Penyusunan Statistik Politik dan Keamanan, 2018

Tahun Kegiatan
2018
Produsen : Subdit. Stat. Politik dan Keamanan
Sektor Kegiatan : Sosial dan Kesejahteraan Rakyat
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Politik dan Keamanan

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit. Stat. Politik dan Keamanan

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdit. Stat. Politik dan Keamanan

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdit. Stat. Politik dan Keamanan

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdit. Stat. Politik dan Keamanan

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

        Momentum demokratisasi pada tahun 1998 memunculkan tuntutan adanya distribusi power yang sebelumnya tersentral pada presiden. Kemudian pemecahan horizontal dilakukan dengan memperkuat wewenag lembaga-lembaga negara diluar eksekutif. Berbagai perubahan tersebut membuat sistem politik Indonesia mengalami banyak perubahan. Aspek penting lain adalah perubahan kultur politik yang semakin terbuka. Pers menjadi lebih leluasa melakukan kritik atas kebijakan pemerintah. Demikian juga dengan dibukanya ruang partisipasi yang lebih luas bagi civil society. Selain itu, pada tahun 2017 dilakukan pilkada di beberapa wilayah yang memengaruhi dinamika perpolitikan. Gambaran mengenai dinamika perpolitikan, baik pada tingkat nasional maupun daerah, inilah yang ingin disajikan pada Statistik Politik.

       Situasi perpolitikan kerap kali berimbas pada situasi keamanan. Namun tidak jarang pula, situasi keamanan memicu tindakan politik. Kedua subyek tersebut dapat saling berpengaruh antara satu dengan yang lainnya. Satu hal yang patut diperhatikan adalah situasi politik dan keamanan baik secara langsung maupun tidak, akan berpengaruh terhadap kesejahteraan rakyat. Terkait dengan itu, maka monitoring situasi politik dan keamanan menjadi perlu untuk mengetahui tingkat perkembangan antar waktu dan komparasi antar wilayah. Dalam upaya memenuhi data bidang politik dan keamanan yang dapat dibandingkan antar waktu dan antar daerah maka diperlukan kelanjutan dari kegiatan Penyusunanan Statistik Politik dan Keamanan

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

  1. Menghimpun data statistik politik dan keamanan;
  2. Memberikan gambaran perkembangan situasi bidang politik dan keamanan antar waktu;
  3. Memberikan gambaran perbandingan perkembangan situasi bidang politik dan keamanan antar wilayah.

Frekuensi Kegiatan

Tahunan

Riwayat Kegiatan

Penyusunan Statistik Politik dan Keamanan pertama kali dilakukan pada tahun 2002 yang menghasilkan sebuah publikasi. Pada tahun 2002 hingga 2007 publikasi yang dihasilkan memiliki topik yang berbeda setiap edisinya. Pada tahun 2008 terdapat penggantian format penyajian publikasi. Penyusunan statistik politik dan keamanan menghasilkan dua publikasi terpisah, yaitu Statistik Politik dan Statistik Kriminal.

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

Perubahan terdapat pada format publikasi. Sebelum tahun 2002, dihasilkan sebuah publikasi setiap tahunnya dengan mengangkat topik yang berbeda. Pada tahun 2008, mulai dihasilkan dua publikasi. Sementara itu, pada tahun 2018 terdapat penggantian format kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data. Setelah melakukan evaluasi dan mempertimbangkan hasil evaluasi maka dilakukan perubahan pada kuesioner, yaitu dengan menyederhanakanya. Sementara itu, publikasi statistik politik akan memperbanyak konten pemilu, terutama yang berkaitan dengan pidana pemilu sperti pemilih ganda dan pemilih palsu sert money politic. Hal ini akan memberikan gambaran tentang pilkada yang dilakukan pada tahun 2017 di beberapa wilayah.

Frekuensi Pengumpulan Data

- Tahunan

Tipe Pengumpulan Data

Longitudinal dan Cross Sectional

Referensi yang Digunakan

  1. Budiarjo, Miriam. 2008. Dasar-dasar Ilmu Politik, Edisi Revisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  2. Surbakti, Ramlah dkk (2008), “Perekayaan Sistem Pemilihan Umum: Untuk Pembangunan Tata Politik Demokratis”Jakarta: Kemitraan Bagi Tata Pemerintahan di Indonesia.
  3. Hagan, Frank E. (1989). Introdustion to Criminology: Theories, Methods, and Criminal Behavior. Chicago: Nelson-Hall.

Klasifikasi yang Digunakan

Klasifikasi/Master Wilayah:-
Klasifikasi/Master Komoditas:-
Klasifikasi/Master Lapangan Usaha:-
Klasifikasi/Master Lainnya:-

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Jumlah Kejahatan (Crime Total) Nasional 
Crime total adalah angka jumlah kejahatan.
2017
Jumlah Kejahatan menurut klasifikasi Jenis Kejahatan 
2017
Jumlah Kejahatan menurut waktu (bulan) kejadian 
2017
Jumlah Kejahatan yang Diselesaikan (Crime Cleared)  
2017
Persentase Penyelesaian Kejahatan (Clearance Rate)  
Clearance rate adalah persentase jumlah peristiwa kejahatan yang diselesaikan terhadap jumlah peristiwa yang dilaporkan.
2017

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Lainnya

Rancangan Sampel

Cakupan Wilayah

Seluruh kabupaten/kota

Unit Observasi

Instansi Pemerintah

Cakupan Responden

KPU, Bappeda, Kesbanglinmas, Sekretariat Dewan, Kanwil Kemenkumham, Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan, DPRD, Kesbangpol

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Ya

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Melakukan Pilot Study

Tidak

Instrumen yang Digunakan

Kuesioner

Petugas Pengumpulan Data

- Staf
- Mitra

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim0 Orang
Pencacah0 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Tidak

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Revisit
- Supervisi

Penyesuaian Non Respon

Tidak Ada Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri
- Lainnya

Metode Pengolahan

- Data Entri/Scan
- Verifikasi
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

Microsoft Office, SPSS, Aplikasi berbasis web

Estimasi dan Analisis

Metode Analisis

Analisis Deskriptif

Unit Analisis

-

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Tidak

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Tidak Digunakan

Peningkatan Kualitas Data

Supervisi dilakukan dengan mendatangi daerah yang pemasukkan datanya kurang bagus. Selain data dari daerah, juga dilakukan pengumpulan data di pusat yang dilakukan oleh Subdit Statpolkam untuk melengkapi data. Kemudian dilakukan konsultasi dengan ahli untuk meningkatkan kualitas analisis.

Keterbandingan Data

Antar wilayah dan antar waktu

Metode Revisi Data

tidak ada

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Tidak

Rekomendasi untuk yang akan datang

  1. Perlu pengembangan konsep dan klasifikasi kejahatan sesuai dengan perkembangan terkini dunia internasional.
  2. Masyarakat perlu memperoleh data secara berkala sebagi bentuk akuntabilitas public penyelenggara negara sehingga data perlu diterbitkan secara rutin dan mutakhir.

Diseminasi Publikasi

Judul Publikasi

Statistik Kriminal 2016
Statistik Politik 2016
Statisti Kriminal 2017
Statistik Politik 2017
Statistik Kriminal 2018
Statistik Politik 2018

Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun

Dokumentasi

Kuesioner

Pedoman

Buku Pedoman Pengisian Kuesioner Statistik Politik dan Keamanan 2015

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

No results found.





























Kuesioner
Pedoman
Buku Pedoman Pengisian Kuesioner Statistik Politik dan Keamanan 2015   
Publikasi yang dihasilkan
Nama Publikasi Jadwal Rilis Level terendah
penyajian data
Dibedakan menurut perkotaan/ perdesaan Dibedakan menurut jenis kelamin
Statistik Kriminal 2016 22-12-2016 Provinsi Tidak Ya
Statistik Politik 2016 22-12-2016 Provinsi Tidak Ya
Statisti Kriminal 2017 25-12-2017 Provinsi Tidak Ya
Statistik Politik 2017 25-12-2017 Provinsi Tidak Ya
Statistik Kriminal 2018 26-12-2018 Provinsi Tidak Ya
Statistik Politik 2018 26-12-2017 Provinsi Tidak Ya
Copyright © 2021 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.