Pemetaan dan Pemutakhiran Muatan Wilkerstat SP2020, 2019

Tahun Kegiatan
2019
Produsen : Subdit. Pengembangan Pemetaan Statistik
Sektor Kegiatan : Teknologi Informasi dan Komunikasi
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Pengembangan Pemetaan Statistik

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit Pengembangan Pemetaan Statistik

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdit Pengembangan Kerangka Sampel

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdit Integrasi Pengolahan Data

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdit Pengembangan Pemetaan Statistik

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Sensus Penduduk akan  diselenggarakan kembali oleh  Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020.   Sensus   Penduduk   (SP)   2020   adalah   Sensus   Penduduk   ke-7 yang diselenggarakan oleh BPS   sejak   Indonesia   merdeka. Pelaksanaan   SP2020 oleh BPS berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Hal ini sejalan dengan rekomendasi PBB mengenai Sensus Penduduk dan Perumahan sekitar tahun 2020 (Population and Housing Census Round 2020). 
Berbagai persiapan  mulai  dilakukan  untuk  mendukung  kegiatan  besar  ini,  termasuk persiapan di bidang geospasial. Persiapan SP2020 bidang geospasial dilaksanakan pada tahun 2018 dan 2019.  Kegiatan  tahun  2018  adalah  menyusun  peta  dasar  SP2020 dan ground check/ground  truth untuk memutakhirkan muatan pada  blok  sensus  terpilih.  Kegiatan  tahun  2019  adalah  Pemetaan  dan Pemutakhiran   Muatan   Wilkerstat   SP2020. Seluruh kegiatan ini menggunakan teknologi geospasial.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

1. Menyusun peta wilayah kerja statistik untuk SP2020.

2. Mendapatkan kerangka induk yang mutakhir untuk SP2020.

3. Mendukung kebijakan satu peta Indonesia. 

Frekuensi Kegiatan

Sepuluh Tahunan

Riwayat Kegiatan

Sesuai rekomendasi PBB bahwa setiap kantor statistik harus menyusun unit sampling terkecil untuk keperluan sensus dan survei.  Kumpulan unit sampling terkecil adalah kerangka induk wilayah kerja statistik (wilkerstat). Sebagai petunjuk/pedoman petugas pengumpulan data di lapangan maka dibuat peta wilkerstat berdasarkan unit sampling terkecil. 
Penyusunan peta wilkerstat dan kerangka induk wilkerstat adalah kegiatan yang merupakan satu kesatuan dan dimutakhirkan setiap menjelang Sensus Penduduk (SP), atau setiap 10 tahun sekali. Sejak tahun 2000 s.d sekarang, BPS sudah menggunakan teknologi geospasial untuk membuat peta digital batas-batas indikatif desa dan blok sensus. Namun peta yang digunakan petugas di lapangan masih menggunakan sketsa peta dalam bentuk hardcopy.  
Kerangka induk yang dibuat BPS selama ini terdiri dari peta dan muatan BS. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan kerangka induk terus dilakukan. Pada prinsipnya, kerangka induk yang dibangun adalah untuk memenuhi kebutuhan kegiatan sensus dan survei BPS yang menggunakan berbagai macam metode statistik. 
 
Tahun 2018, Kegiatan Penyusunan Peta Dasar dan Informasi Muatan Wilkerstat SP2020 telah menghasilkan peta dasar SP2020 yang terdiri dari peta desa/kelurahan dan blok sensus (BS). Selain itu juga telah dilakukan ground check/ground truth pada 15.420 BS terpilih. Tahun 2019, peta dasar tersebut akan digunakan dalam kegiatan Pemetaan dan Pemutakhiran Muatan Wilkerstat SP2020. Peta dasar ini akan dilengkapi dengan informasi satuan lingkungan setempat (SLS). 

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

1. SP 2010 menggunakan seluruh sketsa peta desa dan BS dalam bentuk hardcopy dan dibuat/digambar dengan tangan (free hand).  Tahun 2019 sebagai persiapan SP2020, membuat peta desa dan SLS berdasarkan peta digital wilkerstat dan Google Road/OpenStreetMap.  Kecuali untuk wilayah yang tidak memiliki  citra satelit atau tidak jelas, informasi jalan, kanal, dll digambarkan dengan tangan.   
2. Pelaksanaan Ground check/ground truth pada seluruh SLS di semua kabupaten/kota menggunakan Aplikasi Wilkerstat dan perangkat milik petugas. 
3. Integrasi master peta wilkerstat dengan Master File Desa/Master File SLS dilakukan sejak awal. 
4. Pengiriman data spasial dan komunikasi antara pusat dan daerah terkait geospasial SP2020 menggunakan aplikasi web.  Aplikasi web ini hanya digunakan untuk internal BPS. 

Frekuensi Pengumpulan Data

- Semesteran

Tipe Pengumpulan Data

Longitudinal

Referensi yang Digunakan

sesuai dengan rekomendasi PBB

Klasifikasi yang Digunakan

Klasifikasi/Master Wilayah:MFD 2018 semester 2
Klasifikasi/Master Komoditas:-
Klasifikasi/Master Lapangan Usaha:-
Klasifikasi/Master Lainnya:wilayah administrasi pemerintahan dari Kemendagri dan UPT/PMST dari Kemensos/Kementerian desa tertinggal dan transmigrasi.

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Nomor SLS (Satuan Lingkungan Setempat) 
Nomor satuan lingkungan di bawah desa/kelurahan
Tahun 2019 semester 1
Wilayah Non SLS  
Wilayah non SLS adalah bagian wilayah desa yang tidak termasuk dalam cakupan SLS. Wilayah tersebut bisa berupa wilayah bervegetasi pertanian, wilayah bervegetasi bukan pertanian, lahan terbuka, kawasan terbangun pemukiman, kawasan terbangun bukan pemukiman, dan wilayah perairan.
Tahun 2019 semester 1
Desa 
Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hokum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa)
Tahun 2019 semester 1
Kelurahan 
Kelurahan adalah wilayah kerja lurah sebagai perangkat kabupaten/kota dalam wilayah kerja kecamatan (Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 31 Tahun 2006 tentang pembentukan, penghapusan, dan penggabungan kelurahan)
Tahun 2019 semester 1
Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) 
UPT atau Unit Pemukiman Transmigrasi adalah satuan pemukiman transmigrasi yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan tempat usaha transmigran yang sejak awal telah direncanakan untuk membentuk suatu desa atau bergabung dengan desa setempat.
Tahun 2019 semester 1

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Sensus

Rancangan Sampel

Cakupan Wilayah

Seluruh kabupaten/kota

Unit Observasi

 desa/kelurahan, SLS, infrastruktur desa 

Cakupan Responden

 kepala desa atau lurah atau ketua satuan lingkungan setempat 

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Ya

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Melakukan Pilot Study

Ya ,

Lokasi: DKI Jakarta, Bogor 
Waktu pelaksanaan: Januari-Februari 2019 
Jumlah responden/wilayah cakupan: 6 SLS

Instrumen yang Digunakan

Peta WA, Peta WB, SP2020WA-Sementara, SP2020WB-Sementara, daftar PWA, Daftar Identifikasi Wilayah Tugas, SP2020-RS, SP2020-RD, LK-M, Form Laporan Kegiatan Pengawas, aplikasi Wilkerstat, software GIS, Google road/OpenStreetMap, citra satelit, peta digital wilkerstat. 

Petugas Pengumpulan Data

- Staf
- KSK
- Mitra

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim115122 Orang
Pencacah2729 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Ya

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Revisit
- Supervisi

Penyesuaian Non Respon

Tidak Ada Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri
- Lainnya

Metode Pengolahan

- Batching
- Editing
- Coding
- Data Entri/Scan
- Verifikasi
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

Teknologi/aplikasi yang digunakan:  software GIS yaitu ArcMap dan QuantumGIS, aplikasi Wilkerstat, aplikasi pengolahan RD (Microsoft Visual Studio 2017 dan database MicrosoftSQL Server 2008 R2.

Estimasi dan Analisis

Metode Analisis

analisis geospasial

Unit Analisis

SLS dan desa, infrastruktur desa

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Ya

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Lainnya

Peningkatan Kualitas Data

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas data:   Melakukan overlay antara peta digital BPS dengan peta digital dari luar BPS seperti Peta Rupa Bumi Indonesia, data citra satelit terbaru, Google Satelite. Geotagging posisi batas-batas wilayah sesuai keadaan lapangan dan infrastruktur yang ada. Menggali informasi mengenai batas SLS dari kepala desa dan/atau ketua SLS. Ground check dilakukan pada semua wilayah SLS maupun non SLS untuk geotagging serta menghitung muatannya.

Keterbandingan Data

Antar wilayah dan antar waktu

Metode Revisi Data

Bila ada perubahan wilayah administrasi pemerintahan atau pembangunan yang mempengaruhi batas/muatan SLS akan direvisi. Hasil revisi disajikan pada akhir semester 1 dan akhir semester 2 setiap tahun

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Ya

Rekomendasi untuk yang akan datang

1. Jadwal kegiatan pemetaan tahun 2019 agar dipatuhi karena hasil/output akan digunakan untuk penghitungan kebutuhan kegiatan pencacahan SP2020 tahun 2020.

2. Aplikasi untuk ground check/ground truth dan pengambilan foto pada BS dan infrastruktur desa agar dapat diintegrasikan dengan geodatabase wilkerstat.

3. Syarat petugas pada kegiatan tahun 2020 adalah memiliki perangkat smartphone, dapat membaca peta, dan memahami aplikasi GIS.

Diseminasi Publikasi

Judul Publikasi

WebGIS Interaktif

Diseminasi Data Mikro

Nama Data Mikro

Peta digital wilkerstat (batas indikatif desa, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi)
Peta digital infrastruktur desa

Ketersediaan data mikro

Dari tahun 2012

Data/variabel yang tidak bisa diberikan kepada pengguna data

Variabel Alasan
Batas indikatif SLSIni adalah batas wilayah kerja statistik yang digunakan oleh BPS sebagai area cakupan pencacahan SP2020. Khusus digunakan sebagai petunjuk petugas dalam melakukan kegiatan pencacahan SP2020 dan juga sebagai dasar untuk pembentukan blok sensus.
Infrastruktur desaIni berisi hasil geotagging infrastruktur desa yang digunakan sebagai petunjuk di lapangan dan juga melengkapi data Podes, belum bisa diberikan secara umum.

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

No results found.





























Publikasi yang dihasilkan
Nama Publikasi Jadwal Rilis Level terendah
penyajian data
Dibedakan menurut perkotaan/ perdesaan Dibedakan menurut jenis kelamin
WebGIS Interaktif 12-12-2019 Desa/Kelurahan Tidak Tidak
Data mikro yang dihasilkan
Nama Data Mikro Jadwal Rilis Power of estimate Terdapat variabel perkotaan/ perdesaan Terdapat variabel jenis kelamin
Peta digital wilkerstat (batas indikatif desa, kecamatan, kabupaten/kota dan provinsi) -11-2019 Desa/Kelurahan Tidak Tidak
Peta digital infrastruktur desa 12-12-2019 Desa/Kelurahan Tidak Tidak
Copyright © 2020 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.