1273

HIT

Tinjauan Terhadap Efektivitas Program Pengentasan Kemiskinan di Indonesia
I. Identifikasi Penyelenggara Survei
1.1 Instansi Penyelenggara Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM, Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM, Ford Foundation
1.2.a Provinsi DI YOGYAKARTA
1.2.b Kabupaten/Kota SLEMAN
1.2.c Alamat Lengkap Instansi Penyelenggara Universitas Gadjah Mada
1.2.d Telepon Instansi Penyelenggara (0274)589658
1.2.e Fax Instansi Penyelenggara (0274)589658
1.2.f Email Instansi Penyelenggara
II. Penanggung Jawab Survei (Sebagai Contact Person)
2.1.a Nama Penanggung Jawab Muhadi Sugiono, MA
2.1.b Jabatan Koordinatir Utama/ Peneliti Utama
2.1.c Alamat Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan UGM, Gedung Pusat Antar Universitas (PAU), Lantai I, Sayap Timur, Jl. Teknika Utara Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 55281
2.1.d Telepon (0274)589658
2.1.e Fax (0274)589658
2.1.f Email pssat@ugm.ac.id
2.2.a Nama Manajer Survei Muhadi Sugiono, MA
2.2.b Jabatan Administrasi/ Peneliti Utama
2.2.c Alamat Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan, UGM
2.2.d Telepon (0274)589658
2.2.e Fax (0274)589658
2.2.f Email pssat@ugm.ac.id
III. Informasi Umum
3.1 Survei ini dilakukan hanya sekali
3.2 Frekuensi Penyelenggaraan(3.1= "Berulang") -
3.3 Tipe Pengumpulan Data Cross Sectional
IV. Tujuan Survei dan Peubah yang Dikumpulkan
4.1 Tujuan Survei Kajian ini merupakan survei terhadap proses program penurunan kemiskinan dilakukan, yang meliputi proses penentuan apa yang disebut miskin, penentuan siapa yang dikategorikan sebagai miskin, sosialisasi program, penyampaian program, dan apakah program tersebut mampu mengentaskan mereka dari kemiskinan. Selain itu juga mengkaji berbagai problem yang muncul di dalam proses tersebut dan mengidentifikasi alternatif yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kinerja program pengentasan kemiskinan
4.2 Peubah Yang Dikumpulkan
V. Rancangan Pengumpulan Data
5.1 Cara Pengumpulan Data Sebagian populasi (sampel)
5.2 Survei Dilakukan Di Sebagian Wilayah Indonesia
5.3 Bila di Sebagian Wilahyah Indonesia, Survei dilakukan di
5.4 Metode Pengumpulan Data - Wawancara langsung
5.5 Metode Penelitian Sensus
5.6 Metode Sampel Non Probabilitas
VI. Rancangan Sampel
6.1 Jenis Rancangan Sampel Multi Stage/Phase (sebutkan), -
6.2 Kerangka Sampel Populasi sampel adalah penduduk by name per kepala keluarga yang termasuk dalam kategori hampir miskin, miskin, sangat miskin menurut data BPS per kabupaten sejumlah 3040 responden. Dari keseluruhan data tersebut kemudian diambil secara random sesuai jumlah yang dibutuhkan dengan pembagian kriteria rumah tangga miskin secara seimbang
6.3 Metode Pemilihan Sampel Purposive random sampling
6.4 Keseluruhan Fraksi Sampel kurang lebih 10 persen
6.5 Unit Sampel Populasi sampel adalah penduduk by name per kepala keluarga yang termasuk dalam kategori hampir miskin, miskin, sangat miskin menurut data BPS per kabupaten sejumlah 3040 responden. Dari keseluruhan data tersebut kemudian diambil secara random sesuai jumlah yang dibutuhkan dengan pembagian kriteria rumah tangga miskin secara seimbang
6.6 Perkiraan Sampling Error kurang lebih 10 persen
6.7 Responden Unit Observasi 3040 responden di 15 kabupaten/kota di wilayah dampingan Strategic Alliance Poverty Alleviation
6.8 Tk. Estimasi Yang Diharapkan - Nasional
VII. Waktu Pelaksanaan Survei
7.1 Waktu Pelaksanaan Survei Mulai tanggal 30-11-2012 hingga 12-12-2012
7.2 Waktu Ketersediaan Survei 13-03-2013
7.3 Abstraksi Penelitian yang berlangsung selama satu tahun (dari pertengahan 2011 sampai pertengahan 2012 ini menggunakan metode survei dan kualitatif dengan jumlah responden wilayah dampingan SAPA (Strategic Alliance for Poverty Alleviation). Kelima belas kabupaten itu meliputi : Kota Banda Aceh, Kab. Serdang Bedagai, Kab. Bandung, Kab. Garut, Kab. Sukabumi, Kab. Ciamis, Kota Tasikmalaya, Kab. Subang, Kab. Kebumen, Kota Surakarta, Kab. Gunung Kidul, Kab. Jembrana, Kab. Lombok Tengah, Kota Kupang dan Kota Makassar. Analisis penelitian mengkaji setidaknya lima aspek kunci berikut: pertama, profil keluarga miskin; kedua, proses implementasi program pengentasan kemiskinan; ketiga, penggunaan data kemiskinan; keempat, dinamika pengentasan kemiskinan di Indonesia sejak 2005-2010; kelima, arah rekomendasi program pengentasan kemiskinan ke depan. Temuan riset menunjukkan bahwa : pertama, profil keluarga miskin dari sumber data BPS tidak menunjukkan potret kemiskinan yang sesungguhnya. Berdasarkan hasil riset, data menunjukkan bahwa mayoritas besar responden telah melampaui garis kemiskinan. Kedua, data kategori kemiskinan (hampir miskin, miskin, sangat miskin) BPS sebagai alat bantu identifikasi penerima manfaat tidak cukup efektif dalam mendukung program penegntasan kemiskinan. Alih-alih memeperlancar program, data kategori kemiskinan itu justru menimbulkan persoalan teknis tersendiri dalam implementasi program pengentasan kemiskinan. Ketiga, program pengentasan kemiskinan yang ditangani oleh multi-departemen masih tetap memperagakan model kebijakan yang tidak koordinatif dan parsial, baik dalam hal aturan, acuan, kriteria penerima manfaat, dan pengelolaannya. Praktis, implementasi program pengentasan kemiskinan belum juga lepas dari persoalan-persoalan usang seperti ego sektoral, overlapping, ambiguitas, konflik struktural, dan konflik horisontal di kalangan masyarakat. Keempat, partisipasi masyarakat belum merupakan partisispasi yang muncul dari kesadaran kolektif warga, namun masih sebatas mobilisasi. Bukan saja klaster 1 (layanan sosial), program klaster 2 (PNPM) dan klaster 3 (KUR) pun masih bersifat top down. Minimnya ruang keterlibatan dalam perencanaan program ini menyebabkan masyarakat tidak termotifasi untuk berpartisipasi secara penuh.