Survei Harga Produsen Gabah, 2014

Tahun Kegiatan
2014
Produsen : Subdit. Stat. Harga Produsen
Sektor Kegiatan : Harga
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Harga Produsen

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit. Stat. Harga Produsen

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdit. Stat. Harga Produseniseminasi

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdit. Stat. Harga Produsen

Penanggung Jawab Diseminasi Data

Direktorat Diseminasi Statistik

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdit. Stat. Harga Produsen

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Dalam rangka menciptakan stabilisasi harga gabah/beras di pasaran, diperlukan suatu instrumen monitoring harga transaksi gabah di tingkat petani sebagai produsen padi. Hasil monitoring digunakan sebagai referensi kebijakan harga jangka pendek berupa Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk melindungi harga di tingkat petani secara berkesinambungan . Kegiatan monitoring dilakukan secara rutin tiap bulan.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Mengamankan harga di tingkat petani berdasarkan HPP sekaligus sebagai sistem peringatan dini (early warning system) bagi institusi pemerintah terkait guna mengantisipasi anjloknya harga gabah yang merugikan petani produsen.

Frekuensi Kegiatan

Tahunan

Riwayat Kegiatan

- Publikasi Statistik Harga Produsen Gabah Tahunan (1998 - 2013). - Publikasi Statistik Harga Produsen Gabah per Provinsi (2003 - 2013).

Perubahan yang terjadi dari kegiatan sebelumnya

- Maret 2005, monitoring harga gabah kualitas Gabah Kering Simpan (GKS) ditiadakan dan digabung dengan kualitas Gabah Kering Panen (GKP). - April 2007, harga gabah di tingkat petani diatur melalui mekanisme HPP oleh pemerintah (sebelumnya hanya di tingkat penggilingan).

Frekuensi Pengumpulan Data

- Mingguan
- Bulanan

Tipe Pengumpulan Data

Longitudinal

Referensi yang Digunakan

Instruksi Presiden terkait kebijakan perberasan; INPRES No. 3/2012

Klasifikasi yang Digunakan

Pedoman Pelaksanaan Pemantauan Harga Gabah

Jadwal Kegiatan
Perencanaan/ PersiapanN/A s.d. N/A
Pelaksanaan LapanganN/A s.d. N/A
PengolahanN/A s.d. N/A
AnalisisN/A s.d. N/A

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Biaya ke Penggilingan  
Keseluruhan biaya pasca panen siap jual dari lokasi panen ke lokasi unit penggilingan terdekat. Besarnya biaya ke penggilingan adalah penjumlahan dari ongkos angkut ditambah ongkos lainnya
Mingguan/bulanan
Komponen Mutu Kotoran 
Segala benda Asing yang tidak tergolong bagian dari gabah, misalnya debu, butiran tanah, butiran pasir, batu kerikil, potongan kayu, potongan logam, tangkai padi, biji-bijian lain, bangkai serangga dan lain sebagainya
Mingguan/bulanan
Harga di Tingkat Penggilingan 
Harga di Tingkat Petani ditambah dengan besarnya biaya ke penggilingan terdekat (belum termasuk keuntungan pihak penggilingan )
Mingguan/bulanan
Kelompok Kualitas Gabah Kering Giling (GKG) 
Gabah yang mengandung kadar air maksimum sebesar 14,0 persen dan hampa /kotoran maksimum 3,0 persen
Mingguan/bulanan
Kelompok Kualitas Gabah Kering Panen (GKP) 
Gabah yang mengandung kadar air maksimum sebesar 25,0 persen dan hampa /kotoran maksimum 10,0 persen
Mingguan/bulanan

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Survei

Metode Pemilihan Sampel Stage Terakhir

Sampel non-probabilitas

Rancangan Sampel

Unit Sampel

petani padi yang sedang melakukan transaksi penjualan gabah

Alokasi Sampel

Sebagian wilayah provinsi di Indonesia (25 Provinsi)

Cakupan Wilayah

Sebagian kabupaten/kota

Wilayah Kegiatan

ProvinsiKabupaten
ACEHACEH TENGGARA, ACEH TIMUR, PIDIE, BIREUEN, ACEH UTARA, NAGAN RAYA, PIDIE JAYA,
SUMATERA UTARAMANDAILING NATAL, TAPANULI SELATAN, TAPANULI UTARA, TOBA SAMOSIR, LABUHAN BATU, ASAHAN, SIMALUNGUN, DELI SERDANG, LANGKAT, SERDANG BEDAGAI, BATU BARA, PADANG LAWAS UTARA, LABUHAN BATU UTARA,
SUMATERA BARATPESISIR SELATAN, SOLOK, TANAH DATAR, PADANG PARIAMAN, AGAM, LIMA PULUH KOTA, PASAMAN,
RIAUINDRAGIRI HILIR, PELALAWAN, SIAK, BENGKALIS, ROKAN HILIR,
JAMBIKERINCI, TANJUNG JABUNG TIMUR, TANJUNG JABUNG BARAT,
LAMPUNGLAMPUNG SELATAN, LAMPUNG TIMUR, LAMPUNG TENGAH, PRINGSEWU,
JAWA BARATBOGOR, SUKABUMI, CIANJUR, BANDUNG, GARUT, TASIKMALAYA, CIAMIS, KUNINGAN, CIREBON, MAJALENGKA, SUMEDANG, INDRAMAYU, SUBANG, KARAWANG, BEKASI,
JAWA TENGAHCILACAP, BANYUMAS, KEBUMEN, PURWOREJO, MAGELANG, BOYOLALI, KLATEN, SUKOHARJO, KARANGANYAR, SRAGEN, GROBOGAN, BLORA, PATI, DEMAK, SEMARANG, KENDAL, PEMALANG, TEGAL, BREBES,
DI YOGYAKARTAKULON PROGO, BANTUL, SLEMAN,
JAWA TIMURPONOROGO, BLITAR, KEDIRI, LUMAJANG, JEMBER, BANYUWANGI, BONDOWOSO, PROBOLINGGO, PASURUAN, MOJOKERTO, JOMBANG, NGANJUK, MADIUN, MAGETAN, NGAWI, BOJONEGORO, TUBAN, LAMONGAN,
BANTENPANDEGLANG, LEBAK, SERANG,
BALIJEMBRANA, TABANAN, BADUNG, GIANYAR, KLUNGKUNG, KARANG ASEM, BULELENG,
NUSA TENGGARA BARATLOMBOK BARAT, LOMBOK TENGAH, LOMBOK TIMUR, SUMBAWA, SUMBAWA BARAT,
NUSA TENGGARA TIMURSUMBA BARAT, SUMBA TIMUR, MANGGARAI BARAT, SUMBA BARAT DAYA, NAGEKEO,
KALIMANTAN BARATSAMBAS, PONTIANAK,
KALIMANTAN TENGAHKOTAWARINGIN TIMUR, KAPUAS, KATINGAN, PULANG PISAU, BARITO TIMUR,
KALIMANTAN SELATANTANAH LAUT, BANJAR, BARITO KUALA, TAPIN, HULU SUNGAI SELATAN, HULU SUNGAI TENGAH, HULU SUNGAI UTARA, TABALONG, TANAH BUMBU, BALANGAN,
KALIMANTAN TIMURKUTAI KARTANEGARA, PENAJAM PASER UTARA,
SULAWESI UTARAMINAHASA,
SULAWESI TENGAHBANGGAI, MOROWALI, TOLI-TOLI,
SULAWESI SELATANBULUKUMBA, TAKALAR, GOWA, MAROS, PANGKAJENE DAN KEPULAUAN, SOPPENG, WAJO, SIDENRENG RAPPANG, PINRANG, LUWU, LUWU UTARA,
SULAWESI TENGGARAKOLAKA, KONAWE SELATAN, KOTA KENDARI,
SULAWESI BARATPOLEWALI MANDAR, MAMUJU,
PAPUA BARATMANOKWARI, SORONG,
PAPUAMERAUKE, JAYAPURA, NABIRE,

Unit Observasi

petani padi yang sedang melakukan transaksi penjualan gabah

Cakupan Responden

Petani produsen padi terpilih yang sedang melakukan transaksi penjualan gabah, dilakukan panen sendiri (bukan sistem tebasan)

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Tidak

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Wawancara langsung

Melakukan Pilot Study

Tidak

Instrumen yang Digunakan

Kuesioner, Moisture Tester, Ayakan, Timbangan, Pinset

Petugas Pengumpulan Data

- Staf
- KSK

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim25 Orang
Pencacah334 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Tidak

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Supervisi

Penyesuaian Non Respon

Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri

Metode Pengolahan

- Batching
- Editing
- Coding
- Data Entri/Scan
- Verifikasi
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

program entri Visual Basic, Database Ms. Acces dan Ms. Excel

Estimasi dan Analisis

Metode Estimasi yang Digunakan

Tidak ada

Komposisi dan Penimbang

Tidak ada

Metode Analisis

Statistik deskriptif

Unit Analisis

Petani padi

Sumber data alternatif untuk analisis

tidak ada

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Ya

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Revisi dengan Menggunakan Nilai Rata-rata Kelompok

Reliabilitas Data

Validitas pencacahan data di lapangan, kalibrasi alat ukur secara periodik dan peremajaan jika diperlukan.

Peningkatan Kualitas Data

Menambah/mengganti sampel observasi

Keterbandingan Data

Data harga bulan sebelumnya, Data harga beras pada bulan yang bersesuaian

Metode Revisi Data

Tidak ada revisi (real time data)

Informasi tentang kualitas data

Penyusunan series data agar dapat dievaluasi secara berkesinambungan

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Tidak

Rekomendasi untuk yang akan datang

Cakupan sampel/responden perlu disesuaikan dengan perkembangan potensi produksi gabah di wilayahnya, perlu evaluasi mengenai struktur ongkos angkut sebagai penentu harga di tingkat penggilingan.

Diseminasi Publikasi

Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun

Dokumentasi

Kuesioner

Survei Pemantauan Harga Produsen Gabah

Pedoman

Pedoman Gabah dan Beras 2014

Penyimpanan Data

CD
Flashdisk
Harddisk
Server

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

Displaying 1-2 of 2 results.
Indeks Keparahan Harga Gabah di Bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP)
Gambaran distribusi harga hasil observasi yang berada di bawah HPP.
Indeks Kedalaman Harga Gabah di Bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP)
Ukuran rata-rata kesenjangan antara harga hasil observasi dengan HPP.





























Metadata kegiatan statistik sektoral/khusus yang tersedia merupakan hasil penghimpunan tahun 2018. Metadata sebelumnya dapat diakses melalui SIRuSa 2014.
Copyright © 2019 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.