Survei Usaha Konstruksi Perorangan, 2014

Tahun Kegiatan
2014
Produsen : Subdit. Stat. Konstruksi
Sektor Kegiatan : Industri,Pertambangan,Energi, dan Konstruksi
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Konstruksi

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit. Stat. Konstruksi

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Direktorat Pengembangan Metodologi Sensus dan Survei

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Direktorat Sistem Informasi Statistik

Penanggung Jawab Diseminasi Data

Direktorat Diseminasi Statistik

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdirektorat Statistik Konstruksi

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Pertama kali pengumpulan data usaha konstruksi perorangan dilaksanakan secara lengkap melalui Sensus Konstruksi Tahun 1977. Kemudian secara lengkap berturut-turut dilaksanakan terintegrasi pada Sensus Ekonomi Tahun 1986, Sensus Ekonomi Tahun 1996, dan Sensus Ekonomi Tahun 2006. Selanjutnya secara sampel tahun 2012 dilaksanakan pengumpulan data usaha konstruksi perorangan dengan nama Survei Usaha Konstruksi Tidak Berbadan Hukum 2012 (VTBH12). Pada Tahun 2013 dan Tahun 2014 dengan sampel yang sama sebagai pengganti VTBH12 dilaksanakan pengumpulan data usaha konstruksi perorangan dengan nama Survei Usaha Perorangan 2013 (SKP13) yang dilaksanakan pada 160 kabupaten/kota di 33 provinsi di seluruh Indonesia.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Mengetahui profil, keberadaan, penyebaran, aktivitas, dan karakteristik kegiatan usaha konstruksi perorangan di Indonesia.

Frekuensi Kegiatan

Tahunan

Riwayat Kegiatan

Pengumpulan dan ketersediaan data melalui Statistik Konstuksi Tahun 1977, Sensus Ekonomi Tahun 1986, Sensus Ekonomi Tahun 1996, Sensus Ekonomi Tahun 2006, Survei Usaha Konstruksi Tidak Berbadan Hukum Tahun 2012, dan Survei Usaha Konstruksi Tahun 2013.

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

Survei Usaha Konstruksi Perorangan 2014 sebelumnya bernama Survei Usaha Konstruksi Tidak Berbadan Hukum

Frekuensi Pengumpulan Data

- Tahunan

Tipe Pengumpulan Data

Cross Sectional

Referensi yang Digunakan

Buku Pedoman Survei Usaha Konstruksi Perorangan Tahun 2013

Klasifikasi yang Digunakan

KBLI 2009

Jadwal Kegiatan
Perencanaan/ PersiapanN/A s.d. N/A
Pelaksanaan LapanganN/A s.d. N/A
PengolahanN/A s.d. N/A
AnalisisN/A s.d. N/A

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Bidang Pekerjaan Utama 
Merupakan garis pokok penggolongan kegiatan ekonomi. Penggolongan ini diberi kode satu digit dengan kode alphabet. Dalam KBLI seluruh kegiatan ekonomi di Indonesia digolongkan menjadi 21 kategori. Kategori-kategori tersebut diberi kode huruf dari A sampai U. Dalam hal ini untuk kategori konstruksi diberi kode F.
-
Kualifikasi dari Bidang Pekerjaan Utama 
Kualifikasi Perusahaan adalah penggolongan perusahaan konstruksi menurut tingkat/kedalaman kompetensi kemampuan usaha, yang selanjutnya dibagi menurut kemampuan melaksanakan pekerjaan berdasarkan kriteria risiko, dan/atau kriteria penggunaan teknologi, dan/atau kriteria besaran biaya.
-
Balas Jasa Pekerja 
Balas jasa adalah kompensasi yang diberikan kepada pekerja berupa gaji, upah lembur, hadiah, bonus atau tunjangan baik dalam bentuk uang maupun barang.
-
Pekerja 
Pekerja adalah semua orang yang pada saat pencacahan bekerja di perusahaan, baik pekerja teknik maupun pekerja non teknik. Pekerja Tetap dapat dibagi atas pekerja lapangan dan pekerja dikantor. Dalam hal ini pekerja dapat juga diklasifikasikan sebagai pekerja yang telah mempunyai sertifikat dan yang tidak mempunyai sertifikat.
-
Nilai Pekerjaan 
Nilai pekerjaan adalah nilai borongan yang telah diselesaikan oleh pihak pemborong berdasarkan surat perjanjian (surat perintah kerja) antara pemilik dengan pemborong atau antara pemborong umum dengan subpemborong. Nilai pekerjaan dirumuskan sebagai nilai borongan dikurangi nilai pekerjaan yang disub-borongkan dikalikan realisasi fisik pekerjaan yang diselesaikan. NK = (NP-NS)x%NR NK = Nilai pekerjaan NP = Nilai borongan NS = Nilai sub borongan %NR = Persentase realisasi fisik pekerjaan yang diselesaikan %NR didapat dari persentase pekerjaan yang diselesaikan akhir periode survei yang diselesaikan akhir periode survei dikurangi persentase pekerjaan di awal periode survei.
-

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Survei

Jenis Rancangan Sampel

Multi Stage/Phase

Metode Pemilihan Sampel Stage Terakhir

Sampel probabilitas

Metode Pemilihan Sampel Probabilitas

Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sampel 2 (dua) tahap (two-stage sampling design), dengan prosedur pemilihan sampel sebanyak 12.000 usaha sebagai berikut: Tahap pertama, pada setiap kabupaten/kota dipilih desa/kelurahan secara probality proportional to size (PPS) dengan size jumlah usaha konstruksi perorangan hasil SE2006. Tahap kedua, dari setiap desa/kelurahan terpilih, dipilih sejumlah usaha konstruksi perorangan gedung dari hasil snowballing usaha konstruksi perorangan di desa/kelurahan terpilih secara linear systematic sampling.

Rancangan Sampel

Kerangka Sampel

Kerangka sampel usaha konstruksi untuk Survei Usaha Konstruksi Perorangan Tahun 2013 ada 2 jenis yaitu kerangka sampel untuk pemilihan desa/kelurahan dan kerangka sampel untuk pemilihan usaha. (i) Kerangka sampel pemilihan desa/kelurahan adalah daftar nama desa/kelurahan kondisi Juli 2013 yang dilengkapi dengan informasi banyaknya usaha konstruksi hasil Sensus Ekonomi (SE2006). (ii) Kerangka sampel pemilihan usaha konstruksi adalah daftar usaha konstruksi hasil pencacahan SE2006 dengan Daftar SE2006-L2,yaitu isian pada Daftar SE2006-L2 Rincian 11 yang berkode 9 (usaha) dan Rincian 14.d berkategori NK (Non kualifikasi). Kerangka sampel ini dimutakhirkan dengan Daftar SKP13-P secara snowballing.

Perkiraan Sampling Error

2

Alokasi Sampel

Target sampel survei usaha konstruksi perorangan 2013 yang dicacah pada tahun 2014 sebesar 12.000 usaha. Target sampel tersebut dialokasikan ke 33 provinsi. Dari hasil alokasi sampel pada setiap provinsi, kemudian dialokasikan kembali ke 160 kabupaten/kota.

Cakupan Wilayah

Seluruh kabupaten/kota

Wilayah Kegiatan

ProvinsiKabupaten
ACEHACEH BESAR, PIDIE, KOTA BANDA ACEH,
SUMATERA UTARASIMALUNGUN, KARO, DELI SERDANG, LANGKAT, SERDANG BEDAGAI, KOTA PEMATANG SIANTAR, KOTA TEBING TINGGI, KOTA MEDAN, KOTA BINJAI,
SUMATERA BARATPESISIR SELATAN, SOLOK, TANAH DATAR, PADANG PARIAMAN, KOTA PADANG, KOTA SOLOK, KOTA PADANG PANJANG, KOTA PARIAMAN,
RIAUPELALAWAN, SIAK, KAMPAR, KOTA PEKANBARU,
JAMBIBATANG HARI, MUARO JAMBI, TANJUNG JABUNG TIMUR, TANJUNG JABUNG BARAT, KOTA JAMBI,
SUMATERA SELATANOGAN KOMERING ULU, OGAN KOMERING ILIR, MUARA ENIM, MUSI BANYUASIN, BANYUASIN, OGAN ILIR, KOTA PALEMBANG,
BENGKULUBENGKULU UTARA, SELUMA, KEPAHIANG, KOTA BENGKULU,
LAMPUNGLAMPUNG SELATAN, LAMPUNG TIMUR, LAMPUNG TENGAH, KOTA BANDAR LAMPUNG, KOTA METRO,
KEPULAUAN BANGKA BELITUNGBANGKA, BANGKA BARAT, BANGKA TENGAH, KOTA PANGKAL PINANG,
KEPULAUAN RIAUKARIMUN, BINTAN, LINGGA, KOTA BATAM, KOTA TANJUNG PINANG,
DKI JAKARTAKODYA JAKARTA SELATAN, KODYA JAKARTA TIMUR, KODYA JAKARTA PUSAT, KODYA JAKARTA BARAT, KODYA JAKARTA UTARA,
JAWA BARATBANDUNG, SUMEDANG, SUBANG, PURWAKARTA, KOTA BANDUNG, KOTA CIMAHI,
DI YOGYAKARTABANTUL, SLEMAN, KOTA YOGYAKARTA,
JAWA TIMURPASURUAN, SIDOARJO, MOJOKERTO, GRESIK, KOTA PASURUAN, KOTA MOJOKERTO, KOTA SURABAYA,
BANTENTANGERANG, SERANG, KOTA TANGERANG, KOTA CILEGON,
BALITABANAN, BADUNG, GIANYAR, KOTA DENPASAR,
NUSA TENGGARA BARATLOMBOK BARAT, LOMBOK TENGAH, KOTA MATARAM,
NUSA TENGGARA TIMURKUPANG, TIMOR TENGAH SELATAN, TIMOR TENGAH UTARA, BELU, KOTA KUPANG,
KALIMANTAN TENGAHKAPUAS, KATINGAN, PULANG PISAU, GUNUNG MAS, KOTA PALANGKA RAYA,
KALIMANTAN SELATANTANAH LAUT, BANJAR, BARITO KUALA, TAPIN, KOTA BANJARMASIN, KOTA BANJAR BARU,
SULAWESI TENGAHDONGGALA, PARIGI MOUTONG, KOTA PALU,
SULAWESI SELATANBANTAENG, JENEPONTO, TAKALAR, GOWA, MAROS, PANGKAJENE DAN KEPULAUAN, BONE, KOTA MAKASSAR,
SULAWESI TENGGARAKONAWE, KONAWE SELATAN, KOTA KENDARI,
GORONTALOGORONTALO, BONE BOLANGO, KOTA GORONTALO,
SULAWESI BARATMAMASA, MAMUJU, MAMUJU UTARA,
MALUKUMALUKU TENGAH, SERAM BAGIAN BARAT, SERAM BAGIAN TIMUR, KOTA AMBON,
MALUKU UTARAHALMAHERA BARAT, HALMAHERA TENGAH, HALMAHERA UTARA, HALMAHERA TIMUR, KOTA TERNATE, KOTA TIDORE KEPULAUAN,
PAPUA BARATSORONG, KOTA SORONG,
PAPUANABIRE, BIAK NUMFOR, KOTA JAYAPURA,

Unit Observasi

Usaha konstruksi perorangan yang berusaha di sektor konstruksi dengan sistem borongan dan aktif selama tahun 2013.

Cakupan Responden

Survei Usaha Konstruksi Perorangan dilaksanakan di 1.200 Desa/Kelurahan pada 160 Kabupaten/Kota yang tersebar di 33 Provinsi Indonesia dengan jumlah sampel sebanyak 12.000 usaha konstruksi perorangan yang berusaha di sektor konstruksi dengan sistem borongan dan aktif selama tahun 2013.

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Tidak

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Wawancara langsung

Melakukan Pilot Study

Tidak

Instrumen yang Digunakan

1. Daftar SKP13-DSDesa (Daftar Sampel Desa/Kelurahan terpilih};2. Daftar SKP13-P (Daftar Printed untuk pemutakhiran usaha konstruksi perorangan);3. Daftar SKP13-RD (Rekap jumlah usaha konstruksi perorangan per kabupaten/kota ;4. Daftar SKP13-DS (Daftar nama dan alamat sampel usaha konstruksi perorangan terpilih per desa/kelurahan);5. Daftar SKP13-S (Pendataan karakteristik pada usaha konstruksi perorangan terpilih);6. Lembar Pembantu (Untuk mencatat semua informasi dari narasumber tentang keberadaan calon responden hasil snowballing).

Petugas Pengumpulan Data

- Staf
- KSK
- Mitra

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim Orang
Pencacah Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Tidak

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Revisit
- Supervisi

Penyesuaian Non Respon

Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri

Metode Pengolahan

- Batching
- Editing
- Coding
- Data Entri/Scan
- Verifikasi
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

VB.net

Estimasi dan Analisis

Metode Estimasi yang Digunakan

Tidak dilakukan estimasi, karena jumlah sampel yang tidak representative, sehingga hanya dibuat profil sampai dengan level provinsi saja.

Metode Analisis

-

Unit Analisis

Usaha konstruksi perorangan

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Ya

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Revisi dengan Menggunakan Nilai Rata-rata Kelompok

Informasi tentang kualitas data

Kualitas data masih memungkinkan untuk ditingkatkan, mengingat data yang diperoleh dari responden semuanya belum tercover.

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Tidak

Diseminasi Publikasi

Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

Displaying 1-4 of 4 results.
Indeks Diffusion Sektor Konstruksi Perorangan
Indeks diffusion sektor konstruksi digunakan untuk menghitung indeks kondisi dan prospek bisnis pengusaha. Indeks diffusion menyatakan seberapa banyak pengusaha konstruksi perorangan yang menyatakan usahanya mengalami peningkatan pada suatu tahun dibanding tahun sebelumnya. Indeks diffusion terdiri atas dua jenis, yaitu indeks diffusion pada kondisi/variabel tertentu dan indeks diffusion komposit yang merupakan gabungan indeks diffusion pada semua kondisi/variabel.
Rataan Konstruksi
Perhitungan rataan pekerja tetap, hari orang, pekerja harian, balas jasa dan upah serta nilai konstruksi yang diselesaikan dalam satu tahun.
Persentase Konstruksi
Perhitungan persentase banyak usaha menurut bidang pekerjaan utama, pekerja tetap, hari orang, pekerja harian, balas jasa dan upah serta nilai konstruksi yang diselesaikan dalam satu tahun.
Indeks Masalah Bisnis
Indeks masalah bisnis adalah suatu indeks yang menyatakan kondisi masalah bisnis yang dihadapi pengusaha pada sektor konstruksi.





























Metadata kegiatan statistik sektoral/khusus yang tersedia merupakan hasil penghimpunan tahun 2018. Metadata sebelumnya dapat diakses melalui SIRuSa 2014.
Copyright © 2019 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.