Survei Hortikultura Potensi, 2019

Tahun Kegiatan
2019
Produsen : Subdit. Stat. Hortikultura
Sektor Kegiatan : Pertanian
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Hortikultura

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdirektorat Statistik Hortikultura

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdirektorat Pengembangan Desain Sensus dan Survei

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdirektorat Integrasi Pengolahan Data

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdirektorat Statistik Hortikultura

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Sejak tahun 1992 hingga 2006, Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pertanian telah bekerja sama dalam menyediakan data hortikultura dengan Statistik Pertanian (SP). Kemudian pada tahun 2007 mengalami perubahan menjadi Statistik Pertanian Hortikultura (SPH) hingga sekarang. Data hortikultura yang dikumpulkan melalui SPH mencakup 90 komoditas, yaitu 53 komoditas semusim (umur tanaman kurang dari satu tahun) dan 46 komoditas tanaman tahunan.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2014, metode eye estimate yang digunakan pada SPH dinilai lemah karena tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Selain itu, tidak ada ukuran tingkat akurasi dari data estimasi yang dilaporkan oleh petugas dan penyajian data masih mempunyai time lag selama setahun.

Oleh karena itu, dalam rangka memperbaiki metodologi dan memenuhi kebutuhan data yang dinamis, sejak tahun 2015 dilakukan survei pendekatan rumah tangga dengan metode wawancara terhadap petani. Pada tahun 2015 pengumpulan data komoditas strategis (KOMSTRAT2015) dilakukan dengan CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing) untuk komoditas bawang merah di Kabupaten Brebes dan Nganjuk, cabai besar di Kabupaten Temanggung. Tahun 2016 dilakukan integrasi pengumpulan data hortikultura dan perkebunan (VHOPE2016) di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Temanggung dengan menerapkan metode yaitu sampling terintegrasi untuk 93 komoditas hortikultura dan 33 komoditas perkebunan. Berdasarkan evaluasi hasil survei tersebut masih diperlukan perbaikan terkait metode sampling untuk peningkatan akurasi data estimasi dalam satu wilayah sehingga memiliki relative standard error yang baik untuk semua komoditas dalam satu wilayah tertentu. Salah satu rekomendasinya adalah dengan mengurangi jumlah komoditas dan fokus pada komoditas potensi yang berkontribusi terhadap inflasi, impor, maupun PDB. Untuk itu kegiatan pengumpulan data berbasis rumah tangga difokuskan komoditas bawang merah dan cabai.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

  1. Memperoleh data estimasi produksi bawang merah, bawang putih, cabai hijau, cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit.
  2. Memperoleh karakteristik budidaya komoditas bawang merah, bawang putih, cabai hijau, cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit.
  3. Memperoleh data produktivitas komoditas bawang merah.
  4. Menyempurnakan sistem yang telah dilaksanakan (mengintegrasikan sistem CAPI dengan perhitungan standard error, integrasi dengan peta digital, dan dashboard tabulasi untuk pemeriksaan).

Frekuensi Kegiatan

Tahunan

Riwayat Kegiatan

  • Tahun 2015 pengumpulan data komoditas strategis (KOMSTRAT2015) dilakukan dengan CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing) untuk komoditas bawang merah di Kabupaten Brebes dan Nganjuk, untuk komoditas cabai besar di Kabupaten Temanggung.
  • Tahun 2016 dilakukan integrasi pengumpulan data hortikultura dan perkebunan di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Temanggung dengan menerapkan metode yaitu sampling terintegrasi untuk 93 komoditas hortikultura dan 33 komoditas perkebunan. Salah satu rekomendasinya adalah dengan mengurangi jumlah komoditas dan fokus pada komoditas potensi yang berkontribusi terhadap inflasi, impor, maupun PDB.
  • Tahun 2017 akan dilakukan Survei Hortikultura Potensi (SHOPI2017) sebagai tindak lanjut dari survei dengan metode pendekatan rumah tangga sebelumnya.
  • Tahun 2018 dilakukan integrasi sistem CAPI dengan sistem monitoring dan tabulasi data. SHOPI2018 difokuskan pada komoditas bawang dan cabai, serta merekomendasikan penggunaan peta digital Blok Sensus yang diintegrasikan pada aplikasi CAPI SHOPI.

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

  • Komoditas yang dicakup SHOPI 2019 adalah Cabai Besar (Cabai Merah Keriting, Cabai Merah Besar, dan Cabai Hijau), Cabai Rawit, Bawang Merah dan Bawang Putih.
  • Pada SHOPI 2019 terdapat tambahan instrumen yaitu e-form SHOPI2019.SUB yang digunakan untuk mencatat pengukuran secara objektif produktivitas bawang merah dengan melakukan pengubinan, dimana alat ubinan yang digunakan adalah alat ubinan yang digunakan pada survei ubinan tanaman pangan dan adanya peta digital BlokSensus yang ditanamkan pada aplikasi coolkit BPS SHOPI2019. E-form SHOPI.S dipergunakan masing-masing untuk triwulan II dan triwulan III 2019.

Frekuensi Pengumpulan Data

- Triwulanan

Tipe Pengumpulan Data

Cross Sectional

Referensi yang Digunakan

-

Klasifikasi yang Digunakan

Klasifikasi/Master Wilayah:MFD tahun 2018 semester 1
Klasifikasi/Master Komoditas:-
Klasifikasi/Master Lapangan Usaha:-
Klasifikasi/Master Lainnya:-

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Luas Tanaman Awal Bulan 
Luas tanaman pada tanggal terakhir dari bulan laporan yang lalu. Besarnya luas ini sama dengan luas tanaman pada awal bulan laporan. Di sini luas tanaman benih tidak dimasukkan. Khusus tanaman sayuran dan buah-buahan semusim.
Triwulan II dan Triwulan III
Luas Panen Habis/ Dibongkar 
Luas tanaman hias yang dipanen habis atau yang biasanya dipanen lebih dari sekali dan pada triwulan laporan.
Triwulan II dan Triwulan III
Luas Panen Belum Habis 
Luas tanaman hias yang biasanya dipanen lebih dari sekali dan pada triwulan laporan belum dibongkar.
Triwulan II dan Triwulan III
Luas Rusak/Tidak Berhasil (puso) 
Luas tanaman biofarmaka yang mengalami kerusakan karena serangan OPT, bencana alam, sedemikian rupa sehingga hasilnya kurang dari 11% keadaan normal. Termasuk di sini tanaman yang sengaja dirusak sebelum waktu panen (karena serangan OPT, untuk makanan ternak dan lain sebagainya).
Triwulan II dan Triwulan III
Luas Penanaman Baru (Tambah Tanam) 
Luas tanaman hias yang baru ditanam pada triwulan laporan, termasuk penanaman baru sebagai pengganti tanaman yang rusak/tidak berhasil (puso). Penanaman baru sebagai pengganti tanaman, harus didahului oleh laporan kerusakan pada triwulan bersangkutan atau triwulan sebelumnya.
Triwulan II dan Triwulan III

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Survei

Jenis Rancangan Sampel

Multi Stage/Phase

Metode Pemilihan Sampel Stage Terakhir

Sampel probabilitas

Metode Pemilihan Sampel Probabilitas

Metode pemilihan sampel yang diterapkan pada survei ini adalah desain pengambilan sampel dua tahap terstratifikasi (stratified two-stage sampling design).

Rancangan Sampel

Kerangka Sampel

Metode pemilihan sampel yang diterapkan pada survei ini adalah desain pengambilan sampel dua tahap terstratifikasi (stratified two-stage sampling design) dengan prosedur sebagai berikut:

  • Tahap pertama, dari kerangka sampel blok sensus dipilih sejumlah blok sensus secara probability proportional to size (pps)-systematic. Measure of size (MoS) pemilihan sampel yang digunakan adalah total proporsi rumah tangga masing-masing komoditas terhadap populasinya dalam kabupaten. Pemilihan sampel blok sensus antarstrata dalam setiap kabupaten dilakukan secara independen.
  • Pada kabupaten potensi bawang putih (yaitu Kab. Temanggung [3323], Kab. Lombok Timur [5203], dan Kab. Bima [5206]), pemilhan sampel blok sensus pada masing-masing strata diutamakan pada kecamatan potensi bawang putih hasil SPH 2018 dan/atau blok sensus yang terdapat rumah tangga bawang putih hasil SUTAS 2018 .
  • Tahap kedua, dari kerangka sampel rumah tangga di masing-masing blok sensus, dipilih sejumlah rumah tangga secara systematic. Seluruh rumah tangga eligible diurutkan terlebih dulu menurut berdasarkan komoditas utama yang dikuasai/diusahakan dan banyaknya komoditas yang diusahakan. Sedangkan untuk pelaksanaan Triwulan III, pengambilan sampel rumah tangga ubinan bawang merah dilakukan secara systematic dan independen dengan pengambilan sampel untuk wawancara.

Keseluruhan Fraksi Sampel (Overall Sampling Fraction)

n/N

Perkiraan Sampling Error

Margin of error yang ditoleransi sebesar 20 persen dan design effect sebesar 2,0.

Unit Sampel

Rumah tangga pertanian yang mengusahakan komoditas terpilih

Alokasi Sampel

Kode Prov

Kode Kab

Kabupaten

Jumlah Sampel BS

Jumlah Sampel Ruta

Jumlah Ruta

Wawancara Triwulan II

Pengukuran (Ubinan) Triwulan III

Wawancara Triwulan III

12

9

Simalungun

55

550

0

0

550

12

11

Karo

55

550

220

330

1100

13

3

Solok

55

550

220

330

1100

32

4

Bandung

56

560

0

0

560

32

5

Garut

55

550

220

330

1100

32

9

Cirebon

55

550

220

330

1100

33

21

Demak

55

550

220

330

1100

33

23

Temanggung

56

560

0

0

560

33

29

Brebes

56

560

224

336

1120

35

5

Blitar

56

560

0

0

560

35

7

Malang

55

550

220

330

1100

35

18

Nganjuk

56

560

224

336

1120

52

3

Lombok Timur

55

550

0

0

550

52

6

Bima

55

550

220

330

1100

73

16

Enrekang

55

550

220

330

1100

TOTAL

830

8300

2208

3312

13820

Cakupan Wilayah

Sebagian kabupaten/kota

Wilayah Kegiatan

ProvinsiKabupaten
SUMATERA UTARASIMALUNGUN, KARO,
SUMATERA BARATSOLOK,
JAWA BARATBANDUNG, GARUT, CIREBON,
JAWA TENGAHDEMAK, TEMANGGUNG, BREBES,
JAWA TIMURBLITAR, MALANG, NGANJUK,
NUSA TENGGARA BARATLOMBOK TIMUR, BIMA,
SULAWESI SELATANENREKANG,

Unit Observasi

Rumah tangga

Cakupan Responden

  • Rumah tangga yang membudidayakan tanaman cabai besar, cabai rawit, bawang merah dan bawang putih.
  • Rumah tangga yang melakukan panen bawang merah pada triwulan III tahun 2019.

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Tidak

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Melakukan Pilot Study

Ya ,

Lokasi:   Kabupaten Brebes
Waktu pelaksanaan: 3-5 April 2019
Jumlah responden: 20 rumah tangga

Instrumen yang Digunakan

Tablet kuesioner (CAPI) dalam bentuk aplikasi

Petugas Pengumpulan Data

- Staf
- KSK
- Mitra

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim120 Orang
Pencacah362 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Ya

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Revisit
- Supervisi

Penyesuaian Non Respon

Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri
- Integrasi Pengolahan

Metode Pengolahan

- Data Entri/Scan
- Verifikasi
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

MS. Excel dan Coolkit Moble BPS

Estimasi dan Analisis

Metode Estimasi yang Digunakan

Metode estimasi rasio berdasarkan data hasil pencacahan

Komposisi dan Penimbang

-

Metode Analisis

Analisis deskriptif

Unit Analisis

Rumah tangga yang membudidayakan tanaman hortikultura terpilih

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Tidak

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Lainnya

Peningkatan Kualitas Data

  • Monitoring/pengawasan lapangan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat lapangan (KORLAP dan PMS), kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional dengan menggunakan aplikasi web monitoring sesuai dengan otorisasi user yang ditetapkan. Monitoring dilakukan untuk progres kegiatan maupun hasil pendataan yang sedang berjalan.
  • Melakukan tahapan approval survei yang meliputi kegiatan memeriksa kelengkapan, kewajaran dan konsistensi isian, serta melakukan approve atau reject terhadap e-form.

Keterbandingan Data

Antar wilayah dan antar waktu

Metode Revisi Data

-

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Ya

Rekomendasi untuk yang akan datang

Agar aplikasi CAPI yang digunakan sudah fixed saat pencacahan lapangan.

Diseminasi Publikasi

Judul Publikasi

Laporan Hasil Survei Hortikultura Potensi dengan Menggunakan Teknologi Pengumpulan Data Berbasis Computer Assisted Personal Interviewing Tahun 2019

Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun

Data/variabel yang tidak bisa diberikan kepada pengguna data

Variabel Alasan
Luas Tanaman Awal BulanPerlu diverifikasi terlebih dahulu
Luas Panen Belum HabisPerlu diverifikasi terlebih dahulu
Luas Rusak/Tidak Berhasil (puso)Perlu diverifikasi terlebih dahulu
Luas Penanaman Baru (Tambah Tanam)Perlu diverifikasi terlebih dahulu
Jumlah Tanaman Awal BulanPerlu diverifikasi terlebih dahulu
Jumlah Tanaman Baru/PenyisipanPerlu diverifikasi terlebih dahulu
Jumlah Tanaman RusakPerlu diverifikasi terlebih dahulu
Jumlah Tanaman Sedang Tidak MenghasilkanPerlu diverifikasi terlebih dahulu
Jumlah Tanaman Belum MenghasilkanPerlu diverifikasi terlebih dahulu

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

Displaying 1-1 of 1 result.
Produktivitas Tanaman Sayuran dan Buah-buahan Semusim
Jumlah produksi tanaman sayuran dan buah-buahan semusim per satuan luas (produksi per luasan).





























Publikasi yang dihasilkan
Nama Publikasi Jadwal Rilis Level terendah
penyajian data
Dibedakan menurut perkotaan/ perdesaan Dibedakan menurut jenis kelamin
Laporan Hasil Survei Hortikultura Potensi dengan Menggunakan Teknologi Pengumpulan Data Berbasis Computer Assisted Personal Interviewing Tahun 2019 -12-2019 Kabupaten/Kota Tidak Tidak
Copyright © 2021 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.