Survei Harga Produsen Perdesaan, 2014

Tahun Kegiatan
2014
Produsen : Subdit. Stat. Harga Pedesaan
Sektor Kegiatan : Harga
Sumber Dana : APBN
Metadata : Dokumentasi dalam PDF

Penanggung Jawab Kegiatan

Penyelenggara

Subdit. Stat. Harga Pedesaan

Penanggung Jawab Masalah Teknis

Subdit. Stat. Harga Pedesaan

Penanggung Jawab Metode Pengumpulan Data

Subdit. Stat. Harga Pedesaan

Penanggung Jawab Metode Pengolahan Data

Subdit. Stat. Harga Pedesaan

Penanggung Jawab Diseminasi Data

Direktorat Diseminasi Statistik

Penanggung Jawab Sumber Dana

Subdit. Stat. Harga Pedesaan

Informasi Pengumpulan Data

Penjelasan Umum

Tujuan pembangunan pada sektor pertanian diarahkan untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup petani, memperluas lapangan kerja dan kesempatan usaha melalui pertanian yang maju, efisien dan tangguh sehingga makin mampu meningkatkan dan menganekaragamkan hasil komoditas. Di sisi lain, sistem perdagangan nasional diharapkan makin efisien dan efektif, sehingga mampu memanfaatkan dan memperluas pasar, dan dapat membentuk harga yang wajar sehingga dapat meningkatkan daya saing, pendapatan produsen dan pedagang, dan melindungi kepentingan konsumen. Keberhasilan perencanaan pembangunan perlu ditunjang oleh tersedianya data yang berkesinambungan. Data harga, baik harga di tingkat produsen komoditas pertanian maupun harga-harga di tingkat konsumen perdesaan merupakan salah satu indikator ekonomi yang penting, sehingga sangat diperlukan penyajian data statistik harga produsen perdesaan (sektor pertanian) dan harga konsumen perdesaan yang teratur, lengkap, akurat, dan tepat waktu dalam rangka memenuhi kebutuhan data untuk perencanaan pembangunan. Pengumpulan data statistik harga perdesaan merupakan kegiatan berkesinambungan, yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dalam menunjang pelaksanaan pembangunan nasional. Data harga yang dicakup adalah harga-harga di perdesaan, yang dikumpulkan melalui survei harga produsen perdesaan (sektor pertanian) dan survei harga konsumen perdesaan. Pencacahan data harga dilakukan secara rutin (bulanan). Mulai tahun 2012 pencacahan dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk DKI Jakarta. Responden adalah petani sebagai produsen hasil pertanian dan pedagang eceran di pasar perdesaan untuk harga-harga di perdesaan, baik makanan maupun non makanan. Kegiatan survei ini menghasilkan berbagai indikator harga, Nilai Tukar Petani, dan inflasi perdesaan, yang sangat berguna untuk bahan evaluasi dan perencanaan pembangunan nasional. Pada tahun anggaran 2012 juga akan dilakukan uji coba entri data secara online, untuk menggantikan entri data tidak online yang mempunyai banyak kelemahan. Output statistik harga perdesaan berupa Nilai tukar petani, inflasi perdesaan, harga produsen pertanian, dan harga konsumen perdesaan antara lain digunakan oleh para pemangku kepentingan pertanian untuk mendasari kegiatan operasionalnya. Kementerian/lembaga tingkat pusat dan Pemerintah Daerah menggunakan NTP untuk indikator keberhasilan kinerjanya. Inflasi perdesaan digunakan sebagai inflator angka kemiskinan . Pergerakan harga produsen pertanian menjadi indikator dini harga eceran di masyarakat. Outputnya juga digunakan oleh unit organisasi lain di BPS untuk penyusunan deflator penghitungan PDB/PDRB, indeks harga produsen, dan evaluasi program statistik pertanian secara umum.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Mendapatkan data harga produsen perdesaan (sektor pertanian) yang lengkap, akurat, dan tepat waktu sebagai bahan penyusunan indeks harga Yang Diterima Petani (IT) dan Indeks Harga Yang Dibayar Petani (IB) serta indikator harga lainnya. Hal tersebut guna memenuhi kebutuhan data dan informasi dalam rangka menunjang perencanaan dan pengamatan dini pada pelaksanaan pembangunan perdesaan khususnya pertanian. Survei harga-harga ini telah menghasilkan data berupa indikator harga yang secara bulanan dimuat dalam Berita Resmi Statistik (BRS), Indikator Ekonomi, dan Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi (LBDSE). Di samping itu, juga diterbitkan publikasi seri tahunan baik untuk indeks harga maupun data harganya.

Frekuensi Kegiatan

Bulanan

Riwayat Kegiatan

Publikasi NTP 2000 s.d 2012 Publikasi Statistik Harga Produsen Pertanian 2000 s.d 2012 Publikasi Upah Buruh Tani 2000 s.d 2012

Frekuensi Pengumpulan Data

- Bulanan

Tipe Pengumpulan Data

Cross Sectional

Jadwal Kegiatan
Perencanaan/ PersiapanN/A s.d. N/A
Pelaksanaan Lapangan15 Jan 2014 s.d. 15 Dec 2014
Pengolahan25 Jan 2014 s.d. 02 Jan 2015
AnalisisN/A s.d. 02 Jan 2015

Variabel Utama dan Konsep yang Digunakan

Nama Variabel Referensi Waktu
Harga Komoditas-Komoditas Produksi 
Harga Transaksi dari Produksi pertanian yang terjadi ditingkat petani
Bulanan
Harga Komoditas-Komoditas Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal 
Harga yang dibeli oleh petani dari pedagang/penjual yang menjual barang-barang yang diperlukan untuk kegiatan produksi pertanian maupun barang modal untuk kegiatan produksi pertanian, penyedia jasa transportasi dan jasa buruh
Bulanan

Metodologi

Cara Pengumpulan Data

Survei

Metode Pemilihan Sampel Stage Terakhir

Sampel non-probabilitas

Rancangan Sampel

Unit Sampel

Rumah tangga

Cakupan Wilayah

Sebagian kabupaten/kota

Unit Observasi

Rumah tangga, pedagang (unit usaha)

Cakupan Responden

Petani yang menghasilkan komoditi pertanian; buruh tani; pedagang/petani yang menjual bibit, pupuk, obat-obatan dan lain-lain yang berkaitan dengan proses produksi pertanian.

Menggunakan data sekunder dari unit kerja/instansi lain

Tidak

Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan Data

Wawancara langsung

Melakukan Pilot Study

Tidak

Instrumen yang Digunakan

Kuesioner

Petugas Pengumpulan Data

- KSK

Jumlah Petugas Pengumpulan Data
Pengawas/Kortim0 Orang
Pencacah0 Orang
Mengadakan Pelatihan Petugas

Tidak

Metode untuk mengetahui kinerja pengumpulan data

- Revisit
- Supervisi

Penyesuaian Non Respon

Tidak Ada Penggantian Sampel

Pengolahan Data

Unit Kerja yang Melakukan Pengolahan

- Sendiri
- Lainnya

Metode Pengolahan

- Editing
- Coding
- Data Entri/Scan
- Validasi
- Tabulasi

Teknologi/Aplikasi yang Digunakan

Foxpro

Estimasi dan Analisis

Metode Estimasi yang Digunakan

Diagram Timbang tiap subsektor - Penimbang rumah tangga tiap subsektor - Penimbang rumah tangga subsektor tiap provinsi

Komposisi dan Penimbang

DT subsektor berdasarkan nilai produksi

Metode Analisis

Laspeyress

Unit Analisis

Provinsi

Ada unit kerja lain yang menggunakan data ini

Ya

Kualitas dan Interpretasi Data

Perlakuan terhadap outlier, secara umum

Tidak Digunakan

Peningkatan Kualitas Data

Dengan menambah jumlah sampel

Evaluasi

Melakukan Studi Evaluasi

Tidak

Diseminasi Publikasi

Diseminasi Data Mikro

Ketersediaan data mikro

Dari tahun

Kode Label Pertanyaan Domain Value

Indikator dan Konsep yang Digunakan

Displaying 1-3 of 3 results.
Nilai Tukar Petani (NTP)
• Merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima (It) dengan indeks yang dibayar petani (Ib). • Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) dan Indeks Harga yang Dibayar oleh Petani (Ib) dihitung dengan menggunakan formula Modified Laspeyres Index. • Penghitungan NTP dilandasi pemikiran bahwa sebagai agen ekonomi yang memproduksi hasil pertanian yang kemudian hasilnya dijual, petani juga merupakan konsumen yang membeli barang dan jasa untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari dan juga mengeluarkan biaya produksi dalam usahanya untuk memproduksi hasil pertanian.
Indeks Harga yang Diterima Petani (lt)
Indeks yang disusun berdasarkan hasil produksi pertanian
Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb)
Indeks yang disusun berdasarkan pengeluaran petani untuk menghasilkan produksi pertanian termasuk didalamnya konsumsi rumah tangga.





























Metadata kegiatan statistik sektoral/khusus yang tersedia merupakan hasil penghimpunan tahun 2018. Metadata sebelumnya dapat diakses melalui SIRuSa 2014.
Copyright © 2019 Badan Pusat Statistik. All Rights Reserved.