Survei Hortikultura Potensi, 2017

Tahun Kegiatan
2017
Produsen : Subdit. Stat. Hortikultura
Sektor Kegiatan : Pertanian
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Hortikultura

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit. Stat. Hortikultura

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdit. Stat. Hortikultura

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdit. Stat. Hortikultura

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdit. Stat. Hortikultura

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Sejak tahun 1992 hingga 2006, Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pertanian telah bekerja sama dalam menyediakan data hortikultura dengan Statistik Pertanian (SP). Kemudian pada tahun 2007 mengalami perubahan menjadi Statistik Pertanian Hortikultura (SPH) hingga sekarang. Dalam SPH data hortikultura yang dikumpulkan melalui pendekatan wilayah dan metode eye estimate dengan cakupan sebanyak 90 komoditas, yaitu 53 komoditas semusim (umur tanaman kurang dari satu tahun) dan 46 komoditas tanaman tahunan.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2013 sampai dengan tahun 2014, metode eye estimate dinilai lemah karena tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Selain itu, tidak ada ukuran tingkat akurasi dari data estimasi yang dilaporkan oleh petugas dan penyajian data masih mempunyai time lag selama setahun.

Oleh karena itu, dalam rangka memperbaiki metodologi dan memehuhi kebutuhan data yang dinamis, pada tahun 2015 dan tahun 2016 dilakukan survei dengan pendekatan rumah tangga dan metode wawancara terhadap petani. Tahun 2015 pengumpulan data komoditas strategis (KOMSTRAT2015) dilakukan dengan CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing) untuk komoditas bawang merah di Kabupaten Brebes dan Nganjuk, untuk komoditas Tebu di Kabupaten Grobogan, dan untuk komoditas tembakau dan cabai besar di Kabupaten Temanggung. Tahun 2016 uji coba dengan CAPI (V.HOPE2016) dilakukan kembali di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Temanggung dengan menerapkan metode yaitu sampling terintegrasi untuk 93 komoditas hortikultura dan 33 komoditas perkebunan. Namun, dari evaluasi hasil survei tersebut masih diperlukan perbaikan terkait metode sampling untuk peningkatan akurasi data estimasi dalam satu wilayah sehingga memiliki relative standard error yang baik untuk semua komoditas dalam satu wilayah tertentu. Salah satu rekomendasinya adalah dengan mengurangi jumlah komoditas dan fokus pada komoditas potensi yang berkontribusi terhadap inflasi, impor, maupun PDB.

Dalam rangka melaksanakan rekomendasi tersebut, maka pada tahun 2017 akan dilakukan Survei Hortikultura Potensi (SHOPI2017) sebagai tindak lanjut dari survei dengan metode pendekatan rumah tangga sebelumnya. Metode sampling yang digunakan akan menerapkan metode yang dapat meningkatkan akurasi hasil estimasi maupun pengikatan kualitas setiap tahapan survei dengan menggunakan standar internasional. Manajemen survei akan mengacu Badan Pusat Statistik Statistical Business Process Model (BPS SBPM). Sedangkan untuk penjaminan kualitas data survei mengacu pada Badan Pusat Statistik Quality Assurance Framework (BPS QAF).

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

  1. Memperoleh data estimasi produksi dan standing crop tanaman hortikultura potensi untuk penyusunan data PDB/PDRB Hortikultura per triwulan dengan pendekatan rumah tangga tahun berjalan;
  2. Memperoleh karakteristik tanaman hortikultura potensi;
  3. Menyempurnakan sistem CAPI yang telah dilaksanakan sebelumnya, dengan membuat sistem manajemen survei yang terintegrasi (monitoring online, pengumpulan data secara online, penarikan sampel, weighting, hingga tabulasi online);
  4. Melakukan studi penjaminan kualitas berdasarkan BPS Quality Assurance Framework (BPS QAF) dan  standard operating procedure berdasarkan BPS Statistical Business Process Model (BPS SBPM).

Frekuensi Kegiatan

Tahunan

Riwayat Kegiatan

  • Tahun 2015 pengumpulan data komoditas strategis (KOMSTRAT2015) dilakukan dengan CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing) untuk komoditas bawang merah di Kabupaten Brebes dan Nganjuk, untuk komoditas Tebu di Kabupaten Grobogan, dan untuk komoditas tembakau dan cabai besar di Kabupaten Temanggung.
  • Tahun 2016 uji coba dengan CAPI (V.HOPE2016) dilakukan kembali di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Temanggung dengan menerapkan metode yaitu sampling terintegrasi untuk 93 komoditas hortikultura dan 33 komoditas perkebunan. Namun, dari evaluasi hasil survei tersebut masih diperlukan perbaikan terkait metode sampling untuk peningkatan akurasi data estimasi dalam satu wilayah sehingga memiliki relative standard error yang baik untuk semua komoditas dalam satu wilayah tertentu. Salah satu rekomendasinya adalah dengan mengurangi jumlah komoditas dan fokus pada komoditas potensi yang berkontribusi terhadap inflasi, impor, maupun PDB.
  • Dalam rangka melaksanakan rekomendasi tersebut, maka pada tahun 2017 akan dilakukan Survei Hortikultura Potensi (SHOPI2017) sebagai tindak lanjut dari survei dengan metode pendekatan rumah tangga sebelumnya.

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

  • Dilakukan di 10 Provinsi dan 13 Kabupaten dengan sampel sampel 802 Blok Sensus dan 8.020 rumah tangga.
  • Komoditas terpilih adalah sepuluh komoditas potensi yang menyumbang PDB terbesar dan lima komoditas penyumbang potensi lokal wilayah terpilih. Sepuluh komoditas yang dimaksud meliputi Bawang Merah, Cabai Besar, Cabai Rawit, Durian, Jeruk Siam/Keprok, Kubis, Mangga, Nanas, Pisang, Tomat, Bawang Daun/Prei, Jahe, Kentang, Terung, dan Wortel.

Frekuensi Pengumpulan Data

- Tahunan

Tipe Pengumpulan Data

Cross Sectional

Referensi yang Digunakan

-

Klasifikasi yang Digunakan

Klasifikasi/Master Wilayah:MFD tahun 2016 semester 1
Klasifikasi/Master Komoditas:KBKI 2012
Klasifikasi/Master Lapangan Usaha:-
Klasifikasi/Master Lainnya:-

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Luas Panen Belum Habis 
Luas tanaman yang biasanya dipanen lebih dari satu kali dan pada bulan bersangkutan belum dibongkar. Khusus tanaman sayuran dan buah-buahan semusim.
Januari – Juli 2017
Luas Rusak/Tidak Berhasil (puso) 
Luas tanaman yang mengalami kerusakan karena serangan OPT, bencana alam, sedemikian rupa sehingga hasilnya kurang dari 11% keadaan normal. Termasuk di sini tanaman yang sengaja dirusak sebelum waktu panen (karena serangan OPT, untuk makanan ternak dan lain sebagainya). Khusus tanaman sayuran dan buah-buahan semusim.
Januari – Juli 2017
Luas Panen Habis/ Dibongkar 
Luas tanaman yang dipanen habis yang biasanya dipanen lebih dari sekali dan pada bulan bersangkutan dibongkar.
Januari – Juli 2017
Luas Penanaman Baru (Tambah Tanam) 
Luas tanaman yang betul-betul ditanam (sebagai tanaman baru) pada bulan laporan, baik penanaman yang bersifat normal maupun penanaman yang dilakukan untuk mengganti tanaman yang dibabat/dimusnahkan karena terserang OPT atau sebab-sebab lain, walaupun pada bulan tersebut tanaman yang baru ditanam dibongkar kembali. Khusus tanaman sayuran dan buah-buahan semusim.
Januari – Juli 2017
Luas Tanaman Awal Bulan 
Luas tanaman pada tanggal terakhir dari bulan laporan yang lalu. Besarnya luas ini sama dengan luas tanaman pada awal bulan laporan. Di sini luas tanaman benih tidak dimasukkan. Khusus tanaman sayuran dan buah-buahan semusim.
Januari 2017

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Survei

Jenis Rancangan Sampel

Multi Stage/Phase

Metode Pemilihan Sampel Stage Terakhir

Sampel probabilitas

Metode Pemilihan Sampel Probabilitas

Metode pemilihan sampel yang diterapkan pada survei ini adalah desain pengambilan sampel dua tahap terstratifikasi (stratified two-stage sampling design) dengan prosedur sebagai berikut:

  • Tahap pertama, dari kerangka sampel blok sensus dipilih sejumlah blok sensus secara probability proportional to size (pps)-systematic, dengan total proporsi rumah tangga per komoditas terhadap populasi per komoditas sebagai measure of size (MoS) pemilihan sampel. Pemilihan sampel blok sensus antarstrata dalam setiap kabupaten dilakukan secara independen.
  • Tahap kedua, dari kerangka sampel rumah tangga di masing-masing blok sensus, dipilih sepuluh (10) rumah tangga secara systematic diurutkan berdasarkan komoditas utama yang diusahakan.

Rancangan Sampel

Kerangka Sampel

  • Tahap pertama, dari kerangka sampel blok sensus dipilih sejumlah blok sensus secara probability proportional to size (pps)-systematic, dengan total proporsi rumah tangga per komoditas terhadap populasi per komoditas sebagai measure of size (MoS) pemilihan sampel. Pemilihan sampel blok sensus antarstrata dalam setiap kabupaten dilakukan secara independen.
  • Tahap kedua, dari kerangka sampel rumah tangga di masing-masing blok sensus, dipilih sepuluh (10) rumah tangga secara systematic diurutkan berdasarkan komoditas utama yang diusahakan.

Keseluruhan Fraksi Sampel (Overall Sampling Fraction)

n/N

Perkiraan Sampling Error

Margin of error yang ditoleransi sebesar 20 persen dan design effect sebesar 2,0.

Unit Sampel

RUmah tangga

Alokasi Sampel

No

Provinsi

Kabupaten

Jumlah Sampel Blok Sensus

Jumlah Sampel Rumah Tangga

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

1

Sumatera Utara

Simalungun

67

670

2

Sumatera Barat

Solok

80

800

3

Jawa Barat

Cirebon

69

690

 

 

Majalengka

49

490

4

Jawa Tengah

Temanggung

70

700

 

 

Brebes

55

550

5

DI Yogyakarta

Kulon Progo

39

390

 

 

Bantul

27

270

6

Jawa Timur

Nganjuk

64

640

7

Bali

Bangli

67

670

8

Nusa Tenggara Barat

Bima

69

690

9

Nusa Tenggara Timur

Timor Tengah Selatan

78

780

10

Sulawesi Selatan

Bantaeng

68

680

Cakupan Wilayah

Sebagian kabupaten/kota

Wilayah Kegiatan

ProvinsiKabupaten
SUMATERA UTARASIMALUNGUN,
SUMATERA BARATSOLOK,
JAWA BARATCIREBON, MAJALENGKA,
JAWA TENGAHTEMANGGUNG, BREBES,
DI YOGYAKARTAKULON PROGO, BANTUL,
JAWA TIMURNGANJUK,
BALIBANGLI,
NUSA TENGGARA BARATBIMA,
NUSA TENGGARA TIMURTIMOR TENGAH SELATAN,
SULAWESI SELATANBANTAENG,

Unit Observasi

Rumah tangga

Cakupan Responden

Rumah tangga yang mengusahakan tanaman hortikultura

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Tidak

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Melakukan Pilot Study

Ya ,

Lokasi:   Kabupaten Sukabumi
Waktu pelaksanaan: 5 – 7 Juli 2017
Jumlah responden: 10 rumah tangga

Instrumen yang Digunakan

Tablet kuesioner (CAPI) dalam bentuk aplikasi tidak menggunakan kertas.

Petugas Pengumpulan Data

- Staf
- KSK
- Mitra

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim95 Orang
Pencacah272 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Ya

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Revisit
- Supervisi

Penyesuaian Non Respon

Tidak Ada Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri
- Subject Matter Lain

Metode Pengolahan

- Editing
- Data Entri/Scan
- Verifikasi
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

ODK

Estimasi dan Analisis

Metode Estimasi yang Digunakan

Metode estimasi rasio berdasarkan data hasil pencacahan

Komposisi dan Penimbang

-

Metode Analisis

Analisis deskriptif

Unit Analisis

Rumah tangga yang membudidayakan tanaman hortikultura terpilih

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Ya

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Lainnya

Peningkatan Kualitas Data

  • Monitoring/pengawasan lapangan dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat lapangan (KORLAP dan PMS), kecamatan, kabupaten, provinsi dan nasional dengan menggunakan aplikasi web monitoring sesuai dengan otorisasi user yang ditetapkan. Monitoring dilakukan untuk progres kegiatan maupun hasil pendataan yang sedang berjalan.
  • Melakukan tahapan approval survei yang meliputi kegiatan memeriksa kelengkapan, kewajaran dan konsistensi isian, serta melakukan approve atau reject terhadap e-form SHOPI2017.P dan SHOPI2017.S yang sudah di-approve oleh PMS.

Keterbandingan Data

Antar wilayah dan antar waktu

Metode Revisi Data

-

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Ya

Rekomendasi untuk yang akan datang

Agar aplikasi CAPI yang digunakan sudah fixed saat pencacahan lapangan.

Diseminasi Publikasi

Judul Publikasi

Laporan Hasil Survei Hortikultura Potensi dengan Menggunakan Teknologi Pengumpulan Data Berbasis Computer Assisted Personal Interviewing Tahun 2017

Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun 9999

Data/variabel yang tidak bisa diberikan kepada pengguna data

Variabel Alasan
Luas Tanaman Awal BulanPerlu diverifikasi terlebih dahulu
Luas Panen Belum HabisPerlu diverifikasi terlebih dahulu
Luas Rusak/Tidak Berhasil (puso)Perlu diverifikasi terlebih dahulu
Luas Penanaman Baru (Tambah Tanam)Perlu diverifikasi terlebih dahulu
Jumlah Tanaman Awal BulanPerlu diverifikasi terlebih dahulu
Jumlah Tanaman Baru/PenyisipanPerlu diverifikasi terlebih dahulu
Jumlah Tanaman RusakPerlu diverifikasi terlebih dahulu
Jumlah Tanaman Sedang Tidak MenghasilkanPerlu diverifikasi terlebih dahulu
Jumlah Tanaman Belum MenghasilkanPerlu diverifikasi terlebih dahulu

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

Displaying 1-2 of 2 results.
Produktivitasvitas Tanaman Sayuran dan Buah-buahan Semusim (SBS), dan Tanaman Biofarmaka (TBF)
Jumlah produksi tanaman sayuran dan buah-buahan semusim, dan TBF per satuan luas (produksi per luasan).
Produktivitas Tanaman Buah-buahan dan Sayuran Tahunan (BST)
Jumlah produksi tanaman sayuran dan buah-buahan semusim per tanaman (produksi per tanaman).





























Publikasi yang dihasilkan
Nama Publikasi Jadwal Rilis Level terendah
penyajian data
Dibedakan menurut perkotaan/ perdesaan Dibedakan menurut jenis kelamin
Laporan Hasil Survei Hortikultura Potensi dengan Menggunakan Teknologi Pengumpulan Data Berbasis Computer Assisted Personal Interviewing Tahun 2017 -12-2017 Kabupaten/Kota Tidak Tidak
Metadata kegiatan statistik sektoral/khusus yang tersedia merupakan hasil penghimpunan tahun 2018. Metadata sebelumnya dapat diakses melalui SIRuSa 2014.
Copyright © 2019 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.