Survei Industri Besar dan Sedang Bulanan, 2014

Tahun Kegiatan
2014
Produsen : Subdit. Stat. Industri Besar dan Sedang
Sektor Kegiatan : Industri,Pertambangan,Energi, dan Konstruksi
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Industri Besar dan Sedang

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdirektorat Statistik Industri Besar dan Sedang

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Seksi Penyiapan Statistik Industri Besar dan Sedang

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Seksi Pengolahan Statistik Industri Besar dan Sedang

Penanggung Jawab Diseminasi Data

Seksi Evaluasi dan Pelaporan Statistik Industri Besar dan Sedang

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdirektorat Statistik Industri Besar dan Sedang

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Sektor industri merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia, mengingat kontribusi sektor industri terhadap PDB sebesar 23,70 persen pada tahun 2013, terbesar dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. Hasil survei Industri Besar dan Sedang (IBS) Bulanan digunakan untuk menghitung indeks produksi bulanan. Angka indeks digunakan untuk melihat laju pertumbuhan industri khususnya sektor industri manufaktur. Selain itu, angka indeks juga dipakai sebagai bahan masukan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (RAKORTAS) Bidang Ekonomi, serta digunakan juga sebagai dasar penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB). Penyajian angka indeks dalam Web Site Special Data Dissemination Standards-International Monitoring Fund (SDDS-IMF) secara berkala di-update setiap bulan. Hasil survei IBS Bulanan juga telah dirilis dalam Berita Resmi Statistik (BRS). Indeks produksi Industri bulanan merupakan indikator ekonomi makro dimaksudkan untuk dapat dijadikan sebagai suatu sistem pemantauan dini (early warning system), agar pembuat keputusan dapat lebih cepat dalam membuat kebijakan. BPS sudah pernah mengumpulkan data produksi industri secara triwulanan, yaitu melalui Survei Industri Besar dan Sedang Triwulanan. Baru pada tahun 2000 BPS mengumpulkan data produksi industri secara bulanan melalui Survei Industri Besar dan Sedang Bulanan yang sampelnya terintegrasi dengan Survei Industri Besar dan Sedang Triwulanan. Sejak tahun 2002 pengumpulan data sudah sepenuhnya bulanan. Pada tahun 2012 indeks produksi industri bulanan menggunakan tahun dasar baru (2010=100) dengan jumlah sampel sebanyak 1.703 perusahaan dan menggunakan KBLI 2009 atau ISIC Rev 4.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

- Memperoleh indeks produksi industri skala besar dan sedang bulanan dan triwulanan; - Memperoleh indikator dini untuk melihat pertumbuhan sektor industi manufaktur; - Memperoleh data sebagai dasar acuan penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB), khususnya di industri manufaktur.

Frekuensi Kegiatan

Triwulanan

Riwayat Kegiatan

- Data dikumpulkan dari 1532 perusahaan industri yang terpilih menjadi sampel Survei Industri Besar dan Sedang Bulanan dengan menggunakan kuesioner berbentuk ‘Shuttle Form’ yang pengiriman dan penerimaan kembali dari/ke perusahaan melalui E-mail, telepon, faksimil, pos, atau petugas langsung. - Ketersediaan data Indeks Produksi bulan Januari 2002 s.d Desember 2011 dari 2 dan 1-digit KBLI Revisi 3 dengan tahun dasar 2000=100. - Mulai tahun 2012 ( Januari 2012 s.d sekarang) indeks produksi industri menggunakan tahun dasar baru (2010=100) dan KBLI 2009 atau ISIC rev 4.

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

Sejak tahun 2002 s.d 2011 indeks produksi bulanan/triwulanan menggunakan tahun dasar (2000=100) dengan jumlah sampel tahun 2002 s/d 2009 sebesar 600 perusahaan dan tahun 2010 menjadi sebesar 1.532 perusahaan. Mulai tahun 2012 indeks produksi industri bulanan menggunakan tahun dasar baru (2010=100) dan melakukan penggantian sampel dengan menggunakan frame IBS 2010. dengan jumlah sampel sebanyak 1.703 perusahaan

Frekuensi Pengumpulan Data

- Bulanan
- Triwulanan

Tipe Pengumpulan Data

Longitudinal

Referensi yang Digunakan

- Jammal, Yahja, Industrial Production Index for Indonesia, BPS and USAID report, Jakarta, September 19, 1999. - Jammal, Yahja and Rosniaty Ismail, The Monthly Manufacturing Production Survey, STAT Project Statistical paper # 2, BPS and USAID report Klasifikasi yang Digunakan

2 (dua) digit KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) 2009 atau ISIC revisi 4

Jadwal Kegiatan
Perencanaan/ PersiapanN/A s.d. N/A
Pelaksanaan LapanganN/A s.d. N/A
PengolahanN/A s.d. N/A
AnalisisN/A s.d. N/A

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Banyaknya (Volume) Produksi 
Banyaknya (Volume) Produksi adalah banyaknya komoditi dan jasa yang benar-benar dihasilkan dari proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan industri itu sendiri dalam kurun waktu tertentu.
1 (satu) bulan terakhir
Nilai Produksi 
Nilai Produksi adalah nilai dari sejumlah komoditi dan jasa yang benar-benar dihasilkan dari proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan industri itu sendiri dalam kurun waktu tertentu. Biasanya perusahaan industri dalam menentukan nilai produksi dari setiap jenis barang dan jasa yang diproduksi telah memperhitungkan komponen biaya produksi dan keuntungan yang diharapkan dan sebagainya dalam jutaan rupiah
1 (satu) bulan terakhir
Pekerja 
Pekerja adalah orang-orang yang terlibat langsung maupun tidak langsung di dalam proses produksi, dan memperoleh balas jasa atas pekerjaannya dari perusahaan industri tempat mereka bekerja, yang biasanya berupa upah dan gaji.
1 (satu) bulan terakhir
Persentase realisasi produksi dalam triwulan laporan terhadap kapasitas penuh (full capacity) 
Persentase realisasi produksi dalam triwulan laporan terhadap kapasitas penuh (full capacity) adalah perkiraan besarnya persentase dari sejumlah komoditi dan jasa yang benar-benar dihasilkan atau diproduksi selama triwulan laporan dibandingkan dengan perkiraan sejumlah barang dan jasa yang dihasilkan atau diproduksi apabila seluruh mesin dan peralatan di perusahaan tersebut dioperasikan secara penuh (full capacity) pada triwulan laporan.
1 (satu) triwulan terakhir

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Survei

Jenis Rancangan Sampel

Single Stage/Phase

Metode Pemilihan Sampel Stage Terakhir

Sampel probabilitas

Metode Pemilihan Sampel Probabilitas

- Perusahaan yang tutup dikeluarkan dari kerangka sampel - Cleaning data yang outlier yaitu perbandingan peubah pekerja dan output data tahun 2009 terhadap tahun 2008 dan data tahun 2008 terhadap tahun 2007. - Sampel Kategori ‘C1’ yaitu semua perusahaan di tahun 2009 diurutkan berdasarkan nilai output secara menurun, nilai outputnya yang berada di atas nilai ‘Cut-off point’ dipilih secara certainty. - Sampel kategori ‘C2’ yaitu semua perusahaan diurutkan kembali berdasarkan produktivitas tenaga kerja (rasio output terhadap banyaknya tenaga kerja) 1% tertinggi dipilih secara certainty. - Sampel kategori ‘C3’ yaitu ISIC yang mempunyai ratio of output < 50 %, tetapi share of output-nya berada pada top 25 %. - Sampel kategori ‘C4’ yaitu share of output perusahaan per provinsi yang belum memenuhi > 50 %. - Sampel kategori S, yaitu perusahaan yang dipilih menggunakan teknik sampling ‘Probability Proportional to Size’ (PPS).

Rancangan Sampel

Kerangka Sampel

Direktori perusahaan industri besar dan sedang 2010

Perkiraan Sampling Error

2

Alokasi Sampel

Kode ‘C1’ = 395 perusahaan - Kode ‘C2’ = 108 perusahaan - Kode ‘C3’ = 246 perusahaan - Kode ‘C4’ = 103 perusahaan - Kode ‘S’ = 851 perusahaan Tersebar di 33 provinsi, yang berada di Pulau Jawa 1.166 (68.47 %) perusahaan dan di Luar Pulau Jawa 537 (31.53 %) perusahaan.

Cakupan Wilayah

Sebagian kabupaten/kota

Unit Observasi

Perusahaan industri besar dan sedang

Cakupan Responden

Perusahaan industri manufaktur di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja 20 orang atau lebih

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Ya

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Pengamatan (observasi)

Melakukan Pilot Study

Tidak

Instrumen yang Digunakan

Kuesioner, Kartu Kunjungan (Kartu Kendali), Buku Pedoman Industri Besar dan Sedang Bulanan, Leafleat Pedoman Pengisian Kuesioner Survei Industri Besar dan Sedang Bulanan, KBLI 2009

Petugas Pengumpulan Data

- Staf
- KSK

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim Orang
Pencacah Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Tidak

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Revisit
- Supervisi

Penyesuaian Non Respon

Kunjungan Ulang

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri

Metode Pengolahan

- Batching
- Editing
- Coding
- Data Entri/Scan
- Verifikasi
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

Database CLARION, SAS, MS Access, MS Excell

Estimasi dan Analisis

Metode Estimasi yang Digunakan

Estimasi populasi dilakukan dengan double weighted yaitu dengan meng-inflate karakteristik yang diinginkan dengan penimbang sampel perusahaan (sampling weight) dan penimbang dari nilai produksi untuk perusahaan yang respon (current weight). Sedangkan untuk perusahaan yang non-respon dilakukan penyesuaian (adjustment).

Metode Analisis

-

Unit Analisis

Perusahaan industri besar dan sedang menurut KBLI 2009 atau ISIC revisi 4 sampai level 2 digit KBLI

Sumber data alternatif untuk analisis

Sebagai pembanding digunakan data dari Asosiasi Perusahaan Industri yaitu Gaikindo (kendaraan roda empat), AISI (kendaraan roda dua), APPI (Pupuk), Asosiasi Gula, Asosiasi Semen Indonesia, dan Asosiasi Produsen Tepung Terigu.

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Ya

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Lainnya

Peningkatan Kualitas Data

Sosialisasi ke perusahaan, surat pengantar dari menteri perindustrian, kunjungan ulang

Keterbandingan Data

Data-data dengan asosiasi perusahaan industri dan data atau informasi dari media masa.

Metode Revisi Data

Metode yang digunakan benchmark yaitu membandingkan dengan data Survei Industri Besar dan Sedang Tahunan

Informasi tentang kualitas data

Kualitas data cukup up to date dan representative sampai level 2 digit KBLI 2009 nasional

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Ya

Rekomendasi untuk yang akan datang

Meningkatkan respon rate, mengirimkan newsletter ke perusahaan-perusahaan yg sulit respon, e survey secara on line. Untuk mengatasi panel bias perlu dilakukan penarikan sampel baru setelah periode waktu tertentu.

Diseminasi Publikasi

Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun

Dokumentasi

Kuesioner

Survei Industri besar dan Sedang bulanan

Penyimpanan Data

CD
Flashdisk
Harddisk

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

Displaying 1-2 of 2 results.
Pertumbuhan Produksi Industri Manufaktur
Suatu angka yang menunjukkan persentase kenaikan/penurunan nilai produksi industri manufaktur pada periode berjalan/periode bersangkutan terhadap nilai produksi industri manufaktur pada periode sebelumnya. Angka ini juga disajikan dalam bulanan, triwulanan dan tahunan serta disajikan pertumbuhan produksi industri dalam KBLI 2 (dua) digit.
Angka Indeks Produksi Industri Manufaktur
Angka indeks yang dihasilkan menggambarkan perkembangan produksi sektor industri manufaktur secara lebih dini serta data seris yang lebih panjang dan lengkap karena sifatnya yang dirancang secara periodik bulanan. Data bulanan tersebut dapat juga disajikan sebagai data triwulanan maupun tahunan. Data triwulanan merupakan rataan dari indeks bulanan pada triwulan yang bersangkutan dan indeks tahunan merupakan rataan 4 (empat) triwulan pada tahun yang bersangkutan. Angka ini juga menyajikan indeks produksi dalam KBLI 2 (dua) digit.





























Metadata kegiatan statistik sektoral/khusus yang tersedia merupakan hasil penghimpunan tahun 2018. Metadata sebelumnya dapat diakses melalui SIRuSa 2014.
Copyright © 2019 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.