Survei Perilaku Anti Korupsi, 2018

Tahun Kegiatan
2018
Produsen : Subdit. Stat. Politik dan Keamanan
Sektor Kegiatan : Sosial dan Kesejahteraan Rakyat
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Politik dan Keamanan

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit. Stat. Politik dan Keamanan

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdit. Stat. Politik dan Keamanan

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdit. Stat. Politik dan Keamanan

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdit. Stat. Politik dan Keamanan

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Korupsi merupakan masalah semua negara di dunia, terutama terkait korupsi di lembaga eksekutif, legislatif, dan lembaga publik lainnya. Indonesia merupakan salah satu negara yang juga sedang mengalami masalah terkait perilaku korupsi yang cenderung terjadi di berbagai lapisan masyarakat. Dalam rangka mempercepat upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi (Stranas PPK) jangka panjang tahun 2012-2025 dan jangka menengah tahun 2012-2014. Dalam Visi dan Misi Stranas PPK tersebut diturunkan ke dalam enam strategi, yakni: (1) melaksanakan upaya-upaya pencegahan; (2) melaksanakan langkah-langkah strategis di bidang penegakkan hukum; (3) melaksanakan upaya-upaya harmonisasi penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang pemberantasan korupsi dan sektor terkait lainnya; (4) melaksanakan kerja sama internasional dan penyelamat aset hasil tipikor; (5) meningkatkan upaya pendidikan dan budaya anti korupsi; dan (6) meningkatkan koordinasi dalam rangka mekanisme pelaporan pelaksanaan upaya pemerantasan korupsi. Terkait dengan enam tugas tersebut, BPS ditugaskan secara eksplisit oleh Presiden RI untuk mengukur indikator pada strategi lima, yaitu meningkatkan upaya pendidikan dan budaya anti korupsi. Strategi ini diukur dengan melakukan Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK).

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

  1. Mengukur penilaian, pengetahuan, perilaku, dan pengalaman individu terkait perilaku antikorupsi individu di Indonesia.
  2. Mengukur sejauh mana budaya zero tolerance terhadap perilaku korupsi terinternalisasi dalam setiap individu khususnya terkait dengan strategi kelima Stranas PPK yakni pendidikan dan budaya antikorupsi

Frekuensi Kegiatan

Tahunan

Riwayat Kegiatan

Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) dilakukan pertama kali pada tahun 2012 dan terus dilakukan secara tahunan hingga sekarang. Namun, pada tahun 2016 SPAK tidak dilaksanakan karena pemotongan anggaran.

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

Perubahan besar yang terjadi pada kegiatan SPAK adalah mulai pada tahun 2015 pencacahan yang pada awalnya dilaksanakan secara paper-based diubah dengan melakukan pencacahan dengan Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI). Penggunaan CAPI yang memfasilitasi pengiriman data melalui internet maupun SMS mempermudah proses pengiriman. Pemanfaatan CAPI juga telah memangkas lama waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan data.

Selain perubahan pada tata cara pencacahan, instrumen yang digunakan dalam pencacahan juga mengalami sedikit perubahan. Perubahan dilakukan untuk membuat kuesioner menjadi lebih baik.

Frekuensi Pengumpulan Data

- Tahunan

Tipe Pengumpulan Data

Longitudinal dan Cross Sectional

Referensi yang Digunakan

-

Klasifikasi yang Digunakan

Klasifikasi/Master Wilayah:-
Klasifikasi/Master Komoditas:-
Klasifikasi/Master Lapangan Usaha:-
Klasifikasi/Master Lainnya:-

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Persepsi terhadap kebiasaaan di masyarakat 
Bagaimana pendapat atau penilaian responden terhadap beberapa perilaku/kebiasaan sehari-hari yang diduga merupakan akar kultural berkembangnya perilaku korupsi.
saat pencacahan
Pengalaman berhubungan dengan layanan publik 
Bagaimana respon/tanggapan masyarakat ketika berhadapan dengan berbagai bentuk korupsi ketika berhubungan dengan pelayanan public.
12 bulan terakhir

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Survei

Jenis Rancangan Sampel

Multi Stage/Phase

Metode Pemilihan Sampel Stage Terakhir

Sampel probabilitas

Metode Pemilihan Sampel Probabilitas

  1. Pertama, memilih sejumlah kabuapten/kota dengan metode PPS sistematik with replacement size jumlah rumah tangga SP2010.
  2. Kedua, memilih sejumlah blok sensus dari blok sensus terpilih Susenas triwulan 3 tahun 2017 di kabupaten terpilih dengan cara sistematik.
  3. Ketiga, dari sampel blok sensus Susenas dilakukan penarikan sampel rumah tangga berdasarkan hasil pemutakhiran sebanyak 10 rumah tangga.
  4. Keempat, dari setiap rumah tangga terpilih, selanjutnya dipilih responden kepla rumah tangga atau pasangannya menggunakan tabel kish.

Rancangan Sampel

Kerangka Sampel

  • Kerangka sampel penarikan tahap pertama adalah daftar kabupaten/kota di masing-masing provinsi dilengkapi jumlah rumah tangga hasil SP2010
  • Kerangka sampel penarikan tahap kedua adalah daftar blok sensus terpilih Susenas 2016 triwulan 3 di masing-masing kabupaten/kota
  • Kerangka sampel penarikan tahap ketiga adalah daftar rumah tangga hasil pemutakhiran di blok sensus terpilih Susenas yang terpilih SPAK 2018
  • Kerangka sampel tahap keempat adalah daftar kepala rumah dan pasangannya (istri/suami) pada rumah tanga terpilih

Keseluruhan Fraksi Sampel (Overall Sampling Fraction)

00

Perkiraan Sampling Error

a

Unit Sampel

Rumah tangga

Alokasi Sampel

  1. Pertama, pemilihan kabupaten/kota. Kabupaten/kota yang terpilih lebih dari 1 kali akan memiliki alokasi sampel blok sensus lebih banyak.
  2. Kedua, pemilihan sample blok sensus dari blok sesus terpilih SUusenas.
  3. Ketiga, pemilihan sampel rumah tangga.
  4. Keempat, pemilihan responden pada tiap rumah tangga.

Cakupan Wilayah

Sebagian kabupaten/kota

Wilayah Kegiatan

ProvinsiKabupaten
ACEHACEH TAMIANG, PIDIE JAYA, KOTA LHOKSEUMAWE,
SUMATERA UTARATAPANULI UTARA, ASAHAN, SIMALUNGUN, DELI SERDANG, BATU BARA, PADANG LAWAS, KOTA MEDAN, KOTA BINJAI,
SUMATERA BARATPESISIR SELATAN, LIMA PULUH KOTA, SOLOK SELATAN, KOTA PADANG,
RIAUINDRAGIRI HILIR, ROKAN HULU, BENGKALIS, KOTA PEKANBARU,
JAMBIBATANG HARI, TANJUNG JABUNG TIMUR, KOTA JAMBI,
SUMATERA SELATANOGAN KOMERING ILIR, MUSI RAWAS, MUSI BANYUASIN, OGAN KOMERING ULU SELATAN, KOTA PALEMBANG,
BENGKULUBENGKULU UTARA, KOTA BENGKULU,
LAMPUNGLAMPUNG SELATAN, LAMPUNG TIMUR, LAMPUNG TENGAH, WAY KANAN, KOTA BANDAR LAMPUNG, KOTA METRO,
KEPULAUAN BANGKA BELITUNGKOTA PANGKAL PINANG,
KEPULAUAN RIAUKOTA BATAM, KOTA TANJUNG PINANG,
DKI JAKARTAKODYA JAKARTA SELATAN, KODYA JAKARTA TIMUR, KODYA JAKARTA PUSAT, KODYA JAKARTA BARAT, KODYA JAKARTA UTARA,
JAWA BARATBOGOR, SUKABUMI, CIANJUR, BANDUNG, GARUT, TASIKMALAYA, CIAMIS, KUNINGAN, CIREBON, MAJALENGKA, SUMEDANG, INDRAMAYU, SUBANG, PURWAKARTA, BEKASI, BANDUNG BARAT, KOTA BOGOR, KOTA SUKABUMI, KOTA BANDUNG, KOTA CIREBON, KOTA BEKASI, KOTA DEPOK, KOTA CIMAHI, KOTA TASIKMALAYA,
JAWA TENGAHCILACAP, BANYUMAS, PURBALINGGA, BANJARNEGARA, KEBUMEN, WONOSOBO, MAGELANG, BOYOLALI, KLATEN, SUKOHARJO, KARANGANYAR, GROBOGAN, REMBANG, PATI, KUDUS, JEPARA, SEMARANG, TEMANGGUNG, KENDAL, PEKALONGAN, PEMALANG, TEGAL, BREBES, KOTA SURAKARTA, KOTA SEMARANG, KOTA PEKALONGAN,
DI YOGYAKARTABANTUL, GUNUNG KIDUL, SLEMAN,
JAWA TIMURPONOROGO, TRENGGALEK, TULUNGAGUNG, BLITAR, KEDIRI, MALANG, LUMAJANG, JEMBER, BANYUWANGI, BONDOWOSO, PASURUAN, SIDOARJO, MOJOKERTO, JOMBANG, MADIUN, MAGETAN, BOJONEGORO, LAMONGAN, GRESIK, BANGKALAN, PAMEKASAN, KOTA KEDIRI, KOTA MALANG, KOTA PROBOLINGGO, KOTA SURABAYA,
BANTENPANDEGLANG, LEBAK, TANGERANG, SERANG, KOTA TANGERANG, KOTA CILEGON, KOTA TANGERANG SELATAN,
BALIJEMBRANA, BADUNG, BULELENG, KOTA DENPASAR,
NUSA TENGGARA BARATLOMBOK BARAT, LOMBOK TENGAH, LOMBOK TIMUR, DOMPU, KOTA MATARAM,
NUSA TENGGARA TIMURTIMOR TENGAH SELATAN, SIKKA, ROTE NDAO,
KALIMANTAN BARATPONTIANAK, SANGGAU, KAYONG UTARA, KOTA PONTIANAK,
KALIMANTAN TENGAHSUKAMARA, GUNUNG MAS,
KALIMANTAN SELATANBARITO KUALA, HULU SUNGAI TENGAH, KOTA BANJARMASIN,
KALIMANTAN TIMURKUTAI BARAT, KUTAI TIMUR, KOTA BALIKPAPAN, KOTA SAMARINDA,
SULAWESI UTARAKOTA MANADO, KOTA BITUNG,
SULAWESI TENGAHPARIGI MOUTONG, KOTA PALU,
SULAWESI SELATANGOWA, WAJO, TORAJA UTARA, KOTA MAKASSAR,
SULAWESI TENGGARAKOTA KENDARI,
GORONTALOBOALEMO,
SULAWESI BARATPOLEWALI MANDAR,
MALUKUMALUKU TENGAH, KOTA AMBON,
MALUKU UTARAKOTA TERNATE,
PAPUA BARATKOTA SORONG,
PAPUABIAK NUMFOR, KOTA JAYAPURA,

Unit Observasi

Rumah tangga

Cakupan Responden

Kepala Ruamah Tangga/Pasangannya (dipilih dengan menggunakan table kish)

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Tidak

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Melakukan Pilot Study

Tidak

Instrumen yang Digunakan

Kuesioner berbasis CAPI

Petugas Pengumpulan Data

- Staf
- KSK

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim171 Orang
Pencacah253 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Ya

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Supervisi

Penyesuaian Non Respon

Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri

Metode Pengolahan

- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI)

Estimasi dan Analisis

Metode Estimasi yang Digunakan

-

Komposisi dan Penimbang

Banyaknya rumah tangga dalam satu provinsi, banyaknya rumah tangga dalam satu kabupaten.kota,

Banyaknya rumah tangga salam satu blok sensus, banyaknya rumah tangga hasil pemutakhiran dalam satu blok sensus, banyaknya sampel rumah tangga di setiap blok sensus

Metode Analisis

Analisis Inferensia dan deskriptif

Unit Analisis

Nasional

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Ya

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Tidak Digunakan

Peningkatan Kualitas Data

Upaya untuk meningkatkan kualitas data dilakukan sejak pengumpulan data di lapangan. Penggunaan CAPI yang dilengkapi dengan validasi kuesioner akan menganulir kemungkinan petugas melakukan lompatan pertanyaan yang salah. Penggunaan CAPi juga mengurangi kemungkinan non sampling error yang akan terjadi ketika mengentri data.

Selain itu, juga dilakukan supervisi di lapangan untuk memastikakan pengumpulan data dilakukan sesuai dengan sop yang telah ditentukan.

Keterbandingan Data

Antar waktu

Metode Revisi Data

tidak ada

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Tidak

Rekomendasi untuk yang akan datang

  1. Perlu dilakukan kajian teoritis untuk memperkaya analisis
  2. Masih terdapat beberapa pertanyaan yang bersifat normatif sehingga perlu dikaji kembali untuk menghasilkan data yang berkualitas dan sesuai dengan tujuan

Diseminasi Publikasi

Judul Publikasi

Indeks Perilaku Anti Korupsi 2018

Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun 2012

Dokumentasi

Kuesioner

Kuesioner SPAK 2012
Kuesioner SPAK 2013
Kuesioner SPAK 2014
Kuesioner SPAK 2015
Kuesioner SPAK 2017
Kuesioner SPAK 2018

Pedoman

Buku Pedoman Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2013
Buku Pedoman Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2014
Pedoman Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2015
Pedoman Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2017
Pedoman Aplikasi Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2015
Buku Pedoman Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2012
Pedoman Aplikasi Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2017
Pedoman Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2018
Pedoman Aplikasi Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2018

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

Displaying 1-1 of 1 result.
Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK)
IPAK merupakan indeks komposit yang mengukur budaya zero tolerance masyarakat terhadap korupsi.





























Kuesioner
Kuesioner SPAK 2012   
Kuesioner SPAK 2013   
Kuesioner SPAK 2014   
Kuesioner SPAK 2015   
Kuesioner SPAK 2017   
Kuesioner SPAK 2018   
Pedoman
Buku Pedoman Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2013   
Buku Pedoman Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2014   
Pedoman Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2015   
Pedoman Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2017   
Pedoman Aplikasi Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2015   
Buku Pedoman Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2012   
Pedoman Aplikasi Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2017   
Pedoman Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2018   
Pedoman Aplikasi Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) Indonesia 2018   
Publikasi yang dihasilkan
Nama Publikasi Jadwal Rilis Level terendah
penyajian data
Dibedakan menurut perkotaan/ perdesaan Dibedakan menurut jenis kelamin
Indeks Perilaku Anti Korupsi 2018 26-12-2018 Nasional Ya Ya
Metadata kegiatan statistik sektoral/khusus yang tersedia merupakan hasil penghimpunan tahun 2018. Metadata sebelumnya dapat diakses melalui SIRuSa 2014.
Copyright © 2019 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.