Penyusunan Indeks Kesetaraan dan Pemberdayaan Gender, 2017

Tahun Kegiatan
2017
Produsen : Subdit. Analisis Statistik
Sektor Kegiatan : Sosial dan Kesejahteraan Rakyat
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Analisis Statistik

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit. Analisis Statistik

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdit. Analisis Statistik

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdit. Analisis Statistik

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdit. Analisis Statistik

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Salah satu faktor penentu daya saing suatu negara adalah kualitas sumber daya manusia, baik dalam hal kemampuan, kapabilitas, maupun produktivitasnya. Secara komposisi jumlah penduduk, sumber daya manusia laki-laki dan perempuan hampir setara. Artinya, pembangunan yang dicapai, separuhnya ditentukan oleh perempuan. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan daya saing negara dan pembangunan, perlu adanya kesetaraan gender, yaitu meningkatkan hak, tanggung jawab, kapabilitas dan peluang yang sama bagi perempuan. Namun demikian, sampai sekarang kesetaraan gender di Indonesia belum sepenuhnya terpenuhi.

Berbagai data menunjukkan adanya ketimpangan gender di semua wilayah di Indonesia. Oleh sebab itu di Indonesia, isu kesetaraan gender juga tertuang dalam visi pembangunan nasional, yaitu mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur. Dalam RPJMN 2014-2019 perspektif gender di semua bidang dan tahapan pembangunan sangat ditekankan. Kesetaraan dalam pembangunan tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan yang berkelanjutan.

Secara spesifik, program kesetaraan gender merupakan bagian tugas  Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Dalam program Three Ends, kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, dan kesenjangan ekonomi merupakan tiga permasalahan yang  harus diselesaikan dalam rangka meningkatkan pemberdayaan dan kualitas hidup perempuan.

Untuk mengevaluasi sejauh mana kesetaraan dan pemberdayaan gender yang sudah tercapai dapat dilihat dari berbagai ukuran. Indikator-indikator yang menunjukkan capaian-capaian pembangunan berbasis gender diharapkan akan memberikan gambaran yang nyata tentang pengarusutamaan gender di Indonesia. Saat ini terdapat pengukuran terkait gender antara lain Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) yang mengadopsi metode dari UNDP. Namun demikian, terdapat berbagai kelemahan pada kedua indikator tersebut. Oleh karena itu UNDP mempublikasikan Gender Inequality Index (GII) atau Indeks Ketimpangan Gender (IKG) sebagai salah satu ukuran yang dianggap lebih tepat menggambarkan pemberdayaan sekaligus kesejahteraan antara laki-laki dan perempuan.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

  1. Melakukan kajian awal penyusunan GII atau Indeks Ketimpangan Gender (IKG) untuk memperoleh IKG yang sesuai dengan kondisi Indonesia namun tetap ilmiah dan memperhatikan aspek konseptual;
  2. Menyusun metodologi IKG yang sepenuhnya dapat diterapkan di Indonesia dengan menggunakan indikator-indikator yang ada di Indonesia;
  3. Menghasilkan indikator komposit yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kondisi wilayah di Indonesia/local specific issues, ketersediaan data, maupun metodologi yang tepat secara statistik.

Frekuensi Kegiatan

Tahunan

Riwayat Kegiatan

-

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

-

Frekuensi Pengumpulan Data

- Tahunan

Tipe Pengumpulan Data

Longitudinal dan Cross Sectional

Referensi yang Digunakan

UNDP Recommendation dalam buku: Human Development Research Paper 2010/46, Measuring Key Disparities in Human Development: The Gender Innequality Index.

Klasifikasi yang Digunakan

Klasifikasi/Master Wilayah:MFD terakhir
Klasifikasi/Master Komoditas:-
Klasifikasi/Master Lapangan Usaha:-
Klasifikasi/Master Lainnya:-

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Proprosi persalinan tidak di fasilitas kesehatan 
Jumlah persalinan terakhir yang hidup dan dilakukan di RS,RS Bersalin, Klinik, Bidan, Praktik Dokter, Puskesmas. Polindes, dan Pustu, terhadap total persalinan terakhir yang hidup
Persalinan terakhir yang hidup
Proporsi perempuan usia 15-49 tahun yang pernah kawin dan berumur <20 tahun pada saat kelahiran hidup pertama 
Jumlah perempuan usia 15-49 tahun yang pernah kawin dan berumur <20 tahun pada saat kelahiran hidup pertama terhadap Total perempuan usia 15-49 tahun yang pernah kawin.
Perempuan usia 15-49 tahun
Persentase angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja 
Jumlah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran dibagi jumlah penduduk usia 15 tahun keatas.
Saat pencacahan
Persentase penduduk laki-laki dan perempuan dengan pendidikan minimal SMP 
Jumlah laki-laki atau perempuan usia 5 tahun keatas yang mempunyai ijazah minimal SMP terhadap Total penduduk usia 5 tahun keatas
Saat pencacahan
Persentase laki-laki dan perempuan yang duduk di parlemen 
Jumlah laki-laki atau perempuan anggota DPR atau DPRD dibagi Jumlah seluruh anggota DPR atau DPRD
Akhir tahun

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Kompilasi Statistik

Rancangan Sampel

Cakupan Wilayah

Seluruh kabupaten/kota

Unit Observasi

Individu

Cakupan Responden

-

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Ya

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Melakukan Pilot Study

Tidak

Instrumen yang Digunakan

Pengumpulan data sekunder

Petugas Pengumpulan Data

- Staf

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim1 Orang
Pencacah3 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Tidak

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Revisit

Penyesuaian Non Respon

Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri

Metode Pengolahan

- Tabulasi
- Lainnya

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

SPSS dan Ms. Excel

Estimasi dan Analisis

Metode Analisis

Analisis korelasi

Unit Analisis

Individu

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Tidak

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Imputasi

Peningkatan Kualitas Data

Memilih variabel proksi Mother Mortality Rate dan Adolescent Birth Rate yang tepat dan datanya tersedia setiap tahun dan sampai level Kabupaten/Kota.

Keterbandingan Data

Antar wilayah dan antar waktu

Metode Revisi Data

Melakukan FGD (Forum Discussion Group) dengan para Stakeholder yaitu Pakar Gender dan Instansi terkait untuk mendapatkan masukan mengenai variabel yang paling tepat digunakan.

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Tidak

Rekomendasi untuk yang akan datang

  1. Menghasilkan metodologi yang final
  2. Penyajian data sampai level Kabupaten/Kota

Diseminasi Publikasi

Judul Publikasi

Kajian Awal Indeks Ketimpangan Gender 2016

Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun

Dokumentasi

Kuesioner

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

Displaying 1-1 of 1 result.
IKG (Indeks Ketimpangan Gender)
GII (Gender Innequality Indeks atau IKG (Indeks Ketimpangan Gender) merupakan Indeks yang menjelaskan sejauh mana kehilangan pencapaian keberhasilan pembangunan dalam tiga aspek pembangunan manusia (kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan partisipasi ekonomi) sebagai akibat adanya ketimpangan gender.





























Kuesioner
Publikasi yang dihasilkan
Nama Publikasi Jadwal Rilis Level terendah
penyajian data
Dibedakan menurut perkotaan/ perdesaan Dibedakan menurut jenis kelamin
Kajian Awal Indeks Ketimpangan Gender 2016 16-08-2017 Provinsi Tidak Ya
Copyright © 2021 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.