling untuk Usaha IPTEK dan Inovasi Tahap Sampling Unit Populasi Sampel Metode Peluang Fraksi 1 Usaha IPTEK dan inovasi provinsi -g R_g r_g sistematik 1/R_g r_g/R_g Fraksi sampling Sampling fraction untuk usaha IPTEK dan inovasi: f_3=r_g/R_g w_3=1/f_3 Keterangan notasi: R_g= jumlah populasi usaha IPTEK dan inovasi di provinsi ke -g dari frame SE2016-Lanjutan r_g= jumlah sampel usaha IPTEK dan inovasi di provinsi ke –g g = indeks provinsi

Perkiraan Sampling Error

15%

Unit Sampel

Secara lengkap unit sampel dalam survei ini adalah sebagai berikut:

  1. Perusahaan industri pengolahan (industri besar dan sedang),
  2. Usaha perdagangan meliputi perdagangan besar,
  3. Perusahaan penyediaaan akomodasi, meliputi hotel bintang,
  4. Perusahaan penyediaan makan minum yaitu restoran/rumah makan,
  5. Usaha informasi dan komunikasi,
  6. Bioskop,

Perusahaan UMB kategori B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, P, Q, R, dan S yang melakukan inovasi.

Alokasi Sampel

Kode Pro-vinsi

Nama Provinsi

              Alokasi Sampel

Jumlah

Kategori

Bios-kop

B

C

D

E

F

G

H

I

J

K

L

M

N

P

Q

R

S

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11)

(12)

(13)

(14)

(15)

(16)

(17)

(18)

(19)

(20)

(21)

11

Aceh

10

4

2

6

4

14

2

9

5

2

3

1

1

6

3

1

2

0

75

12

Sumatera Utara

15

35

10

18

11

70

10

52

11

7

10

5

4

23

6

7

9

16

319

13

Sumatera Barat

10

5

2

5

2

23

2

15

4

2

3

1

2

6

2

2

2

3

91

14

Riau

27

9

3

5

5

29

4

18

5

3

6

2

2

8

2

3

3

5

139

15

Jambi

10

5

1

5

2

18

2

9

3

2

3

1

1

5

2

1

0

4

74

16

Sumatera Selatan

27

9

3

4

5

28

4

16

3

3

5

1

1

9

1

2

2

12

135

17

Bengkulu

10

3

1

2

2

9

1

3

2

1

2

1

1

3

1

1

1

2

46

18

Lampung

14

10

2

5

4

40

4

14

4

3

4

2

1

9

3

3

3

5

130

19

Kep. Bangka Belitung

18

5

1

2

1

11

2

5

1

1

2

1

1

4

0

1

0

1

57

21

Kepulauan Riau

19

16

4

13

5

44

7

35

6

4

11

4

4

12

4

5

7

8

208

31

DKI Jakarta

38

74

17

45

44

210

41

249

40

21

50

37

16

68

19

28

43

56

1.096

32

Jawa Barat

81

216

27

66

39

317

36

246

46

30

59

27

17

84

23

36

36

68

1.454

33

Jawa Tengah

40

113

15

39

20

219

23

106

26

20

29

11

9

67

16

19

19

24

815

34

DI Yogyakarta

2

18

2

5

4

49

5

38

9

4

9

4

3

17

4

5

5

8

191

35

Jawa Timur

45

163

23

52

31

318

41

188

39

25

49

19

16

73

26

26

35

62

1.231

36

Banten

27

58

7

20

13

114

13

85

11

9

20

8

6

28

5

11

13

26

474

51

Bali

2

17

4

9

5

60

7

77

6

6

8

4

4

14

3

13

8

10

257

52

Nusa Tenggara Barat

8

9

3

8

3

29

3

18

4

3

3

2

2

9

2

3

3

2

114

53

Nusa Tenggara Timur

4

3

2

6

4

20

3

14

4

2

2

2

1

6

3

2

2

2

82

61

Kalimantan Barat

14

7

3

8

4

28

5

14

4

3

5

2

2

8

2

2

3

3

117

62

Kalimantan Tengah

14

3

2

2

3

17

2

9

3

2

3

1

1

4

1

2

2

3

74

63

Kalimantan Selatan

31

7

2

4

4

23

4

12

3

3

4

2

2

6

1

2

2

2

114

64

Kalimantan Timur

37

8

3

7

6

24

5

17

3

3

5

2

3

8

2

4

3

10

150

65

Kalimantan Utara

18

4

2

4

4

15

2

12

2

1

1

1

1

4

0

1

1

0

73

71

Sulawesi Utara

9

7

2

5

3

26

3

11

3

2

3

1

1

6

2

3

2

8

97

72

Sulawesi Tengah

24

5

2

2

3

13

3

7

2

2

2

1

1

5

0

2

0

1

75

73

Sulawesi Selatan

22

14

6

9

6

53

6

35

7

5

8

2

3

15

3

4

4

11

213

74

Sulawesi Tenggara

19

6

3

2

4

16

2

8

3

2

3

1

1

5

2

2

2

3

84

75

Gorontalo

0

3

1

4

2

10

1

5

3

1

3

0

1

3

2

0

2

1

42

76

Sulawesi Barat

0

2

1

4

1

9

1

2

0

1

2

0

0

3

0

0

0

1

27

81

Maluku

5

3

2

2

2

10

2

7

3

1

2

1

1

4

2

1

2

3

53

82

Maluku Utara

7

2

2

2

4

14

2

9

3

1

0

0

1

4

3

1

0

1

56

91

Papua Barat

5

3

1

3

3

13

2

7

0

1

0

1

1

3

1

2

0

0

46

94

Papua

4

4

2

3

6

22

4

18

5

2

3

1

1

6

3

2

4

1

91

Total

616

850

163

376

259

1.915

254

1.370

273

178

322

149

112

535

149

197

220

362

8.300

Cakupan Wilayah

Seluruh kabupaten/kota

Unit Observasi

Perusahaan UMB

Cakupan Responden

Perusahaan UMB kategori B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, L, M, N, P, Q, R, dan S.

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Tidak

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Melakukan Pilot Study

Tidak

Instrumen yang Digunakan

Kuesioner V-BCS

Petugas Pengumpulan Data

- Mitra

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim170 Orang
Pencacah636 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Ya

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Revisit
- Supervisi

Penyesuaian Non Respon

Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri
- Integrasi Pengolahan

Metode Pengolahan

- Editing
- Coding
- Data Entri/Scan
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

CAWI, MS. EXCEL, SPSS

Estimasi dan Analisis

Metode Estimasi yang Digunakan

Estimasi Proporsi

Komposisi dan Penimbang

Total populasi

Metode Analisis

Analisis deskriptif

Unit Analisis

Perusahaan

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Tidak

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Lainnya

Peningkatan Kualitas Data

  1. Melakukan konfirmasi data kepada para penyedia data.
  2. Melihat konsistensi data, yaitu membandingkan dengan series lainnya.
  3. Membandingkan dengan data-data pembanding lainnya.

Keterbandingan Data

Antar wilayah

Metode Revisi Data

Revisit atau kunjungan ulang

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Tidak

Rekomendasi untuk yang akan datang

Tidak ada

Diseminasi Publikasi

Judul Publikasi

Statistik Karakteristik Usaha 2020

Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

Displaying 1-7 of 7 results.
Persentase usaha yang menggunakan komputer
Komputer misalnya personal computer (PC), laptop, notebook, netbook, tablet. Tidak termasuk beberapa embedded computing abilities (kemampuan komputasi tertanam) seperti telepon selular, atau mesin yang dikendalikan komputer
Persentase usaha yang mempunyai website
Website adalah halaman informasi yang dapat diakses melalui jalur internet. Berlokasi di World Wide Web/www yang diidentifikasi oleh sebuah alamat web.
Persentase usaha yang menggunakan internet
Internet adalah jaringan interkoneksi di seluruh dunia yang memungkinkan pengguna untuk berbagi informasi secara interaktif. Internet menyediakan berbagai layanan komunikasi seperti world wide web (www), surat elektronik (e-mail), berita, hiburan, transfer data, dan lain-lain.
Persentase usaha yang menerima pesanan/ melakukan penjualan barang dan atau jasa melalui internet
Penjualan melalui internet, dimana deal/ transaksinya melalui internet
Persentase usaha yang memesan/ melakukan pembelian barang dan atau jasa melalui internet
Pembelian melalui internet, dimana deal/ transaksinya melalui internet
Persentase usaha yang melakukan inovasi
Inovasi Produk adalah barang/jasa baru atau peningkatan dari barang/jasa yang berbeda secara signifikan dari yang dihasilkan perusahaaan sebelumnya yang telah diperkenalkan ke pasar. Inovasi Proses meliputi: metode pada proses produksi/pengiriman atau distribusi/pemasaran dan penjualan/sistem informasi dan komunikasi baru yang berbeda secara signifikan dari yang dihasilkan perusahaaan sebelumnya yang telah diperkenalkan ke pasar.
Persentasae pemutaran film menurut Jenis/Genre film
Genre film adalah bentuk, kategori atau klasifikasi tertentu dari beberapa film yang memiliki kesamaan bentuk, latar, tema, suasana, dan lainnya, seperti drama, komedi, thriller dll.





























Publikasi yang dihasilkan
Nama Publikasi Jadwal Rilis Level terendah
penyajian data
Dibedakan menurut perkotaan/ perdesaan Dibedakan menurut jenis kelamin
Statistik Karakteristik Usaha 2020 -12-2020 Provinsi Tidak Ya
Copyright © 2021 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.