Survei Waktu Tunggu (Dwelling Time) di Pelabuhan, 2017

Tahun Kegiatan
2017
Produsen : Subdit. Stat. Transportasi
Sektor Kegiatan : Keuangan, Niaga dan Jasa
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Transportasi

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit. Stat. Transportasi

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdit. Stat. Transportasi

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdit. Stat. Transportasi

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdit. Stat. Transportasi

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Pemerintah bertekad mewujudkan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, dengan merumuskan sembilan agenda prioritas dalam pemerintahan ke depan yang disebut nawa cita. Perubahan ini merupakan upaya untuk merealisasikan visi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong yang ditempuh melalui tujuh misi, diantaranya misi mewujudkan bangsa yang berdaya saing.

Bangsa yang berdaya saing dapat diwujudkan antara lain dengan mewujudkan ketersediaan infrastruktur dan sarana transportasi yang memadai agar dapat menghilangkan atau paling tidak mengurangi terjadinya hambatan kelancaran arus distribusi barang dalam negeri maupun luar negeri dan dapat menurunkan biaya logistik yang mesti ditanggung para pelaku usaha terkait. Kelancaran arus distribusi barang sulit dicapai tanpa didukung oleh peningkatan efisiensi tata laksana melalui cara-cara seperti mempersingkat waktu tunggu (dwelling time) barang di pelabuhan. Untuk itu, dalam rangka penyediaan informasi dwelling time di pelabuhan yang merupakan salah satu indikator efisiensi pengelolaan pelabuhan maka diperlukan suatu survei untuk mendapatkan informasi waktu lamanya barang berada (tertahan) di pelabuhan berdasarkan data arus kunjungan kapal dan arus barang di pelabuhan, melengkapi muatan informasi data simoppel yang selama ini sudah rutin setiap bulan dikumpulkan dari pihak pengelola pelabuhan. Survei ini penting dilakukan untuk dapat melengkapi ketersediaan data statistik transportasi yang bermanfaat bagi para pemangku kepentingan yang berkaitan dengan usaha kepelabuhanan, khususnya terkait dengan kelancaran arus distribusi barang di pelabuhan.

Hasil survei ini selain melengkapi ketersediaan data statistik transportasi yang sudah ada juga diharapkan dapat melengkapi keragaman data statistik transportasi khususnya dalam rangka penyediaan dan pengembangan data statistik logistik dan transportasi kemaritiman. Lebih lanjut, hasil survei ini nantinya dapat digunakan sebagai rujukan untuk penyusunan rencana dan pengembangan kegiatan statistik transportasi pada masa yang akan datang.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

  1. Mendapatkan dan menyajikan data/informasi waktu lamanya barang berada (tertahan) di pelabuhan;
  2. Mendapatkan dan menyajikan data/informasi fasilitas dan kinerja layanan kepelabuhanan;
  3. Mendapatkan dan menyajikan data/informasi prospek usaha kepelabuhanan.

Frekuensi Kegiatan

Triwulanan

Riwayat Kegiatan

-

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

Pada tahun 2016 ini pencacahan sudah dilakukan setiap triwulanan.

Frekuensi Pengumpulan Data

- Triwulanan

Tipe Pengumpulan Data

Longitudinal

Referensi yang Digunakan

  1. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 62 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan
  2. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 44 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 62 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan -
  3. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 35 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Otoritas Pelabuhan Utama
  4. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 36 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan

Klasifikasi yang Digunakan

Klasifikasi/Master Wilayah:-
Klasifikasi/Master Komoditas:-
Klasifikasi/Master Lapangan Usaha:KBLI 2009, KBLI 2015
Klasifikasi/Master Lainnya:Klasifikasi/Hirarki Pelabuhan

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Fasilitas Gudang yang dimiliki/dioperasikan 
Gudang adalah bangunan yang digunakan untuk menyimpan barang-barang yang berasal dari kapal atau yang akan dimuat ke kapal. Gudang yang ada di pelabuhan mempunyai fungsi untuk: 1) tempat menunggu penyelesaian dokumen, 2) tempat mengumpulkan barang-barang yang akan dimuat ke kapal, sehingga diharapkan kapal tidak menunggu muatan, dan 3) tempat konsolidasi, seperti sorting (mengumpulkan dan memilih), marking (pemberian tanda), packing (pembungkusan) , weighting (penimbangan).
-
Fasilitas lapangan penumpukan petikemas (container yard) 
Lapangan Penumpukan Petikemas (Container Yard) adalah lapangan penumpukan yang diperuntukan sebagai tempat penyimpanan petikemas (container), dimana petikemas (container) disusun rapi memakai top leader atau side loader secara berbaris.
-
Dwelling Time 
Waktu yang dibutuhkan sejak barang/petikemas dibongkar dari kapal sampai dengan barang/petikemas tersebut keluar dari kawasan pelabuhan (gate out).
-
Utilisasi Fasilitas Pelabuhan 
Utilitas fasilitas pelabuhan terdiri dari : - BTP (Berth Throughput) adalah volume tonase barang yang melalui tiap meter panjang dermaga yang tersedia. - BOR (Berth Occupancy Ratio) adalah perbandingan antara waktu penggunaan dermaga dengan waktu yang tersedia (dermaga siap operasi). - STP (Shed Throughput) adalah jumlah muatan barang yang melewati tiap meter persegi luas efektif gudang. - SOR (Shed Occupancy Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penggunaan ruang gudang dengan ruang gudang yang tersedia. - YTP (Yard Throughput) adalah jumlah muatan barang yang melewati tiap meter persegi luas efektif lapangan penumpukan. - YOR (Yard Occupancy Ratio) adalah perbandingan antara jumlah penggunaan ruang penumpukan dengan ruang penumpukan yang tersedia.
-
Fasilitas Dermaga 
Dermaga adalah bangunan pelabuhan yang digunakan untuk merapatnya kapal dan menambatkannya pada waktu bongkar muat barang. Ada dua macam dermaga yaitu yang berada di garis pantai dan sejajar dengan pantai yang disebut quai atau wharf, dan yang menjorok (tegak lurus) pantai yang disebut pier. Pada pelabuhan barang, di belakang dermaga harus terdapat halaman yang cukup luas untuk menempatkan barang-barang selama menunggu pengapalan atau angkutan ke darat. Dermaga ini juga dilengkapi dengan kran (crane) untuk mengangkut barang dari dan ke kapal.
-

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Kompilasi

Rancangan Sampel

Kerangka Sampel

- Kerangka sampel Pelabuhan - Kerangka sampel Perusahaan

Unit Sampel

- Pelabuhan = 132 - Perusahaan = 68 (Provinsi Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan)

Alokasi Sampel

200 unit sampel

Cakupan Wilayah

Sebagian kabupaten/kota

Unit Observasi

Pelabuhan, Perusahaan

Cakupan Responden

Pengelola pelabuhan, perusahaan bongkar muat, EMKL, freight forwarding, jasa ekspor impor, jasa kepabeanan, dan perusahaan trucking

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Ya

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Wawancara langsung, Mengisi kuesioner sendiri (Swacacah)

Melakukan Pilot Study

Ya ,

Pilot studi dwelling time dilaksanakan pada tahun 2014 di 5 provinsi yaitu di Sumatera Utara (Belawan), DKI Jakarta (Tanjung Priok), Jawa Tengah (Tanjung Emas), Jawa Timur (Tanjung Perak), dan Sulawesi Selatan (Makassar). Tujuan dari pilot studi untuk mengidentifikasi informasi dan data-data terkait perhitungan dwelling time di pelabuhan.

Instrumen yang Digunakan

Kuesioner SDT17-Pelabuhan dan SDT17-Perusahaan

Petugas Pengumpulan Data

- Staf
- KSK

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim1 Orang
Pencacah1 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Ya

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Supervisi

Penyesuaian Non Respon

Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri

Metode Pengolahan

- Batching
- Editing
- Coding
- Data Entri/Scan
- Verifikasi
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

Ms. Excel

Estimasi dan Analisis

Metode Analisis

Analsis Deskriptif

Unit Analisis

Wilayah dan Pelabuhan

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Tidak

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Imputasi

Peningkatan Kualitas Data

Melakukan Rule Validation pada proses pengolahan dan melakukan pengecekan kepada sumber data jika ditemukan ketidakwajaran isian

Keterbandingan Data

Antar wilayah dan antar waktu

Metode Revisi Data

-

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Tidak

Rekomendasi untuk yang akan datang

Mengadakan pelatihan/refreshing kembali  bagi petugas untuk memberikan pemahaman yang lebih baik dalam meningkatkan kualitas data dwelling time. 

Diseminasi Publikasi

Judul Publikasi

Laporan Dwelling Time 2017

Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun

Dokumentasi

Kuesioner

Kuesioner SDT17-Pelabuhan
Kuesioner SDT17-Perusahaan

Pedoman

Pedoman Survei Dwelling Time 2017

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

No results found.





























Kuesioner
Kuesioner SDT17-Pelabuhan 
Kuesioner SDT17-Perusahaan 
Pedoman
Pedoman Survei Dwelling Time 2017   
Publikasi yang dihasilkan
Nama Publikasi Jadwal Rilis Level terendah
penyajian data
Dibedakan menurut perkotaan/ perdesaan Dibedakan menurut jenis kelamin
Laporan Dwelling Time 2017 15-03-2018 Provinsi Tidak Tidak
Copyright © 2020 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.