Kompilasi Data Indeks Pembangunan Manusia, 2016

Tahun Kegiatan
2016
Produsen : Subdit. Analisis Statistik
Sektor Kegiatan : Sosial dan Kesejahteraan Rakyat
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Analisis Statistik

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit. Analisis Statistik

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdit. Analisis Statistik

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdit. Analisis Statistik

Penanggung Jawab Diseminasi Data

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdit. Analisis Statistik

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Pembangunan manusia sebagai ukuran kinerja pembangunan secara keseluruhan dibentuk melalui pendekatan tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat; pengetahuan; dan standar hidup layak. Semua indikator yang merepresentasikan ketiga dimensi ini terangkum dalam satu nilai tunggal, yaitu angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Angka IPM digunakan untuk mengetahui peta pembangunan manusia baik pencapaian, posisi, maupun disparitas antardaerah. Dengan demikian, maka diharapkan setiap daerah dapat terpacu untuk berupaya meningkatkan kinerja pembangunan melalui peningkatan kapasitas dasar penduduk.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

- Mendapatkan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). - Mendapatkan indikator untuk menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara. - Mendapatkan data strategis sebagai ukuran kinerja pemerintah. - Mendapatkan data strategis sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).

Frekuensi Kegiatan

Tahunan

Riwayat Kegiatan

Sejak tahun 1993 BPS telah menghitung angka IPM di tingkat nasional dan provinsi, sedangkan IPM kabupaten dihitung sejak tahun 1996. Sementara itu, di tingkat internasional angka IPM dihitung oleh UNDP. Sejak tahun 2004 IPM dijadikan salah satu alokator dalam penentuan DAU (Dana Alokasi Umum) selain beberapa komponen lain seperti jumlah penduduk, luas wilayah, PDRB per kapita dan indeks kemahalan konstruksi.

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

Metodologi penghitungan IPM telah mengalami perubahan seperti berikut: 1. Tahun 1996, IPM mencakup komponen angka harapan hidup saat lahir, angka melek huruf, dan pengeluaran per kapita yang disesuaikan. Metode penghitungan IPM yang digunakan adalah metode agregasi menggunakan rata-rata aritmatik. 2. Tahun 2014, dilakukan perubahan metodologi penghitungan IPM yaitu komponen IPM yang digunakan adalah angka harapan hidup saat lahir, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, dan pengeluaran per kapita yang disesuaikan. Perubahan metode penghitungan IPM yang digunakan menjadi metode agregasi menggunakan rata-rata geometrik.

Frekuensi Pengumpulan Data

- Tahunan

Tipe Pengumpulan Data

Longitudinal dan Cross Sectional

Indikator Pengumpulan Data Longitudinal

Trend Studies

Klasifikasi yang Digunakan

- Klasifikasi/Master Wilayah: Master Wilayah Kerja Statistik Tahun 2013 - Semester 2

Jadwal Kegiatan
Perencanaan/ Persiapan01 Jan 2016 s.d. 01 Mar 2016
Pelaksanaan Lapangan01 Apr 2016 s.d. 15 Apr 2016
Pengolahan15 Apr 2016 s.d. 01 Aug 2016
Analisis01 Aug 2016 s.d. 31 Dec 2016

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Angka harapan hidup saat lahir 
Rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak lahir.
Tahun 2011-2015
Angka Harapan lama sekolah 
Lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur tertentu di masa mendatang.
Tahun 2011-2015
Rata-rata lama sekolah 
Jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk dalam menjalani pendidikan formal.
Tahun 2011-2015
Pengeluaran per kapita disesuaikan 
Pengeluaran per kapita harga konstan/riil untuk komoditi makanan dan non makanan
Tahun 2011-2015

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Kompilasi

Rancangan Sampel

Cakupan Wilayah

Seluruh kabupaten/kota

Unit Observasi

-

Cakupan Responden

-

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Ya

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Melakukan Pilot Study

Tidak

Instrumen yang Digunakan

-

Petugas Pengumpulan Data

- Staf

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim1 Orang
Pencacah1 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Tidak

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Revisit

Penyesuaian Non Respon

Tidak Ada Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri

Metode Pengolahan

- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

Microsoft Excel

Estimasi dan Analisis

Metode Analisis

Analisis Deskriptif

Unit Analisis

Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Ya

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Keterbandingan Data

Antar wilayah dan antar waktu

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Tidak

Diseminasi Publikasi

Judul Publikasi

Indeks Pembangunan Manusia 2015

Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun

Dokumentasi

Kuesioner

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

Displaying 1-1 of 1 result.
Indeks Pembangunan Manusia (Metode 2014)
Indeks yang mengukur pembangunan manusia dari tiga aspek dasar yaitu umur panjang dan hidup sehat; pengetahuan; dan standar hidup layak.





























Kuesioner
Publikasi yang dihasilkan
Nama Publikasi Jadwal Rilis Level terendah
penyajian data
Dibedakan menurut perkotaan/ perdesaan Dibedakan menurut jenis kelamin
Indeks Pembangunan Manusia 2015 12-10-2016 Kabupaten/Kota Tidak Tidak
Metadata kegiatan statistik sektoral/khusus yang tersedia merupakan hasil penghimpunan tahun 2016. Metadata sebelumnya dapat diakses melalui SIRuSa 2014.
Copyright © 2017 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.