Survei Struktur Ongkos Usaha Tanaman Hortikultura , 2018

Tahun Kegiatan
2018
Produsen : Subdit. Stat. Hortikultura
Sektor Kegiatan : Pertanian
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Hortikultura

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit. Stat. Hortikultura

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdit. Stat. Hortikultura

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdit. Stat. Hortikultura

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdit. Stat. Hortikultura

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Subsektor hortikultura memberikan nilai tambah bruto dalam perekonomian Indonesia yang mencapai 196 triliyun rupiah di tahun 2017, namun hanya memberikan kontribusi sebesar 1,44 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sementara itu, dari total nilai tambah sektor Pertanian yang mencapai 1.785 trilyun rupiah, subsektor hortikultura hanya memberikan kontribusi sekitar 11 persen.
Letak Indonesia yang berada di garis khatulistiwa menjadikan negara ini beriklim tropis sehingga menguntungkan bagi pengembangan tanaman hortikultura. Di samping itu, keanekaragaman komoditas tanaman hortikultura memungkinkan untuk tumbuh baik di dataran tinggi atau dataran rendah. Komoditas hortikultura khususnya sayuran dan buah-buahan memegang bagian terpenting dari keseimbangan pangan yang dikonsumsi, sehingga harus tersedia setiap saat dalam jumlah yang cukup, mutu yang baik, aman dikonsumsi, harga yang terjangkau, serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat (Ditjen Hortikultura, 2011).
Pembangunan subsektor hortikultura selain meningkatkan produksi komoditas hortikultura juga meningkatkan kesejahteraan petani. Subsektor hortikultura memegang peranan penting dalam peningkatan ketahanan pangan melalui penyediaan produk hortikultura (sayur, buah, dan tanaman obat). Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan data yang dapat menggambarkan struktur ongkos, profil petani usaha, dan karakteristik usaha tanaman hortikultura. Dalam memenuhi kebutuhan data tersebut, dilakukan Survei Struktur Ongkos Usaha Tanaman Hortikultura Tahun 2018 (SOUH2018).

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

a. Mendapatkan data profil petani usaha tanaman hortikultura.
b. Mendapatkan data struktur ongkos usaha tanaman hortikultura.
c. Mendapatkan data karakteristik usaha tanaman hortikultura.

Frekuensi Kegiatan

Lainnya

Riwayat Kegiatan

Pada tahun 2014 survei struktur ongkos usaha tani dinamakan survei rumah tangga usaha hortikultura yang merupaka kelanjutan dari kegiatan ST2013 subsektor.

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

Perubahan struktur dan pertanyaan pada kuesioner.

Frekuensi Pengumpulan Data

- Lainnya

Tipe Pengumpulan Data

Cross Sectional

Referensi yang Digunakan

-

Klasifikasi yang Digunakan

Klasifikasi/Master Wilayah:MFD tahun 2017 semester 1
Klasifikasi/Master Komoditas:KBKI 2012
Klasifikasi/Master Lapangan Usaha:-
Klasifikasi/Master Lainnya:-

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Banyaknya anggota rumah tangga (10 tahun ke atas) yang menjadi petani [tanaman hortikultura terpilih] 
Anggota rumah tangga (ART) dikategorikan sebagai petani tanaman hortikultura terpilih apabila ART mengusahakan/membudidayakan tanaman hortikultura terpilih di lahan yang dikuasai rumah tangga dengan menanggung resiko. Dalam satu rumah tangga bisa terdapat lebih dari satu petani. ART yang terlibat dalam usaha tanaman hortikultura terpilih namun tidak menanggung resiko dikategorikan sebagai pekerja keluarga tidak dibayar.
Pada saat pencacahan, yaitu 20 Agustus - 19 September 2018

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Survei

Jenis Rancangan Sampel

Multi Stage/Phase

Metode Pemilihan Sampel Stage Terakhir

Sampel probabilitas

Metode Pemilihan Sampel Probabilitas

Rancangan pemilihan sampel yang digunakan adalah stratified multi-phase sampling design. Tahapan pemilihan sampel dilakukan sebagai berikut:

  • Phase pertama: dari master frame hasil ST2013 dipilih sejumlah blok sensus secara probability proportional to size (pps)-systematic untuk pendataan SUTAS2018. Measure of size (MoS) yang digunakan dalam pemilihan sampel ini adalah total proporsi rumah tangga setiap subsektor terhadap populasi masing-masing subsektor dalam blok sensus. Pembentukan MoS dijelaskan pada bagian berikutnya. Pemilihan sampel blok sensus pada setiap strata dalam kabupaten/kota dilakukan secara independen. Selanjutnya seluruh rumah tangga dalam blok sensus terpilih SUTAS2018 dilakukan pendataan lengkap seluruh rumah tangga pertanian.
  • Phase kedua: dari kerangka sampel blok sensus, dipilih sejumlah blok sensus untuk pendataan SOUH2018 secara pps-systematic sampling. Size yang digunakan untuk pemilihan blok sensus adalah MoS hortikultura. Pemilihan sampel blok sensus SOUH2018 dilakukan pada level provinsi dan independen antar strata.
  • Phase ketiga: dari kerangka sampel rumah tangga masing-masing komoditas di setiap blok sensus dipilih sejumlah rumah tangga eligible tertentu secara simple random sampling (SRS). Komoditas terpilih pada setiap rumah tangga dibatasi dua jenis komoditas.

Rancangan Sampel

Kerangka Sampel

Kerangka sampel yang digunakan untuk memenuhi rancangan penarikan sampel yang diterapkan adalah kerangka sampel blok sensus dan kerangka sampel rumah tangga. Kerangka sampel blok sensus dibangun berdasarkan data ST2013, sedangkan kerangka sampel rumah tangga dibangun berdasarkan data hasil pemutakhiran rumah tangga SUTAS2018 pada blok sensus terpilih SOUH2018.
Kerangka sampel blok sensus SOUH2018 adalah daftar sampel blok sensus terpilih Survei Pertanian Antar Sensus Tahun 2018 (SUTAS2018) yang terdapat rumah tangga hortikultura tertentu (yang dicakup dalam SOUH2018). Kerangka sampel ini dilengkapi dengan informasi jumlah rumah tangga yang mengusahakan/mengelola tanaman hortikultura tertentu hasil pendataan ST2013, informasi strata blok sensus yang digunakan pada SUTAS2018, dan penimbang blok sensus hasil pengambilan sampel SUTAS2018.
Kerangka sampel rumah tangga adalah daftar rumah tangga yang mengusahakan atau membudidaya satu jenis atau lebih tanaman hortikultura dan memiliki satuan luas/jumlah tanaman tertentu yang memenuhi batas minimum usaha (BMU), BMU masing-masing komoditas (lihat Lampiran 1) dapat disesuaikan dengan kecukupan target populasi eligible rumah tangga komoditas di tingkat provinsi. Informasi dalam kerangka sampel ini diperoleh dari data SUTAS2018-L2 Blok IV salah satu Rincian 401a s.d. Rincian 402c. Rumah tangga eligible tanaman tahunan adalah rumah tangga yang memiliki total jumlah tanaman tahunan belum menghasilkan (TBM), tanaman menghasilkan, (TM) dan tanaman tidak menghasilkan (TTM) memenuhi BMU (Batas Minimum Usaha). Sedangkan rumah tangga eligible tanaman semusim adalah rumah tangga yang memiliki luas tanam setahun (empat triwulan) yang memenuhi BMU dan pernah panen minimal pada satu triwulan (pada SUTAS2018-L2 minimal salah satu Kolom (4), (5), (6), atau (7) ada isian). Khusus tanaman cabai rawit (kode: 2413) dan jahe (kode: 2631), rumah tangga eligible ditentukan dari adanya luas panen pada salah satu triwulan 2017 (pada SUTAS2018-L2 Rincian 402 minimal salah satu Kolom (4), (5), atau (6) ada isian). Kerangka sampel ini dibedakan menurut komoditas hortikultura yang diusahakan atau dikelola rumah tangga. Dalam penentuan cakupan rumah tangga menurut komoditas dan penentuan BMU, beberapa komoditas tertentu tidak dibedakan menurut varietas. Artinya, karakteristik usaha suatu komoditas dapat berasal dari gabungan beberapa komoditas lain yang berasal dari kode yang berbeda. Rincian jenis komoditas yang dicakup untuk penentuan rumah tangga eligible dapat dilihat pada Buku SOUH2018-Teknis Lampiran 1. Cakupan komoditas di setiap provinsi berbeda-beda. Sebaran komoditas hotikultura di setiap provinsi dapat di lihat pada Buku SOUH2018-Teknis Lampiran 4.

Keseluruhan Fraksi Sampel (Overall Sampling Fraction)

-

Perkiraan Sampling Error

Margin of error yang ditoleransi sebesar 20 persen dan design effect sebesar 2,0

Unit Sampel

Rumah tangga yang mengusahakan atau membudidaya satu jenis atau lebih tanaman hortikultura dan memiliki satuan luas/jumlah tanaman tertentu.

Alokasi Sampel

Jumlah sampel adalah 11.470 blok sensus dan 114.700 rumah tangga

Cakupan Wilayah

Seluruh kabupaten/kota

Unit Observasi

Rumah Tangga Pertanian

Cakupan Responden

Rumah Tangga Pertanian Yang Mengusahakan Tanaman Hortikultura Terpilih

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Tidak

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Melakukan Pilot Study

Tidak

Instrumen yang Digunakan

Peta Blok Sensus Hasil Listing SUTAS2018, Daftar sampel rumah tangga (sampel utama), daftar sampel rumah tangga pengganti, dan kuesioner SOUH2018-S (kertas)

Petugas Pengumpulan Data

- Staf
- KSK
- Mitra

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim1288 Orang
Pencacah3833 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Ya

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Revisit
- Supervisi

Penyesuaian Non Respon

Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Integrasi Pengolahan

Metode Pengolahan

- Batching
- Editing
- Coding
- Data Entri/Scan
- Verifikasi
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

Microsoft Visual Studio C#, PHP, Excel, dan SPSS

Estimasi dan Analisis

Metode Estimasi yang Digunakan

-

Komposisi dan Penimbang

-

Metode Analisis

Analisis deskriptif

Unit Analisis

Rumah Tangga yang membudidayakan Tanaman Hortikultura Terpilih

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Ya

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Lainnya

Peningkatan Kualitas Data

Kegiatan pengawasan dan pemeriksaan dokumen merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan lapangan. Pengawasan lapangan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, sampai tingkat lapangan (PMS).
Prinsip pengawasan dan pemeriksaan dokumen SOUH2018 yang dilakukan oleh PMS adalah dalam rangka mendapatkan data yang sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya (reliable) dan yang akurat (valid), serta tuntas (clean) di lapangan. Hal-hal yang dipantau dalam pengawasan diarahkan pada kedisiplinan menjalankan semua prosedur, metode, dan jadwal pencacahan. Hal-hal yang dicermati dalam pemeriksaan daftar adalah kelengkapan, kewajaran isian, tata cara pengisian/penulisan, serta ketelitian dan konsistensi isian. Dengan pengawasan dan pemeriksaan di lapangan, diharapkan akan diperoleh data berkualitas atau data yang akurat dan benar.

Keterbandingan Data

Antar wilayah

Metode Revisi Data

-

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Ya

Rekomendasi untuk yang akan datang

-

Diseminasi Publikasi

Judul Publikasi

Laporan Hasil SOUH2018

Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun

Data/variabel yang tidak bisa diberikan kepada pengguna data

Variabel Alasan
Harga petani per satuan produksiPerlu diverifikasi terlebih dahulu dan dibandingkan dengan sumber lain
Keuntungan/kerugianPerlu diverifikasi terlebih dahulu dan dibandingkan dengan sumber lain

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

Displaying 1-2 of 2 results.
Struktur Biaya Produksi
Besar kontribusi tiap-tiap komponen biaya terhadap biaya total produksi yang dikeluarkan petani dalam satu kali proses produksi.
R/C Ratio
Perbandingan antara nilai produksi terhadap biaya total produksi





























Publikasi yang dihasilkan
Nama Publikasi Jadwal Rilis Level terendah
penyajian data
Dibedakan menurut perkotaan/ perdesaan Dibedakan menurut jenis kelamin
Laporan Hasil SOUH2018 -02-2019 Provinsi Tidak Tidak
Copyright © 2021 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.