Pendataan Potensi Desa (Podes), 2014

Tahun Kegiatan
2014
Produsen : Subdit. Stat. Ketahanan Wilayah
Sektor Kegiatan : Sosial dan Kesejahteraan Rakyat
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Ketahanan Wilayah

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit. Stat. Ketahanan Wilayah

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdit. Stat. Ketahanan Wilayah

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdit. Stat. Ketahanan Wilayah

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdit. Stat. Ketahanan Wilayah

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Pendataan Podes telah dilaksanakan sejak tahun 1980 bersamaan dengan penyelenggaraan Sensus Penduduk 1980. Sejak saat itu, Podes dilaksanakan secara rutin sebanyak 3 (tiga) kali dalam kurun waktu sepuluh tahun untuk mendukung kegiatan Sensus Penduduk, Sensus Pertanian dan Sensus Ekonomi. dengan demikian, fakta penting terkait ketersediaan infrastruktur dan potensi yang dimiliki oleh setiap wilayah dapat dipantau secara berkala dan terus menerus.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

- Menyediakan data tentang keberadaan, ketersediaan dan perkembangan potensi yang dimiliki setiap wilayah administrasi pemerintahan yang meliputi: sarana dan prasarana wilayah serta potensi ekonomi, sosial, budaya, dan aspek kehidupan masyarakat lainnya untuk berbagai keperluan yang berkaitan dengan perencanaan wilayah di tingkat nasional dan daerah; - Menyediakan data dasar bagi keperluan penentuan klasifikasi/tipologi wilayah (seperti: perkotaan-perdesaan, wilayah tertinggal, wilayah pesisir dan sebagainya)dan penyusunan statistik wilayah kecil; - Melengkapi penyusunan kerangka sampling untuk kegiatan statistik lain lebih lanjut.

Frekuensi Kegiatan

Lainnya

Riwayat Kegiatan

Data Podes dikumpulkan pertama kali pada tahun 1976 dengan nama Fasilitas Desa (Fasdes). Pendataan ini hanya dilakukan pada beberapa provinsi kemudian dilanjutkan provinsi yang lain pada tahun berikutnya. Kemudian, mulai tahun 1980 pendataan Podes dilaksanakan setiap 3 tahun sekali, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Sensus. Kegiatan pengumpulan Podes yang terakhir dilakukan adalah Podes 2014.

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

1. Podes 2014 diharapkan bisa membantu perencanaan kegiatan Sensus Ekonomi pada tahun 2016. Meskipun demikian, pertanyaan terkait Sensus Ekonomi tidak secara khusus dikelompokkan dalam kuesioner modul karena sebagian besar informasi telah tercakup dalam pertanyaan kor Podes 2014. 2. Podes 2014 juga menginstruksikan pengolahan data dilakukan oleh KSK. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk mengoptimalkan pemanfaatan laptop KSK sekaligus untuk memberdayakannya. 3. Monitoring pelaksananaan lapangan dan pengolahan dikumpulkan melalui mekanisme sms gateway 4. Penjaminan kualitas data oleh BPS kabupaten/kota melalui surat pernyataan penjaminan kualitas data setelah dilakukan pemeriksaan hasil tabulasi, DMK dan verifikasi data Podes 2014 dengan dinas terkait serta upaya pengecekan validitas data lainnya.

Frekuensi Pengumpulan Data

- Lainnya

Tipe Pengumpulan Data

Longitudinal

Referensi yang Digunakan

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

Klasifikasi yang Digunakan

- Klasifikasi/Master Wilayah: Master File Desa (MFD)tahun 2013 semester 2(Bulan Desember) - Klasifikasi/Master Komoditas: - - Klasifikasi/Master Lapangan Usaha: - - Klasifikasi/Master Lainnya: -

Jadwal Kegiatan
Perencanaan/ Persiapan2015 s.d. Mar 2014
Pelaksanaan Lapangan01 Apr 2014 s.d. 30 Apr 2014
Pengolahan15 Apr 2014 s.d. 29 Aug 2014
AnalisisJan 2014 s.d. Nov 2014

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Registrasi Penduduk 
Registrasi penduduk yang dimaksud meliputi : jumlah kelahiran, jumlah kematian, migrasi masuk, dan migrasi keluar
Tahun 2013
Agen TKI 
Agen TKI adalah seseorang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan mencari, merekrut, menampung dan menyalurkan TKI untuk bekerja di luar negeri.
Pada saat pencacahan
Status Pemerintahan Desa 
Status pemerintahan desa meliputi: desa, kelurahan, Unit Permukiman Transmigrasi (UPT)/ Satuan Permukiman Transmigrasi (SPT), dan lainnya
Pada saat pencacahan
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) 
Badan permusyawaratan desa adalah lembaga permusyawaratan/ permufakatan yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa.
Pada saat pencacahan
Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) 
LMK merupakan lembaga musyawarah pada tingkat kelurahan yang bertujuan untuk membantu lurah sebagai mitra dalam penyelenggaraan pemerintahan dan untuk menampung aspirasi serta meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat.
Pada saat pencacahan

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Sensus

Rancangan Sampel

Cakupan Wilayah

Seluruh kabupaten/kota

Unit Observasi

Desa/kelurahan dan wilayah dengan sebutan lain yang setingkat desa/kelurahan

Cakupan Responden

Semua Kepala Desa/Lurah; Kepala Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT); Kepala Satuan Permukiman Transmigrasi (SPT); aparatur kecamatan (camat atau narasumber lain yang relevan); aparatur kabupaten; narasumber di beberapa kantor-kantor dinas yang relevan di seluruh kabupaten/kota (yaitu Dinas Pertambangan, Dinas Perindustrian, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pertanian)

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Ya

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Wawancara langsung

Melakukan Pilot Study

Ya ,
Pilot Podes 2014 dilaksanakan di 100 desa/kelurahan yang tersebar di 10 kab/kota di 6 provinsi yaitu: Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten dan Maluku. Kegiatan ini juga dirancang untuk mendukung Sensus Ekonomi 2016 sehingga pemilihan wilayah ujicoba ditentukan secara purposive pada wilayah perkotaan atau perdesaan yang dekat dengan pusat pemerintahan di daerah. Pembahasan instrumen Pilot Podes 2014 telah dibahas sejak bulan Februari 2013 yang dilakukan secara berkala setiap minggu. Kondisi ini memperlancar jalannya pembahasan metodologi dan instrumen pada bulan Agustus 2013 hingga pelaksanaan lapangan pada bulan November 2013. Pelaksanaan lapangan Pilot Podes 2014 dilakukan dalam 2 gelombang untuk mengantisipasi banyaknya permasalahan yang ditemui di lapangan. Gelombang 1 dilakukan pada tanggal 11-15 November 2013 dan Gelombang 2 dilaksanakan pada tanggal 18-22 November 2013.

Instrumen yang Digunakan

1. PODES2014-DESA 2. PODES2014-NAGARI 3. PODES2014-JORONG 4. PODES2014-KEC 5. PODES2014-KAB/KOTA

Petugas Pengumpulan Data

- Staf
- KSK
- Mitra

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim2891 Orang
Pencacah8644 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Ya

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Supervisi
- Lainnya

Penyesuaian Non Respon

Tidak Ada Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Integrasi Pengolahan

Metode Pengolahan

- Batching
- Editing
- Coding
- Data Entri/Scan
- Verifikasi
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

C-SAP (visualstudio.net)

Estimasi dan Analisis

Metode Analisis

Tabulasi silang

Unit Analisis

Desa

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Tidak

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Imputasi

Peningkatan Kualitas Data

1. Berbagai metode melalui sistem monitoring dilakukan pada Podes 2014 untuk meningkatkan kualitas data yang dihasilkan. 2. Adanya pengecekan tabulasi ditingkat kabupaten.

Keterbandingan Data

Antar wilayah dan antar waktu

Metode Revisi Data

Dalam Podes 2011, secara eksplisit sebenarnya tidak ada metode revisi data. Hanya saja, dalam pengumpulan data di lapangan, disediakan waktu 3 kali kunjungan. Dengan demikian, jika pada kunjungan pertama data belum dapat diperolah, maka dapat dilakukan kunjungan ulang.

Informasi tentang kualitas data

Untuk data-data indikator (keberadaan) sarana infrastruktur, data yang dihasilkan reliabel. Namun, untuk data-data yang berupa jumlah (sarana infrastruktur), pengguna harus secara hati-hati memaknainya.

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Tidak

Rekomendasi untuk yang akan datang

Sistem pengecekan data diperbaiki lagi sehingga kualitas data dapat ditingkatkan

Diseminasi Publikasi

Judul Publikasi

Statistik Potensi Desa Indonesia 2014
Statistik Potensi Desa Provinsi 2014
Statistik Infrastruktur Indonesia 2014
Booklet Statistik Potensi Desa Indonesia 2014

Diseminasi Data Mikro

Nama Data Mikro

Data Podes 2014

Ketersediaan data mikro

Dari tahun 2000

Data/variabel yang tidak bisa diberikan kepada pengguna data

Variabel Alasan
Kode PODES 2011Untuk keperluan pengelolaan pendataan PODES
Kode ST2013Untuk keperluan pengelolaan pendataan PODES
Status daerahUntuk keperluan pengelolaan pendataan PODES
Desa/kelurahan tercatat pada MFD onlineUntuk keperluan pengelolaan pendataan PODES
Status definitive dan operasionalUntuk keperluan pengelolaan pendataan PODES
Keterangan kantor Kepala Desa/LurahUntuk keperluan pengelolaan pendataan PODES
Keterangan petugas dan narasumberUntuk keperluan pengelolaan pendataan PODES
Nama-nama pulau letak wilayah desa/kelurahanAkurasi data tidak dapat dipastikan, sehingga apabila digunakan akan berpotensi menyebabkan kesalahan interpretasi penggunaan datanya
Pulau lokasi kantor kepala desa/lurah beradaAkurasi data tidak dapat dipastikan, sehingga apabila digunakan akan berpotensi menyebabkan kesalahan interpretasi penggunaan datanya
Koordinat kantor desa dan ketinggian letak kantor desaAkurasi data tidak dapat dipastikan, sehingga apabila digunakan akan berpotensi menyebabkan kesalahan interpretasi penggunaan datanya
Penduduk dan keluarga per 1 Januari 2014Akurasi data tidak dapat dipastikan, sehingga apabila digunakan akan berpotensi menyebabkan kesalahan interpretasi penggunaan datanya
Kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk desa/kelurahan selama tahun 2013Akurasi data tidak dapat dipastikan, sehingga apabila digunakan akan berpotensi menyebabkan kesalahan interpretasi penggunaan datanya
Produk unggulan desaAkurasi data tidak dapat dipastikan, sehingga apabila digunakan akan berpotensi menyebabkan kesalahan interpretasi penggunaan datanya
Data nama sungaiAkurasi data tidak dapat dipastikan, sehingga apabila digunakan akan berpotensi menyebabkan kesalahan interpretasi penggunaan datanya
Tiga nama suku/etnis terbesar warga di desaAkurasi data tidak dapat dipastikan, sehingga apabila digunakan akan berpotensi menyebabkan kesalahan interpretasi penggunaan datanya
Bahasa sehari-hari sebagian besar warga di desa/kelurahanAkurasi data tidak dapat dipastikan, sehingga apabila digunakan akan berpotensi menyebabkan kesalahan interpretasi penggunaan datanya
Budaya/adat/kebiasaan yang menjadi ciri masyarakat desaAkurasi data tidak dapat dipastikan, sehingga apabila digunakan akan berpotensi menyebabkan kesalahan interpretasi penggunaan datanya
Luas wilayah desa/kelurahanAkurasi data tidak dapat dipastikan, sehingga apabila digunakan akan berpotensi menyebabkan kesalahan interpretasi penggunaan datanya
Luas lahan menurut jenis penggunaan lahanAkurasi data tidak dapat dipastikan, sehingga apabila digunakan akan berpotensi menyebabkan kesalahan interpretasi penggunaan datanya

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

Displaying 1-7 of 7 results.
Jumlah Wilayah Administrasi Pemerintahan
Banyaknya wilayah administrasi terkecil setingkat desa di Indonesia, yaitu mencakup: desa, kelurahan, UPT/SPT, dan lainnya.
Jumlah Desa/Kelurahan dengan Sumber Penghasilan Utama Sebagian Besar Penduduk Pertanian
Banyaknya wilayah administrasi terkecil setingkat desa di Indonesia (desa, kelurahan, UPT/SPT, dan lainnya) yang sumber penghasilan utama sebagian besar penduduknya dari sektor pertanian.
Jumlah Desa/Kelurahan yang Mengalami Bencana Alam
Banyaknya wilayah administrasi terkecil setingkat desa di Indonesia (desa, kelurahan, UPT/SPT, dan lainnya) yang mengalami bencana alam.
Jumlah Desa/Kelurahan dengan Tenaga Kesehatan yang Tinggal/Menetap di Desa/Kelurahan
Banyaknya wilayah administrasi terkecil setingkat desa di Indonesia (desa, kelurahan, UPT/SPT, dan lainnya) memiliki tenaga kesehatan yang tinggal/menetap.
Jumlah Desa/Kelurahan dengan Keluarga Pengguna Listrik
Banyaknya wilayah administrasi terkecil setingkat desa di Indonesia (desa, kelurahan, UPT/SPT, dan lainnya) yang penduduknya menggunakan listrik.
Jumlah Desa/Kelurahan yang Tidak Memiliki SD
Banyaknya wilayah administrasi terkecil setingkat desa di Indonesia (desa, kelurahan, UPT/SPT, dan lainnya) yang tidak memiliki fasilitas pendidikan dasar berupa SD atau sederajat.
Jumlah Desa Kelurahan Tepi Laut
Banyaknya wilayah administrasi terkecil setingkat desa di Indonesia (desa, kelurahan, UPT/SPT, dan lainnya) yang wilayahnya bersinggungan langsung dengan laut, baik berupa pantai maupun tebing karang.





























Publikasi yang dihasilkan
Nama Publikasi Jadwal Rilis Level terendah
penyajian data
Dibedakan menurut perkotaan/ perdesaan Dibedakan menurut jenis kelamin
Statistik Potensi Desa Indonesia 2014 -12-2014 Provinsi Tidak Tidak
Statistik Potensi Desa Provinsi 2014 -12-2014 Kabupaten/Kota Tidak Tidak
Statistik Infrastruktur Indonesia 2014 -12-2014 Provinsi Tidak Tidak
Booklet Statistik Potensi Desa Indonesia 2014 -12-2014 Provinsi Tidak Tidak
Data mikro yang dihasilkan
Nama Data Mikro Jadwal Rilis Power of estimate Terdapat variabel perkotaan/ perdesaan Terdapat variabel jenis kelamin
Data Podes 2014 --2015 Desa/Kelurahan Ya Tidak
Metadata kegiatan statistik sektoral/khusus yang tersedia merupakan hasil penghimpunan tahun 2018. Metadata sebelumnya dapat diakses melalui SIRuSa 2014.
Copyright © 2019 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.